
*POV AUTHOR*
Satu minggu berselang, Nadine tak lagi berjumpa dengan Alex.
Lagi pun, Angel terlihat sangat sibuk untuk beberapa hari ini. Sebenarnya Nadine sangat ingin bertanya pada Angel tentang kabar Alex, kemana dia? kenapa mereka tidak bertemu?
Namun, dia sadar. Ada hak apa dia bertanya tentang tunangan orang lain.
Nadine masuk kedalam Apartemen Angel, seperti biasa. Pagi ini Nadine datang untuk menjemput Angel.
"Kita terlambat Nad." Pekik Angel terburu-buru sambil memakai blazer nya dan menambah polesan make up nya.
"Terlambat? Kenapa kamu gak bilang, padahal aku bisa datang lebih cepat untuk membangunkanmu."
"Aku juga baru dapat telpon dari papa tadi barusan."
"Lah, kok baru di kasih tau. Emang ada kerjaan apa sih?"
"Momy Alex lagi dalam perjalanan ke kantor."
Deg!
Jantung Nadine kembali berdetak, keringatnya mulai bercucuran.
"Momy?"
"Ayo cepat!" Imbuh Angel mendahului Nadine.
Nadine berpikir keras. Rasanya dia tidak siap untuk bertemu dengan Momynya Alex.
"Nadine Nadine Nadine... Ayo berfikir, apa yang harus kamu lakukan!"
"Nadine, apa make up ku terlihat sangat mencolok? Atau pakaian ku yang tidak cocok untuk pertemuan ini? Aduuhhh aku gugup sekali."
Tak ada jawaban, Nadine hanya terdiam.
"Nadine!" Panggil Angel untuk kesekian kalinya, sedangkan Nadine terlihat bengong tak memperdulikan ucapan Angel.
"Nadine!" Sambil menepuk pundak Nadine.
"I-iya"
"Kamu kenapa? Kok melamun?"
"Ee gak kenapa-kenapa kok Ngel."
"Kamu dengar gak aku tanya apa tadi?"
"Gak, emang kamu bilang apa?"
"Make up ku, mencolok tidak? Trus pakaian aku, sesuai gak dengan pertemuan ini?"
"Sesuai kok, kamu terlihat sangat cantik hari ini."
Angel langsung tersipu mendengar pujian Nadine. Lalu tersenyum tipis sambil merapikan blazer nya.
"Kamu jangan melamun lagi, nyetir yang fokus." Angel memperingati.
Nadine hanya membalasnya dengan tersenyum.
***
"Ayo ikut turun." Ajak Angel sesampainya di perusahaan.
"Auu..." Pekik Nadine yang berakting.
"Kamu kenapa?"
"Tiba-tiba perut aku sakit banget Ngel, kamu masuk duluan aja. Nanti aku nyusul."
"Sakit? Apa kita harus kerumah sakit?" Tanya Angel dengan ekspresi paniknya.
"Gak gak gak, cuma sakit biasa. Kamu masuk aja dulu, mungkin mereka udah nungguin."
"Beneran?" Angel kembali memastikan. "Yaudah aku masuk yaa."
"Empp..." Nadine mengangguk.
Angel pun langsung berlalu pergi meninggalkan Nadine. Dia begitu excited bertemu dengan Momy nya Alex.
Nadine merebahkan jok mobil. Bersandar disana, dan air mata mulai mengalir dari sudut matanya.
Tok!Tok!
Nadine menyeka air matanya dengan cepat lalu membuka jendela mobil.
"Mbak Nadine ini obat titipan Nona Angel." Sambil menyodorkan obat untuk Nadine.
"Oh iya, terimakasih pak." Ucap Nadine pada security perusahaan.
"Sama-sama mbak. Saya permisi dulu."
"Baik pak."
Nadine kembali menutup jendela mobil. Menatap ke arah obat itu lalu menghela nafas dalam.
"Angel, kamu tidak perlu sebaik ini padaku."
***
"Pulang dan istirahat lah. Aku akan meminta Pak Jhon untuk mengantar ku nanti." Pesan dari Angel.
Nadine langsung melajukan mobil sesaat setelah menerima pesan itu. Dia benar-benar tidak ingin jika sampai harus bertemu dengan Momy Alex. Dalam keadaan disengaja atau pun tidak.
Sesampainya dirumah, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Perasaannya yang tak karuan seakan berpengaruh pada tubuhnya.
Dia merasa sangat lelah. Nafasnya terasa sesak, seperti sesuatu mengganjal disana.
"Nadine, semua ini tidak akan pernah berakhir selama kamu masih hidup!"
Nadine memejamkan matanya, mencoba untuk mengistirahatkan perasaannya yang lelah. Ingin sejenak melupakan, apapun itu yang mengganggunya.
***
"Kamu cantik sekali Angel." Puji Momy Alex.
"Terimakasih Tante." Angel langsung tersipu dengan pipi yang memerah.
Pertemuan di antara kedua belah pihak keluarga itu berlangsung sempurna. Ditambah lagi dengan perjanjian kerja sama di antara kedua perusahaan yang membuat mereka semakin terikat.
"Baik, sampai bertemu lagi di acara pertunanganan anak-anak nanti." Sambil membalas jabatan tangan Momy Alex.
"Tentu!" Senyum nya sumringah.
Alex dan Angel pun mengantar Momy Alex ke bandara.
***
"Baik-baik disini ya, jangan lupa siapkan acara pertunanganan kalian dengan megah."
Alex hanya tersenyum tipis.
"Baik Tante." Jawab Angel dengan semangat. Mereka berduapun melepas kepergian Momy nya Alex.
"Ayo balik." Alex langsung bergegas mendahului.
Sepanjang perjalanan pulang, keduanya hanya terdiam.
"Mana bodyguard kamu?" Tanya Alex tiba-tiba. Sebenarnya pertanyaan itu sudah ingin dia tanyakan semenjak tadi pagi disaat dia tidak melihat sosok Nadine disamping Angel.
"Udah pulang, tadi tiba-tiba aja dia sakit."
"Sakit! Sakit apa?"
"Emm katanya sakit perut. Tapi dia memang terlihat berbeda semenjak pagi tadi. Dia berkeringat walaupun dalam ruangan ber AC."
Alex hanya terdiam. Selanjutnya tak ada lagi pembahasan di antara keduanya.
***
"Sudah baikkan?" Tanya Angel sesaat setelah Nadine mengangkat panggilan telponnya.
"Emm, udah lebih baik."
"Nadine..."
"Iya"
"Bagaimana kalau kita tinggal bersama"
"Tinggal bersama?"
"Iya, aku akan sangat sibuk mempersiapkan acara pertunanganan ku nanti. Aku butuh seseorang yang bisa bertukar pendapat denganku. Kamu tau sendiri kan, aku tidak punya teman. Aku cuma punya kamu!"
Nadine terdiam. "Tapi-"
"Nadine please, hanya untuk sementara. Paling tidak, sampai aku menikah."
"Baiklah. Lagi pula mana bisa aku menolak permintaan mu."
"Thanks Nadine, kamu memang yang terbaik. Bawa barang-barangmu besok saat kesini. Oke!"
"Siap!"
Angel terkekeh, dia sangat senang Nadine menyetujui permintaannya.
***
Keesokan pagi nya, Nadine datang dengan 1 koper penuh baju nya. Dia bersiap untuk tinggal bersama Angel.
Saat akan masuk kedalam lift. Langkahnya terhenti, ada Alex di dalam sana.
Alex menghentikan pintu lift yang akan tertutup.
"Tidak akan masuk?" Tanyanya dengan nada dingin.
"Tidak!"
"Baiklah!" Alex membiarkan pintu lift tertutup. Sedangkan Nadine, masih berdiri di depan lift bak terbujur.
"Haruskah aku naik sekarang? Atau..."
"Iya hallo Ngel." Nadine mengangkat panggilan masuk dari Angel.
"Kenapa belum naik? Kata Alex kamu udah sampai."
"Emp iya, ini lagi mau naik. Aku udh di lift"
"Oke baiklah"
Dengan sangat terpaksa, Nadine melangkah masuk kedalam lift.
Dia berjalan dengan sangat pelan, rasanya enggan sekali masuk kedalam Apartemen Angel untuk saat ini. Pasti akan terasa sangat canggung di depan Alex nantinya.
"Huftt Nadine, sampai kapan kamu akan terus menghindar. Kamu harus menghadapi nya. Kamu pasti bisa!"
Setelah menghela nafas dalam. Nadine masuk kedalam Apartemen.
"Kamu sudah sampai?" Angel langsung menyambut kedatangan Nadine, dan meraih kopernya. "Ayo aku tunjukan kamarmu."
Nadine mengikuti langkah Angel menuju ke kamar yang akan di tempatinya. Melewati Alex yang sedang sibuk dengan ponselnya diruang tamu.
"Taraaaa... Aku sengaja udah pindahin barang-barang aku biar kamu bisa nyusun barang kamu sepuasnya." Dengan senyum lebar nya.
"Terimakasih" Sambil membalas senyumnya.
"Aku yang seharusnya bilang terimakasih. Terimakasih karena kamu selalu menyanggupi semua keinginanku." Angel menggenggam tangan Nadine.
"Apaan sih, kok jadi dramatis gini. Temuin tamu gih, kasian dia sendirian diluar." Sambil menepuk pelan tangan Angel.
"Hehe iya iya. Yaudah, aku keluar ya."
"Empp..." Nadine mengangguk sambil memaksa untuk tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT>>>