It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 25



Dan Nadine tak mendapati Alex disana.. Sesaat setelah Nadine masuk kekamar Alex.. Alex pun keluar dari kamar mandi..


"oh ternyata lagi mandi"


Gumam Nadine.


Alex sedikit terkejut saat melihat ada Nadine dikamar nya.. Namun dia tidak bertanya apa-apa.. Dia memilih untuk mengacuh kan Nadine dan menyibukkan diri di lemarinya untuk memilih baju yang akan di kenakannya..


Nadine perlahan mendekati Alex..


"Kamu masih marah yaa.." Tanya Nadine dengan penuh hati-hati..


Namun tak ada jawaban apa pun..


"Maaf .." Ucap Nadine lagi.. tapi tetap saja masih tak ada jawaban..


Sampai akhirnya Nadine memeluk Alex dari belakang.. membuat Alex menghentikan aktivitas yang sedang dilakukannya.. Alex mencoba untuk melepaskan tangan Nadine.. Namun Nadine semakin memeluknya dengan erat enggan di lepaskan..


"Aku dengar saat kamu bertengkar sama Momy ..!" Ucap Nadine, membuat Alex mengerutkan keningnya..


"Maaf.. aku bener-bener minta maaf .." Air matanya mengalir walau pun dia sudah menahannya dengan sekuat tenaga..


Nadine menghapus air mata nya dengan cepat.. tidak ingin terlihat cengeng di depan Alex..


Alex berbalik menghadap ke arah Nadine setelah Nadine merenggangkan pelukannya ..


"Kenapa kamu yang minta maaf ?" Tanya Alex tak mengerti dengan ucapan maaf Nadine..


"Aku gak mau hubungan kamu sama Momy kamu jadi kayak gini.. Aku gak mau jadi penyebab putusnya hubungan seorang ibu dan anak.. Aku tau banget gimana rasanya saat harus berpisah sama ibu.. rasanya sakit Alex, sakit banget.. Aku gak mau kamu ngerasain itu.. Aku gak sanggup lihat kamu menderita.." Ucap Nadine panjang lebar, dan membuat Alex mengerti dengan maksud Nadine tempo hari yang ingin menunda pernikahan mereka.


"Lebih baik kita .." belum lagi Nadine selesai dengan ucapannya, bibir Nadine sudah di l*mut oleh bibir Alex.. Membuat Nadine tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi..


Nadine menikmati ciuman itu, dia memejamkan matanya..


Nadine menjinjit kaki nya untuk mengimbangi tinggi Alex yang beberapa cm lebih tinggi dari nya.. dia melingkari tangannya di leher Alex..


Untuk beberapa saat mereka begitu terbuai dengan ciuman tersebut..


Sampai akhirnya, Nadine menyadari handuk yang digunakan Alex untuk menutupi sebagian tubuhnya terjatuh..


Bibir Nadine tersenyum dalam ciumannya..


Membuat Alex ikutan tersenyum dan melepaskan ciumannya..


Nadine terus menatap wajah Alex tanpa mau menoleh kebawah.. wajahnya menahan tawanya dengan malu dan mulai memerah..


"Kenapa gak mau noleh kebawah ?" Tanya Alex menggoda Nadine..


"Lihat aja gak apa-apa.." Tantang Alex..


"Gak mau .." Ucap Nadine sambil menutup mata dengan telapak tangannya..


"Aku pakek ****** ***** kelezzz.." Ucap Alex, yang sontak membuat Nadine membuka matanya dan memberanikan diri untuk menoleh kebawah.. dan benar saja, Alex memang menggunakan ****** *****..


"Ihhh ..!!!" Ucap Nadine sambil mendorong dada Alex dengan tangannya .. sambil memanyunkan bibirnya..


Alex terkekeh melihat tingkah Nadine dan akhirnya mengambil pakaian dan memakainya..


Nadine duduk di tempat tidur Alex.. menunggu Alex selesai mengunakan pakaiannya..


Setelah selesai, Alex menghampiri Nadine yang sedang menunggunya, dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur..


Nadine membenarkan duduknya dan menghadap ke arah Alex..


"Jadi itu alasan kamu minta pernikahan kita ditunda." Alex memastikan.


Nadine hanya mengangguk..


"Kamu tenang aja, aku yang paling tau Momy.. dia berkata seperti itu karena dia sedang emosi saja.. sebenarnya dia tidak sampai hati dengan kata-katanya itu.. tapi aku akan tetap lakuin apa yang dia minta.."


Mendengar kata-kata Alex membuat Nadine mengernyitkan alisnya..


"Kita gak bakalan hidup susah kok.. jangan khawatir, aku punya tabungan yang bisa aku gunakan untuk beli rumah.. dan membangun perusahaanku sendiri.. dan masih cukup juga untuk menghidupi kita.."


"Aku sama sekali gak khawatir soal itu.. Aku masih bisa kerja untuk menghasilkan uang..  yang aku khawatirin itu soal hubungan kamu sama Momy kamu.. itu saja !!"


"Momy akan kembali menerima ku seiring berjalannya waktu.. dan aku akan buktiin ke dia.. pilihan aku gak pernah salah.." Ucap Alex sambil mengelus lembut kepala Nadine..


"Jangan sombong ..!!"


"Jiah, siapa yang sombong.. Aku cuma ngebanggain kamu .. lagian siapa yang bakalan nerusin perusahan dia kalau bukan aku.. pasti ujung-ujungnya dia bakalan nyari aku.. kan cuma aku anak nya satu-satu nya.."


Nadine hanya diam mendengar ucapan Alex.. dia tidak akan pernah menang jika berdebat dengan Alex..


Akhirnya Nadine mengalah.. dan mengikuti semua rencana Alex..


"Beresin semua barang-barangmu malam ini.. kita akan pergi besok, untuk sementara kita tidur di hotel saja dulu sampai kita menemukan rumah yang cocok.."


Untuk kesekian kalinya Nadine kembali mengangguk menyetujui semua saran Alex.. dan mengikuti semua perintahnya..


Nadine beranjak dari tempat tidur Alex dan kembali ke kamarnya.. Memasukkan semua barang-barangnya kedalam koper..


***