
Dengan malas Nadine melangkah, tanpa tujuan .. Sampai sebuah pesan teks masuk..
"Cari tempat makan dan tunggu aku disana.. nanti aku akan menyusul..!" begitu lah isi pesan tersebut.
Tanpa punya pilihan lain.. dia pun mengikuti permintaan Alex ..
Dan saat ingin berbalik menuju tempat makan yang baru saja di lewatinya ..
Dubrakkk ...
Dia menabrak seseorang yang akan melangkah di sampingnya..
Alhasil semua barangnya jadi berhamburan.
"Sorry sorry .." Ucap Nadine sambil sedikit berbungkuk berulang kali..
"Sorry ???" Gadis itu tidak terima dengan permintaan maaf Nadine. karena bajunya tertumpahi dengan kopi yang ada di tangannya.
"Ganti rugi .." Ucap Gadis itu ketus..
Nadine mulai bingung. karena dia tidak membawa dompetnya.. dia pergi dengan terburu-buru tadi.. dan dia juga tidak tau kalau Alex akan mengajaknya ke Mall.. jadi dia meninggalkan dompetnya di kamarnya..
"Bisa saya minta kartu nama Anda.. ? saya tidak membawa dompet.. Nanti akan saya transfer .."
"Hehhh .." Wanita itu tertawa sinis ..
"Gak punya dompet tapi bisa belanja sebanyak ini.. ?" lanjut wanita itu sambil menyepaki pelan paper bag yang terletak tak jauh dari kaki nya..
"Tolong sopan sedikit.." ucap Nadine menahan emosinya..
"Aku gak mau tau.. pokoknya kamu harus ganti rugi sekarang juga.."
Nadine mulai memutar otak nya.. dia tidak mungkin meminta bantuan Alex .. dari caranya tadi dia tidak ingin kekasihnya tau tentang Nadine .. dia berfikir keras ..
"Baiklah.. saya akan mengganti rugi.. tapi bisa kita tunggu disana saja .. " ucap Nadine sambil menunjuk ke arah salah satu tempat makan yang berada di Mall tersebut..
Wanita itu langsung meninggal kan Nadine dan menuju tempat yang di tunjuk Nadine..
Nadine menelfon seseorang yang terlintas di dalam fikiran nya.. setelah siap menelfon dia membereskan barang-barang nya yang berhamburan dan menuju ke arah wanita itu yang sudah menunggunya...
25 menit berlalu.. Nadine dengan was-was melirik ke arah jam yang melingkar manis di tangannya ..
***
"Jadi dia siapa Baby ? Tanya Zoya lagi.. setelah mereka duduk di salah satu cafe yang berada di Mall tersebut dan memesan minuman..
"Dia sepupu jauh ku.. dia baru datang ke negara ini, jadi ibu nya menitipkannya kepadaku.." Alex berbohong.. dia tidak ingin Zoya tau tentang rencana ibu nya ..
"Aku bisa mempercayainya ?"
"Tentu saja baby.." sebuah kecupan mendarat dipipi Zoya .. Dan membuat Zoya tersenyum dan percaya ..
"So... sama siapa kamu kesini ?"
"Trus suamimu ?"
"Dia ada perjalanan bisnis selama satu minggu."
"Wauww .." Alex tersenyum penuh makna ..
Zoya membalas senyumnya seakan tau apa yang difikirkan Alex ..
"Boleh aku menginap dirumah mu beberapa hari ?" Tanya Zoya dengan suara manjanya sambil melingkari tangannya di pinggang Alex ..
"Tapi dirumah ku ada sepupuku."
"It's okeyyy.. aku gak masalah dengan itu."
Alex hanya mengangguk pelan.. ada sedikit keraguan disana.. namun Zoya menerima anggukan itu dengan semangat..
***
Nadine melambaikan tangannya saat melihat seseorang yang dia hubungi tadi. dan orang itu langsung menuju ke arahnya ..
"Ada apa ?" Dia bertanya pada Nadine .. tanpa menoleh pada gadis yang sedang duduk di hadapan Nadine.
Gadis itu langsung berdiri melihatnya..
"Adit .." Ucap gadis itu.
"Zia .. ada apa ini." tanya Adit bingung..
Dan Nadine tak kalah bingung di buatnya..
mereka pun kembali duduk ..
Zia menjelaskan panjang lebar tentang kejadian yang di alami nya dengan Nadine..
sedangkan Nadine hanya diam menunduk..
"Aku akan menggantikannya.. berapa ??"
"What..??"
"Kenapa harus kamu ? dia yang seharusnya ganti rugi atas kejadian ini. kamu calon suamiku, kenapa malah belain dia." ucap Zia emosi.
Nadine yang mendengar ucapan Zia jadi terkejut.. "Calon suami ?" gumam Nadine dalam hati. tiba-tiba hati Nadine jadi sakit dan ngilu..
"Dia karyawanku !"
Nadine menoleh ke arah Adit. tak percaya dengan jawabannya. "Jadi selama ini aku cuma karyawan bagi dia" Hati Nadine semakin sakit rasanya .. matanya mulai berkaca-kaca.. rasanya ingin sekali menangis.. sampai akhirnya Nadine meninggalkan mereka berdua disana dan melangkah pergi. tidak ingin air mata nya sampai tumpah di hadapan Adit dan wanita itu..
"Heii wanita kampung !!!" teriak Zia .. namun Nadine tak memperdulikannya.. dan semakin mempercepat langkahnya..