
Apartemen Thea di New York
"Bang Omar... Apa maksudnya Jovan Malkovich orang berbahaya?" tanya Thea bingung. Sebenarnya Salsabila terlibat apa sih?
"Thea, apakah kamu tahu kalau Jovan Malkovich adalah seorang penjahat perang dan juga anggota Gypsy mafia?" ucap Omar lambat - lambat. "Memang ada kasus apa yang membuat kamu mencari tahu soal Malkovich?"
"Bang Omar, bagaimana Abang bisa tahu aku sedang menyelidiki Jovan Malkovich?" Thea balas bertanya.
"Karena di FBI langsung ada alarm buat orang luar yang mencari penjahat kelas kakap. Sekarang, bilang sama aku, kenapa kamu mencari Malkovich ?"
Thea pun menceritakan bagaimana dia mencari tahu keuangan Hugo dan Salsabila Melker karena mengikuti saran Nelson, follow the money setelah mereka mendengar ucapan ibu mertua Hugo. Dan uang Salsabila berhenti di akun bernama Jovan Malkovich yang berada di Cayman Island.
"Dan uang itu mulai masuk kapan?" tanya Omar.
"Enam bulan lalu setelah Salsabila datang ke sebuah klub strip*tease pria. Aku juga baru tahu isi klub itu setelah memeriksa keuangan Salsabila."
"Apa dia bertemu dengan Malkovich disana?" gumam Omar.
"Mungkin. Aku tidak mungkin kesana sendirian dong bang ... Daddy bisa menggantung aku !" ucap Thea serius.
"Coba Abang dan Billy kesana. Mencoba mencari tahu sebab jika Salsabila ada hubungan dengan Jovan Malkovich, berdasarkan apa. Apakah mereka sudah mengenal sebelumnya atau tidak."
Thea tampak tercenung mengingat bagaimana Hugo menatap foto yang dia berikan dan pria itu cukup lama memandanginya meskipun mengaku tidak mengenali nya. Apakah Hugo mengenal Jovan Malkovich?
"Iya bang. Coba cari tahu soal Salsabila yang datang ke klub itu."
"Kamu tahu dari?"
"Pergerakan kartu kreditnya."
"Kamu yakin menjadi pengacara Thea, nggak ingin masuk FBI atau NYPD?" goda Omar.
"No, bang. Aku suka menjadi pengacara" kekeh Thea.
"Oke. Nanti malam Abang dan Billy akan datang ke klub itu untuk Bertanya-tanya."
***
Apartemen Apsarini di Boston Massachusetts
Shane dan Apsarini memasang dua rak buku ketika petugas delivery makanan mereka datang. Shane tersenyum saat melihat Apsarini menyiapkan makan siang mereka.
"Makan dulu Shane. Habis itu kita buat lemari baju." Apsarini memanggil Shane yang masih duduk di lantai menyelesaikan memasang skrup lemari.
"Oke Sari. Sedikit lagi." Shane menyelesaikan pekerjaannya dan berjalan menuju meja makan. "Apa ini Sari?" tanya pria itu sambil melihat meja makan yang sudah ada makanan khas timur tengah.
"Nasi kebuli dan kambing guling."
Shane menatap Apsarini. "Kamu nggak takut kolesterol?"
Apsarini tertawa. "Hidup hanya sekali Shane, kalau over thinking, hidup akan menjadi kelabu bukan warna warni..."
"Ya benar." Shane pun duduk di kursi makan dan mulai bersiap makan.
"So, ceritakan tentang kamu Shane. Aku tahu kamu sepupu mas Bayu tapi apa kamu nggak ingin cari pacar?" tanya Apsarini.
"Kamu ingin tahu kehidupan sosial aku?" senyum Shane.
"Well, kamu tampan, kaya, baik tapi...."
"Apakah kita sekarang sedang saling curhat kehidupan sosial kita masing-masing?" senyum Apsarini.
"Perhaps. Aku sudah lama tidak berkencan, Sari. Terakhir aku naksir Nadya tapi dia memilih Omar Zidane. Sejak itu aku belum tertarik dengan wanita manapun."
"Kamu umur berapa Shane?" tanya Apsarini.
"29 tahun. Kamu jalan 24 kan?"
Apsarini mengangguk. "Sudah cukup tua disaat para sepupu aku usia segitu sudah banyak menikah..."
"Soal menikah itu tidak tergantung dengan umur tapi tergantung kesiapan mental dan emosi plus ada pasangannya. Bagaimana kamu mau menikah tapi tidak pasangannya?" senyum Shane.
"Apakah kamu ingin menikah?" tanya Apsarini.
"Tentu saja. Aku ingin seperti Bayu, apalagi Ajeng sebentar lagi melahirkan dan sepupuku itu tampak tidak sabar menantikan jagoannya."
"Aku rasa kamu akan menjadi ayah yang hebat Shane." Apsarini menatap lembut pada Shane. "Dan menjadi suami yang patut dibanggakan."
Shane membalas tatapan Apsarini. "So, Cinderella... Apakah kamu sudah mendapatkan prince charming? Setelah Krisna Rao?"
"Belum. Sejujurnya aku masih menata hati karena aku jatuh cinta sangat dalam dengan Krisna. Hanya saja... Aku harus mengalahkan perasaanku sebab keluarga aku tidak suka. Meskipun akhirnya mbak Mintang menikah dengan Raj Rao kembarannya Krisna, aku sedikit agak sakit hati. Bukan kah itu juga bikin kacau dinamika tatanan keluarga?" geram Apsarini.
"Sari, tandanya kamu tidak berjodoh dengan Krisna..."
"Aku tahu aku bukan anak resmi keluarga Neville karena aku lahir bukan dari pernikahan resmi ... Daddy dan mommy baru tunangan saat mommy hamil aku ... Dan mommy meninggal saat aku kecil ... Mereka tidak pernah menikah tapi meskipun begitu, keluarga Neville tetap baik padaku... Aku harus tahu diri tapi mbak Mintang kenapa boleh menikah sama Raj? Sedangkan aku tidak boleh sama Krisna?"
Shane menggenggam tangan Apsarini. "Kamu tahu latar belakangnya Krisna menikah dengan Mintang bukan?"
Apsarini menatap Shane dengan mata berkaca-kaca. "Tahu tapi ... jika aku bisa membuat Krisna berpaling padaku ... "
"Sari, Krisna sangat terobsesi dengan Mintang, kamu terobsesi dengan Krisna... Bagaimana jika kalian kumpul keluarga dan melihat Krisna menatap Mintang terus dengan catatan Mintang belum menikah. Apa kamu tidak sakit hati?"
Apsarini mengangkat wajahnya berusaha agar air matanya tidak jatuh.
"Sari, kita tidak tahu jodoh kita siapa? Aku tidak ditakdirkan dengan Nadya, kamu juga tidak dengan Krisna. Aku yakin Tuhan ada rencana di balik semua itu karena Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. Aku memang tidak seiman denganmu tapi aku tahu bahwa semua itu pasti ada alasannya. Bisa jadi kamu dan Krisna, jika kalian bersama, kamu akan lebih sakit hati mengetahui pasanganmu masih terobsesi dengan mantannya. Begitu juga dengan aku kenapa tidak bisa bersama dengan Nadya, karena Nadya pekerjaannya di New York, aku di Boston. Kami akan tidak saling bertemu karena pasti salah satu tidak mau kalah. Mengapa Nadya bisa sama Omar, karena mereka satu kota dan mereka jatuh cinta satu sama lain ditambah kejadian-kejadian yang mereka alami mereka berdua membuat semakin dekat..." ucap Shane panjang lebar.
"Bagaimana kamu bisa tenang Shane? Padahal kamu sangat cinta Nadya?" tanya Apsarini dengan berlinang air mata. Baru kali ini Apsarini mengeluarkan semua uneg-unegnya yang selama ini dia simpan sendiri hingga memutuskan pergi ke Finlandia.
"Karena Sari... " Shane menghapus air mata Apsarini di pipinya yang mulus dengan ibu jarinya. "Jika kita terlalu memikirkannya terus menerus, itu akan menggerogoti kamu. Membuat sakit pada hatimu, pada perasaan kamu yang berpengaruh pada tubuhmu. Jangan kamu sia-siakan... Aku dan kamu adalah korban patah hati tapi percayalah, kita sudah disiapkan jodoh yang sebenarnya dan jauh lebih baik oleh Tuhan..."
Apsarini menatap Shane dengan perasaan campur aduk. Kenapa sentuhan ini mampu membuat aku nyaman?
Shane menarik tangannya. Ya Tuhan, Sari cantik sekali... Bahkan menangis pun masih cantik.
Keduanya kembali melanjutkan acara makannya dengan pikiran yang berkecamuk di otak dan perasaan masing-masing.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️