If You Met Me First...

If You Met Me First...
Ke Maine



Perjalanan ke Maine


Hugo menoleh ke arah Thea yang sedang membuka iPadnya dan mengetik sesuatu disana. Pria itu mengerenyitkan alisnya saat tahu kalau Thea bekerja. Keduanya dalam perjalanan menuju Maine dengan Hugo sebagai pengemudi.


"Thea? Really ? Kita itu mau liburan kok kamu malah bekerja?" kekeh Hugo.


"Aku lupa buat closing untuk sidang besok Selasa. Jadi aku harus buat agar tidak lupa lagi."


"Thea. Apa aku boleh menanyakan sesuatu?"


"Shoot" jawab Thea yang berarti silahkan tanpa mengalihkan dari iPadnya.


"Apakah hasil test DNA sudah keluar?"


Thea menoleh ke arah Hugo. "Itu biar bang Omar yang memberitahukan kepada anda, Mr Melker."


"Kenapa tidak kamu yang memberitahukan Thea?"


"Karena itu sudah masuk ke ranah FBI. Aku tidak berhak..." jawab Thea.


"Tapi kamu tahu kan?" Hugo melirik ke arah gadis berkulit eksotis itu.


"Aku tahu. Biar usai liburan, bang Omar menemui anda Mr Melker."


"Thea, please, ini suasana santai tapi kamu kok formal banget sih... Oke, sepulang dari Maine, aku akan hubungi Omar Zidane." Hugo lalu berkonsentrasi menyetir lagi dan Thea kembali mengetik pekerjaannya.


***


Shane tersenyum saat Apsarini dengan lahap memakan chicken sandwich yang dibelinya dari dinner langganannya. "Enak Sari?"


"Ini enak banget ! Mayonaise nya kok bisa sedap gini rasanya?" tanya Apsarini sambil menatap Shane dengan mata birunya yang berbinar.


"Mayonaise mereka itu dibuat sendiri dan dengan bumbu rahasia macam KFC" jawab Shane.


"Oh pantas... Aku belum pernah merasakan mayonaise seperti ini." Apsarini menggigit sandwich nya lagi. "Duh aku bisa gemuk kalau makan seperti ini setiap hari..."


Shane memperhatikan tubuh Apsarini karena mereka berada di antrian tol.


"Shane !" tegur Apsarini kesal. "Don't look at me like that !"


Shane tertawa. "Kamu terlalu kurus, Sari."


"Aku nggak sekurus itu !" bantah Apsarini.


"Tambah dua atau tiga kilo lagi masih oke..."


"Shane !"


Shane tertawa kecil melihat gadis itu manyun. "Kamu itu kalau cemberut makin menggemaskan deh!"


Apsarini menggelengkan kepalanya. "Aku seperti melihat mas Bayu kedua..."


***


Hugo Melker melirik ke arah Thea yang tampak terlelap apalagi perjalanan dari New York menuju Maine cukup lama meskipun mereka sudah lewat tol. Melewati negara bagian juga karena Maine masuk ke New England.


Mobil Hugo sudah masuk ke tol I-95 yang memang salah satu jalur menuju Maine dan nanti Hugo harus masuk ke interstate 91 kemudian keluar menuju I-485 agar sampai ke Maine.


"Thea, kamu lapar tidak? Ada dinner di keluar I-95. Aku lapar." Hugo menepuk pipi Thea pelan membuat gadis itu terbangun.


"Sampai ... Dimana ini Hugo?" tanya Thea bingung.


"Keluar I-95 dan hendak ke I-91. Tapi disana ada dinner jadi kita makan waffle dan pancake dulu yuk? Atau makan fried chicken? Jujur aku lapar dan nanti takut tidak konsentrasi menyetir."


"Boleh lah. Aku juga mulai lapar. Apalagi baru separo jalan kan?" senyum Thea.


Hugo tersenyum lalu membelokkan mobilnya menuju ke sebuah dinner. Setelah memarkirkan mobilnya, Hugo pun turun bersama dengan Thea dan masuk ke dalam dinner yang sangat khas Amerika.


"Mau pesan apa?" tanya Hugo saat mereka duduk.


"Pancake, ayam goreng, chicken sandwich dan coke" jawab Thea sambil membaca menu.


Hugo menyebutkan semua pesanan keduanya dan setelahnya pelayan itu pun pergi menuju dapur untuk menyerahkan memo pesanan.


"Nyenyak tidurnya?" tanya Hugo.


"Nggak sih tapi aku senang melihat kamu bisa tidur..."


"Memang kenapa?" tanya Thea.


"Tampak damai..." jawab Hugo tenang membuat pipi Thea memerah.


***


Mobil Shane dan Apsarini


"Menurutmu, apakah Bayu dan Ajeng akan semakin kacau kehidupan rumah tangganya." Shane melirik Apsarini sambil menyetir dengan konsentrasi sebab jalan mulai lengang.


"Waktu pacaran saja aku sudah sering mendengar mereka kacau balau apalagi sudah menikah. Mbak Ajeng itu definisi cewek bodo amat kalau merasa benar ya tetap ngeyel" senyum Apsarini.


"Apakah kamu juga akan seperti itu? Kalau merasa benar pasti akan mengeyel?" tabya Shane.


"Tergantung konteksnya... Jika memang tidak menyalahi hukum dan prinsip, dan aku memang benar, aku akan tetap stand up lah untuk mempertahankan argumen dan prinsipku" jawab Apsarini manis. "Sebenarnya kita bahas apa sih Shane?"


"Agar ada topik pembicaraan saja" jawab Shane.


"Oh apakah kita akan banyak-banyak makan seafood?" Mata biru Apsarini menatap Shane lekat-lekat.


"Kenapa? Kamu tidak suka seafood?" Balas Shane sambil tersenyum.


"Bukan. On contrary, aku sangat suka seafood ! Alhamdulillah aku tidak ada alergi apapun jadi bisa makan apa saja." Apsarini tersenyum senang sambil menatap pemandangan dari balik jendela mobilnya.


Shane mengusap kepala Apsarini lembut membuat gadis itu tertegun. Apsarini menoleh ke arah Shane yang tetap menatap lurus ke depan.


"Shane?" Apsarini merasa bingung dengan sikap sepupu jauhnya itu.


Mungkin Shane merasa seperti mas Bayu ... Mas Bayu kalau sama adik-adik perempuannya kan sukanya begitu.


Apsarini berusaha untuk tidak berpikir lebih lanjut tapi dia merasakan jantungnya berdebar-debar. Debaran yang berbeda saat dirinya bersama dengan Khrisna Rao. Apsarini tidak tahu apa tapi dia tahu ini rasanya berbeda.


Masa aku bisa suka sama sepupu jauh aku? Tapi mana mungkin Shane suka sama aku... Kami macam saudara kan? Apsarini menggigit bibir bawahnya merasa bingung dengan kejadian yang mengejutkan dirinya.


"Kamu kenapa Sari?" tanya Shane.


"Tidak apa-apa. Oh, apa kamu mau bergantian menyetir?" tawar Apsarini.


"Sari, ini kita tuh ada di highway, tidak mungkin kita bisa berhenti sembarangan. Yang ada aku akan kena tilang Highway Patrol dan kita berdua bakalan gagal liburan padahal aku sudah memesan cottage serta tempat untuk kita makan enak-enak. Banyak ruginya..." jawab Shane sambil manyun membuat Sari tertawa kecil.


"Jadi kamu lebih memilih untuk liburan dan memaksakan diri nyetir daripada gantian sama aku demi makan enak?" kerling Apsarini.


"Iyalah ! Rugi bandar tahu nggak" kekeh Shane.


Apsarini mengangguk. Gadis cantik itu kembali melihat pemandangan jalan.


Shane melirik ke arah Apsarini. Kamu itu cantik, menarik, cerdas dan independen hanya saja kamu membentengi dirimu sangat tinggi. Apa karena kamu merasa bahwa bukan bagian keluarga Pratomo karena kedua orang tuamu tidak menikah secara resmi? Asal kamu tahu, kamu itu sangat berharga, Sari. Kamu adalah wanita yang sangat aku inginkan menjadi pendamping hidupku. Dan aku akan membuatmu menjadi lebih bisa menerima dirimu dan bisa stand up. Kesalahan orangtuamu bukanlah salahmu ... Bahkan aku melihat, kamu adalah berkah dari kesalahan mereka. Sebab kalau kamu tidak lahir, aku tidak bisa bersama mu...


"Ada apa Shane?" tanya Apsarini yang melihat Shane sedikit melamun.


"Tidak apa-apa..." jawab Shane.


"Kalau menyetir, jangan melamun!" tegur Apsarini.


"Baik sayang..." senyum Shane sambil mengusap kepala Apsarini lagi.


Eh?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Edisi Revisi Ini


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️