
Mesjid Manhattan New York
Menjelang musim semi, giliran Thea dan Hugo yang melangsungkan pernikahan. Seperti halnya sepupunya, Nadya Blair dan Omar Zidane, Thea dan Hugo sepakat mereka hanya ijab di mesjid lalu makan siang di RR's Meal.
Keluarga Ramadhan sendiri memang mengundang semua anggota keluarga tapi mereka tidak memaksa untuk datang semuanya karena jauhnya perjalanan. Apalagi beberapa sepupu perempuan sedang hamil, jadi Thea menyediakan live streaming ke keluarga besarnya.
Arya dan Amberly Ramadhan pun tampak hadir di Manhattan, membuat Thea terharu melihat opa dan omanya datang. Pagi itu Thea memang mengenakan gaun pengantin yang sedikit terbuka namun gadis itu menutupi nya dengan mantel berbulu hingga tidak memperlihatkan punggung mulusnya.
Hugo tampak tampan mengenakan suit lengkap bewarna abu-abu dan sebagai saksi dari pihaknya adalah Larry Hughes yang juga sudah siap dengan suitnya.
Semua keluarga New York datang termasuk Kaia Blair dan Rhett O'Grady yang tampak heboh bertemu dengan sepupunya Arya Ramadhan.
"Jangan dekat kompor nanti, Ya !" tegur Kaia.
"Siapa juga yang mau dekat kompor?" balas Arya judes.
"Memang masih Julid tuh kompor sama kamu?" tanya Rhett.
"Masih, bang" jawab Amberly. "Sampai pelayan di rumah selalu siapkan fire extinguisher demi keamanan rumah kalau mas Arya ngeyel mau bikin mie instan meskipun ada penyemprot air otomatis kalau ada asap di atas platform rumah."
Kaia dan Rhett hanya menggelengkan kepalanya. "Parah Amir lu ! Amir aja nggak parah-parah banget !" gerutu Kaia.
Arya Ramadhan hanya nyengir.
Acara ijab pun dilakukan dengan khidmat apalagi mereka semua tahu bagaimana masa lalu Hugo. Namun semua anggota keluarga sudah tahu kalau pria berdarah Serbia itu tidak bersalah dan memang orang baik.
Adrian Ramadhan sebagai wali nikah Thea, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya karena anak gadisnya menikah. Begitu juga Arya dan Amberly yang bersyukur dianugerahi usia panjang hingga bisa melihat cucu perempuan kedua mereka menikah setelah sebelumnya Arabella dengan Arkananta.
Semua orang mengucapkan hamdalah saat Hugo selesai mengucapkan qobul tanpa salah dan semuanya pun mendoakan kebahagiaan pasangan suami istri baru itu.
Hugo dan Thea saling berpandangan sambil tersenyum saat imam mesjid menyatakan keduanya sudah resmi menjadi suami istri. Keduanya pun melakukan acara pemasangan cincin dan Hugo mencium punggung tangan Thea begitu juga dengan gadis itu yang meletakkan punggung tangan Hugo ke keningnya.
"Maaf ya Thea, ini di mesjid jadi cuma cium kening..." ucap Hugo membuat para tamu tertawa.
"Lho benar kan? Aku menghormati mesjid..." lanjut Hugo ke keluarga istrinya.
"Iyain aja deh !" celetuk Devan sambil memangku Alano yang memang datang dari Turin.
Hugo mencium kening Thea dan setelahnya pasangan suami istri itu berpelukan dan bersalaman dengan anggota keluarga besar yang datang. Omar Zidane bahkan memeluk erat Hugo.
"Jangan kecewakan Thea" ucap Omar.
"Insyaallah nggak Omar. Tahu lah, aku bakalan habis tidak hanya oleh Stefan dan Papa Adrian tapi juga olehmu dan Bang Pedro" senyum Hugo.
Setelahnya Stefan gantian memeluk Hugo. "Welcome to our family. Ngomong-ngomong apa kalian akan tinggal di rumahmu yang lama?"
"No Stefan, aku sementara tinggal di apartemen Thea sampai rumah kami selesai direnovasi."
"Beli di daerah mana?" tanya Radeva.
"Greenwich. Memang sedikit jauh dari Manhattan tapi aku dan Thea sama-sama jatuh cinta dengan rumah itu. Tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi dengan roof top bisa untuk barbeque. Kalau kami sudah resmi pindah, datanglah ke rumah kami untuk syukuran" ajak Hugo.
"Absolutely. Kita buat acara barbeque saja" senyum Devan McCloud.
"Yuk, kita semua ke RR's Meal..." ajak Rajendra McCloud.
Semua anggota keluarga termasuk imam mesjid pun ikut acara makan siang sekaligus sebagai resepsi acara pernikahan Thea dan Hugo.
***
RR's Meal Hell's Kitchen New York
Hari ini Restauran warisan Ryu Reeves memang ditutup untuk umum satu hari demi acara resepsi Thea dan Hugo. Semua staff melayani para anggota keluarga Pratomo yang datang Kesana. Mereka sudah hapal dengan kerusuhan dan keramaian keluarga Sultan itu.
Hugo memilih menyingkir bersama Thea ke arah balkon untuk berbicara berdua saja dengan istrinya.
"Alhamdulillah..." jawab Thea sambil memegang wajah suaminya.
"Kamu tahu, If you met me first... Kita pasti sudah memiliki anak-anak dan hidup kita akan penuh warna ... " Hugo menatap mesra ke arah Thea.
"Tapi sayangnya, you Didn't meet me first ... Jalannya memang begini Hugo. Lagipula, kalau aku tidak mungkin bisa bertemu denganmu, aku kan masih kuliah di Stockholm... Memang kita bertemu dimana coba?" senyum Thea.
"Iya ya... Memang jalan jodoh itu sering membingungkan tapi kemana pun pasti akan bertemu dengan orang yang tepat..." Hugo menyingkirkan rambut Thea dari bahunya ke belakang.
"Sayang, Sari tidak bisa datang ya. Lagi mabuk hamil muda kata Shane. Sudah jalan empat minggu ini..." senyum Thea.
"Termasuk cepat lho ... Desember mereka menikah, Maret Sari sudah hamil empat Minggu... Jadi Thea, kita jangan mau kalah dengan Shane ! Harus kita kejar !" Hugo menatap serius ke arah Thea yang mendelik sebal.
"Pak Duda sudah tidak sabar ya?" goda Thea.
"Lama ini hibernasi..."
Thea tertawa kecil. "Dasar !"
Tiba-tiba terjadi keributan di area dining dan suara alarm pun berbunyi. Thea dan Hugo pun segera masuk ke dalam dan melihat Arya hanya berdiri dengan manyun sedang kena marah oleh Kaia, Aidan dan Arjuna, sedangkan Rajendra dan para staff sedang memadamkan taplak meja yang terbakar.
"Sudah aku bilang ! Jangan dekat kompor !" hardik Aidan Blair galak.
"Aku cuma mau memanaskan sup iga aku..." elak Arya dengan wajah lempeng.
"Kan ada pelayan ! Kenapa nggak minta tolong mereka sih !" timpal Arjuna tidak kalah galak nya dengan Aidan.
Arya hanya memajukan bibirnya.
Hugo yang melihat kekacauan itu dan tawa para keluarga Thea yang tampaknya sudah biasa, hanya bisa mengelus dadanya.
"Serius ... Opamu dan Kompor itu memang pasangan haram ..." gumam Hugo.
"Kan aku sudah bilang !" gelak Thea sambil memeluk suaminya
Hugo hanya tersenyum. "много те волим
- mnogo te volim ( aku sangat mencintaimu )."
"Jag älskar dig så mycket ( aku sangat mencintaimu )" balas Thea dengan bahasa Swedia.
Keduanya pun saling berciuman, mengacuhkan kekacauan dan keributan di ruang makan restauran itu.
Thea Ramadhan
Hugo Melker
*** END ***
Thea - Hugo dan Apsarini - Shane sudah selesai ya Gaeeesss. Aku memang berniat tidak panjang-panjang buat cerita mereka berdua.
Terimakasih sudah mendukung cerita mereka berempat. Insyaallah akan ada cerita baru lagi. Ditungguuuuu...
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️