If You Met Me First...

If You Met Me First...
Kamu Ngapain?



Cottage di Maine.


Shane memarkirkan mobilnya di depan sebuah cottage yang sudah dipesan olehnya membuat Apsarini bingung.


"Shane, aku sudah memesan cottage..." protes gadis itu.


"Tapi satu kamar. Sudah aku upgrade ke dua kamar. Kemarin tinggal dua, langsung aku ambil satu lah" jawab Shane cuek sambil membuka seatbelt nya dan pintu mobil.


Apsarini hanya menggelengkan kepalanya, gemas dengan boss yang juga sepupu iparnya. Shane terkadang mirip Bayu O'Grady yang suka seenaknya sendiri. Gadis itu membuka seatbelt dan pintu lalu turun dari mobil.


"Shane ! Kamu itu kenapa sih sukanya seenaknya sendiri ?" omel Apsarini sambil berjalan ke belakang mobil untuk mengambil tas kopernya.


"What? Bukankah enak pergi liburan bersama orang yang kamu kenal?" balas Shane cuek. "Ayo masuk" ajaknya usai menutup pintu mobil dan menguncinya.


Apsarini pun melangkah mengikuti Shane yang sedang memencet kode pintu cottage. Setelahnya mereka pun masuk dan Apsarini mengakui bahwa yang dua kamar jauh lebih cantik daripada yang satu kamar.


"Pilih sendiri kamarmu. Mau yang kiri atau kanan?" Shane membuka pintu kamar itu dan Apsarini melihat satu persatu.


"Aku pilih yang sebelah kanan" jawab gadis itu.


"Berarti aku ambil yang kiri. Oke. Kita bereskan bawaan kita dulu, habis itu kita makan sore menjelang malam."


"Dimana?" tanya Apsarini penasaran karena sebenarnya dirinya sudah merasa lapar sedikit. Dua sandwich tidak cukup untuk perutnya.


"Dekat sini. Aku sudah pesan tempat nya kok. So, siap-siap sekitar satu jam lagi ya Sari" jawab Shane sambil masuk ke dalam kamarnya.


Apsarini menggelengkan kepalanya. Sabar Sari, sabar. Anggap saja mas Bayu jilid kedua...


Apsarini pun masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya. Di dalam kamar, Apsarini melepaskan sandalnya dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk sambil sedikit menggeliat.


"Duuuuhhh enaknyaaaa bisa rebahan..." ucapnya senang. "Mandi atau tidur dulu? Kayaknya tidur dulu deh..." Apsarini mengambil ponselnya dan memasang alarm untuk 30 menit tidur. Setelahnya dirinya memejamkan matanya dan mulai terlelap.


Sementara itu, Shane juga melakukan hal yang sama. Menyetir cukup lama, membuatnya lelah.


"Tidur sebentar deh..." gumamnya sambil mengambil ponselnya dan mensetting alarm untuk bangun nanti. Tak lama, pria Irlandia itu pun terlelap.


***


Cottage di Maine dekat pantai ...


Hugo memarkirkan mobilnya dan melihat Thea tertidur di kursinya. Pria itu melepas seatbelt nya dan menghadap ke arah Thea yang terlelap.


"Thea... Thea..." panggil Hugo lembut sambil menepuk pipi gadis itu pelan.


"Huh? Ada...apa?" gumam gadis itu dengan mata sayu khas bangun tidur.


"Sudah sampai. Tuh cottage nya" ucap Hugo sambil menunjuk cottage yang berada di depan mobil. "Aku sengaja mencari yang mobil parkir depan cottage supaya gampang kalau kita mau pergi jalan-jalan."


"Oh... "


"Yuk turun. Kita masukkan barang bawaan, baru makan malam." Hugo melepaskan seatbelt Thea dan membuka pintu mobil. Thea pun membuka pintu mobilnya dan turun. Dirinya merenggangkan punggungnya yang kaku lalu berjalan ke arah pintu belakang mobil SUV Hugo untuk mengambil tas nya.


"Tampaknya cottage sebelah sudah ada penghuni nya" komentar Thea sambil mengedikkan dagunya ke mobil hitam sebelah cottagenya.


"Wajar lah Thea. Kan musim liburan juga" jawab Hugo yang memencet tombol nomor di pintu masuk cottage.


Cottage yang disewa Hugo memiliki kebijakan usai membayar penuh semua, baru diberikan nomor kode pintu. Jadi mereka tidak perlu ke resepsionis untuk meminta kunci. Baru saatnya check out, resepsionis mendatangi para tamu untuk memberitahukan waktunya keluar.


"Wah, rupanya lumayan ya.." gumam Thea saat masuk ke dalam cottage.


"Kamu mau kamar sisi mana?" tanya Hugo.


"Sebelah kiri saja. Dekat dapur soalnya, takut kalau tengah malam aku kelaparan jadi mudah membuat makanan atau ramen" jawab Thea yang memang membawa beberapa bungkus ramen. Dia memang tipe yang suka kelaparan tengah malam, apalagi kalau otaknya penuh dengan pekerjaan, mudah lapar.


"Oke. Aku ambil sisi kanan ya Thea. Oh, kita bersih-bersih dulu, istirahat sebentar, terus kita ke tempat makan. Aku sudah pesan tempat."


"Apa menunya?"


"Seafood."


***


Menjelang Makan Malam


Shane dan Apsarini keluar dari cottage mereka menuju tempat mereka makan malam.


"Rupanya sudah ada penghuni di cottage sebelah" komentar Shane sambil berjalan bersama Apsarini, melewati cottage sebelah milik mereka.


"Plat nomornya New York" gumam Apsarini.


"Memang banyak orang New York datang kemari." Shane menggandeng tangan Apsarini. "Kamu harus mencoba udang karangnya. Cukup dimasak dengan mentega dan bumbu rahasia, enak sekali."


"Apalagi?"


"Burger lobster. Sangat delicious."


"Tenang, akan aku pesankan semuanya" kerling Shane.


***


"Thea, sudah siap?" tanya Hugo yang tampil santai hanya mengenakan kemeja warna biru muda dan celana coklat sebatas lutut.


"Sebentar lagi..." Tak lama suara kunci pintu dibuka. "Santai sekali kita" kekeh Thea yang juga hanya mengenakan kemeja tanpa lengan warna biru muda dan celana pendek warna khaki.


"Apa kita janjian Thea?" goda Hugo membuat Thea semakin tertawa.


"Tidak ya. Kita tidak janjian..."


"Yuk kita ke tempat makan. Aku sudah lapar ini..." Hugo lalu menggandeng tangan Thea dan mereka keluar dari cottage.


"Tampaknya penghuni sebelah tidak pergi dengan mobilnya" gumam Thea.


"Mungkin ke restauran yang sama dengan tujuan kita yang bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki. Jadi buat apa naik mobil?" ucap Hugo.


"Tampaknya ..."


Hugo dan Thea saling bergandengan berjalan menuju restauran yang memang berlokasi dekat dengan cottage mereka.


***


"Burger Lobster dua dan seafood party. Minumannya air mineral dan lime water." Shane menyebutkan pesanan nya ke pelayan yang mengangguk.


"Apa tidak terlalu banyak?" tanya Apsarini.


"Kamu bisa makan banyak kan? Karena lapar pasti bisa muat banyak lambungmu."


"Shane ! Selapar-laparnya aku, bukan berarti aku rakus juga dan Maruk" gerutu Apsarini.


"Pasti habis kok..." senyum Shane.


Seperempat jam kemudian pesanan mereka datang dan Apsarini sudah tidak sabar memakan burger lobster nya.



Burger Lobster



Seafood Party


"Hhhmmm enak !" ucap Apsarini sambil mengunyah burger itu.


"Enak kan?" senyum Shane.


"Enak banget!" Apsarini menggigit lagi burgernya sedangkan Shane memilih memakan tiramnya.


"Tiram ini segar sekali. Kamu cobain deh!" Shane menyuapkan tiram itu ke mulut Apsarini setelah diberikan perasan lemon.


"Hhhmm benar. Ini enak banget !" ucap Apsarini dengan mata birunya yang berbinar.


"Seru kan liburan Kalau ada temannya yang sama-sama suka makan?" goda Shane.


"Iya..."


"Yakin lobsternya sedap Mr Melker?"


Apsarini tertegun dan menoleh ke arah meja di sebelahnya. Gadis itu terkejut saat melihat sepupunya duduk disana bersama dengan seorang pria yang dia ketahui adalah Hugo Melker.


"Thea?" panggil Apsarini.


Gadis itu menoleh dan tampak terkejut. "Sari?! Kamu ngapain?"


"Kamu sendiri ngapain?" balas Apsarini.


Hugo dan Shane pun saling berpandangan.


Whaaaatttt?


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️