If You Met Me First...

If You Met Me First...
Ajakan Ke Maine



Kantor Blair and Blair Advocate Manhattan New York


Thea menghampiri Hugo yang duduk di sofa lobby kantor dan gadis itu melihat pria itu sedang sibuk mengetik di iPadnya. Tampaknya Hugo sedang membuat novel baru dan pria itu sangat serius.


"Halo?! Selamat siang..." sapa Thea.


"Siang..." Hugo mengangkat wajahnya ke arah samping tempat Thea berdiri. "Kita makan siang sekarang, Miss Ramadhan?"


Thea tersenyum. "Mari."


Hugo mematikan dan menyimpan iPadnya ke dalam tas selempang nya lalu mempersilahkan Thea berjalan lebih dulu layaknya gentleman. Thea pun keluar setelah Hugo membukukan pintu kantornya.


"Kita jalan kaki saja ya Thea" ucap Hugo sambil menjejeri langkah gadis itu.


"Memangnya dimana?" tanya Thea.


"Restauran timur tengah disana" jawab Hugo sambil menunjuk sebuah restauran milik keluarga Mesir. "Sudah pernah kesana?"


"Sudah, diajak mbak Nadya. Sejak menikah dengan bang Omar, mbak Nadya sangat suka masakan timur tengah. Bang Omar kan keturunan Mesir" jawab Thea.


"Kamu sendiri... Suka masakan timur tengah?"


"Selama enak dan halal, bukan bahan aneh-aneh, insyaallah bisa makan. Bukankah aku sudah bilang?" senyum Thea.


Hugo mengangguk lalu menggandeng tangan Thea membuat gadis itu bingung. "Mr. Melker?"


"Biar kamu tidak hilang" jawab Hugo santai.


Thea tertawa. "Saya hilang kemana?"


"Hilang dari pandangan aku..." jawab Hugo mengambang.


Thea mengerenyitkan alisnya. "Mr Melker, really?"


"Aku tahu Thea tapi namanya perasaan kita tidak bisa menolak bukan?" ucap Hugo.


Thea hanya bisa terdiam.


***


Restauran Mesir di Manhattan New York


Hugo dan Thea datang ke restauran itu lalu mendapatkan tempat duduk di pojok restauran lalu memesan makanan. Hugo pun memesan makanan khas Alexandria dan Mesir yang sekiranya Thea suka.


"So, liburan tiga hari besok, kamu acaranya apa Thea?" tanya Hugo usai mereka selesai melakukan pesanan.


"Di apartemen. Aku ingin hibernasi" jawab Thea sambil tersenyum. "Hibernasi macam beruang karena kapan lagi aku bisa tidur seharian tanpa harus memikirkan pekerjaan."


"Tidak ingin liburan kemana gitu?" tanya Hugo sambil menatap wajah Thea.


Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Aku benar-benar ingin menikmati menjadi kaum rebahan. Memang kenapa?"


"Ingin aku ajak pergi."


"Kemana?" tanya Thea dengan nada datar.


"Maine. Aku sudah lama tidak melihat pemandangan laut yang berbeda dari New York. Bagaimana Thea? Mau?"


Thea menggelengkan kepalanya. "Tawaran yang menggoda tapi aku sudah berjanji pada tempat tidurku kalau kami akan berkencan seharian."


Hugo tertawa. "Mana enak Thea..."


"Enak lah. Bisa tidur seharian itu berkah buat aku yang pekerjaannya sangat menyita waktu dan pikiran..."


"Ikutlah denganku ke Maine. Kita naik mobil. Sekitar tujuh jam dan langsung ke cottage yang kita sewa. Tenang Thea, kita kamar sendiri-sendiri karena aku tahu kamu bukan gadis khas Amerika yang bebas." Hugo masih tetap merayu Thea agar mau ikut dengannya.


"No, Mr Melker. Saya tidak ingin kemana-mana..."


"Kamu pasti akan suka kalau berada disana. Kamu belum pernah ke Maine kan?" potong Hugo.


Thea menatap wajah kliennya yang tampaknya tidak ingin dibantah dan ditolak.


"Apa rencana anda?" jawab Thea pada akhirnya.


Thea menatap Hugo. "Bagaimana bisa saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun?"


"Karena Thea, aku kan yang mengajak kamu jadi sudah menjadi tanggung jawab aku dong membuat kamu nyaman..." jawab Hugo lugas.


Thea hanya terdiam.


"Bagaimana Thea?"


"Baiklah. Saya terima ajakan anda untuk berlibur ke Maine."


"Good !" Hugo tersenyum lebar.


***


Apartemen Apsarini, Boston Massachusetts, keesokan harinya


Apsarini sudah bersiap untuk pergi ke Maine dengan mobilnya pagi-pagi dan gadis itu masih dalam proses pengecekan apartemennya. Apsarini tidak mau ada yang lupa dikunci atau kompor maupun air masih menyala.


Setelah dirasa aman semuanya, Apsarini pun menarik koper Louis Vuitton nya keluar apartemennya. Namun betapa terkejutnya gadis itu saat melihat Shane O'Grady sudah berada di depan pintu apartemennya.


"Shane? Apa yang kamu lakukan disini? Apa ada masalah di kantor?" tanya Apsarini bingung.


"Tidak ada. Kamu mau ke Maine kan?" senyum Shane sambil melihat Apsarini mengunci pintu apartemennya.


"Iya tapi ... Shane !" protes Apsarini saat Shane menarik kopernya lalu menggandeng tangannya.


"Ayo ke Maine" ucap Shane membuat Apsarini bingung.


"WHAAAATTTT?" seru Apsarini kaget.


"Aku temani kamu liburan ke Maine. Bukankah menyenangkan jika ada yang hapal dengan area sana dan bisa menemani?" Shane tersenyum ke arah Apsarini yang hanya bisa melongo tidak percaya.


"Kalau begini, aku bisa melihat persamaan kamu sama mas Bayu ! Kalian tukang maksa dan biang modus !" gerutu Apsarini yang kesal acara liburannya dikacaukan oleh Shane.


"Hei, kita kan sepupu jadi pas lah!" jawab Shane sambil memencet tombol lift. "Jangan manyun, Sari. Nanti aku ajak ke sebuah restoran seafood yang menjual lobster dan udang karang nikmat. Serius ! Malah aku bilang jauh lebih enak dari pada di Louisiana." Keduanya pun masuk ke dalam lift dan Apsarini menatap Shane lekat-lekat.


"Kamu itu tukang jajan?" selidik gadis cantik itu.


"Anggap saja aku sangat suka makanan sedap dan lezat" senyum pria tampan itu.


Setelah lift tiba di lobby apartemen, Shane dan Apsarini pun menuju mobil Mercedez SUV milik pria itu. Setelah memasukkan koper Apsarini di belakang, keduanya pun masuk ke dalam mobil dan menuju Maine.


"Kamu sudah sarapan? Kalau belum, kita mampir ke diner yang enak semuanya. Pie nya enak, waffle dan pancake nya juga, semuanya enak. Mau ya Sari?" ajak Shane.


"Terpaksa aku harus mau kan Shane? Kamu kan sopir, aku penumpang... Semua tergantung pak sopir " senyum Apsarini.


Shane terbahak. "Ternyata kamu bisa joke garing juga..."


"Well, jarang sih sebenarnya aku membuat joke garing cuma ya kadang keluar juga" jawab Apsarini kalem.


Shane pun mengarahkan mobil ke sebuah diner yang buka 24 jam lalu memarkirkan mobilnya dan keduanya keluar dari mobil. Pria itu lalu menggandeng tangan Apsarini untuk masuk ke dalam tempat makan tersebut dan memilih tempat sebelah jendela.


Shane lalu memesan Pancake dengan whipped cream dan mapple Syrup, sedangkan Apsarini memilih waffle dengan ice cream vanilla. Minuman mereka kompak memesan kopi tapi Apsarini menambahkan milkshake chocolate.


Shane masih memesan chicken sandwich dan tuna sandwich sebagai bekal perjalanan mereka nanti dan membawa dua botol coke.


"Bagaimana kamu tahu ada dinner enak disini?" tanya Apsarini ke Shane usai mereka memesan makanan.


"Aku suka traveling jadi disaat ada kesempatan liburan, aku manfaatkan. Oh nanti kamu akan ketagihan dengan chicken sandwich buatan mereka" jawab Shane.


Apsarini hanya mengangguk sambil tersenyum karena pesanan mereka sudah datang.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️