
Hotel Pullman Jakarta, lobby
Hugo tersenyum melihat Radyta datang bersama dengan seorang pemuda tampan yang mirip dengan Thea dan Stefan hanya saja wajahnya lebih terlihat Asianya.
"Halo. Kenapa tidak naik saja?" tanya Hugo ramah.
"Ah enak di lobby. Remy, ini Hugo Melker, pacarnya Thea." Radyta memperkenalkan keduanya.
"Halo, aku Remy Giandra" senyum pemuda itu sambil mengulurkan tangannya.
"Hugo Melker. Senang bertemu dengan adiknya Thea" balas Hugo ramah.
"Yuk kita berangkat sekarang" ajak Radyta. Ketiganya pun masuk ke dalam mobil Lexus milik Radyta.
***
RR's Meal Kuningan Jakarta
Hugo terkejut saat melihat para pria berwajah paripurna berada di ruang VIP. Mata coklatnya menatap Radyta dan Remy yang hanya tersenyum simpul.
"Malam ini khusus Boys Night Out. Soalnya tidak ada Thea, jadi kita cowok-cowok pada ngumpul lah" jawab Radyta santai. "Boys, perkenalkan ini Hugo Melker, pacar Thea. Dia dalam misi mendapatkan restu dari keluarga Ramadhan..."
Semua orang menatap Hugo dengan tatapan menyelidik dan super kepo.
"Halo, aku Hugo Melker..."
"Kamu novelis misteri Thriller itu kan?" tanya seorang pria yang seperti orang Jepang.
"Iya ..."
"Stranger in the Window" celetuk pria yang bewajah dingin. "Aku suka plot twist nya."
"Aku tidak menyangka kamu juga baca novel, V ?" goda Radyta sambil mengajak Hugo duduk bersama.
"Gara-gara Kay... Oh, Katya istriku. Dia kalau sudah baca novel misteri, pasti lupa apalagi jaman hamil Kaivan. Kalau tidak bisa tidur, dia baca novel sampai ketiduran" jawab pria yang dipanggil V oleh Radyta. "Aku Valentino Reeves by the way." Valentino mengulurkan tangannya ke Hugo dan keduanya saling bersalaman.
"Aku perkenalkan satu persatu ya. Valentino Reeves, biasa dipanggil V atau Valet Parkir, lalu Arkananta Baskara, biasa dipanggil Arka, lalu Dewananda Hadiyanto, biasa dipanggil Dewa, Remy Giandra, Romeo Akihiro, ipar Valentino dan Pahlevi Hassan, sepupuku dari Australia yang sedang berlibur kemari" ucap Radyta sambil memperkenalkan para pria-pria itu.
"Senang bertemu dengan kalian semua, kakak dan adik Thea..." senyum Hugo sambil bersalaman bergantian dengan para saudara Thea. "Oh kata Thea..."
"Apa kata Thea?" potong Arkananta dengan wajah jahil. "Harus berhati-hati sama kami, karena kami minus akhlak? Karena kami tidak segan menistakan?"
"Semacam itulah ..." jawab Hugo kikuk.
"Memaaaanggg !!!" seru para pria disana sambil terbahak.
"Eh?" Hugo menatap bingung ke arah pria-pria tampan yang dia tahu rata-rata adalah pengusaha dan seorang dokter jantung.
"Dengar Hugo. Syarat masuk ke keluarga kita adalah selain kamu benar-benar mencintai saudara kami tanpa ada tendeng aling-aling seperti mencari keuntungan dari nama keluarga, kamu juga harus tabah dengan segala kedurjanaan kami" ucap Dewananda.
"Seriously?" tanya Hugo yang bingung bagaimana cara mereka menerima dirinya sangat out of the box. "Apakah agen Omar Zidane juga mengalami hal yang sama?"
"Apalagi bang Omar. Dia paling sering kena julid..." gelak Remy.
"Ini belum seberapa Hugo. Kalau kakak-kakak kami yang di Tokyo, Italia dan New York berkumpul... Kamu akan lebih habis dari ini" seringai Arkananta.
"So, kita mulai acaranya. Hugo, apa benar kamu kenal Thea gara-gara kasus kematian istrimu?" tanya Dewananda dengan gaya serius.
"Wa, ini bukan ruang interogasi FBI atau NYPD" gelak Romeo.
"Oh iya ya. Disana jauh lebih horor..." gumam Arkananta. "Oke. Kembali ke persoalan awal. Benar kamu ketemu Thea di ruang interogasi?"
"Benar. Waktu itu aku meminta Nelson menjadi lawyer aku tapi dia sedang ada kasus dan Nadya juga sedang di persidangan jadi Nelson mengirimkan Thea. Dan disanalah aku bertemu dengan Thea" jawab Hugo.
"Kapan kamu mulai jatuh cinta dengan Thea?" tanya Valentino.
"Sejak... Omar Zidane dan Billy Boyd mendapatkan permen karet dari Larry, manager sekaligus asisten ku yang menyamar masuk ke klub strip*tease. Aku melihat Thea dengan perasaan yang berbeda.. "
"Apa kamu yakin sudah move on dari almarhumah istri kamu?" tanya Romeo.
"Sudah. Aku paling tidak suka pengkhianatan jadi saat tahu Bila berselingkuh... Aku sudah membuangnya dari hatiku."
"Sama sekali kamu tidak ingat?" tanya Pahlevi yang bingung bagaimana seseorang yang sudah tinggal bersama sekian tahun tapi bisa langsung menghilangkan dari otak dan hatinya.
"Nope Pahlevi... Maaf jika aku terdengar sarkasme. Memang Bila yang mendampingi aku dari awal karier menulis aku tapi saat tahu dia berencana membuat aku tewas dan menguasai harta ku... Really?! Aku dulu sangat mencintainya tapi dia tidur dengan pria yang seharusnya aku habisi saat di daerah konflik. Aku memang keturunan Serbia tapi aku adalah warga negara Amerika Serikat dan aku bersumpah untuk melindungi negaraku sebagai seorang prajurit. Tapi istri ku sendiri yang tidur bersama dengan seorang penjahat perang? Aku tidak bisa menerimanya..." jawab Hugo panjang lebar. "Intinya aku sangat tidak menerima pengkhianatan..."
"Kami semua pun. Apalagi yang sudah memiliki pasangan jadi boleh dibilang, sekali kamu pernah berkhianat, bukan tidak mungkin akan melakukan lagi" timpal Radyta.
"So, sekarang kamu sudah terbebas dari semua jeratan hukum?" tanya Valentino.
"Alhamdulillah sudah. Semua pelaku sudah ditangkap FBI dan sudah diproses hukum" jawab Hugo. "Kemungkinan dijatuhi hukuman maksimal... Hukuman mati."
"Oh iya. New York masih memberlakukan hukuman mati ya..." gumam Remy.
"Yuk kita makan dulu..." ajak Radyta saat para pelayan datang membawakan makan malam.
***
Boston Massachusetts
"Serius Thea?" tanya Apsarini tidak percaya saat mendengar Hugo Melker, kekasih Thea berada di Jakarta.
"Serius. Ini mereka semua pada mengundang Hugo makan malam di RR's Meal" jawab Thea melalui panggilan telepon. Kedua gadis itu sedang berada di meja kerja masing - masing. Thea di Manhattan sedangkan Apsarini di Boston.
"Tapi aku salut lho sama Hugo. Mau Kesana kemari demi mendapatkan restu dari keluarga Ramadhan. Benar-benar serius sama kamu" ucap Apsarini yang ikut senang sepupunya mendapatkan pasangan yang sayang padanya.
"Alhamdulillah. Bagaimana dengan Shane? Sudah mendapatkan lampu hijau dari Oom Tristan?"
"Alhamdulillah... Daddy menerima Shane dengan lapang dada. Apalagi kan Shane masih ada hubungan keluarga jadi Daddy ayem ... Dan Shane sudah mualaf, tambah nilai plus lagi dari Daddy."
"Sudah tidak memikirkan Khrisna Rao?" goda Thea.
"Nggak lah ! Sudah lama aku tidak mengingat Khrisna. Kan dia sudah kembali ke Mumbai ... Menikah dengan gadis yang dijodohkan sama orang tuanya. Aku mendapatkan pria yang jauh lebih baik Thea dan Shane adalah jodoh ku" jawab Apsarini tegas.
"Syukurlah... Terus kapan kalian mau menikah?" goda Thea membuat Apsarini terdiam.
"Belum tahu..."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️