If You Met Me First...

If You Met Me First...
Ada Apakah?



*Klub Strip*tease Area Queens*


Omar dan Billy tiba di klub penari telan*Jang pria yang disebutkan oleh Thea. Sesampainya disana, Omar dan Billy disuguhi pemandangan wanita-wanita dari usia dua puluhan hingga paruh baya yang berteriak histeris melihat para pria dengan tubuh kekar lengkap perut kotak-kotak berliuk-liuk diatas panggung.


"Benar kamu OZ, jangan suruh Thea kemari. Bisa ngamuk papanya" ucap Billy sambil mengikuti Omar berjalan ke arah bartender bar.


"Iyalah. Oom Adrian bisa ngamuk dan kami-kami yang di New York kena getahnya." Omar lalu mengangguk ke arah bartender. "Hai."


"Kalau kalian mau mendaftar sebagai penari, langsung ke belakang. Pria Arab dan Mr Amerika ini banyak disukai cewek-cewek..."


"Sorry, kami tidak hendak melamar menjadi penari. Kami ingin mencari informasi tentang seseorang." Omar mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Salsabila Melker.


"Ini... Oke... " Bartender itu memberikan kode ke Omar dan Billy untuk sedikit memojok sudut meja bar. "Lace, aku ada urusan dengan mereka berdua" ucap Bartender itu ke rekannya. "Tolong kamu handle !"


"Anak baru masih malu?" kekeh pria bernama Lace itu.


"Yeah." Bartender itu langsung mengajak Omar dan Billy ke dalam gudang anggur lalu menutupnya. Pria itu berbicara dengan sedikit berbisik. "Area sini tidak ada penyadap nya karena merusak sistem pengaturan suhu gudang anggur. Oke, dia wanita yang dibunuh itu kan? Kalian siapa? NYPD?"


"FBI. Kami hanya ingin tahu tentang Salsabila Melker" jawab Omar.


"Sasha, biasa dikenal disini datang sekitar enam bulan lalu."


"Sendirian?" tanya Billy.


"Sendirian dan tak lama Jovan Malkovich datang. Aku yakin FBI tahu siapa dia" ucap Bartender itu.


"Apa hubungannya Salsabila dengan Jovan?" tanya Omar.


"Pertama aku tidak terlalu memperhatikan karena bagiku semua wanita yang datang disini sama saja dan aku tidak mau ada keributan di klub ku. Tapi mereka berdua berbicara dengan bahasa yang aku tidak ketahui tapi mirip Rusia."


"Bahasa Srpski atau bahasa Serbia. Bukankah Hugo dan Salsabila ada keturunan Serbia?" celetuk Billy Boyd.


"Mungkin, karena aku juga tidak paham" jawab Bartender itu. "Lalu setelah nya mereka mulai rutin bertemu disini paling tidak seminggu sekali dan langsung menuju kamar belakang yang memang aku sediakan bagi para penari dan wanita berhubungan..."


"Kami bukan bagian kesusilaan. Kami hanya mencari benang merahnya. Apakah klub kamu ini dibiayai oleh Gypsy Mafia?" tanya Omar.


"Terpaksa karena aku saat resesi kesulitan keuangan dan mereka menawarkan pinjaman tapi dengan persyaratan, mereka bisa datang kapan saja dan semuanya disadap karena mereka tidak mau ada law enforcement datang kemari" jawab Bartender itu.


"Oke. Aku yakin kamu akan keberatan memberi kan rekaman CCTV." Omar menatap tajam bartender itu.


"Yes ... But.. berikan alamat email mu dan mungkin akan ada yang bisa aku bantu."


Billy memberikan alamat email yang diluar FBI agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Kamu ingin segera bebas dari mafia ini kan?" senyum Billy.


"As a matter of fact... Yes. Dan aku sangat berterima kasih akan hal itu." Bartender tersebut mengajak keluar. "Kita sudah sepuluh menit disini. Tolong buat seperti aku sedang periksa tubuh kalian."


Omar dan Billy mengeluarkan kaos mereka seperti habis dicek lalu keluar dari gudang anggur itu.


"Everything is fine Boss?" tanya Lace.


"Everything is fine ( semua baik-baik saja ). Mereka tidak memiliki enam kotak, hanya satu kotak" kekeh Bartender itu.


"Too bad boys. Hanya pria yang memiliki enam kotak" ucap Lace sambil memamerkan perutnya yang kotak-kotak sempurna.


"Yeah, kita kurang berolahraga" jawab Omar sedikit kecewa.


"Thanks Boss buat kesempatannya. Kami akan mencoba klub lain" senyum Billy yang kemudian keluar bersama Omar dari klub itu.


"Sayang ya boss, padahal wajah mereka mendukung" celetuk Lace.


"Yup."


***


Boston Massachusetts


Apsarini duduk di kursi balkon sambil menikmati pemandangan kota Boston. Gadis itu memikirkan banyak hal tentang apa yang dia bicarakan bersama dengan Shane. Memang sudah lama tapi rasanya baru kemarin dia harus menghadapi semua anggota keluarganya untuk meminta maaf atas sikapnya yang membuat semua orang tidak nyaman.


Apsarini kembali merecall ucapan Shane dan dia membenarkan pria itu. Apakah aku bisa tahan jika misalnya aku ngotot menikah dengan Krisna dan kumpul acara keluarga, suamiku menatap kakakku terus... Apsarini menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Suara ponselnya berbunyi dan Apsarini pun mengangkatnya.


"Halo Shane..."


"Halo Sari. Are you okay?" tanya Shane concern.


"Why?" tanya Apsarini.


"Kamu tadi tampak tidak bersemangat saat makan siang" jawab Shane.


"Aku hanya banyak pikiran."


"Sari, apakah soal pembicaraan kemarin ? Dengar, sayang, aku mengajak kamu berbicara seperti itu karena aku tahu kamu masih ada ganjalan bukan selama ini?"


"Bagaimana kamu tahu Shane?"


"Sari, kamu menganggap bisa membohongi banyak orang tapi aku tahu saat aku melihatmu yang sesungguhnya saat di pestanya Bayu. Sari, let it go... Okay."


Apsarini terisak. "Kenapa aku tidak sekuat saudara - saudara aku... Aku ..."


"No Sari, kamu kuat. Belive me ( percaya padaku ), kamu itu kuat."


"Thanks Shane... Aku berharap aku memang kuat..."


"You are strong Sari. Very Strong."


Apsarini mengusap hidungnya yang berair. "Terimakasih Shane."


"Jika kamu butuh teman, kamu bisa hubungi aku. Okay. Just let it go. Masih banyak pria yang baik diluar sana."


***


Kantor Blair and Blair Advocate Manhattan New York


Thea sedang menyiapkan ucapan pembukaan untuk sidang kasus yang lain ketika Omar Zidane dan Billy Boyd datang ke ruangannya.


"Bang Omar ? Bang Billy ??" sapa Thea.


Omar menutup pintu ruang kerja Thea lalu dua agen FBI itu duduk di hadapan meja kerja pengacara muda itu.


"Sibuk?" tanya Billy ke Thea.


"Hanya membuat pre opening buat sidang kasus sebelumnya. Bagaimana bang?"


"Kami sudah ke klub itu dan memang Salsabila memang menemui Jovan Malkovich disana sejak enam bulan lalu. Sayangnya mereka berbicara dengan bahasa Srpski, bahasa Serbia yang bartender juga pemilik klub tidak paham." jawab Omar.


"Hugo Melker memang ada keturunan Serbia, begitu juga dengan Salsabila. Apakah Jovan Malkovich juga ...?" Thea menatap kakak iparnya dan partner nya.


"Jovan Malkovich adalah putra pemimpin Gypsy Mafia Serbia. Dia tidak bisa ditangkap pemerintah Amerika Serikat karena mendapatkan kekebalan diplomatik dari pemerintah Serbia sebagai pertukaran pengembalian aset milik keluarga Malkovich ke pemerintah Serbia" ucap Omar.


"Damn it ! Apakah mereka memang berselingkuh bang?" tanya Thea.


"Menurut pemilik klub, mereka menggunakan kamar yang disediakan buat para pelanggan dan penarinya" jawab Billy.


Thea meletakkan bolpoin nya dan menatap kedua agen FBI itu. "Apa yang terjadi sebenarnya bang? Mengapa Salsabila dibunuh?"


Omar dan Billy saling berpandangan. "Kami belum tahu..."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️