If You Met Me First...

If You Met Me First...
Apapun Demi Thea



Land Rover Manufacturing Company Coventry Inggris


"Ayo masuk ke ruangan ku, mumpung masih pada makan siang" ajak Stefan ke Hugo dan pria berdarah Serbia itu pun mengikuti pria berdarah Skandinavia - Jawa tersebut.


Hugo bisa melihat proses sejarah brand mobil terkenal di dunia dari Inggris bahkan dirinya pun punya. Pria itu pun masuk ke sebuah ruang kerja Stefan yang lebih kecil dari ruang kerja Adrian Ramadhan.


"Duduk Hugo. Mau minum apa? Air mineral atau teh?" tawar Stefan.


"Air mineral saja."


Stefan membuka kulkas mini dan mengambil sebotol air mineral sedangkan dirinya mengambil botol teh. "Aku termasuk teh addict apalagi teh khas Indonesia. Muka Viking begini tapi lebih suka minuman Jawa ... Hahahaha."


"Macam Thea. Dia juga suka teh yang rasanya berbeda dengan teh yang pernah aku minum" senyum Hugo.


"Ah, kamu sudah minum teh wasgitel ya? Thea sangat suka teh itu, racikan Oma kami. Oma Amberley itu fans berat teh wasgitel meskipun campuran Taiwan - Jawa. Lha aku apa kabar malah nggak terlihat Asianya..." gelak Stefan.


"Kamu kalau tertawa baru terlihat mirip dengan Thea ..." senyum Hugo.


"Namanya juga kembar. So, aku tahu kamu sedang mencari ijin dari aku sebagai kakak dan saudara kembar Thea soal hubungan kamu dengan anak itu. Sudah ketemu Daddy dan Mommy di Stockholm?" tanya Stefan.


"Sudah dan mereka masih setengah hati menerima aku ..." Hugo tersenyum kecut.


"Yaaa... Wajar Hugo. Daddy dan Mommy tidak menyangka kalian pacaran karena Thea itu suka cowok Asia tapi kenapa bisa jatuh cinta sama kamu...? Thea penggemar oppa Korea gitu tapi mana sempat cari di Seoul kan?"


Hugo tertawa. "Aku baru tahu kalau Thea penggemar oppa Korea."


"Kamu harus lihat isi hpnya... Banyak aktor Korea disana" jawab Stefan cuek.


"Ya ampun Stefan, kamu itu membocorkan rahasia adikmu sendiri."


"Biar kamu tidak jealous kalau melihat isi ponselnya Thea. Aku sih sudah hapal. Oke kita serius sekarang. Apa yang kamu lihat dari Thea?" Stefan menatap Hugo dengan tatapan tajam.


"Thea gadis yang membuatku jatuh cinta lagi. Kamu tentu sudah mendengar kan kasus aku? Sejujurnya aku tidak menyangka akan secepat ini merasakan zing ..."


Stefan menaikkan sebelah alisnya. "Zing? Macam Hotel Transylvania?"


Zing, juga dikenal sebagai "cinta pada pandangan pertama", adalah perasaan dan status khusus yang dijelaskan di alam semesta Hotel Transylvania. Itu hanya terjadi ketika satu orang bertemu belahan jiwanya dengan siapa mereka akan menghabiskan hidup sampai tua.


"Percaya atau tidak, aku macam Dracula ketemu dengan kapten Erica Van Helsing. Dulu aku merasa aku dan Bila adalah pasangan yang cocok satu sama lain tapi ternyata dia berani mengkhianati aku... Aku selalu merasa aku yang terlalu sibuk bekerja atau aku kurang perhatian..."


"Orang berselingkuh itu ada banyak alasan, Hugo. Kamu sudah memberikan semuanya tapi niat seseorang untuk berselingkuh itu terkadang tidak bisa kita pahami. Dia sudah memiliki pasangan yang idaman semua orang tapi dia ingin tantangan lain, dia bosan dengan kehidupan yang monoton atau ketidakpuasan di matanya. Kita tidak pernah tahu, Hugo" potong Stefan.


"Apakah kamu mengalaminya Stefan?" tanya Hugo.


"Yup. Tidak ada yang tahu, tidak juga Thea maupun kedua orang tuaku. Aku punya seorang kekasih dan aku rasa aku sudah memberikan semuanya tapi ternyata dia tidak betah padaku karena aku tidak mau tidur dengannya..." jawab Stefan.


"Kalian para pria pun juga menjaga diri kalian?" Hugo tahu Thea memang belum pernah melakukannya pada siapapun tapi jika Stefan belum pernah tidur dengan gadis manapun, itu sangat mengejutkan!


"Bahkan kami para kaum pria pun. Bukan tanpa alasan kami melakukan itu, hidup selibat seperti pastur atau biksu. Kami tidak mau merusak anak gadis dan tidak mau dijebak dengan kehamilan. Kamu tahu sendiri kan Hugo, yang mengincar kami itu banyak dan yang ingin menjadi bagian keluarga juga banyak. Kami, kaum pria, harus lebih berhati-hati karena kaum wanita yang sneaky itu banyak akal ..." senyum Stefan.


"Tapi Stefan, kamu tinggal di Inggris..."


"I know. Inggris is wild Dude ! Tapi tidak untuk ku. Aku tidak minum, aku jarang ke bar kecuali ada acara kantor dan itu pun aku minum ginger ale ... Keluarga kami memang sangat ketat soal itu Hugo. Jadi tidak sembarangan orang bisa masuk. Hanya orang yang bisa menempatkan diri menjadi bagian keluarga kami dan harus bobrok. Dalam arti kamu bisa stand up, kamu bisa kocak, kamu bisa menistakan dan dinistakan..."


Hugo melongo. "Menistakan dan dinistakan?"


"Exactly."


Pria berdarah Serbia itu tertawa kecil. "Astaghfirullah, aku kira keluarga kalian sangat kaku ... Ternyata..."


"Kamu tidak tahu keluarga kami seperti apa kalau berkumpul tapi Shane O'Grady sangat tahu bagaimana keluarga kami" kekeh Stefan.


"So, bagaimana endingnya? Apakah kamu menerima hubungan aku dengan Thea?" tanya Hugo.


"Selama kamu bisa melindungi, menyayangi dan mencintai Thea dan tidak akan menyakiti nya, aku bisa menerima kamu, Hugo..."


"Kamu bisa tahu track record aku, Stefan. Seperti halnya yang aku ucapkan pada ayahmu, silahkan cek entah dari oom dan tantemu yang memiliki perusahaan IT atau iparmu yang agen FBI."


"Apa itu?" tanya Hugo bingung.


"Terbang lah ke Jakarta. Temui kedua opa dan omaku. Mereka tidak bisa pergi jauh-jauh dan mereka ingin tahu siapa kamu. Don't worry, aku akan menghubungi sepupuku disana jadi kamu tidak sendirian di Jakarta. Bagaimana?" tantang Stefan.


Hugo tertawa. "Secara tidak langsung kamu ingin aku bisa terlihat apakah pantas masuk ke dalam keluarga kamu kan?"


"Yup. Dengar Hugo, keluarga aku tidak alergi Duda karena Opa Kareem Hassan dulu duda sebelum menikah dengan Oma Davina. Opa buyut Abimanyu Giandra juga duda sebelum menikah dengan Necan Dara. Hanya saja, tidak ada yang setragis dan terheboh kamu kejadiannya mengapa mereka menjadi duda."


"Apakah keluarga kamu di Jakarta baik-baik orangnya?" tanya Hugo.


Stefan Ramadhan hanya menyeringai yang membuat Hugo mengerenyitkan dahinya.


***


Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Dua Hari Kemudian


Hugo keluar dari pintu kedatangan luar negeri dan melihat seorang pria berdarah Turki campuran Chinese berdiri tersenyum melihatnya.


"Hugo Melker? Radyta Yung" senyum pria itu sambil mengulurkan tangannya.


"Nice to meet you Radyta Yung" balas Hugo.


"Kamu bisa memanggilku Radyta saja. So, ini benar-benar perjalanan kamu mencari restu keluarga Ramadhan?" kekeh Radyta, putra Falisha Hassan dan Aji Yung.


"Yup. Ternyata harus seperti ini?" Hugo menatap pria tampan itu sambil berjalan ke mobil Toyota GR Supra nya. "Nice car Dude !"


"Thanks. Aku salah beli mobil karena Jakarta macetnya naudzubillah sedangkan mobil ini hobinya minta ngebut" kekeh Radyta. "Duffle bag mu taruh disini saja."


"Aku sengaja membawa Duffle bag yang mudah dibawa kemana-mana. Kurang baju, tinggal beli kan?" senyum Hugo.


"Yup." Keduanya masuk ke dalam mobil sport mewah itu.


"So, apakah kamu disuruh Stefan kemari?" tanya Radyta sambil menyetir mobil hitam sport mewahnya keluar dari parkiran.


"Yup. Kata Stefan, aku harus menemui kedua opa dan omanya di Jakarta. Dan demi Thea, jika aku harus melakukan bertemu dengan keluarganya, why not. Aku anak yatim piatu, Radyta. Bertemu dengan keluarga Thea berarti menemukan keluarga baru lagi bukan? Sebagai orang baru, aku harus bisa adaptasi di keluarga baru... " jawab Hugo.


"Betul ... Dan tenang, kami tidak menggigit atau lempar kamu ke Empang piranha hitam..."


Hugo melotot. "Piranha hitam? Seriously?"


Radyta terbahak melihat wajah panik Hugo. "Serius, kakak sepupuku Luke Bianchi memang punya peliharaan yang nyeleneh... "


"Dia punya berapa?"


"Bukankah aku sudah bilang, dua Empang masing-masing 100meter persegi. Anggap saja ikan nila bisa ada 1000 ekor disana dan piranha hitam bisa separuhnya..."


Hugo menatap Radyta dengan tatapan tidak percaya. "500 ekor piranha dalam satu Empang dan ada dua? Total 1000 ekor ? Oh my God !"


Radyta terbahak melihat ekspresi Hugo. " Oh, kalau kamu ketemu Opa Arya, jangan sampai beliau ketemu kompor. Kompor apapun !"


"Kenapa?"


"Anggap saja Opa Arya dan kompor itu bagaikan pasangan haram..."


Hugo melongo.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️