If You Met Me First...

If You Met Me First...
Dua Pria Yang Menghadap Calon Mertua



Boston Massachusetts


Bayu O'Grady menatap heran ke sepupu nya yang tampak gelisah apalagi dirinya diminta tinggal agak lama di Boston usai memberikan kuliah umum di MIT, almamaternya.


"Kamu kenapa?" tanya Bayu melihat Shane jalan mondar mandir.


"Bay, apakah disunat sakit?" tanya Shane dengan rasa cemas yang terlihat di mata birunya.


Bayu melongo. "Sunat? Kamu mau sunat? Dalam rangka? Oh... Sari..."


Shane mengusap tengkuknya sambil tampak membingungkan. "Iya ... Sari."


"Apa kamu sudah yakin dengan adikku? Kamu sudah tahu kan bagaimana Sari?" tanya Bayu berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika Shane jatuh cinta dengan adik sepupunya.


"Aku sudah banyak bicara dengan Sari dan seperti halnya dirimu, dia juga tidak yakin bahwa aku beneran jatuh cinta padanya. Bay, aku sudah tertarik pada Sari sejak ketemu di acara nikahan kamu dan Ajeng... Dan kami berlibur bersama di Maine dan bertemu dengan Hugo dan Thea. Kami sama-sama jatuh cinta dengan adikmu..." Shane pun akhirnya duduk di sofa seberang Bayu.


"Akhirnya kamu duduk juga ... Pusing aku melihat kamu mondar-mandir macam setrikaan !" gerutu Bayu. "Shane, apakah kamu sudah siap pindah?"


"Aku sedang belajar dan tinggal resminya. Makanya aku bertanya apakah disunat sakit?" Shane menatap serius ke Bayu.


"Sejujurnya aku tidak begitu ingat karena saat aku sunat, aku masih SD kelas satu. Yang aku ingat, mommy memakai kan aku sarung" cengir Bayu.


Shane menyipitkan matanya. "Malah yang diingat sarung... "


"Lho kenyataan nya begitu kok !" eyel Bayu. "Dengar Shane, masalah sakit atau tidak yang namanya operasi kecil, akan sakit. Tapi jaman sekarang makin canggih, begitu juga dunia kedokteran dan aku yakin penyembuhannya jauh lebih cepat daripada dulu. Tapi Shane, apa kamu sudah Bertemu dengan Oom Tristan?"


Shane menggelengkan kepalanya. "Aku inginnya bertemu dengan Oom Tristan saat sudah resmi mualaf dan menyatakan keinginan aku untuk melamar putrinya."


Bayu mengangguk. "Jika sudah, disegerakan Shane. Jangan sampai kamu berubah pikiran dan membuat Sari merasa di PHP."


"Absolutely."


***


Stockholm Swedia, Koenigsegg Factory sebulan kemudian


"Mister Ramadhan, någon letar efter dig ( tuan Ramadhan, ada yang mencari anda )" ucap Erik, sekretaris Adrian Ramadhan yang sedang merancang desain terbaru mobil Koenigsegg.


"Vem är det? Jag tror inte att jag har någon tid idag ( siapa ? Aku rasa aku tidak ada janji hari ini )" jawab Adrian dengan bahasa Swedia.


"Han heter Hugo Melker ( Namanya Hugo Melker ), Sir" sahut Erik.


Adrian meletakkan pena iPadnya dan menatap sekretaris nya. "Hugo Melker?"


"Ja, sir. Han sa att han ville prata om din dotter ( Iya Sir. Katanya hendak membicarakan tentang putri anda )."


Adrian menghela nafas panjang. Dirinya bukan tidak tahu kalau Thea berpacaran dengan Hugo tapi dalam hati kecilnya, dirinya sedikit tidak rela jika Thea bersama dengan pria yang sempat dituduh menjadi pembunuh istrinya meskipun akhirnya dibebaskan dari segala tuduhan.


"Släpp in honom ( suruh dia masuk )" ucap pria berkulit putih dan wajahnya mirip dengan saudara kembarnya, Anandhita Ramadhan Satrio.


Erik mengangguk dan tak lama, Hugo Melker masuk ke ruang kerja Adrian.


"Selamat pagi Mr Ramadhan. Akhirnya saya bisa bertemu dengan ayah Thea" sapa Hugo sambil mengulurkan tangannya yang disambut Adrian.


"It's okay Mr Ramadhan" senyum Hugo.


"Silahkan duduk." Adrian menoleh ke Erik. "Tolong bawakan hot choco karena Mr Melker tampak kedinginan dan tidak tahan cuaca Stockholm."


"Yes Sir." Erik pun keluar dari ruang kerja Adrian.


"So, Hugo. Saya tidak suka basa basi. Ada perlu apa kamu kemari?" tanya Adrian dingin.


"Saya datang kemari untuk melamar Thea, Mr Ramadhan. Saya ingin menjadikan Thea sebagai istri saya" jawab Hugo tenang dan tegas.


Adrian hanya menatap tajam ke arah Hugo.


***


Old Trafford, Sir Matt Busby Way Manchester Inggris


Tristan sedang memeriksa jadwal pertandingan Manchester United bersama dengan pelatih dan staff saat seorang asistennya menghampiri dirinya.


"Mr Neville, ada yang mencari anda" ucap asistennya.


"Siapa ?" tanya Tristan.


"Shane O'Grady."


Tristan menghela nafas panjang. Apa yang aku takutkan datang juga. Tristan tidak melarang Apsarini berpacaran dengan Shane karena yang jelas, keponakan Abiyasa itu single dan tidak ada story seperti Khrisna Rao. Tristan merasa malu saat kejadian itu membuat dirinya sedikit keras dengan Apsarini membuat putrinya akhirnya memilih pergi ke Helsinki untuk bekerja disana.


Dan kini, Apsarini pun juga memilih bekerja bersama Shane O'Grady daripada tinggal di Manchester. Tristan tidak masalah saat tahu putrinya dengan Shane tapi dirinya ingin tahu apakah Shane benar-benar mencintai Apsarini.


"Dimana sekarang Shane O'Grady?" tanya Tristan.


"Saya suruh tunggu di ruang sekretaris anda Sir."


Tristan pun berpamitan dengan semua orang disana dan mengikuti asistennya menuju ruang kerjanya.


Disana, Tristan melihat Shane tampak duduk dengan gelisah dan pria itu langsung mengangguk hormat ke ayah Apsarini itu saat tahu yang ditunggu sudah datang.


"Come Shane, kita bicarakan di ruang kerja saya" ucap Tristan.


"Baik Oom Tristan" jawab Shane sopan dan mengikuti mantan pemain legendaris Manchester United itu ke dalam ruang kerjanya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️