
Restauran Seafood di Maine....
"Thea? Kamu pergi dengan Hugo Melker?" Apsarini menatap pria tampan yang duduk di meja bersama Thea.
"Iya. Sebelum kamu panik, ini murni diluar pekerjaan..." ucap Thea. "Mr Melker, ini sepupu aku Apsarini Neville dan itu sepupu jauh kami Shane O'Grady... Tunggu... Kenapa kalian bisa bersama?"
"Kami juga liburan Thea. Jangan panik macam Sari" kekeh Shane sambil menghampiri Thea dan Hugo. "Sari, ayo. Kok malah bengong..."
Apsarini menatap Shane. "Hah ? Oh... " Gadis itu lalu menghampiri Thea dan saling berpelukan. "Apa kalian berpacaran?" bisiknya.
"Kamu sendiri?" balas Thea. Kedua gadis itu saling berpandangan dan menggelengkan kepalanya bersamaan. "Oh my God" ucap mereka berdua membuat kedua pria yang bersama mereka menatap dua gadis cantik itu bingung.
"Halo, aku Shane O'Grady" salam Shane sambil mengulurkan tangannya ke Hugo.
"Hugo Melker. O'Grady... Beer O'Grady?" tanya Hugo.
"Yes. So, kamu penulis itu? Bagaimana perkembangan kasusnya?" Shane memberikan kode ke pelayan.
"Yes Mr O'Grady?" tanya pelayan itu.
"Bisakah meja nya dijadikan satu? Ternyata sepupu saya juga kemari" pinta Shane.
"Certainly. Tidak masalah Mr O'Grady." Pelayan itu lalu menyatukan dua meja itu menjadi berjejeran.
"Thank you" senyum Shane.
"No problemo, Sir." Pelayan itu pun undur diri.
"Bagaimana bisa kamu dikenal di restauran ini?" tanya Hugo dan keempatnya pun duduk bersama dengan posisi dua pria berhadapan dengan dua wanita.
"Beer O'Grady salah satu beer yang dipasok ke restauran ini. Dan tentu saja pemiliknya kenal dengan aku begitu juga dengan anak buahnya karena aku hampir sebulan sekali kemari untuk memeriksa respon pengunjung" jawab Shane tanpa bermaksud menyombongkan diri.
"Pantas Beer O'Grady dikenal kwalitas nya karena CEO nya sendiri turun tangan untuk memeriksa sendiri" ucap Hugo yang salut dengan cara Shane mempertahankan dan memperhatikan mutu beernya.
"Kami sempat mengalami pasang surut dalam bisnis. Di masa lalu, kami sempat hampir bangkrut... Serius. Tapi berkat bantuan keluarga Blair dan McCloud, kami bisa survive dan maju sampai sekarang" senyum Shane. ( Baca My Rey ).
"Dan terjadi merger pernikahan antara Blair dan O'Grady?" Hugo menatap pria bermata biru itu.
"Secara tidak sengaja tapi yah, Oma Kaia dan Opa Rhett memang jodoh ... Meskipun awalnya dijodohkan..." gumam Shane.
"Keluarga kami memang gado-gado" celetuk Thea.
"Yeah, I can see that" jawab Hugo ke Thea.
"So, bagaimana kalian bisa bersama?" tanya Apsarini ke Hugo dan Thea.
"Aku yang memaksa Thea berlibur kemari. Dia sudah bekerja keras untuk ku dan banyak kasus yang dia tangani... Jadi ada baiknya kan aku ajak pengacara aku refreshing" jawab Hugo sambil menatap lembut ke Thea.
Shane dan Apsarini melihat itu saling berpandangan.
"Aku sih inginnya hibernasi di apartemen tapi Mr Melker memaksa aku kemari dan katanya ada menu seafood yang enak" jawab Thea berusaha tenang tapi tatapan penuh arti Apsarini membuatnya gugup.
"Memang enak. Ini coba dulu" tawar Shane sambil mempersilahkan Hugo dan Thea mengambil seafood party yang sudah datang. "Sambil menunggu pesanan kalian."
Hugo pun mengambil sebuah tiram dan memberikan lemon diatasnya. "Coba ini Thea. Beneran enak !" Pria itu meletakkan tiram itu diatas piring Thea.
Thea pun mengambil tiram itu dan langsung memakannya dari cangkangnya. Wajah gadis itu tampak terkejut dan memberikan kode oke dengan jempol dan telunjuknya.
"See, aku tidak bohong" senyum Hugo.
"Kalian sudah pesan makanan?" tanya Shane.
"Belum. Kita langsung mengobrol tadi" kekeh Hugo. Shane memanggil pelayan yang tadi dan mencatat pesanan Hugo.
Apsarini berbisik ke Thea yang duduk di sebelahnya. "Aku rasa Hugo naksir kamu deh !"
Thea menatap Apsarini. "Tapi... Istrinya baru sebulanan meninggal, Sari."
"Ingat Thea, istrinya mengkhianatinya jadi Hugo langsung menshutdown semua tentang Salsabila. Dia sudah move on, Thea. Dan dia suka padamu..." bisik Apsarini serius.
"I know. Tapi ... " Wajah Thea memerah membuat Apsarini melongo.
"Nooooo..." ucap gadis cantik bermata biru itu.
"Soal New York ... " jawab Apsarini sambil tersenyum manis ke Shane.
"Ada apa dengan New York?" tanya Hugo ke sepupu Thea itu.
"Family matters, Mr Melker" jawab Apsarini manis.
"Kalian menginap dimana?" tanya Thea.
Shane menyebutkan nama cottagenya membuat Hugo dan Thea terkejut.
"Kok sama?" ucap Hugo dan Thea bersamaan.
"Tunggu, mobil dengan plat New York, SUV warna biru tua itu mobil kalian?" seru Apsarini dengan nada tertahan.
"Kita bersebelahan!" seru mereka berempat dan setelahnya keempatnya tertawa terbahak-bahak.
"Ya Allah, Maine seluas ini kok bisa kita menginap bersebelahan!" gelak Thea tidak percaya peristiwa yang orang lain dianggap konyol tapi memang terjadi.
"This is ridiculous ... No, this is hilarious ( menggelikan )" kekeh Hugo.
"Bisa begini ya Sari?" senyum Shane ke arah Apsarini.
"Buktinya bisa tuh Shane" balas Apsarini.
"Apakah kalian berdua pacaran?" tanya Hugo ke Shane dan Apsarini.
"Tidak" jawab Apsarini.
"Belum" jawab Shane bersamaan membuat keduanya berpandangan.
"Tampaknya mereka berdua pacaran deh, Thea" kekeh Hugo. "Kalian cocok kok."
"Jangan jadi kompor, Mr Melker" ucap Apsarini sambil memicingkan matanya.
"Lho kompor yang baik. Kenapa tidak?" sahut Hugo. "Bahkan, kita seperti melakukan double date tanpa ada acara janjian."
"We're not double date, Mr Melker!" ucap Thea dan Apsarini berbarengan membuat Shane tertawa.
"Ya ampun... Kalian memang saudara sepupu ! Kompaknya sama !" gelak Shane.
"Shane, please. Kita tidak sedang kencan ganda !" pinta Apsarini.
"Sari, aku single, kamu single, Hugo duda, Thea single... So? Kita berkencan pun tidak ada yang protes. Kecuali jika salah satu dari kita masih memiliki pasangan yang sah. There's come trouble..." ucap Shane.
"Shane !" seru Apsarini.
"Lho aku mengatakan yang sebenarnya bukan?"
Keempatnya menghentikan pembicaraannya saat pelayan membawakan pesanan yang dipesan Hugo. Setelahnya mereka berempat mengobrol tentang pekerjaan masing-masing dan Apsarini merasa sebal karena Hugo tidak mau membocorkan siapa pembunuh di novelnya.
"Harus baca, Miss Neville. Bukan seperti itu konsepnya" kekeh Hugo.
"Padahal kan aku mau tahu to the point biar bisa tidur dengan nyenyak..." sungut Apsarini sambil manyun.
"Dimana seninya langsung tahu, Sari?" timpal Shane.
"Biar done lah..."
Thea tertawa melihat sepupunya manyun. "Baca aja Sari. Seru kok."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️