
Maine
Thea dan Apsarini sangat menikmati acara berlibur mereka bersama dengan Hugo dan Shane. Mereka berempat pergi ke tempat - tempat indah disana sembari menikmati kuliner yang berbasis seafood.
"Kayaknya kita pulang, harus memeriksa juga kadar kolesterol kita deh" kekeh Hugo. "Kebanyakan seafood."
Keempatnya sekarang berada di sebuah restauran seafood yang agak jauh dari cottage mereka karena ingin menikmati sunset sembari duduk di pasir putih pantai di Maine.
"Jangan diingatkan, Hugo. Bikin mood drop!" sungut Shane sambil memakan kepitingnya.
Thea dan Apsarini terbahak mendengar dua pria yang sedikit health freak heboh sendiri.
"Kan tidak setiap hari juga makan seperti ini, Shane" ucap Apsarini. "Besok kembali ke Boston, kita makan sehat lagi."
"Memangnya kalian check out jam berapa?" tanya Thea.
"Kemungkinan pagi jam tujuh atau delapan jadi kita bisa sampai di Boston siang dan bisa beristirahat setelah itu" jawab Shane.
"Maine ke Boston hanya lima jam, sedangkan Maine ke New York itu sekitar delapan jam" sahut Hugo. "Kita check out bersama mereka sekalian, Thea. Bagaimana?"
"Aku sih ikut saja. Kan aku diajak sama kamu" jawab Thea sambil tersenyum manis.
Setelah menikmati acara makan siang menjelang sore, keempatnya berjalan di pantai sambil bergandengan tangan. Sesekali Shane dan Hugo mencuri ciuman ke Apsarini dan Thea.
Kedua gadis itu tampak menikmati momentum bersama dengan pria yang sudah menyatakan perasaan mereka dan mereka pun menikmati alurnya. Masalah mereka berjodoh atau tidak, semuanya mereka serahkan kepada sang Pencipta.
***
Malam Harinya... Cottage Thea dan Hugo
Thea membereskan semua baju kotornya ke dalam tas yang memang sudah dia siapkan setiap traveling. Jadi saat pulang ke apartemen, dirinya tinggal memasukkan ke dalam mesin cuci.
"Thea..." panggil Hugo di depan pintu kamar Thea.
"Ada apa Hugo?" balas Thea yang sedang membereskan kopernya.
"Omar Zidane ingin bertemu denganku besok Senin di gedung FBI."
Thea menoleh. "Jam berapa?"
"Jam sepuluh pagi. Apakah kamu bisa menemani aku?"
Thea mengambil ponselnya dan memeriksa kalender digitalnya. "Bisa Hugo. Gedung FBI tidak terlalu jauh dari kantorku, sekitar dua tiga blok."
"Kalau begitu, besok Senin aku jemput kamu di kantor mu, lalu kita ke gedung FBI. Okay?"
Thea mengangguk. "Hugo, jika kamu besok Senin mendapatkan berita dari Bang Omar, jangan emosi ya. Aku mohon."
Hugo memandang Thea dengan wajah penasaran. "Ada apa Thea? Aku sudah cukup kenyang dengan kejutan."
Thea hanya tersenyum manis. "Seperti aku bilang, itu ranahnya bang Omar, bukan ranahku."
Hugo menghampiri Thea dan memeluk pinggangnya. "Bisakah kamu memberikan spoilernya? Macam di film-film yang sudah ada spoiler di Wikipedia."
Thea tertawa kecil. "Sorry Mr Melker... Anda harus bersabar besok Senin ya" jawab gadis itu sambil memeluk Hugo.
"Tega kamu Thea, membuat aku penasaran..."
Thea mencium lembut bibir Hugo. "Yang jelas, Mr Melker... Aku yakin sidang tuntutan anda akan berjalan seru. Anda hendak menuntut orang yang membunuh istri anda bukan?"
"So, miss Ramadhan. Jika semuanya sudah selesai, apakah kamu akan menerima lamaran aku?"
"Kamu harus menemui Daddy dan mommyku dulu, meminta ijin dulu pada mereka."
Hugo mencium bibir Thea. "Absolutely. Aku akan pergi ke Stockholm untuk menemui Mr dan Mrs Ramadhan.".
***
"Shane..." panggil Apsarini saat pria itu sedang membuka kaleng coke.
"Yes Sari?" Shane menoleh sambil meminum coke nya.
"Bagaimana jika para rekan kerja aku mendengar bahwa kita berpacaran?" tanya Apsarini. "Apakah ada aturan macam kantornya mas Bayu, tidak boleh pacaran satu perusahaan?"
"Kamu tenang saja. Tidak ada peraturan macam itu di perusahaan bir aku. Bebas kok mau pacaran atau menikah sekalipun. Perusahaan aku tidak sekaku milik Bayu" jawab Shane sambil tersenyum.
"Tapi pasti ada rumor bahwa aku pegawai baru yang sudah menarik perhatian boss..." gumam Apsarini karena dirinya agak sensitif dengan namanya rumor dan gosip.
"Kamu takut jika mereka mengira aku menerima kamu karena aku suka padamu? Well, itu tidak salah sih karena aku sudah tertarik padamu setahun lalu. Hanya saja, aku juga menerima kamu karena kemampuan bekerja kamu jadi tidak sepenuhnya nepotisme karena aku suka kamu." Shane meletakkan kaleng coke nya lalu memeluk tubuh Apsarini. "Aku tahu kamu masih ada rasa insecure tapi percayalah... Aku benar-benar jatuh cinta padamu, Sari. Dan apa kata rumor di kantor, abaikan. Bukankah ada pepatah yang namanya gosip semakin digosok semakin sip?"
Apsarini tertawa. "Oh, Shane. Mengapa kamu semakin lucu?" Gadis itu mengelus pipi pria berdarah Irlandia itu. "Terimakasih."
"Untuk apa?" balas Shane sambil menatap Apsarini lembut.
"Mengembalikan rasa percaya diri ku yang sempat hilang... "
Shane mencium bibir Apsarini. "Sayang, kamu tidak salah, perasaan kamu tidak salah, hanya saja situasinya yang salah. Mulai sekarang, bukalah lembaran baru bersamaku karena kali ini, semuanya pasti benar."
Apsarini mengalungkan kedua tangannya di leher Shane. "Dan aku yakin sudah menemukan pria yang tepat karena pria itu selalu memberikan vibe yang positif padaku... "
"Jika seorang pria sudah jatuh cinta dengan wanita yang tepat... Dia akan terus mensupport dan akan mendapatkan feedback yang sama positif nya. Aku percaya akan hal itu" jawab Shane. "Kita akan selalu saling belajar dan memberikan dukungan satu sama lain, Sari."
Apsarini mengangguk dan mencium ujung hidung Shane. "Is breá liom tú ( I love you )" jawab Apsarini dengan bahasa Irlandia membuat Shane terkejut.
"Is féidir leat Gaeilge a labhairt ( kamu bisa bahasa Irlandia)?" tanya Shane takjub.
"Hei, aku anak Inggris, anak Manchester dan teman asrama aku dulu cewek Irlandia jadi aku banyak belajar darinya. Bagaimana dengan aksenku?! Sudah benar?" goda Apsarini.
"Grá do blas ( suka dengan aksenmu )" senyum Shane. "Tá mé i ngrá leat freisin ( aku juga mencintaimu, sayang )."
***
Keesokan harinya
Kedua pasangan itu pun keluar dari cottage masing-masing dan memasukkan barang bawaannya ke dalam mobil.
"Kita sarapan dulu yuk di diner dekat I-95. Bagaimana?" tawar Shane. "Kalian sudah sarapan?"
"Aku dan Thea tadi menghabiskan roti yang kita toast tapi pasti dua jam lagi sudah lapar. Kalian?" Hugo menatap ke arah Shane dan Apsarini.
"Sama. Kami hanya sarapan roti dan kopi" jawab Apsarini.
"Kalau gitu kita ke dinner saja sambil memesan pancakes, waffle ataupun pie. Bagaimana?" ajak Thea.
"Good idea."
Hugo dan Shane lalu menghampiri bagian resepsionis untuk melaporkan mereka check out pagi ini. Setelahnya mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing bersama pasangannya dan meninggalkan area cottage untuk menuju kota New York dan Boston.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️