If You Met Me First...

If You Met Me First...
Dua Pria Berusaha Meyakinkan



Manchester Inggris


Tristan Neville menatap Shane O'Grady dengan tatapan serius sedangkan pria Irlandia itu tampak sedikit gelisah di tempat duduknya.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Sari?" tanya Tristan.


"Alhamdulillah, serius Oom Tristan" jawab Shane tegas membuat Tristan menaikkan sebelah alisnya.


"Alhamdulillah? Apa kamu..."


"Iya Oom. Saya sudah resmi mualaf dan saksinya Bayu serta Radeva" jawab Shane tenang.


"Apa kamu serius?" Mata biru Tristan menatap Shane tidak percaya.


"Sangat serius Oom. Ini buktinya..." Shane memberikan ponselnya dan Tristan melihat bagaimana Shane mengucapkan dua kalimat syahadat di depan imam masjid di Boston. Disana juga ada Bayu, Radeva dan Abiyasa.


"Shane... "


"Oom Tristan, saya sangat serius dengan Sari bahkan saya sudah tertarik sejak Bayu menikah. Kami bertemu tidak sengaja disana dan sejak saat itu saya berusaha mendekati Sari tapi Sari kan bekerja di Finlandia. Dan saat Sari berhenti bekerja, saya menawarkan untuk bekerja di Boston. Tapi itu cuma modus saya agar lebih dekat dengan Sari..." ucap Shane.


"Apa kamu sudah yakin dengan Sari?" tanya Tristan. "Shane, Sari ada rasa insecure tanpa dia sadari... Apalagi dia merasa bukan anak... Kami, aku dan ibunya belum sempat menikah resmi..."


"Oom, saya sudah tahu semua tentang Sari dan kami sudah berbicara banyak. Saya sudah meyakinkan Sari bahwa dia sangat berharga, dia anggota keluarga Pratomo... Jangan pernah merasakan bahwa dirinya seorang outsider..." jawab Shane tegas namun mata birunya menunjukkan kelembutan setiap mengucapkan nama Sari.


"Shane... Sari pernah membuat..."


"Oom, itu sudah lewat. Jangan melihat masa lalu. Jika kita selalu menengok ke belakang, kapan kita akan melihat ke depan? Masa lalu sudah terjadi... Masa depan belum terjadi dan kita yang akan mengisinya..."


Tristan tersenyum. "Kamu benar Shane. Dan mungkin ini jawaban doa Oom yang berharap Sari mendapatkan calon suami yang bisa melindungi dan memberikan banyak cinta padanya... Apalagi dia anak perempuan Oom satu-satunya..."


"Oom boleh pegang kata-kata saya ... Jika saya menyakiti Sari, silahkan Oom hajar saya dan bawa pergi Sari."


Tristan menatap pria yang tampak sungguh-sungguh dan tidak ada sesuatu yang dibuat-buat. Apalagi nama keluarga O'Grady dikenal sangat menepati janji dan sangat khas Irlandia kuno yang hanya hitam dan putih.


"Shane, apakah Sari tahu kamu kemari?" tanya Tristan.


"Nggak Oom. Aku hanya bilang ada pertemuan bisnis di Dublin. Tapi aku ke Manchester dulu ... Aku tidak bohong karena memang ada pertemuan keluarga di Dublin Minggu depan."


"Apa Abiyasa dan Bayu datang ke Dublin?" tanya Tristan.


"Nggak Oom. Kan keluarga Bayu, tidak ikutan dalam bisnis beer setelah Opa Rhett menjual semua sahamnya ke keluarga besar. Opa Rhett memilih pensiun sejak Oom Abiyasa memilih bekerja di PRC Group dan tidak ikutan di pabrik baja serta pabrik Beer. Tapi Grandpa di Dublin tetap menyisakan saham milik Bayu di perusahaan O'Grady. Saham yang tidak boleh diutak Atik oleh siapapun di keluarga O'Grady. Jadi setiap tahun, Bayu mendapatkan keuntungan dari dua pabrik kami..." papar Shane.


"Mas Abi dan Bayu sudah kebanyakan perusahaan jadi wajar jika harus dilepas salah satu..." senyum Tristan.


"Mereka bukan tipe keluarga serakah Oom dan saya banyak belajar dari Oom Abi dan Bayu..."


"Apakah Sari sudah bilang mau menikah denganmu?" tanya Tristan untuk kembali ke topik.


"Alhamdulillah sudah Oom."


"Lalu Sari minta menikahnya dimana?" tanya Tristan lagi. "Manchester atau Dublin?"


Shane menggelengkan kepalanya. "Tidak di dua kota itu."


"Lalu ? Dimana?"


"Maine. Sari ingin menikah di pinggir pantai tempat kami berdua liburan... Disana juga saya berencana akan melamar Sari usai perjalanan bisnis ke Dublin. Sari ingin pesta pernikahan yang sederhana, hanya keluarga New York, Boston dan Manchester saja yang datang... Dia tidak mau merepotkan banyak orang..."


Tristan melongo. "Maine? Macam di Inggris tidak ada pantai yang cantik dan menarik..."


Tristan akhirnya paham. Putrinya ingin momen spesial nya di tempat semuanya bermula bersama Shane.


"Jadi sebelum kamu melamar Sari di Maine..."


"Saya bilang dulu pada Oom Tristan sekalian minta restu..." potong Shane dengan wajah serius.


Tristan mengangguk. "Oom restui kamu apalagi kamu sudah datang jauh-jauh ke Manchester dari Boston apalagi setiap Oom telepon Sari, dia selalu ada cerita tentang kamu. Sangat berbeda dengan yang dulu... Sari sekarang jauh lebih open pada Oom dan tidak se introvert dulu... Good influence pasti memberikan hasil yang baik kan?"


Shane tersenyum lebar. "Terima kasih Oom. Restu Oom sangat berarti buat saya dan langkah saya tinggal on bended knee ke Sari meskipun kami sudah membahas pernikahan tapi saya belum resmi melamar nya sebelum saya bertemu dengan Oom Tristan dan bicara seperti ini."


"Lamar Sari yang romantis Shane. Jangan macam sepupu Sari yang lain.."


Shane terbahak. "Bayu lamaran juga kacau..."


"Nah tuh tahu..."


***


Koenigsegg Factory Stockholm Swedia, Ruang kerja Adrian Ramadhan


Adrian menatap pria yang duduk di hadapannya dengan penampilan semi resmi padahal saudara kembar Anandhita itu hanya mengenakan kemeja dan celana jeans serta sneaker karena hari ini hari Jumat jadi santai.


Hugo yang memakai jas, kemeja tanpa dasi dan celana senada dengan suitnya.


"Kamu itu kan klien Thea bukan?" tanya Adrian.


"Benar Mr Ramadhan. Dulu saya klien Thea karena Nelson sibuk jadi saat saya terkena kasus, dia mengirimkan Thea."


"Apa yang membuat kamu jadi tertarik pada putri saya? Ingat Hugo, kamu waktu itu belum ada dua bulan istrimu meninggal tapi sudah tertarik pada Thea."


Hugo sudah bisa menebak pasti tidaklah mudah meyakinkan ayah Thea.


"Mr Ramadhan...Putri anda adalah wanita yang independen dan cerdas. Saya sebelumnya saya mencintai almarhum istri saya tapi saat saya mengetahui dia berselingkuh dengan pria yang sempat saya hadapi saat saya terjun di dunia tentara, rasa cinta saya langsung menguap entah kemana. Saya saat itu lebih berharap almarhum memergoki pencuri dan mendapatkan pelecehan hingga dibunuh... Tapi semakin kemari hasil penyelidikan NYPD dan FBI lebih menunjukkan bahwa semuanya bermula dari perselingkuhan istri saya..." jawab Hugo.


"Saya mulai tertarik pada Thea setelah sebulan kami bersama mengurus kasus saya. Sejujurnya saya tidak menyangka akan jatuh cinta lagi secepat ini tapi Thea gadis yang awesome..." sambung Hugo lagi.


"Kamu bukan calon menantu yang saya harapkan Hugo, karena latar belakang kamu yang sempat tersandung hukum meskipun setelahnya kamu dibebaskan dari semuanya."


"Saya sudah menduga bahwa jalan saya untuk melamar Thea tidak mudah. Tapi anda bisa percaya pada saya Sir, bahwa saya serius dengan Thea. Saya memang statusnya Duda tapi anda bisa mencari track record saya bahwa saya bukan tipe yang aneh-aneh. Jika saya sudah jatuh cinta dengan seseorang, saya akan mencintai nya seumur hidup saya. Itu rasa yang saya berikan ke almarhum istri saya ... Hingga semuanya terungkap..."


Adrian menatap Hugo datar. "Kamu tahu kan ipar saya Jang Geun-moon."


"Saya tahu Sir."


"Saya bisa meminta semua tentang kamu termasuk aib kamu."


"Silahkan Mr Ramadhan. Saya tidak ada yang disembunyikan..." jawab Hugo tenang.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️