
#8
Pagi hari Anya sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Setelah merapikan pakaian dan memasukkan bekal untuk sarapan Anya keluar dari rumahnya.
Didepan rumah Anya sudah terdapat mobil hitam pajero sudah bertengger di seberang rumah mess Anya.
Ketika melihat pintu rumah terbuka Beni langsung turun dari mobilnya untuk menyambut Anya.
“Selamat Pagi” sapa Beni dengan senyum pepsodennya.
Anya tak mendengar itu dan setelah selesai mengunci pintu sambil menggigit potongan roti langsung kaget dan membuat roti yang dia gigit jatuh. Sedangkan Beni tersenyum dengan setelan jasnya melihat Anya kaget.
“Hmm pa... pagi” ucap Anya terbata karena malu dan kaget.
“Kok udah disini ada apa” imbuh Anya penasaran sambil mendekat ke arah Beni.
“Maaf ngagetin kamu ya jadi rotinya jatuh” sahut Beni.
“Eh engga apa apa” ucap malu Anya.
“Kenapa udah disini pagi pagi” tanya Anya
“Jemput kamu, yuk berangkat bareng” ajak Beni
“Eh aku udah mau pesen ojol” jawab Anya
“Belum pesenkan? Udah bareng aku aja gratis” ajak Beni sambil mengarahkan Anya untuk masuk ke mobilnya.
Anya mau tak mau harus berada satu mobil lagi dengan Beni. Selain itu rasa tidak enak karena Beni sudah berada didepan rumahnya, entah dari jam berapa cowok itu menunggu didepan rumah Anya.
“Kita sarapan dulu ya, tadi aku udah hancurin sarapan kamu” ucap Beni membuat Anya malu karena Beni melihat Anya sedang menggigit roti dan jatuh akibat mulut Anya menganga karena kaget kehadirannya.
“Eh nggak usah ini udah mepet jam kantor aku bawa bekal kok”
“Santai kamu berangkat sama aku gak ada yang bisa marahin kamu kalau telat”
“Aku belum sarapan” tambah Beni sambil memegang perutnya dan menunjukkan muka melas ke Anya.
Anya terus berfikir kalau dia telat masuk kantor dan ditambah berangkat bareng boss nya maka akan banyak perhatian orang orang kantor yang kepo.
“Maaf aku masih baru di kantor, aku gak mau telat” ucap Anya lirih.
“Hmm kamu makan bekal aku aja gimana” ujar Anya.
“Terus kamu makan apa?” tanya Beni.
“Aku buat double kok biasanya dikantor suka ada yang minta, nah sekarang bisa buat sarapan kita”
Mendengar itu Beni kembali ke moodnya yang cerah. Anya lalu membuka tasnya untuk mengambil kotak makan persegi yang isinya roti tawar yang di isi dengan sayur dan telur yang dibuat ala sandwitch rumahan ala Anya.
“Aku gak sempat masak jadi hari ini, cuma ini yang sempat aku buat. Gimana mau?” tawar Anya sambil menunjukkan isi kotak makannya ke Beni yang sedang menyetir.
“Aku gak masalah yang penting makan sama kamu” ucap Beni membuat Anya blushing.
“Boleh aku makan sekarang?” ucap Beni.
"Owh iya ini” menyerahkan kotaknya.
“Aku lagi nyetir Anya, bisa tolong suapi aku” kata Beni dengan wajah sok fokus menyetir padahal dia bisa menggunakan tangan satunya untuk mengambil roti itu.
Anya terkejut dengan permintaan Beni, namun dia juga sadar kalau Beni sudah memberinya tumpangan sampai berangkat ke kantornya.
“Anya, aku laper” panggil Beni menyadarkan lamunannya.
Beni tersenyum senang mendapatkan apa yang dia mau. Dia terus mengunyah dengan senyum.
“Kamu makan juga dong” ucap Beni ketika menyadari makanan yang disuapkan kepadanya merupakan suapan terakhir.
“Hmm, aku udah gak.. aku tadi udah minum susu juga jadi masih kenyang”
Sedangkan Anya gugup karena ini pertama kalinya dia menyuapi seorang cowok. Pipi Anya terasa panas entah sudah semerah apa.
Setelah sarapan romantis mereka selesai. Bukan mereka hanya Beni yang sarapan, yah Anya tak sanggup untuk makan bahkan, hingga jatah Anya juga dihabiskan oleh Beni. Dan itu dengan meminta Anya untuk menyuapinya. Sebentar lagi sampai dikantornya Anya merapikan kotak bekalnya dan memasukkan botol tumbr yang tadi digunakan karena Beni juga meminta sedikit minum.
“Kamu taruh sini aja ga apa apa kotak bekalnya, kosong kan?, nanti pulang bisa diambil” ucap Beni.
“Eh ngga usah ini udah masuk tas juga”
“Nanti pulang bareng aku lagi aja Nya”
“Terimakasih atas ajakannya tapi kayanya gak perlu ini aja udah dianterin, aku gak enak terus terusam nebeng” ucap Anya dan hanya dibales dengan helaan nafas sama Beni.
“Boleh aku minta turun didepan?” ucap Anya.
“Kenapa? Akukan mau antar kamu toh kita satu tujuan” ucap Beni heran.
“Hmm ga apa apa masa aku bareng boss nanti apa kata orang kantor” ucap Anya sambil menunduk.
“Udah santai kita udah saling kenal dari SMA gitu aja kalau ditanya”
“Tapii....”
“Kamu turun didepan tapi nanti pulang sama aku lagi atau turun dikantor dan aku gak maksa pulang bareng?” tawar Beni sedikit sinis.
“Hmm yaudah sampe kantor”
Akhirnya mereka berdua sampai dikantor. Untung Beni parkir di basement yang tidak terlalu banyak orang saat itu membuat Anya buru buru mengucapkan terimakasih dan langsung masuk ke lift tanpa menunggu Beni.
Seharian Anya berkutat dengan kerjaanya, terlebih ada beberapa data yang tidak sesuai membuat Anya enggan meninggalkan pekerjaannya sebelum menemukan titik terang.
Siang ini Anya memang melewatkan makang siangnya. Jam istirahat ia gunakan masih dengan tugasnya.
“Nih buat lo, dari tadi gak istirahat” ucap Rendi sambil menyodorkan paket burger big macnya.
“Eh terimakasih tau aja gue laper” jawab Anya sumringah mendapatkan makanan gratis.
“Lo sih dari tadi tenggelam bersama tuh berkas, padahal gue sama mbak putri ngajak makan diem aja” sewot Rendi.
“Ya maap namanya juga lagi fokus, btw thanks ya” jawab Anya dengan senyum.
“Yaudah sono sambil dimakan, ntar lo pingsan kehabisan batre” imbuh Rendi sambil menuju ke mejanya.
“Lo kira gue robot” ucap Anya pura pura kesal.
Sore hari yang cerah, setelah seharian kerja Anya menyempatkan diri untuk mampir di mall. Hanya sekedar refresh dan cuci mata. Beruntung Beni menepati janjinya, dia tak lagi mengajaknya pulang bareng.
Melalui aplikasi ojolnya, ia sudah berada di mall terlebih ini dia pertama kali ke mall di kota ini. Hanya penasaran dan ingin jajan itulah tujuan Anya sebelum pulang kerumahnya, dia mampir ke salah satu mall yang ada di dekat kantornya.
Sudah lama memang Anya tak menikmati kegiatan sendiriannya atau me time an nya ini. Apalagi dikota ini, diperantauan sejak datang kesini ia belum memanjakan dirinya.
2 jam Anya habiskan di mall tersebut karena tertarik dengan salah satu film yang sedang tayang. Beginilah Anya orang yang spontanitas dia suka kebebasan, namun dalam hal positif. Sebelum pulang Anya lagi lagi menyempatkan membeli minuman untuk menemaninya menunggu ojol.
Pukul 20.30 Anya sampai didepan rumahnya. Namun dirumahnya sudah ada sepeda motor yang terparkir dihalamannya dan ada sosok pria duduk diteras.