
16 Rasa yang pernah ......
Pagi ini Anya kembali menggunakan ojek online untuk berangkat ke kantor dan tak lupa membawa helm sendiri. Sehabis jam kerja Anya sudah janjian mengambil sepeda motornya bersama Raka. Anya dan Raka sudah saling chatting tadi malam sebelum Anya tidur membicarakan motornya.
Saat Anya sampai di kantor ia langsung masuk pantry untuk menyeduh kopi sashetnya dan sedikit berbincang dengan ob kantor. Saat masuk ke ruangannya ditempat duduknya sudah ada sosok pria yang menunggunya.
“Eh, selamat pagi pak.” ucap Anya dengan sopan ke atasannya itu karena ini sudah di kantor dan juga sudah ada beberapa rekan kerjanya. Termasuk Mbak Putri yang sedari tadi menemani bosnya disana sebelum Anya masuk.
“Kamu berangkat jam berapa.” tanya Beni langsung
“Maaf pak saya belum telat ini masih ada 10 menit sebelum jam masuk kantor.” ucap Anya melihat jam memastikan kalau dia belum telat.
“Iya aku tahu, tadi aku jemput kamu gak ada.”
“Ha?” reflek Anya menoleh ke sumber suara saat Rendi yang baru datang
Anya sudah gak tau lagi mau menjawab apa. Tiba tiba tanganya sudah ditarik oleh Beni keluar dari ruangan itu.
“Kamu berangkat naik apa ha? Bukanya motormu masih dibengkel, kenapa gak nunggu aku aja sih.” ucap Beni posesif
“Naik ojol.” ucap Anya sambil menunduk dia malu jika ada orang yang lewat dilorong itu terlebih dia sedang bersama atasannya bisa jadi gosip setelah ini.
“Kenapa gak tunggu aku.”
“Kan gak tau kalau mau jemput.”
“Punya hp kan? makanya diliat aku udah chat kamu tadi pagi suruh tunggu.”
“Maaf gak tau.”
Beni kesal bukan main dia sudah bersemangat untuk berangkat bersama pujaan hatinya, namun saat sampai rumah mess Anya malah zonk. Terlebih saat masuk kantor Beni langsung keruangan cewek itu, dan disana juga tidak ada. Hingga ia berbincang dengan teman dekat Anya yang mengabarkan kalau Anya terkadang mampir ke pantry dan benar saat melihat sosok itu masuk ruangan Beni melihat Anya masuk dengan cangkir yang masih berkebul.
Mereka berdua terdiam sebentar. Anya merasa tak nyaman ketika sifat Beni tiba tiba posesif gini. Disisi lain Anya takut kalau dia terbawa perasaan dan rasa yang dulu tumbuh kembali.
Hingga Anya dan Beni berpisah dalam diam. Beni yang masih kesal tiba tiba meninggalkan Anya dilorong itu. Anya kemudian kembali keruangannya.
“Cie pagi pagi udah ribut sama bos.” ucap Mbak Putri
“Hufttt.” Anya membalas dengan hembusan nafas
“Lo deket sama bos nya, sampe bos jemput lo.” tanya Mas Huda salah satu rekan devisiku yang tadi melihat drama pagi ini.
“Mereka temen SMA mas dulu.” ucap Rendi ember rombeng emang.
“Wuihh temen apa demen tuh.” ucap Mas Huda yang ikut mengecengin Anya
“Doain aja mas jadi demen biar kita aman hahaha.” sahut Rendi yang seakan menjadi jubirku kali ini.
Tawa bergema di ruangan ini hanya aku yang diam menahan kesal.
Jam istirahat kini aku dan 2 sobatku mengabiskan makanan diluar.
Raka calling
Muncul di layar ponsel Anya dan terbaca oleh kedua sobatnya. Mereka saling pandang mengisyaratkan pertanyaan siapa tuh.
[Hallo] ucap Anya
{Hai, gue ganggu gak?} sahut Raka
[Engga ini lagi makan siang. Ada apa?]
{Ini motor lo udah beres, nanti mau gue anterin aja ke rumah lo atau mau kaya rencana awal lo kesini}
[Gue ambil aja, ntar tambah ngerpotin. Kirimi alamat bengkelnya dong. Gue belum hafal jalan soalnya.]
[Eh nggak perlu, aku pake ojol kok gampang]
{Beneran nih? Kalau sama gue gratis kok}
[Bener ntar gue kesana aja, tenang]
{Okdeh, ntar kita ketemu di bengkel soalnya kemaren pake nama gue}
[Owh ok maapin ya jadi ngrepotin]
{Engga kok, yaudah sono lanjut makan see you soon}
[Iya, sampai ketemu nanti juga] ucap Anya sambil menutup telfon.
Kedua sobatnya langsung mengintrogasii Anya saat itu. Akhirnya dia menceritakan kejadian kemarin minus dengan kejadian Beni yang ada dirumahnya. Bisa jadi panjang kalau sampe mereka tau.
Sore ini berakhir aku diantar paksa oleh Rendi. Ia penasaran dengan sosok Raka yang menelfon Anya saat dihadapannya.
Saat mereka sampai di bengkel yang dimaksud ternyata Raka adalah teman motoran Rendi. Hanya saja Rendi memanggil Raka dengan sebutan Angger. Ternyata, dia pemilik bengkel ini, pantas saja saat Raka menelfon orang bengkel langsung tak lama kemudian mobil penjemput datang. Dia adalah Raka Anggara namun orang motor sering menyebutnya Angger, dan nama bengkel ini juga Angger.
“Wih lama gue gak main sini.” ucap Rendi membuka obrolan
“Iya lo sibuk terus, anak anak ngumpul lo absen terus.” sahut Raka sambil memberikan minuman ke Anya dan Rendi
Mereka bertiga sempat ngobrol asik di bengkel milik Raka alias Angger ini. Anya yang sejatinya senang menaiki motor walau bukan motor gede atau motor” yang memiliki club merasa nyambung ketika bercerita pengalaman sosok 2 pria dihadapannya tentang touring yang dulu pernah mereka lakukan ke jogja setahun yang lalu.
“Iya kita agendakan ke jogja lagi, Anya ikut terus kita mampir kerumah lo ya.” kata Raka
“Siap, itung itung gue mudik gratis hahaha.”
“Lo yang bonceng gue nya.” sahut Rendi dengan kekehannya membuat Anya cemberut.
“Eggaklah, bercanda doang itu.” balas Raka
“Lo sama gue aja kalau Rendi kaya gitu.”
“Iya gue sama Raka aja, kalau sama Rendi jantung gue kaya mau copot.” keluh Anya setiap membonceng Rendi dia seperti sedang balapan motor gp F1.
“Hahaha, lo nya aja yang penakut. Baru juga segitu.” sahut Rendi
“Eh besuk nyunset yuk, nih ada tempat bagus.” ajak Raka sambil mengarahkan ponselnya kearah Anya dan Rendi
”Wihhkeren, yuk yuk.” ucap Rendi
“Jauh nggak? Besuk masih kerja kita.” sahut Anya
“Gak begitu jauh sih, paling sejam an doang.” jelas Raka
“30 menit nyampe kalau sama gue.” ucap Rendi
“Ogah!” balas ketus Anya
“Yaudah besuk lo bonceng gue aja, nah lo terserah mau sendiri atau mau ngajak siapa.” kata Raka
“Gue bawa gebetan gue dong, masa situ berduaan gue sendirian. Ogah jadi obat nyamuk gue.” ucap Rendi sedikit menyindir Raka yang memang ketara jelas menyukai Anya.
“Apa’an sih.” ucap Raka salah tingkah
Sedangkan Anya dia memang tak peka.
Obrolan mereka berakhir dengan kesepakatan main bersama minggu depan after office. Anya dan Rendi yang memang anak kantoran baru bisa pergi setelah jam empat sore. Sedangkan Raka dia lebih punya waktu karena dia mengelola usaha sendiri dan salah satunya bengkel ini. Namun ia ada agenda untuk beberapa hari kedepan di luar kota. Hingga kesepakatan berakhir di minggu depan.