I'M Sorry My Hubby

I'M Sorry My Hubby
Pesan Terakhir



Sengaja tidak mengaktifkan ponselnya karena merasa muak dengan panggilan ayahnya. Mencoba memeriksa aplikasi yang di katakan Shinta namun tidak ada apapun disana.


Kembali membuka aplikasi yang di ciptakan oleh orang dari kebangsaan Ukraina. Aplikasi yang tengah mendunia dan paling populer di negara ini.


Membuka lambang hijau itu dengan segera. Banyak pesan yang masuk namun tidak ada yang dibuka, fokusnya mencari pesan sahabatnya.


Setengah jam yang lalu, pesan itu masuk. Membuka isi pesan itu dengan seksama mencoba mengartikan maksud apa yang tersirat dalam tulisannya.


Isi pesan Dini


Aku bagaikan burung yang kehilangan sayapnya, dikurung dalam sangkar besi yang tercipta dari timah kebencian. Makanan yang ku dapatkan adalah racun, yang perlahan merenggut semangat hidupku.


Kehormatan ku bagaikan taman tanpa kehadiran bunga. Apalah arti taman tanpa bunga, begitu pula aku apalah artinya wanita tanpa kesucian.


Jalan hidupku bagaikan kertas putih yang disiram cat hitam. Namun kalian mewarnai kertas itu dengan berbagai warna Indah itulah hidupku saat bersama kalian menikmati warna-warni kehidupan.


Seorang penyihir datang kembali menyiramkan kertas yang berwarna itu hingga tanpa ada celah sedikit pun meski hanya setitik cahaya. Menjadikan kehidupanku penuh kegelapan walau di bawah terik mentari.


Jika ada awal yang suci aku ingin kembali pada kesucian. Namun jika itu mustahil maka aku akan akhiri derita yang di penuhi kegelapan Jika tidak ada harap dan angan maka aku memilih kembali.


Jika kata maaf tidak dapat menembus salahku, maka biarkan aku membawa maaf ini bersama napas ku yang tersisa.


Arini, Shinta pertemuan kita sangat indah meski berakhir dengan kepedihan. Ijinkan aku yang kotor ini tetap bersama kalian meski di dunia yang berbeda.


Salam Rindu Dini.


Membaca pesan dari Dini membuat Arini meneteskan air matanya. Dia tidak mengerti sepenuhnya arti yang tersirat namun dia tahu saat ini sahabatnya tengah mengalami keputusasaan.


"Ini pasti ulah dari iblis sialan itu!" geramnya dengan mengepalkan kedua tangan memasukan ponselnya kedalam tas dan menyambar kunci mobil yang tergeletak.


Berjalan dengan tergesa. Sesekali memegangi kepalanya yang mulai terasa berat akibat minum berlebih. Karena panik hingga beberapa kali menjatuhkan kunci mobilnya saat mencoba membuka nya.


Mengerang frustasi kepanikan sudah menguasai dirinya. Rasa takut mulai menghantui. Kalimat Dini jelas mengatakan bahwa dia merasakan kepahitan dan keputusasaan. Menolak pikiran bahwa itu mungkin pesan terakhir sahabatnya.


Segera menyalakan mesin mobil setelah berhasil membuka pintu mobilnya. Melajukan mobil dengan kecepatan tinggi beberapa kali memukul stir mobil melampiaskan penyesalannya.


Dia kembali berbalik arah. Arini adalah orang yang sudah bisa menebak watak wanita yang tengah menghancurkan keharmonisan keluarganya. Jika datang sendiri ke kediaman seorang penyihir jahat tanpa sebuah persiapan maka sama saja aku mengantarkan nyawa dengan sia-sia.


Memarkirkan mobilnya di sebuah kantor keadilan negara ini. Datang dengan kepala terhuyung. Tidak mabuk namun banyak meminum Alkohol cukup membuatnya tidak bisa mengimbangi berat tubuhnya.


Datang ke kantor dan melaporkan apa yang terjadi. Tidak mendapat respon membuat dia marah dan menggebrak meja.


" Gue datang, untuk ..., ucapanya terpotong menyadari bahasanya yang tidak sopan. "maaf, maksudnya aku datang ingin meminta bantuan, Kenapa tidak menanggapi ku?"


"Anda sedang mabuk, Nona," jawabnya dengan menuntun Arini duduk.


"Aku tidak mabuk, aku masih waras! Ku mohon, Pak, tolong sahabatku!" pintanya dengan mengatupkan tangannya.


TBC