I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Saling Cinta



Begitu lah cinta,walaupun berliku perjalanan nya,tapi dia tetap bisa menemukan tempat nya untuk berlabuh.


Erwin sangat lah bahagia karena dia sudah bersama dengan cinta nya.


Karena besok keluarga Alea akan pulang ke pesantren,jadi papa nya Erwin meminta mereka untuk menginap di rumah mereka.


Pagi itu Erwin siap- siap mau berangkat ke kantor,sedang kan Alea sibuk memasak di dapur bersama pembantu di rumah itu.


Selesai masak Alea menyiapkan semua makanan di meja.


Tidak lama setelah itu Erwin dan kedua orang tua nya datang dan di susul oleh abi dan ummi nya.


"Nak Alea ,semua ini kamu yang masak?"tanya mama nya Erwin.


"Ya tante ,tadi Alea masak sama bibik..!"


"Waw kamu hebat ya Alea bisa masak,jarang lho...!hari gini anak gadis bisa masak."


"Ya ma,enak lho masakan dia..!"timpal Erwin.


"Jadi ini yang membuat kamu jatuh cinta sama dia?."ujar papa nya.


Erwin dan Alea pun tersenyum malu mendengarkan ucapan pak Suryo.


"Yuk mari silakan di makan om,tante,"kata Alea setelah dia selesai menyiapakan makanan nya.


"Ayo paman,bibik,silahkan!"ajak Erwin kepada orang tua Alea,"aku sudah kangen dengan masakan kamu Alea."


"Terima kasih mas,ayo silahkan mas!"


"Sur hari ini kami mohon pamit untuk kembali kepesantren karena kami tidak bisa lama lama di sini..!"


"Lho kok sebentar amat Syaif kamu di ini,besok saja ya."


"Tidak bisa Sur banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan di pesantren."


"Tapi paman ,Alea jangan dulu pulang karena aku masih ingin mengajak dia jalan - jalan dulu,nanti aku akan mengantar nya kepesantren."


"Ya nak Alea tinggal dulu di sini,"pinta mama nya juga.


"Itu terserah Alea nak Erwin."kata abi nya.


"Alea mau saja tapi Alea harus mengajar mas..!"


"Please Alea tinggal lah dulu di sini,nanti mas yang akan mengantar mu,mas juga sudah rindu dengan pesantren,kalau mas mengantar kamu sekarang mas masih banyak pekerjaan yang musti di selesai kan...!"


"Baik lah mas."


"Terima kasih Alea."


Setelah sarapan kedua orang tua Alea pun pamit untuk pulang,demikian pula dengan Erwin dan papa nya juga pamit untuk pergi ke kantor.


Tinggal Alea dan mama Erwin dirumah.


"Tante Alea pamit dulu ya,mau mandi."


"Ya nak..mandi lah!"


"Oh ya Alea nanti siang pas jam makan siang,kamu saja yang mengantar makanan kepada Erwin ke kantor."


"Tapi tante ,Alea kan tidak paham di kota ini nanti Alea tersesat..!"


"Kamu tenang saja nanti sopir yang akan mengantar kamu nak..!"


"Baiklah tante nanti saya akan masak buat mas Erwin."


"Ya nak,terima kasih ya nak."


Selesai mandi Alea pun tidur tiduran di kamar.


Sedangkan Erwin sedanh sibuk meeting di kantor,selesai meeting Erwin kedatangan sahabat -sahabat nya kerena mereka bekerja di perusahaan nya ayah Erwin,ketika mereka selesai dengan pekerjaan mereka,mereka pun akan berkumpul di ruangan Erwin.


Karena jam makan siang akan tiba,Alea pun segera memasak,dan setelah selesai ,dia pun menyiapkan makanan yang akan dia bawa ke kantor nya Erwin.


"Tante Alea sudah selesai ni,Alea pamit dulu ya tante."


"Ya nak hati -hati,sopir nya sudah siap di depan."


"iya tante"


Mobil pun segera melaju ke kantor,sesampai nya di kantor Alea langsung melangkah menuju ruangan Erwin tapi dia binggung kerena dia tidak tahu dimana ruangan kekasih nya itu.


Lalu dia bertanya dengan seorang pegawai wanita.


"Maaf mbak permisi bisa ketemu dengan pak Erwin?"


Wanita itu pun menelpon sekretaris pak Erwin."


"Hallo pak Doni,ada yang ingin bertemu pak Erwin di bawah."


"Siapa?apakah dia sudah membuat janji dengan pak Erwin."


Lalu cewek itu bertanya dengan Alea.


"Maaf mbak,apa sebelum nya mbak sudah membuat janji dengan pak Erwin."


"Tidak mbak"


Wanita itu pun bicara lagi dengan sekretaris pak Erwin.


"Kata nya, tidak pak...!"


"Ya sudah,suruh dia masuk.!


"Mari mbak saya antar."


Alea pun mengikuti langkah wanita itu.


"Ini pak orang yang ingin bertemu pak Erwin."


Dalam hati Alea bergumam,"susah juga ya mau ketemu dia..?"hemmzz Alea pun menarik nafas panjang.


"Hey kamu siapa dan ada perlu apa dengan pak Erwin ..?"tanya nya agak sedikit judes.


"Saya mau mengantar makanan buat pak Erwin..!"


"Ohhh kamu kurir pengantar makanan ya ?tunggu di sini sebentar...!"


Belum sempat Alea bilang siapa dia,sekretaris Erwin sudah beranjak dari kursi nya menuju ke sebuah ruangan.


Tok..tok..dia pun mengetok ruang Erwin


"Win lho mesan makanan ya..?"tanya nya dengan santai maklum lah Doni adalah sahabat dekat Erwin, jadi Erwin tidak mau terlalu formal dengan sahabat nya itu.


"Tidak Don..!"


"Siapa..?."


"Gak tahu aku Win."


"Ya sudah suruh dia masuk."


Doni pun kembali lagi keluar dan menyuruh gadis itu untuk masuk.


"Mari mbak silahkan masuk."


"Terima kasih mas."


Setelah pintu di buka oleh sekretaris nya,Alea pun masuk sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum mas."


"Alea,waalaikumsalam!masuk sayang,kenapa kamu tidak beri tahu mas kalau mau kesini,mas kan bisa tunggu kamu di luar.?"


"Kejutan mas,kalau di kasih tahu tidak lagi menjadi kejutan dong,sulit amat yang mau ketemu bos besar?."


"Maafkan aku ya sayang kamu jadi lama menunggu,kerena mereka belum mengenal kamu."


"Ya tidak apa- apa mas."


Doni pun bengong dan penasaran siapa kah cewek itu sebenar nya,dia baru saja mintak penjelasan dari Erwin ,Erwin sudah tahu apa yang ada di otak sahabat nya itu lalu dia segera bicara.


"Don nanti akan ada penjelasan nya,suruh semua karyawan untuk berkumpul di aula setelah makan siang."ok..!


"Okey Win,bisa saja lo bikin gue penasaran."


Erwin pun hanya tersenyum melihat sahabat nya itu yang sedang ke binggungan.


"Mari sayang kita makan mas sudah laper bangat,ini kamu yang masak ?"


"Ya mas,tadi mama kamu nyuruh aku ke kantor kamu !untuk mengantar makanan,jadi aku masak buat mas!."


"Makasih ya sayang."


Mereka pun makan siang dengan nikmat nya.


"Sayang aku suka bangat dengan masakan kamu,rasa nya aku tidak sabar lagi ingin menikahi mu sekarang supaya kamu selalu memasak buat aku setiap hari.


"Oh jadi aku dinikahi cuma buat masak kamu doang mas..?"


"Bukan begitu maksud mas..."


"Ya deh becanda mas...hehehe."


Setelah makan dan membereskan bekas makanan,mereka pun duduk di sofa sambil bercerita dan ketika Alea ingin mengambil air minum, kaki Alea pun tersandung di meja,dan hampir tejatuh tapi dengan sigap Erwin menangkap tubuh Alea dengan kedua tangan nya yang kokoh itu.


Mereka pun saling pandang,dan jantung mereka pun berdebar tak karuan,Erwin pun perlahan -lahan menundukan kepala nya kerna berniat ingin mencium bibir mungil milik Alea,sadar akan hal itu Alea pun cepat-cepat bangkit dari pelukan Erwin.


"Maaf mas kita tidak boleh melakukan itu dulu ,kerena kita belum halal!aku akan menjaga kesucian ku untuk suami ku kelak!."


"Alea maafin mas,mas khilaf...!terima kasih kamu sudah mengingat kan mas.."kata Erwin sediki malu kerena di hampir saja berbuat salah!."


"Ya mas tidak apa -apa..."jawab Alea lembut.


Tok...tok...ada orang mengetok pintu.


"Ya masuk.."


"Win semua sudah berkumpul di aula.."


"Baik,kami akan segera kesana..!"


"Ayo sayang kita ke aula dulu.."


"Alea ikut juga mas?"


"Ya sayang"


"Ada apa mas kok saya ikut?"


"Ayo ikut saja,nanti juga kamu akan tahu."


Mereka berdua pun berjalan menuju aula,sesampai nya di sana Erwin pun mengandeng tangan Alea dan memasuki aula dengan elegant.


Para karyawan pun penasaran, kenapa?bos mereka itu mengumpulkan mereka di sana.


"Sayang kamu ngaji ya di depan mereka..!"


"Buat apa mas,,?Alea malu..!"


"Please Alea...!"pinta nya sambil memohon.


"Baiklah mas."


"Rekan -rekan semua harap tenang ya,sebelum kalian mendengar apa yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu kalian dengarkan lantunan ayat suci Al Qur'an yang akan di baca oleh gadis di depan kalian ini."


Alea pun membaca Al Quran ayat demi ayat dia lantunkan dengan sangat merdu tampa melihat Al Quran,kerena dia sudah hafal.


Membuat semua orang kagum dan takjub kepada Alea.


Ada yang melihat tampa berkedip,ada yang mengucap kalimat pujian,sampai Alea selasai mengaji semua orang masih merasakan kedamain,lalu mereka di kejutkan oleh suara bos mereka.


"Rekan -rekan ku semua,ada tidak di sini yang tidak jatuh cinta dengan suara nya..?


tanya Erwin kepada kariyawan nya.


"Tidakkkkk."jawab mereka serentak.


"Karena suara itu lah aku jatuh cinta dan merubah hidup ku 180 derajat dari orang jahat menjadi orang seperti saat ini,karena dia aku bisa seperti ini,dia telah merubah sebuah kebencian menjadi cinta,dengan kesabaran nya di membalik dunia ku!."


"Hari ini akan ku beritahu kan kepada kalian semua bahwa dia adalah calon istri ku,jadi kalau dia ada di kantor ini kalian harus menghormatinya,aku tidak ingin lagi kejadian hari ini terulang lagi,tadi dia datang kesini membawa saya makanan tapi, kerena kalian tidak tahu kalian mempersulitkan dia untuk ketemu dengan calon suami nya..!bahkan ada di antara kalian menganggap dia adalah kurir makanan,"kata Erwin sambil melirik sahabat nya Doni.


Sadar kalau dirinya di sindir Doni pun menundukan kepala nya dengan malu.


"Jadi mulai hari ini kalian harus menghormati dia sama seperti kalian hormat kepada ku,kalian paham?"


"Ya pak",jawab mereka serentak.


"Ya sudah sekarang kalian kembali bekerja lagi."


"Mas apa ini tidak berlebihan,biarkan mereka menghormatiku kerena mereka resfect kepada ku bukan karena mereka takut kepada mu."


"Biarlah sayang ,mas kesal melihat prilaku mereka kepada mu tadi..!"


"Ayo sekarang kita jalan -jalan dulu keluar."


Mereka pun keluar untuk jalan- jalan dan menghabiskan waktu berdua.