I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Lamaran



Sore itu,Doni bergegas pergi menuju ke tempat di mana kekasih nya Widya bekerja sebagai dokter.


Setelah sampai dan dia pun memarkirkan mobilnya di depan sebuah klinik.


Karena kesibukannya Widya pun tidak menyadari kedatangan kekasih nya itu.


Dan Doni pun membiarkan pacarnya itu menyelesaikan dulu pekerjaan nya dan dia pun menunggu dengan sabar.


Tampa sengaja Widya melihat Doni sedang duduk di ruang tunggu pasien.Dan widya pun melambaikan tanggan nya untuk menyapa kekasih nya.


Dan doni pun memberi isarat agar kekasihnya meneruskan pekerjaannya dulu.


**********


Sementara itu di pesantren Alea dan Erwin sedang sibuk karena mengadakan syukuran atas kehamilan Alea,mereka mengadakan do'a bersama santri-santri di sana.


Semua keluarga dan santri-santri di pesantren sangat bergembira mendengar berita kehamilan anak dari pimpinan mereka itu.


Satu per satu memberi ucapan selamat kepada Erwin dan Alea.


**********


Setelah selesai menangani pasiennya Widya pun cepat -cepat menemui Doni yang sedari tadi telah menunggunya.


"Sayang,maaf ya?lama menunggunya?".


"Tidak apa-apa sayang!".


"Kenapa,ada apa?,kok kesini?"


"Kita makan siang yuk?"


"Baiklah,tunggu sebentar ya?"


"Oke".


"Ada yang ingin aku sampaikan ke pada mu",kata Doni kepada kekasihnya itu.


"Ada apa mas?"tanya widya penasaran.


"Nanti saja,tidak enak di bicarakan di sini!".


"Waw,sepenting apa sayang?"


"Sepenting cinta ku pada mu!".


Mereka pun tertawa bersama,dan berjalan menuju mobil.


"Sayang,kamu sudah tahu belum kalau Alea sedang hamil?"kata Doni membuka percakapan setelah mereka sudah di dalam mobil.


"Belum,mas.Apa benar Alea hamil,mas?"


"Iya,Erwin kemaren mengumumkannya di kantor,dan sekarang mereka lagi liburan di rumah orang tuanya,Alea."


"Alhamdulillah,kalau itu benar mas,aku turut berbahagia.Rasanya pengen sekali aku mengucapkan nya secara langsung kepada Alea,tapi Erwin kan?tidak suka kalau aku dekat dengan istrinya?."


"Sabar sayang,nanti juga dia akan memaafkan mu.Kita doa kan saja supaya Alea dan bayi nya sehat dan selamat sampai dia lahiran nanti".


"Amin,mas.Jika aku ingat kejadian itu aku sangat menyesal dan sedih sekali karena sudah jahat kepada Alea."


"Sayang,sudah tidak perlu engkau ingat lagi yang sudah terjadi,sekarang pokus lah untuk beristiqomah di jalanNya".


"Terima kasih,mas.Kau selalu ada untuk ku di saat aku terpuruk?."


"Iya,sayang.Sekarang aku hanya ingin melihat engkau bahagia,dan aku tidak ingin melihat ada air mata lagi,Berjanji lah untuk selalu tersenyum ,ya?."


Sambil memeluk Doni,Widya pun mengucapkan syukur karena dia di kirimkan oleh Tuhan,laki -laki sebaik Doni.Yang telah membelanya dan selalu ada saat dia lagi membutuhkan sosok untuk dia bersandar.


"Sayang,kita sudah sampai ni!,yuk turun".Ajakan Doni itu membuyarkan lamunan Widya.


Hari ini Doni sengaja memilih cafe yang view nya menghadap ke tepi pantai,dengan suasana pantai nya yang tenang menambah akan keromantisan cafe tersebut.


"Sayang,kok kita kesini?".


""Ya,untuk orang yang spesial,tempatnya harus spesial,dong!."Ucap Doni menggoda kekasinya itu.


Saat itu,Widya merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini,karena keromantisan yang selalu di berikan oleh pujaan hati nya itu.


Setelah selesai memesan makanan Doni dan Widya memulai perbincangan serius.


"Sayang,sengaja aku mengajak kamu ke sini karena ada yang ingin aku sampaikan kepada mu."


"Ada,apa mas.Dari tadi aku sebenarnya sudah sangat penasaran."


"Sayang,will you marry me..?".Kata Doni sambil memegang tangan Widya dan dia pun berlutut di hadapan kekasihnya itu.


Dengan wajah yang kaget dan terkejut,karena tidak menyangka Doni akan melamarnya,Widya pun menanggis terharu..


"Mas,apakah mas?,sudah yakin dengan keputusan mu mas?".


"Sayang,mas sudah yakin dan siap lahir dan bathin,kapan aku bisa bertemu dengan kedua orang tua mu,sayang?."


"Sayang,mas ingin secepatnya!."


"Ya ,mas.Kamu kan sudah tahu kalau ke dua orang tua ku tinggal nya di luar kota?."


"Ya,mas.Tahu itu,maka dari itu mas ingin sekali bertemu langsung dan melamar kamu kepada mereka".


"Baiklah,mas.Nanti kita cari waktu untuk menemui keluarga ku."


"Siap,sayang!kapan pun,mas siap".


***********


Malam ini Erwin dan Alea benar - benar kepayahan karena seharian penuh mereka mengadakan acara syukuran dan sekaligus bersilahturahmi dengan semua keluarga dari Alea.


Dan Erwin pun langsung menyuruh istrinya itu untuk tidur dan beristirahat di kamar.


Baru saja Erwin ingin merebahkan badan nya di kasur,handpone nya berbunyi,lalu dia mengambil nya dan melihat siapa yang menelpon nya malam-malam begini.Pas dia lihat sahabatnya Doni yang menelponnya.


"Assalamualaikum,win."


"Waalaikumsalam,Don.Ada apa?"


"Win,ada yang ingin aku sampaikan.Sebagai sahabat ku yang paling istimewa,engkau harus tahu berita bahagia dari aku."


"Ya,ada apa.Aku mau istirahat ni,capek!."


"Win,hari ini aku sudah melamar Widya!".


"Apa?bagus deh,tapi itu tidak penting bagi ku.Kau paham!".


"Win,kumohon?".


"Don,selamat ya.Semoga kau dan dia bahagia",ucap Erwin datar.


"Terima kasih,Win."Doni tahu Erwin sahabatnya yang terbaik,dan dia juga bisa memaklumi sikap sahabat nya itu terhadap wanita yang akan menjadi istrinya itu,karena perbuatan Widya dia harus kehilangan anak nya.Tapi dia selalu yakin bahwa suatu hari nanti Erwin akan membuka hati nya,dan memaafkan perbuatan Widya itu.


Setelah menutup telponnya,Erwin berusaha untuk memejamkan mata nya,namun dia tidak bisa.Karena tadi dia mendengar kabar bahwa sahabat nya akan menikah dengan wanita yang sangat dia benci.


***********


"Sayang,gimana?respon nya",tanya Widya setelah Doni selesai menelpon sahabat nya itu.


"Biasa saja,sayang.Dia mengucapkan selamat ,itu saja."


"Bagaimana kabar Alea?"


"Tadi aku belum sempat nanya apa-apa,Erwin sudah menutup telponnya,karena dia capek.Mau istirahat kata nya.."


"Ohhh."


"Sayang,kita pulang ya?"


"oke".


Sebenarnya,Widya tahu kalau Doni sedang kecewa saat ini,karena Erwin tidak merespon dengan baik berita yang dia sampaikan tadi,tapi dia tidak ingin menanyakan tentang hal itu,karena itu sangat lah sensitif untuk calaon suami nya itu.Dia sebenarnya ingin membahas itu tapi diam adalah keputusan yang tepat untuknya saat ini.


Sementara perasaan Doni sangat berkecambuk memikirkan bagaimana?nantinya jika dia menikah dengan Widya,apakah?sahabatnya itu mau datang atau tidak?.


"Semoga Allah membuka hati mu,Win".Ucap Doni dalam hati.


Karena lamunannya tentang sahabatnya itu, Doni pun hampir menabrak sepeda motor yang sedang melintas.


"Saaaayyyyaaang,awas!,"teriak Widya kencang sambil menarik tangan Doni.


Dan doni pun tersadar dari lamunannya membanting stir mobilnya ke pinggir jalan,untung saja jalanan agak sepi dan mereka pun tidak apa -apa.


"Sayang,ada apa?dengan mu?."Tanya Widya cemas.


Tampa pikir panjang lagi,Doni langsung meraih badan Widya dan memeluk nya dengan kencang.


"Maafin aku sayang,"sambil menanggis dia peluk tubuh mungil Widya lebih erat lagi.


"Ya,mas.tidak apa-apa?yang penting sekarang kita selamat!".Ucap Widya menenang kan calon suaminya itu.


"Sayang,terima kasih sudah menguatkan aku."


"Ada apa, mas.Aku siap mendengarkan segala apa yang mas rasakan saat ini!"


Rasanya ingin sekali Doni menceritakan segalanya tentang Erwin yang masih belum setuju dengan hubungan nya dengan Widya,tapi dia mengurungkan niat nya itu.Karena dia takut melukai perasaan wanita yang sangat dia cintai.


"Tidak sayang,mas.Cuma sedikit capek saja!".


"Ya sudah, sekarang aku saja yang bawa mobil nya,Mas istirahat saja dulu!".


Malam itu malam yang sangat membahagiakan untuk Doni dan Widya dan sekaligus menegangkan karena mereka hampir saja mengalami kecelakaan lalu lintas.


Cinta dan persahabatan selalu berdampingan,tapi hati tidak akan pernah bisa adil kepada siapa pun,dia akan selalu berpihak kepada siapa yang selalu membuat dia merasa nyaman.