I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Dokter widya lagi



Ketika mentari menyinari bumi,sehigga bumi menjadi indah dan berseri,Erwin pun pergi ke kantor dengan terburuh -buruh,tampa sengaja dia menabrak seorang wanita di parkiran.


"Maaf...maaf,aku tidak sengaja....!'


"Gak apa -apa kok."


Setelah mengucapkan maaf kepada mereka berdua pun saling lihat.


"Win...."


"Kamu wid,kenapa kamu di sini...?"


"Aku sekarang buka praktek di gedung ini juga...!"


"Apa???"


"Ya kok,kamu kaget begitu..?"


"Gak,ngapain aku harus kaget,aku tidak perduli...!"


"Ok,kalau begitu aku permisi dulu."


Dokter itu pun melangkah menjauh.


"Sekarang kamu boleh saja mengacuhkan aku win,tapi tunggu saja..!permainan akan segera di mulai,aku akan merebut kamu kembali dari wanita kampung itu"ucap nya dalam hati sambil tersenyum tipis.


Karena Erwin sedang memburuh waktu,yang sudah di tunggu oleh rekan bisnis nya,jadi dia tidak begitu pokus dengan keberadaan widya mantan nya itu."


Seperti nya, mantannya itu sengaja menyewa gedung di sana agar dia selalu dekat dengan Erwin.


Pas jam makan siang,Erwin masih saja memeriksa berkas berkas yang ada di atas meja nya,karena sibuk Erwin pun tidak mendengar kalau hp nya berbunyi.


Karena telpon dari nya tidak diangkat oleh suami nya,Alea pun memutuskan untuk mengantar makan siang kekantor suaminya.


Dengan di antar oleh sopir,Alea pun pergi dengan membawa makanan kesukaan suaminya itu.


Sedangkan di kantor,suaminya itu di datangi tamu wanita yang tak asing lagi bagi Erwin.


"Siang win,boleh aku masuk.?"


"Masuk saja...."


"Win,kamu lagi sibuk ya...?"


"Kamu mau apa kesini..?"


"Aku mau mengajak kamu makan siang,kamu pasti belum makan ya?"tanya wanita itu.


"Apa urusan nya sama kamu...?"


"Win,ku mohon maafin aku soal yang kemaren aku tidak sadar telah menghina istri mu."


"Wid,dia adalah wanita yang sangat berharga bagi ku,kamu harus tahu itu...!"


Mendengar Erwin berkata seperti itu,hati Widya pun terasa sakit,tapi dia berusaha menyembunyikan nya,agar Erwin percaya bahwa dia sudah baik sekarang.


"Aku tahu itu win,maafin aku ya,sebagai tanda permintaan maafku,ku mohon makan lah bersama ku,kita bisa kan hanya berteman...?"kata nya memelas.


Melihat widya memohon begitu,Erwin pun mengabulkan permintaan mantan pacar nya itu.


"Baiklah,tapi hanya sekali ini saja....!!"


"Yesss teriak "widya dalam hati..!"


Mereka pun pergi ke kafe di depan kantor,di sana,Erwin terlihat dingin dan berbicara seperlu nya saja.


"Win,sekarang kamu boleh seperti ini, tapi nanti aku jamin kamu akan bertekuk lutut dengan ku..!"gumamnya dalam hati.


Dengan membawa makanan kesukaan suaminya Alea pun dengan gembira nya melangkah memasuki kantor itu,dia yakin kalau Erwin akan senang melihat kedatangan nya itu.


Tapi,ketika dia sampai di depan ruangan suami nya,dia tidak mendapatkan keberadaan Erwin di ruangan itu.


"Mas,kamu dimana...?"


Lalu dia memeriksa toilet,tapi tidak ada juga di sana.


"Mas kamu dimana?"ucap nya lirih.


Lalu dia berniat menelpon suaminya itu,tapi pas dia meraba -raba tas nya,dia pun tidak menemukan hp nya.


"Lho hp ku kemana nya?apa ketinggalan di rumah tadi...?"ucapnya pada diri nya sendiri.


Karena tidak bisa menelpon suaminya,Alea memutuskan untuk duduk di sofa dan menunggu suaminya,dia pikir mungkin ada pekerjaan jadi suami nya keluar sebentar,dan akan segera kembali.


Dalam benak Alea dia membayangkan,kebahagian suaminya itu pas melihat dia sedang ada di kantornya.


Krek..krek...suara pintu di buka seseorang,yang membuat lamunan alea buyar.


"Mas....!"


"Sayang kamu di sini,kok tidak mengabari mas lagi..?"


Erwin dan Widya pun masuk berbarangan.


"Win,terima kasih ya...traktiran makan siang nya,jawab Widya dengan sengaja memanasi Alea.


"Wid,tolong tinggali kami berdua...."


"Baik lah Win,aku pamit,besok kita bisakan makan siang bersama lagi...?"


"Widya...pergi sekarang!"


"Oke aku pergi,permisi...!"


"Sayang mas bisa jelasin ke kamu...oke!"


"Tidak perlu mas,untuk apa mas jelasin,Alea sudah cukup jelas kok,tadi nya aku pikir makanan Alea akan berarti buat mas....!ehhh tidak tahu nya,percuma...!mubazir saja Alea masak."


"Tidak sayang perut mas masih lapar,mari kita makan bersama...!"ajak erwin.


"Maaf mas,a


Alea pamit,masih banyak anak -anak jalanan yang lebih membutuhkan makanan ini....!"


"Sayang,maafin mas..kamu marah ya sama mas?mas bisa jelasin...!"


"Mas,kalau seandainya aku ada di posisi mas,makan bersama laki- laki lain,bagaimana perasaan mas?"


"Mas,kalau laki -laki dan perempuan berduaan tampa ikatan apa pun,itu salah mas!walaupun tidak ada apa- apa diantara mereka....!karena bukan muhrim dan akan menimbulkan pitnah..."


"Sayang...."


"Maaf mas, Alea pamit....!"


"Sayang tunggu...!"


Alea pun terus berjalan keluar tampa menghiraukan panggilan suami nya.


Erwin pun membiarkan istrinya itu pergi,karena dia tidak mau menimbulkan keributan di kantor kalau dia terus mengejar Alea.


Dia pun menelpon sopir yang mengantarkan Alea.


"Halo pak,tolong antar nyonya sampai ke rumah,dan pastikan dia baik -baik saja,kalau ada apa -apa tolong kabari saya.


"Baik tuan....!"


Dengan menghapus air mata nya di pipi,Alea masuk kedalam mobil.


"Pak jalan.."


"Baik nyonya"


"Pak,dimana ya ?tempat yang sering di buat anak -anak jalan berkumpul?"


"Di depan nyonya,biasa nya di sana mereka lagi istirahat dari mengamen...!"


Dan tak lama mobil pun berhenti di depan anak- anak jalan.


Alea pun membuka kaca mobil dan memanggil mereka.


"Dek sini...."


"Kenapa kak?"


"Kalian belum makan siang ya...?"


Tanya Alea dengan ramah dan lemah lembut.


"belum kak...!"


"Dek ini untuk kalian,makan lah...!"


"Terima kasih banyak kak,semoga Allah membalas kebaikan kakak ini...!"


"Amin,sama -sama sayang."


Dengan penuh rasa sedih Alea pun membelai kepala mereka dengan kasih sayang.


"Kakak pulang dulu ya...!"


"Ya kak,dah....dah....."anak- anak itu melambaikan tangan nya untuk Alea.


Walaupun hati Alea sangat sakit melihat suaminya bersama wanita lain di kantor,namun Alea masih tetap melayani suaminya sesuai kewajiban dia sebagai istri.


Sore itu Erwin pulang agak cepat karena dia ingin bertemu dengan istrinya.


Erwin pun masuk rumah dan dia lihat istrinya itu sedang sibuk memasak,melihat itu Erwin marah,dia panggil seluruh pembantu di rumah itu.


"Kalian di sisni saya gaji untuk melakukan pekerjaan rumah,tapi kenapa?kalian membiarkan istri saya mmemasak..!


Mendengar itu Alea pun bicara.


"Maaf ya tuan,saya yang ingin masak...!kenapa kamu marah...?"


"Sayang,kamu kan sedang hamil....!"


"Mas,jangan jadikan alasan kehamilan ku ini untuk bermalas- malasan,dan jangan halangi aku untuk berbakti kepada suamiku,karena ini tugasku sebagai istri..!"


"Alea kamu masih marah dengan ku...?"


"Mas,jangan memulai pertengkaran di sini,di depan mereka.."


"Terserah kamu,!"jawab Erwin sambil pergi menuju kamar mereka.


Alea pun meneruskan memasak lagi.


Para pelayan pun,bertanya tanya apa sebenarnya terjadi di antara majikan mereka itu,tapi mereka tidak berani untuk bertanya.


Selesai masak alea pun pergi kekamar nya,dia ingin mandi dan memanggil suami nya untuk makan malam bersama.


Tampa basa basi Alea pun masuk ke kamar mandi,setelah mandi Alea pun mengajak Erwin untuk makan,tapi dia tulis di kertas karena dia tidak ingin bicara langsung.


"Mas,mari kita makan bersama di bawah,papa sama mama sedang menunggu kita..."tulis Alea di secarik kertas.


"Maksud kamu apa,kenapa?tidak mau bicara dengan aku...?"


"Maaf ya mas,aku lagi malas ribut...!"


"Siapa juga yang mau ribut dengan mu...?dia itu hanya teman,dan tidak ada apa -apa di antara kami....!hanya makan siang saja."


"Aku tidak butuh penjelasan kamu,wajar saat ini aku marah dan cemburu karena mas adalah suamiku,aku akan berdosa jika tidak memiliki perasaan itu terhadap kamu mas..!"


"Jika mas tidak senang melihat aku seperti ini,tegas dong!untuk menolak bisikan setan...."


"Alea, berpikir dewasa lah...!"


"Apa mas...?tega ya kamu ngomong seperti itu,jika suatu saat nanti aku ada di posisi itu....?aku harus memintak kamu berpikir juga....?"


"Mas pusing, jadi jangan ganggu aku...!"


"Baik lah mas jika aku tidak berhak cemburu berarti aku tidak berhak untuk mencintai mu."


Alea pun keluar,dengan perasaan sedih dia keluar menelusuri lorong rumah besar mertua nya itu.


Alea pun duduk di balkon,dia pun menanggis di sana.


"Ya tuhan jika rasa sakit ini bisa mengugurkan dosa- dosa ku,maka berilah kekuatan aku untuk menikmati rasa sakit ini...!"ucap nya lirih.


"Ummi,abi...Alea kangen kalian,Alea butuh kalian..!"


"Bulan,bintang temani aku yang sedang sedih ini,sampaikan kepada tuhan bahwa aku butuh dia,peluk aku dengan kasih sayang Nya."


"Rasa nya aku ingin sekali berlari di tengah hujan deras,agar semua orang tidak tahu bahwa aku sedang senanggis.."