I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Ruang Rindu



Perlahan- lahan Alea membuka mata nya,dan tapi hanya kegelapan yang di lihat.


"Mas...Alea rindu pada mu,kenapa kita harus terpisah seperti ini?."


"Tuhan kenapa?engkau selalu menguji cinta kami,sedang kan engkau sudah tahu sebesar dan setulus apa cinta diantara kami!."


"Tuhan tolong jaga dia untuk ku dan untuk calon bayi kami ini,dia akan sangat senang sekali jika dia tahu aku mengandung anak nya!."


Sedangkan Erwin sangat gusar, karena dia sangat rindu kepada istri nya,dia marah-marah kepada semua orang, karena keresahan hati nya itu.


"Don,mana kata mu helikopter nya akan segera datang?"


"Sabar dong Win..."


"Apa kata mu??sabar,sabar dan sabar!harus berapa lama lagi aku harus menunggu?."


Semejak dia bermimpi dengan Alea saat itu,ada ruang rindu yang tercipta diantara mereka,tapi mereka tidak bisa bertemu di ruangan tersebut karena di pisahkan oleh jarak dan waktu!."


"Don coba kamu cari cara agar aku bisa menghubungi keluarga ku!."


"Win dari tadi aku sudah bolak balik mencari solusi agar lo bisa pulang dan menghubungi keluarga lo, tapi itu semua sia -sia!ku mohon mengertilah!."


"Ini semua salah ku sayang,coba saja aku lebih memilih bersama mu dari pada mempertahan kan perusahaan ,tidak mungkin ini semua akan terjadi!"dengan kesal nya dia meremas- remas rambut nya sendiri.


"Win maafin gue yang sudah memaksa mu untuk pergi ke sini!."


"Sayang maafin mas!"ucap nya lirih sambil air mata nya keluar dan membasahi pipi nya.


Melihat sahabat nya itu sangat sedih,Doni pun segera pergi untuk mencari jalan keluar dari pulau itu.


Kerinduan yang di rasakan oleh Alea dan Erwin saat ini sangat menyiksakan mereka berdua,bahkan orang -orang di sekeliling mereka pun dapat juga merasakan nya.


"Mas,sekarang tidak hanya aku, tapi di perut Alea ada nyawa yang juga merindui mu mas,pulang lah!."Ya Allah bertapa tersiksa nya merindui dalam kegelapan seperti ini."


Dengan semangat nya sahabat Erwin itu mencari cara untuk menghubungi Alea.


Dan usaha nya pun tidak sia- sia ,jaringan telepon nya sudah bisa di gunakan,lalu dia berlari menghampiri Erwin.


"Win mari kita ke bukit sana karena di sana ada jaringan seluler nya!."


"Apa,apa kamu tidak bohong Don!?"


"Ya mari kita ke sana."


Setelah mereka sampai di sana,Erwin pun mencoba menghubungi nomor istri nya.


Tapi nomor nya tidak aktif,dia pun mencoba menghubungi nomor mertua nya,berapa kali dia hubungi tidak diangkat -angkat oleh mertuanya.


"Tuhan kemana mereka,kenapa aku tidak bisa bicara kepada mereka?."


"Yuk ,Win kalau begitu kita pergi saja dari sini nanti kita coba lagi!."


"Tidak!!!kalau lo mau pergi ,pergi saja!aku akan di sini menunggu sampai aku bisa menghubungi mereka!."


"Win jangan egois begini kita harus pergi dari sini karena wilayah ini belum aman sepenuhnya!."


"Lo ngerti gak sih dengan apa yang aku rasakan saat ini?."


"Ya gue ngerti Win tapi ini demi keselamatan lo juga!."


"Gue gak perduli!."


"Kalau lo kenapa- kenapa bagaiman dengan istri lo Win?.yang terpenting saat ini bagaimana cara nya kita bisa keluar dari sini?."


Ketika mereka masih berdebat hp Doni pun berbunyi,tampa pikir panjang lagi Erwin langsung menyambut nya.


"Hallo ini siapa?"tanya ustad Syaif."


"Bi ini Erwin ....!"


"Win,kamu di mana nak,gimana kabar kamu nak?"


"Erwin di sebuah pulau bi,Erwin baik- baik saja...!Alea mana bi?maafin Erwin selama ini tidak bisa menghubungi kalian!."


"Nak ,Alea saat ini sedang di rawat di rumah sakit!."


"Dia kenapa bi?."Sekarang bagaimana kondisi nya tanya Erwin sambil menanggis,karena khawatir dengan istrinya.


"Kondisinya sudah membaik nak!"


"Syukur lah bi,bi tolong doa in Erwin agar bisa cepat keluar dari sini."


"Ya nak abi akan selalu berdoa untuk mu....!"


"Bi ,bisa kah aku bicara dengan Alea,karena aku tidak banyak waktu untuk bicara karena di sini jaringan nya belum stabil."


lalu dia pun memberi hp nya ke pada Alea.


"Hallo sayang."


"Massss,kemana saja engkau selama ini,Alea rindu kamu mas?."


"Sayang maafin mas!."lalu Erwin pun menceritakan semua yang telah terjadi padanya.


"Mas,ada yang ingin Alea sampaikan kepada mu!."


"Apa sayang?."


"Mas Alea sekarang sedang mengandung anak kamu mas!kita akan segera menjadi orang tua!"


"Sungguh sayang apa mas tidak salah dengar?"


"Benar mas,maka nya pulang lah mas,karena bukan saja Alea yang merindui mu mas,tapi ada calon bayi kita yang juga sangat merindui ayahnya."


"Sayang mas bahagia sekali,tolong jaga dia ya,mas janji akan segera pulang,sambil menanggis Erwin tidak bisa ngomong apa-apa lagi, karena shock dengan kehamilan alea"


"Sayang."


Tut..tut..tut..baru saja dia ingin bicara lagi kepada istri nya itu,sambungan telepon nya terputus karena sinyal nya hilang,sekarang perasaan Erwin pun campur aduk bahagia,sedih,dan terharu karena dia akan menjadi seorang ayah.


Mereka pun kembali ketempat pengunsian.


setelah dia berbicara dengan isteri nya Erwin pun bersemangat lagi untuk mencari jalan keluar dari situ.


Begitu pula dengan Alea dia merasa sedikit tenang karena sudah tahu keberadaan suami nya itu.


"Nak,alhamdulillah ayah mu baik -baik saja,kamu tenang ya!karena sebentar lagi kita akan segera bertemu dengan nya lagi!"ucap nya dalam hati sambil mengelus-elus perut nya.


"Tuhan....!


tolong pertemukan kami lagi di ruang rindu yang sudah tercipta di antara kami berdua,kami ingin sekali mengakhiri rasa rindu yang menyiksa ini,kami butuh dia,aku dan malaikat kecil di rahim!."


Tuhan...!


kalau boleh aku memintak tolong berilah cahaya kepada mata ku agar aku bisa melihat wajah orang yang aku cintai ,wajah suamiku dan anak ku nanti!aku ingin menjaga mereka dengan tangan dan mata ku!."


Tuhan...!


jaga dia dengan tangan mu yang kokoh,tunjukan dia jalan agar dia bisa pulang kerumah,karena ada dua cinta yang menunggu kehadiran nya,aku percaya dengan kebesaran mu Tuhan! "


Alea pun berlahan- lahan mulai tertidur dengan sendiri nya karena merasa kelelahan.


dengan susah payah Erwin dan rombongan nya pun bisa keluar dari pulau itu karena helikopter yang mengatar jemput mereka sudah bisa masuk ke wilayah itu karena keadaan di sana sudah mulai kondusif..


"Alhamdulillah,sayang mas pulang,mas rindu kamu!."ucap nya dalam hati.


Dengan menempuh perjalanan jauh akhir nya Erwin dan rombongan pun tiba di kota.


Tampa menunggu lama lagi Erwin pun langsung pergi ke pesantren untuk menemui istri nya.


Sampai nya di sana Erwin pun langsung bergegas menuju rumah sakit tempat istri nya di rawat.


Dengan setengah berlari dia menuju kekamar Alea.


"Assalamualaikum sayang."


"Walikumsalam nak Erwin."


"Ummi, "Erwin pun mencium tangan mertua nya itu.


"Nak Alea baru saja tertidur!."


"Ummi,biarkan saja dia istirahat dulu mi,aku akan menunggu nya bangun,ummi pasti sudah capek,biarkan Erwin saja yang menunggu Alea malam ini,ummi pulang saja dulu dan beristirahat.


"Tapi kan kamu baru datang nak!kamu istirahat saja."


"Tidak mi,aku ingin sekali bersama nya malam ini!."


"Baik lah kalau begitu,ummi pamit dulu!."


Setelah ummi nya pergi Erwin pun meraih tangan istri nya itu.


"Sayang maafin mas,engkau pasti sudah kelelahan menunggu mas datang,engkau pasti akan tersiksa karena menahan rindu?."


"Sekarang aku datang sayang,aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi demi apa pun karena engkau segala nya bagi ku sekarang!."


"Dan terima kasih engkau telah memberiku seorang anak, yang akan mengikat cinta kita selama nya."


"Tidur lah sayang dengan nyenyak aku akan menunggu mu sampai engkau bangun!."