I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Baby Boy



Setelah kejadian malam itu Erwin dan Alea pun semangkin mesra,benar kata orang baikan setelah pertengkaran di antara suami dan istri itu sangat lah nikmat.


Sudah tujuh bulan usia kandungan Alea,dengan perhatian penuh Erwin selalu menjaga Alea dan calon anak nya.


Hari itu dengan gembira nya dia cepat- cepat pulang dari kantor karena hari ini adalah jadwal istrinya untuk cek kandungan ke dokter.


"Sayang,mas udah pulang ni...!kamu sudah siap belum?"


"Tunggu dulu mas,Alea masih mandi ni...!"


"Oh ya sudah sayang kalau begitu,mas tunggu di bawah ya,di ruang kerja...!"


"Ok mas"


Sekitar sepuluh menit Erwin menunggu,Alea pun sudah siap untuk pergi.


"Mas,aku sudah siap mari kita berangkat.!"


"Ayo sayang."


Mereka pun berangkat ke rumah sakit,sesampainya di rumah sakit mereka langsung menemui dokter kandungan.


"Selamat datang,pak Erwin dan bu alea....!"


"Siang dok,"


"Hari ini kita akan melakukan usg kan dok?"


"Ya pak..."


Erwin pun gugup sekali karena ingin tahu jenis kelamin anak nya segera.


Dokter pun mulai melakukan pengecekan.


"Wah pak ini kelamin nya anak bapak,lihat monas nya...?"


Erwin pun tersenyum lebar karena sudah mengetahui jenis kelamin anak nya.


"Sayang anak kita laki -laki..!"


"Alhamdulillah mas,tapi bagi Alea yang terpenting anak kita sehat tampa kurang satu apa pun."


"Mas senang sayang,anak pertama laki- laki nanti kalau adik nya nanti baru perempuan....!"


"Apaan si mas,yang ini saja belum lahir,udah bahas adik nya..!"


Mendengar itu dokter dan perawat yang ada di ruangan itu pun tertawa.


"Gak apa kan dok,banyak anak banyak rezki...!"


"Ya pak,biar repot nya juga sekalian.."


Setelah semua nya selesai mereka pun pulang kerumah.


Di mobil Alea menyandarkan kepala nya di bahu suami nya,mereka berdua tidak berbicara,mungkin karena merasa capek.


Kemudian Alea pun membuka suara.


"Mas..."


"Ya sayang ada apa..?"


"Aku kangen sama ummi dan abi...!"


"Kamu kan bisa video call sayang..."


"Bedah sayang rasa nya .!"


"Kondisi kamu sekarang kan tidak memungkin kan untuk pergi sayang..!"


"Alea tahu mas,Alea cuma pengen curhat saja sama kamu..!"


"Sayang,gimana kalau kita suruh abi sama ummi saja ke sini...?"


"Tapi kan ummi sama abi sibuk mas...!"


"Ya di coba saja dulu,siapa tahu mereka berdua mau...?"


"Nanti saja Alea telpon...."


"Lho kok nanti,sekarang lah sayang..!"


"ok,"


Tak lama mereka pun sampai di rumah,dan di sambut oleh mama nya.


"Sayang,gimana?hasil nya?"


"Laki -laki ma."


"Papa pasti senang nak,mendengar kalau cucu nya itu laki- laki...!"


"Sekarang papa di mana ma?"


"papa mu belum pulang nak.!"


Bertapa senang nya Erwin dan keluarga nya karena akan mendapatkan anak laki- laki.


Entah kenapa Alea merasa rindu sekali kepada orang tua nya.


Dia selalu terbayang -bayang dengan wajah ummi dan abinya,tak terasa air mata nya jatuh tak tertahan kan.


Ketika dia melihat Erwin keluar dari kamar mandi,Alea pun cepat cepat menyekah air mata nya dengan ujung hijab nya.


"Sayang kamu kenapa?kamu nanggis ya?"


"Tidak mas,tadi mata Alea cuma kelilipan saja.


"Sayang jangan bohong,kata kan apa yang terjadi?"


"Tidak mas,aku tidak apa -apa...!"


"Nas tahu,pasti ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari mas...!"


"Gak mas....!"


"Ya sudah sekarang kamu mandi dan istirahat lah."


Alea pun lalu berangkat untuk membersihkan diri di kamar mandi,di kamar mandi Alea pun merasa tak punya tenaga karena dia memikirkan tentang orang tua nya.


"Mi,bi,amAlea rindu kalian...."


Dengan pelan pelan dia masuk ke bathtub nya,dia merendam tubuh nya di situ,dia memikirkan tentang kerinduan nya yang mendalam.


Tampa dia sadari,dia pun tertidur disana.


Karena alea tak kunjung keluar dari kamar mandi,Erwin pun langsung mengecek istri nya itu.


"Sayang,kamu lagi apa?kok lama bangat mandi nya?"


Alea pun tidak menyahut panggilan nya.


Lalu Erwin langsung melihat alea di kamar mandi.


"Sayang,kamu kenapa...?"


"Sayang bangun,kenapa kamu tidur di sini...?"


"Emmmzz mas....Alea capek jadi Alea tertidur di sini...!"


"Erwin pun cepat merangkul tubuh istri nya itu,ada ada saja ya,kelakuan ibu hamil ini."


"Mas,Alea dingin.....!"


"Mari sayang kita keluar dari sini."


Erwin pun mengambil handuk dan membalutkan nya di tubuh istrinya.


"Alea juga tidak tahu mas,kenapa Alea bisa senyaman itu berendam sampai -sampai tertidur."


Dengan penuh kasih sayang Erwin mendekap tubuh istri nya,dia tahu alea menyimpan sesuatu dari nya,tapi dia tidak ingin memaksa istri nya itu untuk bicara,walaupun sebenar nya dia penasaran,tapi dia akan menuggu sampai istrinya itu,mau berbicara sendiri nya.


Tidurlah sayang,aku akan menjaga mu dengan kasih sayang.


Jika kau bersedih aku akan selalu ada untuk mu.


"Terima kasih engkau mau mengandung anak ku,karena itu pola hidup mu jadi berubah,dulu kau wanita yang kuat dan tegar,sekarang kau telah berubah menjadi wanita yang manja dan muda terbawa perasaan."


"Tapi apa pun perubahan dalam diri mu,mas akan selalu cinta kepada mu,apa pun keadaan mu,mas akan selalu ada untuk mu sayang."