I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Pernikahan Doni dan Widya



Semua orang terlihat sibuk dengan urusan masing-masing,di sebuah gedung di pagi itu.Ya hari ini adalah hari pernikahan dua sejoli yang saling cinta,pernikahan Doni dan Widya.Semua keluarga kedua bela pihak pun sudah siap untuk berdandan dan memakai baju seragam keluarga masing-masing.


Dan kedua mempelai pun sudah di rias oleh perias pengantin profesional,maklum lah Doni dan Widya berasal dari keluarga kaya raya.Jadi pernikahan mereka di tata sangat megah sekali,selain para pengusaha dari kalangan penjabat negara pun banyak yang datang.


Tapi di hari bahagia nya itu,Widya sangat sedih karena Alea.Sahabat nya itu tidak bisa datang karena masih terbaring di rumah sakit,hanya doa yang dia harapkan dari sahabat nya itu.Dia sangat yakin Alea akan mendoakan pernikahan nya dengan Doni,karena Alea orang baik.


Dan akhir nya ,ketika semua orang sudah siap .Termasuk kedua mempelai,acara pun akan segera di mulai,dengan suasana hening lantunan ayat suci Al-Quraan pun di bacakan oleh seorang Qori ternama di kota itu.


****************


Alea tahu hari ini adalah hari pernikahan dari sahabat suaminya,Alea dengan lembut mencoba untuk membujuk suaminya untuk datang.Tapi tak semuda itu untuk meluluhkan hati suaminya,Alea sudah tahu itu.Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah kalau dia sudah berkehendak,Alea akan mencoba nya.


"Mas."


"Ya,sayang.Ada apa?."


"Mas,hari ini adalah hari pernikahan Doni dan Widya,lo."


"Terus,kenapa?."Jawab Doni datar.


"Kamu tidak mau datang?."


"Tidak!."


"Mas,ayo lah.Dia sahabat mu,oke!.Kamu benci dengan Widya tapi Doni?."


"Asal kamu tahu,Alea.Semejak dia menjalin hubungan dengan Widya,Doni bukan sahabat ku lagi!."Jawab Erwin kesal.


"Mas,coba tatap mata ku?."


Dengan malas nya Erwin menatap mata istrinya itu,dengan penuh kesayuan Erwin melihat mata istrinya.Ada sebuah harapan yang mendalam di mata itu agar Erwin mau memenuhi permintaan nya,seketika itu.Semua amarah,kebencian luntur semua.Pancaran sinar ketulusan dan kebaikan hati Alea bisa menembus keras nya dinding hati Erwin.


"Baik lah,aku akan pergi jika itu membuat kamu bahagia.Sayang!."Kata Erwin penuh sesak,dia mau melakukan itu karena dia sangat mencintai istrinya,dia ingin istri nya segera sehat.Mungkin saja dengan merasa bahagia dia kesehatannya akan segera pulih.


"Kamu,serius?."Tanya Alea tak percaya.


"Sejak kapan?Aku sering membohongi kamu?sayang?."


Dengan penuh suka cita Alea pun memeluk erat suaminya,rasanya dia tidak percaya dengan jawaban suaminya barusan.


"Sayang,Terima kasih ya?."Kata Alea terus -menerus.


"Sayang,lepas dong!.Pelukan nya,gimana aku bisa pergi kalau kamu peluk aku terus."Kata Erwin bercanda.


"Oh...ya sayang,maaf."Kata Alea malu.


Demi cinta nya Erwin rela melupakan ego nya itu,semuanya dia lakukan demi Alea dan calon bayinya.Karena kata Dokter kalau ibu nya bahagia bayi yang di kandung nya akan bahagia.


Setelah menitip kan istrinya kepada semua yang dia tugaskan di rumah sakit itu,Erwin pun berangkat ke tempat resepsi pernikahan Doni dan Widya.


******************


Dengan lancarnya Doni mengucapkan ijab dan kobul di depan penghulu yang bertugas menikahkan mereka berdua.Setelah selesai dan semua tamu mulai selaman kepada pengantin,terkejutlah Doni dan Widya ketika mereka melihat kedatangan Erwin.Dan semua pegawai kantor pun memberi hormat kepada bos mereka itu.


"Selamat,ya."Ucap Erwin datar.


"Terima kasih,Win kau sudah mau datang."Kata Doni sambil ingin memeluk Erwin.Tapi Erwin menolaknya pelukan itu.


"Doni,tolong jaga sikap kamu?,Kalau bukan karena Alea aku tidak sudi datang kesini!."Kata Erwin setengah berbisik.


Mendengar ucapan sahabat nya itu,Doni pun sedih.Tapi apa pun alasan nya,Doni tahu kalau Erwin masih perduli dengan nya.Karena dia tahu Erwin dari kecil,sahabat nya itu memiliki ego yang sangat tinggi.


Dan Doni pun sangat merasa berterima kasih karena berhasil membujuk Erwin untuk datang,Erwin boleh marah dengan Doni.Tapi dia tidak bisa ikut-ikutan benci dengan ke dua orang tuanya Doni.Dengan sopan dan rama dia menyapa kedua orang tua sahabatnya.


"Om,tante..selamat ya.Atas pernikahan Doni,apa kabar?."


"Terima kasih,nak Erwin.Om dan tante baik-baik saja!."


"Syukurlah,kalau begitu.Erwin turut senang melihat,om dan tante baik-baik saj!."


"Dia sedang sakit,tante.Di rumah sakit!."


"Sakit apa Alea?nak Erwin?."Tanya nya penuh cemas."


Dan Erwin pun menjelas kan semuanya kepada orang tua Doni.


******************


Setelah acara selesai Erwin pun segera pulang,pas dia mau masuk mobil tampa sengaja dia melihat.Jessica di dalam sebuah mobil,belum puas dia melihat dan memastikan itu benar-benar Jessica.Mobil itu pun melaju dengan cepat.Dan tampa pikir panjang lagi Erwin segera masuk mobil dan menyuruh sopirnya untuk mengikuti mobil yang ada di depan mereka.


"Apa dia sudah bebas?apakah dia yang telah membuat Alea celaka?."Begitu banyak pertanyaan di kepala nya yang membuat dia pusing.Lalu dia pun mengeluar kan hp nya dari saku celananya dan menghubungi seseorang.


"Halo pak,ada yang ingin saya tanyakan kepada bapak?."Tanya Erwin penuh dengan kekhawatiran.


"Ya,pak Erwin."Jawab orang itu.


"Pak,apa Jessica sudah bebas?."


"Ya,pak.Di sudah bebas satu minggu yang lalu?."


"Apa????Kenapa?dia bebas lebih awal."Tanya Erwin kesar.


"Kata nya ada orang yang menjamin kebebasannya!pak Erwin."


Mendengar itu Erwin pun menyuruh sopir nya untuk mempercepat laju mobil nya dan dia pun menghubungi semua penjaga di rumah sakit.Erwin pun begitu panik mendengar kebebasa Jessica,karena dia yakin yang membuat istrinya celaka itu pasti Jessica.Karena dia paham betul dengan watak mantan kekasihnya itu.


"Pak,mobil nya menghilang?."Kata sopir nya kepada Erwin.


"Sial."Gerutuk Erwin.


"Kita langsung ke rumah sakit saja pak."Perintah Erwin,karena keselamatan Alea lebih penting.


Sesampai di rumah sakit Erwin,segera menuju kamar istrinya.Dan dia pun lega melihat istrinya itu sedang tertidur pulas,dan Erwin pun memberi kecupan mesra di kening Alea.Sambil berkata!.


"Sayang,aku takut kehilangan kamu.Aku akan menjaga kamu dengan jiwa dan raga ku,tidak ada yang bisa menyentuh mu selagi ada aku!tidak orang lain maupun Jessica!."Kata Erwin sambil mata nya berkaca-kaca kepada Alea.


Entah apa yang Alea mimpikan dalam tidur siang nya itu,sehinggah dia tidak terbangun dari tidurnya walaupun suaminya.Sudah mencium nya berkali-kali.


Setelah Erwin mengetahui kebebasan Jessica dia memperketat penjagaan di rumah sakit dan dia memintak dokter untuk mengizinkan Alea di rawat di rumah.Tapi dokter belum bisa mengabulkan permintaan nya itu karena kondisi Alea belum memungkinkan untuk di rawat di rumah.


"Kenapa?tidak bisa dok?."Tanya Erwin.


"Pak,kondisi istri pak Erwin.Belum bisa untuk di rawat di rumah,karena ibu Alea sedang mengandung.Kami akan memantau perkembangan bayi nya,setelah insiden kemarin."Kata dokter itu.


"Tapi rumah sakit ini tidak aman buat istri saya,dok."


"Pak Erwin tenang saja,kami sudah meningkatkan keamanan nya,pak."


Ketika bangun Alea mendapati suaminya duduk termenung di samping dirinya,dan dia pun tidak mengetahui prihal kebebasan Jessica.Yang membuat suaminya khawatir.


"Mas,maaf ya.Alea tidur nya lama,jadi tidak tahu kalau kamu sudah pulang?Tadi Alea capek bangat."Jelasnya.


"Tidak apa-apa,sayang."


"Bagaimana?tadi di acara pernikahan Doni,mas senang?."


"Biasa saja,sayang."Jawab nya lesu.


"Kok gak semangat,gitu?."


"Aku capek,sayang."


"Ya sudah mas istirahat dulu!."


Melihat keselamatan istrinya terancam Erwin pun sedih,karena dia tahu pasti Jessica punya seribu cara untuk mencelakai Alea.Dengan penuh kasih sayang dia pun memeluk istri yang sangat dia cintai itu,melihat suaminya memeluk nya seperti itu Alea pun heran.Tapi dia membiarkan Erwin memeluk nya tampa bertanya terlebih dahulu,karena dia sudah paham dengan kebiasaan suaminya.Jika dia seperti itu pasti ada masalah yang serius yang dia hadapi,Alea tidak mau bertanya sebelum suaminya bercerita.Dia ingin menenangkan Erwin dalam hangatnya pelukan.


"Tuhan jaga dia,hanya engkau yang mampu menjaga istriku.Aku tidak ingin kehilangan dia,pertemuan yang tak segaja dan hukuman yang membuat aku bertemu dengan nya waktu itu.Aku yakin Engkau sudah rencanakan,kumohon tetap tulis kan takdir itu sampai maut yang memisahkan kami berdua.Jangan kau hapus takdir indah kami ini,kuat kan kami Tuhan!."Doa Erwin dalam hati.