
Setelah semua yang terjadi dan akhirnya tiba lah saat nya Alea untuk melahirkan,semua keluarga berkumpul untuk menanti kelahiran anak Erwin dan Alea.dan Erwin pun mendapat kabar bahwa pihak kepolisian sudah berhasil menangkap Jesicca dan komplotan nya.
Semua keluarga terharu mendengar tangisan seorang bayi dari kamar operasi.dengan setia Erwin menemani istri nya berjuang untuk melahirkan buah hati mereka yang sudah lama di nanti kan.
"Alhamdulillah sayang,kamu sudah menjadi ibu", sekarang bisik Erwin di telinga istrinya yang sedang lemas tak berdaya setelah dia di operasi.
"Mas...bagaimana anak kita?",tanya Alea lirih.
"Dia sehat sayang,kamu melahirkan anak laki-laki,"jawab suaminya penuh haru.
"Terima kasih sayang,kau telah memberiku hadiah istimewa hari ini!",Ucap Erwin sambil mengecup kening istrinya.
Mendengar cucu pertama mereka lahir para kakek dan nenek nya merasa bersyukur atas anugrah tak terhingga itu,maklum lah Alea dan Erwin sama-sama anak tunggal.Mereka sangat antusias mendengar cerita dari Erwin tentang kelahiran cucu mereka,dengan tidak sabar lagi mereka ingin melihat bayi dan ibu nya tapi untuk saat ini mereka belum di izinkan oleh dokter yang menangani Alea.
*********
Karena Erwin adalah pengusaha sukses tentu saja Erwin di kenal di kalangan pengusaha.Setelah mendengar berita kelahiran anak rekan nya itu,semua sahabat Erwin mengirimkan ucapan dan karangan bunga untuk kelahiran anak nya itu.
Ucapan selamat pun tak henti-hentinya berdatangan,Erwin sangat bersyukur karena anak nya lahir membawa keberkahan.Dari tertangkap nya Jessica hingga kepergian Widya dan Doni dari hidup mereka.
******"***"
Setelah beberapa hari mereka di rumah sakit kini tiba saat nya mereka untuk pulang ke rumah,di rumah semuanya sudah di siapkan untuk menyambut kedatangan pewaris dari kekayaan kakek nya.Semua yang terbaik yang kakek dan nenek nya berikan,mulai dari tempat tidur hingga pakaian yang mahal-mahal sudah mereka siapkan.
Alea dan Erwin pun sangat bahagia setelah mengalami banyak rintangan akhirnya mereka bisa memiliki anak yang sangat mereka idamkan.
Erwin harap setelah ini tidak akan ada lagi gangguan untuk keluarga kecil nya itu,dia ingin hidup damai dengan anak dan istrinya.
***********
Malam pun tiba Erwin dan keluarga besarnya sudah siap-siap mau makan malam bersama,ketika makan malam ini Erwin ingin menyampaikan niat nya kepada keluarga nya.
Melihat semua sudah selesai makan Erwin meminta waktu mereka untuk mendengar rencana nya itu,dan mereka pun sudah menunggu dengan tidak sabar apa yang akan dia sampaikan.
"Pa,aku ingin menyampai kan sesuatu kepada.Papa dan Mama!",Kata Erwin pelan.
"Ya,ada apa nak?,"Tanya papa nya penasaran.
"Ya,nak!ada apa?",Tanya mamanya cemas.
"Aku dan Alea sudah sepakat ingin pindah ke pesantren nya Abi dan Ummi di desa,karena Erwin sudah muak dengan suasana di kota dan di dunia bisnis pa,ma."Kata Erwin yang membuat kedua orang tuanya dan mertuanya terkejut.
"Tapi kenapa nak?",Tanya ibu nya sedih.
"Ma,mama masih ingatkan,bagaimana Erwin dulu?",kata Erwin kepada mamanya.
"Dulu Erwin nakal oleh pengaruh kehidupan di kota,Erwin hampir saja menjadi orang yang tidak berguna kalau saja aku tidak bertemu dengan Abi dan keluarga nya."Ingat Erwin kepada orang tuanya.
"Aku ingin anak tumbuh menjadi anak yang baik di lingkungan yang baik,di pesantren kakek nya.Aku. ingin anak ku tumbuh dan besar seperti Ibunya",Jelas Erwin.
Erwin pun sangat lega karena sudah mengutarakan niat nya kepada keluarga besarnya,setelah habis 40 hari umur anak nya mereka akan segera pindah ke pesantren di desa.
Karena di sana dia akan merasa damai dan tentram ,dia ingin membangun keluarga kecilnya dengan penuh ke keberkahan.
***********
Walau pun jauh dari kemewahan tapi Erwin dan keluarga kecil nya sangat bahagia,menjalani kehidupan mereka di pesantren.
Mereka mengabdikan hidup mereka ,hanya untuk membangun pesantren keluarga nya itu.Erwin selalu menjadi Tutor untuk yang mau menjadi pebisnis,sedangkan Alea mengajarkan ilmu Al-Quran.
Sedangkan anak mereka selalu bahagia berada di tengah-tengah orang yang baik dan berakhlak mulia di sana.
Hanya sekali-sekali,mereka pulang ke kota untuk mengunjungi Kakek dan Nenek mereka di sana.Walaupun tinggal di pesantren Erwin masih saja memantau beberapa bisnis nya di kota.
Berkat Erwin banyak sekali kemajuan di pesantren itu,baik dari bangunan maupun dari prasarana nya .Karena banyak nya donatur berdatangan untuk menyumbangkan harta mereka di jalan Allah.
Erwin selalu mempromosikan pesantren milik mertuanya itu kepada rekan-rekan bisnis nya di kota,karena melihat perubahan hidup Erwin yang lebih bahagia sekarang.Mereka pun ada yang ingin belajar agam ke sana,ingin menenangkan diri ke sana ketika mereka lelah dengan kehidupan yang gemerlap di kota.
Erwin dan Alea hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain,dia mendidik anak laki-laki nya dengan dasar agama yang kuat.Mereka selalu menanam kan nilai-nilai agama kepada nya,Erwin tidak mau anak nya akan tumbuh seperti dia dulu.
Pagi itu Alea merasa tidak enak badan,dia merasa perut nya sakit.Jika dia mencium bau yang menyengat dia langsung muntah-muntah.
Erwin pun mengajak istrinya itu,untuk memeriksa diri ke dokter.
Setelah di periksa oleh Dokter,Dokter itu pun tersenyum dan berkata.
"Pak...Bu...,!selamat ya?,Atas kehamilan?".
"Benar,Dok?".Tanya Erwin tak percaya.
"Iya....benar,Ibu....positif ,hamil!".Jelas Dokter itu lagi.
Erwin dan Alea pun langsung melakukan sujud syukur,atas rezki yang Allah berikan melalui anak kehadiran anak ke dua di keluarga mereka.
Erwin benar-benar sudah hijrah,dia menjelma menjadi sosok yang sangat religius.Sukses di dunia dan akhirat itu lah keinginan nya.
Alea sangat bangga dengan suami nya itu,dia sangat bersyukur melihat suami nya yang sekarang.Sangat berbeda ketika pertama kali mereka bertemu dulu di jalan,Erwin marah-marah kepada Alea karena menggores mobil ke sayangan nya dengan sepeda butut Alea.
Mereka hanya tersenyum geli,ketika mengingat masa-masa itu.Dan Erwin merasa malu jika dia mengingat diri nya yang dulu.
Sekarang dia sudah menebus segala nya dengan hijrah nya,bahkan teman-teman nya dulu pun banyak yang mengikuti jejak nya sekarang.
Mereka tertarik melihat kebahagian Erwin dan keluarganya ,jauh dari kata perceraian dan pertengkaran.
Mereka hidup dengan Sakinah,mawadah dan warohmah.
Tamat.