I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Kehamilan



Ketika malam berlalu datanglah pagi yang membawa berkah untuk seluruh manusia di muka bumi ini,perlahan- lahan Alea membuka mata nya,tapi hanya kegelapan yang di dapat.


Lalu dia memanggil ummi nya karena dia ingin ke kamar mandi.


"Mii"


Tangan nya mengawai ke kiri dan ke kanan.


Mendengar suara istri nya Erwin pun terbangun.


"Sayang, kamu sudah bangun?."


Erwin pun langsung memeluk istri nya.


"Mas,apakah ini kamu mas?"


"Ya sayang,maafin mas sudah meninggalkan kamu tampa kabar berita,sebenar nya mas sudah menghubungi kamu tapi hp kamu tidak bisa di hubungi?."


"Mas Alea rindu sekali,rasa nya Alea tidak bisa bernafas karena merindui mu dalam kegelapan!."


"Mas juga merindu mu sayang,bertapa tersiksa nya mas selama jauh dari mu!."


"Mas,bukan saja Alea yang merindui mu,tapi ada malaikat kecil kita, yang juga merindui mu!."


Kata Alea sambil meraih tangan Erwin lalu meletakan di perut nya.


Erwin pun dengan pelan nya dia mengelus perut istri nya itu.


"Sayang ,mas bahagia sekali mendengar kabar kehamilan kamu!mas sangat bersyukur kepada Allah karena sudah menganugrahi kita anak dengan cepat."


"Mas,Alea kali ini mau ikut mas kemana saja,Alea tidak mau lagi di tinggal mas!."


"Ya sayang nanti pas kamu pulang dari rumah sakit ini kita pulang dulu kerumah ummi dan abi,setelah itu kita baru pulang ke kota!."


Setelah mereka memadu kasih karena selama sebulan ldr,Alea pun hari ini sudah di boleh kan oleh dokter pulang,dan mereka pun pulang ke pesantren.


Sesampai di pesantren Alea pun langsung istirahat di kamar.


"Oh ya sayang mas lupa ngabarin mama sama papa tentang kehamilan kamu!."


"Ya mas,kemaren waktu abi ke kerumah papa,kata satpam papa dan mama sedang di luar negri!."


"Mas juga belum ketemu mereka,waktu mas pulang mereka sudah di luar negri."


***********


Erwin pun menghubungi ke dua orang tua nya.


"Hallo ma."


"Hallo sayang,apa kabar?mana Alea?."


"Kabar Erwin baik ma,Alea ada!."


"Sekarang kalian lagi di mana?."


"Lagi di pesantren ma!."


"Lho belum pulang ke kota nak?."


"Belum ma!."


Dan Erwin pun menceritakan semua kejadian yang dia alami.


"Ya tuhan,kamu tidak apa -apa nak?."


"Syukurlah ma kami di sini baik- baik saja!."


"Dan Alea sekarang hamil ma!."


"Benaran win?."


"Benar ma!."


"Alhamdulillah nak,mama dan papa senang banget,Win mama ingin ngomong sama istri mu nak!."


"Baik ma."


"Sayang mama mau ngomong sama kamu!."


Alea pun mengambil hp Erwin.


"Hallo ma,apa kabar?Alea kangen sama mama dan papa!."


"Hallo nak,mama dan papa juga kangen sama kamu,kabar mama dan papa baik nak!kata Erwin kamu sedang hamil nak?."


"Ya ma,alhamdulillah!."


"Ishaallah ma,Alea akan jaga calon cucu mama,kapan mama pulang?."


"Belum tahu nak,menunggu pekerjaan papa mu selesai di sini."


Setelah mengobrol panjang lebar dengan mertua nya,Alea pun makan siang dengan keluarga nya.


Ketika makan siang Erwin pun ingin mengutarakan bahwa dia dan Alea akan segera pulang ke kota.


"Bi,mi,maaf sebelum nya, Erwin mau ngomong!."


"Ngomong saja nak,ada apa?."


"Bi,mi,besok Erwin dan Alea berencana mau pulang ke kota,karena Erwin mau segera mengobati mata nya Alea!.."


"Nak apa tidak terlalu buru- buru,Alea kan baru pulang dari rumah sakit ,ummi khawatir dengan kondisi nya,apalagi dia sedang hamil nanti dia ke kecapean di perjalanan."


"Tidak mi Alea sudah kuat kok!."jawab Alea meyakini ummi nya.


"Ya sudah kalau kalian mau pulang besok tidak apa -apa,tapi hati -hati saja,bawa mobil nya pelan- pelan ya nak!."kata abi nya.


"Baik bi,Erwin ingin segera mengobati mata nya bi,Erwin ingin dia segera bisa melihat sebelum dia melahir kan!."


"Dan mohon doa nya bi,mi,untuk kesembuhan Alea nanti nya."


"Doa ummi sama abi selalu untuk kalian berdua nak.!."


"Terima kasih mi,bi."


Malam pun semangkin larut tapi suami istri yang sedang di mabuk cinta itu,tidak lah bisa tidur karena mereka larut dalam cinta dan rindu yang sedang membara.


Erwin pun dengan lembut membelai istri nya yang telah di tinggali nya berbulan bulan itu.


Begitu pula dengan Alea yang sudah rindu akan belaian suami nya yang sudah lama tidak dia rasakan.


Suara mereka memadu kasih pun memecah kesunyian malam,apalagi di tambah suara binatang malam bak melodi musik yang indah menambah kan gairah mereka untuk bercinta.


Dengan tersenyum puas Erwin dan Alea pun tertidur pulas karena kelelahan.


Dengan erat nya Alea memeluk suami nya itu,sebagai tanda dia tidak ingin terpisahkan lagi dengan orang yang sangat dia cintai itu.


Begitu juga dengan Erwin,di peluk nya istri nya dengan hangat sehingga Alea merasa nyaman tidur dalam pelukan suami nya itu.


Pagi pun menjelang,mereka berdua pun bangun untuk menunaikan sholat subuh berjemaah.


Setelah itu mereka pun siap- siap karena hari ini mereka akan pulang ke kota.


Di meja makan saat sarapan,abi sama ummi sebenar nya sedih karena anak semata wayang nya akan pergi,apalagi anak nya dalam keadaan hamil muda,tapi ummi nya mencoba meyakinkan hati nya bahwa Erwin mampu menjaga anak nya itu.


"Nak Erwin,jaga Alea ya!jaga kandungan nya,kamu harus sabar karena emosi orang hamil itu tidak stabil nak.!."


"Inshaallah mi,Erwin akan menjaga Alea dan calon cucu ummi!."ucap nya sambil tersenyum.


Hati ummi nya pun lega mendengar ke sungguhan menantu nya itu.


"Ummi tenang saja, Erwin akan membuat anak ummi selalu bahagia!."


"Ya nak,ummi pasti akan merindui kalian!."


"Ah ummi,ini kan zaman canggih mi kita kan bisa video call terus!"kata Alea kepada ummi nya yang sedih karena akan dia tinggali."


"Ummi sama abi kan bisa ke kota kalau sedang akhir pekan?."Iya kan sayang"kata Erwin pada istri nya.


"Ya mi"kata Alea.


"Gak tahu ni kok pagi ini ummi mu baperan"ledek abi nya sambil ketawa.


"Iikh abi siapa yang baper bi,inikan perasaan seorang ibu yang akan di tingal oleh anak nya!."


"Abi bercanda mi,kok serius amat!."


Hahaha mereka pun tertawa melihat ummi nya cemberut.


Dan akhir nya tiba lah saat nya mereka berpamitan ke pada kedua orang tua nya,dengan berurai air mata ummi dan Alea pun bepelukan,hati ummi nya berat sekali untuk berpisah dengan anak nya itu,dia sangat khawatir dengan anak nya itu.


Rasa nya ingin dia ikut ke kota,tapi tanggung jawab nya sebagai seorang guru di pesantren itu,mengurungkan niat nya untuk ikut serta.


"Bi,mi,Erwin pamit"sambil dia memcium tangan kedua mertua nya itu.


"Ya nak hati- hati di jalan,jaga diri kalian baik-baik!."


"Inshaallah bi!."


Setelah pamit mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan pesantren tersebut.