
Dikota Alea hidup bahagia,Alea walaupun dia tidak bisa melihat tapi dia berusaha untuk menjadi istri yang baik dan berbakti,sedangkan Erwin selalu membuat istri nya bahagia tiap hari.
Ketika waktu pulang kerja Erwin selalu,pulang kerumah karena dia tidak ingin membuat istrinya menunggu di rumah,dia ingin selalu menghabiskan waktu nya bersama Alea.
Hidup itu bagaikan piano,hitam dan putih, tapi kalau kita bisa memainkan nya dengan baik maka akan terdengar sangat indah.
Pada suatu sore Erwin melihat iklan di koran kalau ada dokter spesialis mata yang sangat hebat,dia catat alamat klinik nya di hp.
Dengan riang sore itu dia pulang ke rumah,dia pun langsung menghampiri istri nya yang sedang mengaji di kamar.
"Sayang,mas punya kabar gembira untuk kamu!."
"Apa mas,bikin aku penasaran saja?."
"Tadi mas baca koran,mas lihat ada iklan tentang klinik pengobatan mata,sudah banyak lho yang sembuh berobat di sana!."
"Kita coba ya sayang!."
"Mas,Alea sudah terbiasa begini,rasa nya Alea tidak bisa sembuh lagi mas,nanti mas kecewa kalau tidak berhasil!."
"Sayang,dengarin mas dulu,apa salah nya kita mencoba?"kita tidak tahu hasil nya kalau belum mencoba sayang!."
"Tapi mas,biaya nya pasti mahal?kalau berhasil syukur, tapi kalau gagal gimana?sayang kan uang nya,mubazir kan mas?"
"Sayang ,tolong jangan pikirkan masalah uang,untuk apa mas kerja?untuk siapa mas kerja?kalau bukan untuk kamu!."
Erwin pun dengan gigih nya membujuk istri nya itu untuk berobat,sampai akhir nya Alea pun bersedia.
"Baik lah mas,kita akan coba!"
"Terima kasih sayang,i love you!."
"I love you too!."
"Sayang mari kita makan mas sudah lapar."
"Mandi dulu mas!."
"Oh iya lupa sayang."
Erwin pun sangat gembira sekali karena istri nya mau berobat ke klinik itu.
Hari esok nya mereka pun pergi ke klinik yang Erwin kata kan tadi malam,dia sengaja tidak ke kantor karena dia ingin menemani istri nya itu.
Sesampai nya di klinik itu,Erwin pun mendaftar ke perawat nya,karena banyak sekali pasien disana,jadi mereka agak lama menunggu.
Setelah lama menunggu,tiba lah giliran nama Alea di panggil,masuk lah mereka berdua ke ruangan dokter,ketika masuk perawat langsung memeriksa mata Alea.
"Sus,dokter nya mana?"tanya Erwin.
"Lagi ke toilet pak!."
"Oh ya"
Sekitar lima menit keluarlah dokter tersebut.
"Win,ini kamu?"
"Wid,Widya?"
"Kamu ngapain ke sini Win,apa dia pembantu mu?."
Pertanyaan Widya itu sangat lah pedas sehingga telinga dan hati Alea agak sedikit sakit,tapi dia mencoba kuat.
"Maaf Wid,dia istri ku!"
"Apa Win ,aku tidak salah dengar?"
"Tidak Wid,dia memang istri ku!"
"Hahaha,seorang Erwin yang selera nya selangit dulu ?kini selera nya sudah berubah?dulu waktu kita pacaran kamu selalu menuntut aku untuk menjadi wanita yang perfect di mata mu!tapi coba lihat sekarang selera mu kampungan banget!."
"Oh ini toh selera mu Win,sudah kampungan,buta lagi!"
Bagaikan di sambar petir hati Alea merasa sakit,"mas,begitu banyak nya wanita yang perna kau sakiti dulu,kau telah melukai hati mereka dan wajar kalau sekarang kamu dan aku di hina seperti ini"ucap Alea dalam hati.
"Widya cukup ya! kau menghina istriku dia tidak tahu apa -apa!kami ke sini mau berobat bukan untuk kau hina!."
"Baik lah silah kan kalian pergi,aku tidak sudi menyentuh istri mu itu,jijik gue!."
"Sayang mari kita pergi dari sini,dasar wanita sombong!"kata Erwin.
Sambil menuntun istri nya pulang,Erwin tak henti- henti nya memintak maaf ke pada istri nya itu.
"Sayang,maafin aku ya!lagi- lagi karena masa lalu ku kamu jadi begini,dulu kau kehilangan penglihatan karena Jessica,sekarang karena Widya hati mu terluka!."
"Mas,hati Alea memang sakit mendengar perkataan dia tadi,tapi mungkin dulu hati nya jauh lebih sakit dan hancur saat kau mempermainkan dia."
"Sayang,waktu itu mas tidak kepikiran kalau perbuatan mas itu akan ada akibat nya,maafin mas ya!."
"Mas tidak perlu mintak maaf, Alea sudah tahu resiko dari masa lalu mas,saat Alea menerima mas sebagai suami Alea,berusaha mintak maaf lah kepada mereka mas,kalau kita berbuat salah kepada Tuhan kita bisa kapan saja, karena dia selalu ada,tapi kalau kita berbuat salah kepada sesama manusia itu sulit karena kita tidak tahu umur kita sampai di mana..?Inshallah Alea kuat mas dengan ini semua."
"Terima kasih sayang kamu adalah istri terbaik yang Tuhan kirimkan dari surga untuk ku,mas janji akan mintak maaf kepada mereka semua!."
Air mata Erwin pun terjatuh saat dia memeluk istri nya itu.
"Terima kasih Tuhan kau telah memberiku seorang malaikat yang berhati mulia"gumam nya dalam hati.
Dengan semangat nya Erwin setiap hari mencari impormasi tentang tempat pengobatan mata untuk istri nya,dia ingin memberi cahaya lagi di mata Alea,agar Alea tidak di hina oleh orang lagi,karena mendengar hinaan itu membuat hati nya sakit dan marah, dia tidak terima istri nya di hina .
Sekarang kehamilan Alea sudah menginjak usia lima bulan,berarti tinggal empat bulan lagi dia akan melahir kan.
Erwin pun tampa putus asa selalu berusaha mencari dokter ahli mata,dan pada akhir nya dia mendapat imformasi dari teman kuliah nya dulu bahwah ada seorang tabib yang bisa mengobati mata dengan cara tradisional.
Erwin pun berpikir,apa salah nya dia coba karena sudah banyak dokter ahli mata yang dia dan Alea temui ,tapi tidak berhasil mengobati mata Alea.
Setelah dia chatting dengan teman nya itu di ruang kerja nya,dia langsung menemui istri nya di kamar.
"Sayang,apakah kamu sudah tidur?"
"Belum mas,cuma tiduran saja,kepala ku sedikit pusing....!"
Erwin pun panik saat mendengar istri nya pusing.
"Kamu tidak apa- apa sayang?kita kedokter ya!."
"Tidak perlu mas,kata dokter waktu itu ini biasa kok pusing seperti ini saat hamil."
"Mas,pijitin ya!."
"Boleh mas"
Erwin pun mulai memijat kepala istrinya itu.
"Sayang tadi mas dapat email dari teman mas,kata nya dia kenal dengan seorang tabib yang bisa mengobati mata secara tradisional!."
"Maksud nya apa? Alea tidak mengerti mas?."
"Pengobatan tradisional sayang, non medis!."
"Kita coba saja dulu ya sayang,siapa tahu kali ini berhasil!."
"Baiklah mas,tapi ini yang terakhir kalau tidak berhasil Alea akan nyerah,Alea akan terima dengan ikhlas takdir Alea seperti ini,dan juga Alea akan ikhlas mas kawin lagi ,dengan wanita lain yang sempurna agar mas tidak malu ketika membawa pasangan ke tempat umum!."
"Sayang berhentilah bicara seperti itu,mas tidak akan laku kan itu,kemana pun mas pergi akan selalu bersama mu,mas tidak akan malu malahan mas bangga punya istri seperti kamu!."
Mas andai engkau tahu hati ku tidak tega melihat usaha mu untuk mengobati ku selalu gagal,maka nya aku selalu menolak ajakan mu untuk berobat!."
"Tuhan,kalau seadainya aku masih punya ke sempatan ke dua untuk melihat lagi,maka pulih lah mata ku ini,izinkan aku melihat wajah suami dan anak ku kelak."
"Kepada mu lah aku bermunajat,kepada mu lah aku gantungkan harapan ku.amin!."