
Setelah kondisinya stabil,Alea sudah di bolehkan pulang kerumah.Erwin pun sangat gembira mendengar berita itu,karena kalau di rumah keselamatan istrinya bisa lebih aman terjaga.
Setelah mengurus semua biaya admistrasi,Erwin pun segera mengajak istrinya itu pulang,dan tak lupa juga Erwin menyewa dua orang perawat untuk menjaga Alea ketika di rumah nanti.
"Sayang hari ini,kita pulang ya!."Kata Erwin kepada istrinya.
"Alhamdulillah,mas."Jawab Alea lemas.
"Mas,senang sayang.Karena kalau di rumah,mas bisa jaga kamu dengan leluasa."Kata Erwin.
"Ya,mas.Sebenarnya Alea sudah rindu dengan suasana rumah kita."Ujar Alea sambil tersenyum.
Para perawat sudah menyiapkan kursi roda untuk Alea,tapi Erwin menolak nya karena dia ingin mengendong istrinya dengan kedua tangan nya.Menurut pikiran nya Alea lebih aman di dalam dekapan nya,karena dia tahu siapa orang yang ingin mencelakai istrinya itu.Dia sudah paham betul dengan kelicikan seorang Jessica.
***************
Dengan kekuasaan yang di miliki oleh seorang Erwin,Segenap personil polisi pun di kerahkan untuk memata-matai Jessica dan anak buah nya.Menyadari diri nya sedang di awasi,Jessica lebih memilih bersembunyi di suatu tempat yang aman menurutnya.
Erwin belum punya cukup bukti untuk segera menyeret Jessica ke penjara lagi,dia juga tidak ingin terburu-buru dalam kasus ini,karena dia masih pokus untuk memulihkan kondisi istrinya saat ini.Dia membiarkan Jessica bebas dulu di luar sana.
Sementara di sebuah vila,Jessica sangat kesal mendengar Alea sudah pulang kerumah,itu menandakan Alea sudah sehat.Jessica pun marah-marah dan melempar gelas kelantai dan dia pun minum minuman keras sampai dia tak sadarkan diri.
*************
Sedangkan di tempat lain,Widya dan Doni lagi berbahagia karena sedang menikmati bulan madu mereka di sebuah pulau yang sangat indah,mereka menghabiskan hari-hari mereka dengan penuh keromantisan cinta di antara mereka.Doni dan Widya berharap pulang dari bulan madu ini,mereka akan segera punya anak dan sepakat untuk tidak menunda akan hal itu.
"Sayang,aku sangat bahagia sekali malam ini.Kita bisa berduaan di sini tampa batasan lagi,karena kita sudah halal dan bebas melakukan apa saja sekarang."Kata doni kepada istrinya.
"Ya,mas.Terima kasih untuk semuanya."Ucap Widya sambil memeluk Doni dengan erat.
"Mas,sangat bahagia sayang."Ujar Doni sambil mengecup kening Widya.
Angin malam berhembus sangat pelan,seakan-akan mendukung suasana keromantisan kedua insan yang sedang di mabuk asmara.Kehangatan cinta di antara mereka memusnahkan rasa dingin angin malam di tepi pantai saat itu.
*************
Setelah memastikan Alea istirahat dan tidur,Erwin pun pergi ke ruang kerja nya,untuk memeriksa berkas-berkas dari kantor yang sudah menumpuk.Sementara istrinya sakit Erwin akan bekerja dari rumah,dia ingin menjaga istrinya selama 24 jam penuh.
Dengan hati guna gulana Erwin memikirkan semua hal yang terjadi kepada istrinya itu,ingin rasa nya dia menghancurkan hidup wanita yang telah menganggu istrinya,tapi dia tidak mau Alea tahu akan hal itu.Pasti istrinya akan melarang diri nya untuk melakukan itu semua,dia paham betul siapa istrinya.Wanita yang baik hati dan lemah lembut,dan selalu memaafkan kesalahan siapa saja yang menyakiti dirinya.
Karena hal itu lah,Erwin tidak menceritakan kalau Jessica sudah bebas dari penjara.Dia tidak ingin Alea sedih kalau mengetahui berita tentang Jessica,biarlah pihak yang berwajib menyelesaikan kasus itu.Erwin ingin melihat istrinya dan bayi nya selamat sampai lahiran nanti.
Lamunan Erwin pun buyar ketika ada seseorang mengetok pintu ruang kerja nya.
"Ya,ada apa?."Tanya Erwin.
"Ta...tadi,ibu Alea badannya panas,apa kita harus panggil dokter,Tuan."Ujar perawat itu.
"Apa???kenapa baru bilang sekarang."Kata Erwin marah.
"Tadi..masih bisa di handle tuan."
Dengan cepat Erwin menelpon dokter,untuk datang kerumah nya,dengan sangat tergesa-gesa di pun berlari menuju kamar nya.Dan dia pun langsung memeluk istrinya,dengan rasa cemas yang sangat besar.Erwin pun terus memeluk mencium dan memanggil istri nya,dan dia selalu membisikan kata-kata sayang ke telungga istrinya.Dengan harapan panas tubuh istrinya akan segera turun.
Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Alea,dengan rasa takut yang begitu besar Erwin pun tidak bisa menenangkan dirinya.Air mata nya pun jatuh tak tertahan kan melihat tubuh lemah istrinya itu,setelah menunggu beberapa menit dokter pun selesai mengecek keadaan Alea.
Melihat dokter sudah selesai,Erwin pun begegas menanyai kondisi istrinya.
"Dok,bagaimana?kondisi istri saya."Tanya Erwin penuh kekhawatiran.
"Pak Erwin,Ibu Alea sebaik nya kita bawa kerumah sakit lagi,karena kondisinya sangat lemah.".Jawab dokter.
"Tapi dok,aku tidak bisa melakukan itu.Karena ini menyangkut keselamatan dia."Jelas Erwin.
"Kalau begitu kita butuh alat medis,dan pak Erwin harus menyewa nya dari rumah sakit."Saran dokter itu.
"Baik lah dok,berapa pun biaya nya saya akan bayar."Kata Erwin
****************
Di tempat persembunyiannya Jessica dan teman-teman nya semangkin mengila dengan pesta mirasnya.Ambisi Jessica yang selalu gagal untuk mencelakai istri dari mantannya itu membuat dia stres berat,sehingga dia melampiaskan nya dengan mabok-mabokan.
Entah sudah berapa botol minuman keras yang sudah dia minum,dia sudah tak perduli lagi dengan semuanya.Yang dia inginkan hanya kebahagiaan yang dia rasakan bersama minuman yang ada di hadapan nya malam ini.
Salah satu dari anak buahnya,mencoba untuk melarangnya minum lagi karena dia sudah terlalu banyak minum,bukan nya berhenti tapi dia malah semangkin mengila.Dan bahkan marah kepada anak buah nya dan menyuruh untuk pergi menjauh dari nya.
************
Selesai memasang alat medis nya,dokter itu pun pamit pulang.Tinggal lah Erwin menemani istrinya di kamar,dengan penuh rasa cinta dan takut akan kehilangan istrinya Erwin terus berdoa agar istri nya segera pulih.Tidak ada yang dia takut di dunia ini selain ketakutan akan kehilangan orang yang dia cintai,dia selalu menguatkan hati nya dan selalu berharap agar cobaan ini cepat berlalu.
Di elus nya perut istrinya yang sedang hamil itu,dan sambil menguatkan calon bayi nya agar mampu bertahan dan kuat bersama ibunya untuk melewati cobaan ini.
"Sayang,cinta tidak akan pernah salah mengikat dua hati yang saling cinta dan yang di kehendaki Nya bersatu,satu bulan ini kita di uji dengan ujian yang sangat berat.Bersama kita mampu sayang,aku akan hapus air mata ini,karena kita sepakat untuk bahagia bersama.Aku sangat mencintai mu sayang,kau wanita yang hebat.Kau istri yang selalu menyejuk kan hati ku."Ucap Erwin kepada Alea.