
Di sebuah hotel mewah para pelayan sedang sibuk wara wiri untuk mempersiapkan sebuah pesta.
Ya pesta ulang tahun anak big boss mereka.
Di situ sudah nampak bos besar mereka yaitu pak Suryo utama,dia mondar mandir di depan lobi hotel,seperti nya ada seseorang yang dia tunggu.
Tak lama berhentilah sebuah mobil di depan hotel tersebut.
Lalu keluarlah orang yang ada di dalam mobil tersebut,yaitu orang yang di tunggu -tunggu nya dari tadi.
Mereka adalah keluarga ustad Syaiful rahman.
"Assalamualaikum Sur."
"Waalaikumsalam Syaif."
Mereka pun saling pelukan.
"Selamat datang dan terima kasih kalian sudah mau datang memenuhi undangan kami,mari kita masuk."ajak nya kepada tamu spesial nya,"mari silahkan duduk...!"
"Terima kasih Sur."
"Nak Alea,suami kamu mana kok tidak ikut...?abi mu juga tidak mengundang om saat kamu nikah...!"
"Maaf om Alea belum menikah..!"
"Lho kemaren kata Erwin kamu sudah di lamar..?"
"Ya Sur, kemaren memang sempat ada yang melamar anak kami,tapi Alea menolak nya kerena Alea merasa tidak cocok dengan nya."
"Ohhh jadi gituu..."sambil kepalanya manggut-mangut.
"Bagus lah kalau gitu."
"Ya belum jodoh nya Sur,kita tidak bisa memaksa kan anak- anak kita untuk jodoh mereka,biar lah mereka memilih nya sendiri."
"Benar itu Syaif!."
"Ohyah nak Alea kalau capek,istirahat lah di kamar sama ibu mu,nanti saya suruh pelayan yang akan mengatar kalian,om mau ngobrol dulu sama abi mu."
Lalu Suryo pun memanggil pelayan untuk mengantar Alea dan ibu nya ke kamar.
"Baik om,terima kasih."
Alea dan ibu nya pun berjalan menuju kamar yang sudah di sediakan untuk mereka.
Sedangkan pak Suryo dan ustad Syaif pun masih ngobrol- ngobrol di ruang tamu.
"Sur kok kamu tahu kalau anak ku ada yang melamar..?
"Aku tahu dari Erwin Syaif,dia cerita kenapa dia benar -benar ingin pulang ke kota,alasan yang sebenar nya adalah kerena dia sedih melihat Alea akan menikah dengan orang lain,padahal dia sudah jatuh cinta sama Alea waktu itu."
"Kenapa Erwin tidak berterus terang pada saya atau pun kepada Alea...?"
"Dia tidak mau ,kerena dia tahu Alea tidak boleh pacaran,pikir Erwin tidak mungkin Alea akan menolak pemuda itu karena Alea pantas mendapatkan laki- laki yang sepadan ilmu agama nya dengan dia."
"Tapi Alea tidak menerima nya Sur,saya juga tidak tahu apa alasan nya."
"Karena jodoh itu adalah misteri bagi kita Syaif...!bagaimana kalau kita jodohkan mereka berdua.?"
"Maksud kamu apa Sur?"
"Ya ,Alea dan Erwin,bagaimana?"
"Ya ,kalau mereka mau tidak masalah bagi ku."
"Saya ingin kedatangan nak Alea menjadi kado dan kejutan untuk Erwin."
Suryo pun menyusun rencana untuk anak kesayangan itu."
Setelah dia menyuruh sahabat nya itu untuk beristirahat,dia pun pulang kerumah karena sudah sore.
Sesampai nya di rumah di langsung menemui istri nya dan menceritakan semua rencana nya untuk memberi kejutan untuk anak mereka.
"Ma,Erwin sudah pulang belum dari kantor..?"
" Sudah pa,tadi mama lihat dia sedang sholat,pa sekarang anak kita sudah berubah ya?mama tidak menyangka dia akan berubah seperti itu,mama jadi terharu."
"Nah kan ma,apa yang papa bilang dulu,mama akan paham suatu hari nanti dampak dari hukuman papa untuk nya."
"Ya pa,maafin mama."
"Ma,panggil Erwin suruh dia siap-siap,sebentar lagi kita akan berangkat ke hotel.!"
"Ya pa..."
Dengan memakai jas yang rapi,Erwin keluar kamar,hari ini adalah hari istimewa bagi nya tapi dia kurang semangat kerena orang yang dia cintai tidak akan perna dia miliki.
"Lirih dia berkata dalam hati,Alea,sengaja tuhan menciptakan senja,lalu dia meletakan nya jauh di atas langit,supaya aku bisa memahami bahwa terkadang sesuatu yang indah itu hanya bisa aku kagumi tampa harus aku memiliki...!"
"Pa,mari kita berangkat ,"ajak Erwin kepada papa dan mama nya yang sedari tadi sudah menunggu nya.
Sesampai di hotel,dari dalam mobil dia melihat ada dua orang yang sangat dia kenal yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Pa,itu paman dan bibik kan?"
"Ya nak,sengaja papa undang mereka..!"
"Mereka hanya berdua pa?"
"Ehh ngak pa...!"
"Papa tahu nak kamu mengharapkan Alea yang ada di sini...":kata papa nya dalam hati.
Mereka pun turun mobil dan di sambut oleh Syaif dan istri nya,lalu Erwin pun segera menyapa dan mencium kedua tangan paman dan bibik nya.
"Paman,Bibik,apa kabar?"
"Baik nak,"jawab mereka berdua.bagaimana kabar kamu nak...?"tanya bibik nya.
"Alhamdulillah bik,Erwin baik -baik saja..!"
"Ohya bagaimana kabar Alea?"
"Dia baik nak,tadi di nitip salam untuk kamu,dan kata nya selamat ulang tahun."
"Terima kasih bik,syukur lah kalau dia baik."
"Mari kita masuk acara nya akan segera di mulai.."ajak Suryo.
Di dalam acara nya sudah ramai kerena tamu undangan sudah memenuhi ruangan.
Para undangan pun satu persatu memberi ucapan selamat ke pada Erwin,tak lupa sahabat- sahabat Erwin yang sedang asik menikmati hidangan yang telah di sedia kan.
Melihat mc sudah siap- siap untuk memulai acara, papa nya pun menghampiri Erwin dengan setengah berbisik dia berkata.
"Nak,sabelum acara nya di mulai papa ada kado dan kejutan untuk kamu."
"Apa pa,mana?"
"Ada di salah satu kamar hotel ini,kamu cari sendiri,ini tantangan dari papa."
"Apa sih pa,jangan buat Erwin penasaran..!"
"Ayo nak mulai sekarang cari lah,sebelum acara nya di mulai papa harap kamu sudah menemukan kado itu."
"Tapi kan bisa nanti Erwin ambil."
"Tidak nak nanti kamu nyesal dan kehilangan nya untuk kedua kali nya."
"Maksud papa,apa?"
"Cari lah dulu nanti kamu akan ngerti apa maksud papa..!"
"Baik lah pa."
Erwin pun bergegas mencari kamar yang isi nya ada kado dari papa nya,dia buka kamar ke satu tapi dia tidak menemukan apa -apa,dan seterus nya sampai kamar ke empat,dengan hati- hati dan pelan dia buka pintu nya..dan pas dia buka dia menemukan seorang gadis yang memakai hijab sedang berdiri di depan jendela sambil menghadap ke luar jendela,sehigga Erwin tidak dapat melihat wajah dari gadis itu.
Dug...dug..dug...jantung nya berdetak dengan kencang nya,"apa ini kado yang di maksud papa,tapi siapa dia..?"lalu Erwin pun mengucapkan salam.
"Assalamualikum."
"Walaikumsalam."
Mendengar suara merdu dari wanita itu,jantung Erwin tambah tak karuan.
"Seperti nya dia kenal dengan suara itu,tapi tidak mungkin kerena dia sudah jadi milik orang lain..."kata nya dalam hati.
"Kamu siapa?"
"Semuda itu kah mas lupa sama aku.?"
"Bagaimana aku tahu kalau engkau menyembunyikan wajah mu.!"
"Bukan kah cinta tak butuh mata untuk melihat?."
"Ketika orang tidak bisa memiliki cinta nya ,dia butuh mata untuk hanya sekedar mengagumi..?"
"Kalau cinta kenapa harus pergi..? meninggalkan cinta dalam kebisuan dan membiarkan cinta itu merana tampa kepastian,setia tampa ikatan yang pasti.!"
"I love you my ustadzah..?!!aku tahu kamu adalah ustadzah ku...!Alea ku mohon berpaling lah hati ku merasakan itu kamu,cinta ku yang ku tinggal di pesantren.!"
Lalu Alea pun menoleh.
"Mas...!!"sambil menangis Alea melihat laki-laki yang selama ini dia rindui."
"Alea,mas rindu kamu...tapi mas tidak berani menghubungi kamu kerena mas tidak mau menganggu rumah tangga mu..!suami mu kemana Alea?,nanti dia marah melihat kita berdua di sini!."
"Mas,?kenapa kamu pergi sebelum mendengar dan tahu apa keputusan Alea pada saat itu?."
"Karena mas tidak sanggup Alea...!mas mampu hanya mencintai mu dalam diam kerena mas tidak pantas untuk mu,sedangkan dia lebih pantas untuk mu Alea."
"Mas siapa?tuhan!yang berhak berkata seperti itu."
"Memang kenyataan nya seperti itu Alea..!"
"Waktu mas meninggalkan pesantren Alea sangat sedih sekali dan merasa kehilangan,Alea menanggis mas,tapi Alea tidak tahu mas apa yang telah terjadi pada diriku,dan pada malam hari nya keluarga mas Farel datang kerumah untuk menanyakan keputusan aku tentang lamaran mereka,mas tahu tidak? dengan yakin nya aku menolak lamaran mereka,aku selalu menunggu kabar dari kamu mas,aku ingin sekali memberi tahu kamu tentang keputusan aku itu, tapi mas tidak perna menghubungi Alea,sampai om Suryo mengundang kami ke sini!awal nya aku tidak mau ikut tapi om memaksa agar aku hadir,aku takut kecewa ,jika nanti aku melihat mas Erwin dengan wanita lain.!"
"Alea,maafin mas ya,yang sudah membuat mu sedih,rasa nya ingin sekali mas menghubungi kamu tapi mas takut menganggu kamu kerena mas pikir kamu sudah menjadi istri orang,tapi walaupun begitu hati mas masih mencintai mu Alea,!sulit bagi ku untuk mengantikan kamu dengan orang lain."
Mereka pun mengakhiri obrolan mereka ,kerena mereka mendengar panggilan dari pengeras suara dari mc di bawah.
"Di mohon kepada tuan Erwin,jika sudah menemukan kado nya tolong di bawa ke bawah kerena acara akan segera di mulai..!terima kasih."
Erwin pun mengengam tangan Alea dan mereka pun berjalan menuju kebawah tempat pesta berlangsung.