
Prakkkkkkk....suara dari gelas yang di kempar kan ke kaca lemari.
"Sialan....lagi-lagi kau selamat.AAAlea!."Teriak wanita itu.
Mendengar bos nya berteriak seperti itu,kedua bodyguard nya pun berlari menghampirinya.
"Ada apa bos?."
"Sial semua rencana ku gagal,total.Dan dia masih hidup di rumah sakit sana!."
"Boss,kita kan belum gagal.Masih bisa menjalankan rencana lain."
"Tapi, Erwin pasti akan menjaga istri nya dengan ketat."Kata nya pesimis.
"Jadi apa gunanya kami disini,bos."hahahah kata mereka tertawa.
"Maksud nya?."Tanya nya binggung.
"Serahkan semuanya pada kami ,bos."
"Kalian punya ide?."
"Sini."Kata salah satu anak buahnya berbisik kepada bos mereka.
"Baiklah,tapi saya harap kali ini kalian berhasil!."Saya tidak ingin ada kata gagal!."
"Siap,bos."
**************
Pagi itu di rumah sakit tampak mondar mandir beberapa anggota kepolisian berjaga di depan kamar dimana Alea di rawat.
"Mas,kenapa?banyak polisi di luar?."Tanya Alea heran.
"Mereka semua,mas perintahkan untuk menjaga kamu.Sayang!."
"Mas berlebihan deh!Allah saja cukup untuk menjaga istri mu ini."Heheh ledek Alea kepada suaminya.
"Sayang,Mas tahu itu.Tapi aku tidak ingin kehilangan kamu!."
"Mas,percaya lah dengan takdir Allah.Kalau memang Alea di takdirkan akan bersama kamu terus,Alea akan mendampingi kamu samapai Alea tua nanti.Tapi...!".Belum selesai Alea bicara Erwin sudah memeluk dan mencium bibir istrinya itu agar dia berhenti bicara dan membahas tentang perpisahan.
Erwin tahu,mati itu pasti.Perpisahan itu akan terjadi suatu saat nanti, tapi dia tidak ingin membahas masalah itu sekarang.Karena melihat Alea sudah sehat pun dia sangat bersyukur.
Ketika Erwin dan Alea sedang bermesraan tampa mereka sadari seorang perawat datang masuk kedalam.
Mendengar langkah kaki perawat itu,Erwin dan Alea pun menoleh.
"Ma...ma..maaf pak,bu."Kata perawat itu tersipu malu.
"Ohhh..tidak apa-apa,sus.Silahkan masuk."Kata Alea.
Dan Erwin pun masuk kamar mandi untuk membasuh mukanya,Sedang kan Alea diperiksa oleh suster.
Sedangkan di luar rungan selain anggota kepolisian terlihat ada beberapa cleaning service yang wara wiri sibuk membersihkan lantai.
*************
Mendengar berita Alea masuk rumah sakit,Doni dan Widya pun segera pergi kerumah sakit untuk menjengguk Alea.
"Sayang,kamu yakin?kita pergi kesana."Tanya Doni kepada Widya.
"Ya,sayang.Aku yakin,apa pun tanggapan Erwin aku tidak perduli!."Jawab Widya.
"Baiklah kalau begitu."
Mereka pun segera pergi menuju rumah sakit,di jalan mereka berhenti sebentar untuk membeli sekedar buah-buahan untuk Alea.Sampainya di rumah sakit,Doni dan Widya langsung menanyakan kamar dimana Alea di rawat kepada suster yang jaga.
Setelah mendapatkan nomor kamarnya,Doni dan calon istrinya itu pun segera menuju kamar tersebut.Ketika sampai di kamar Alea,langkah kaki mereka pun terhenti karena melihat ketatnya penjagaan dari pihak kepolisian.
"Apa-apaan Erwin?.berlebihan bangat."Kata Doni sambil ketawa kecil.
"Jika aku ada di posisi Alea,apakah kamu seperti ini juga?."Tanya Widya.
"Sayang ,aku akan menjaga kamu dengan diri ku sendiri.Karena kamu,istriku."
"Ya,tapi kan?Alea mau di celakai oleh orang.Sayang....!."
"Sudah-sudah kita kan,mau ketemu Alea.Kenapa mala berdebat disini,ayo."Ajak Doni.
Ketika mereka sudah dekat di depan pintu kamar sahabat nya itu,mereka pun di hentikan oleh salah satu dari kepolisian tersebut.
"Maaf,mbak,mas.Kalian mau kemana?".
"Kami mau masuk,mau bertemu dengan Alea dan Erwin."Jawab Doni.
"Maaf,pak.Kami harus lapor dulu kepada pak Erwin,dan memastikan kalian boleh masuk atau tidak."
"Ya,terserah kalian deh!susah amat."Rutuk Doni kesal.
"Mas,sabar sedikit kenapa?."
Salah satu dari mereka pun masuk untuk melapor kepada Erwin,tentang keberadaan Doni sahabat nya itu.
Melihat Erwin sedang istirahat di sofa dan Alea sedang melantunkan ayat Al-Quraan polisi itu pun agak takut-takut.Melihat itu Alea pun menghentikan bacaan nya.
"Ada apa,mas?."Tanya Alea.
"Maaf,bu.Menganggu ibu dan bapak."
"Ya,tidak apa-apa."Jawab Alea.
"Bu,di luar ada tamu yang ingin berkujung dengan ibu.Apa boleh mereka masuk?."
"Nama nya,Doni pak."
"Suruh dia pulang,kami tidak menerima tamu hari ini."Tegas Erwin.
"Mas,ku mohon izinkan mereka masuk.Kasihan mereka jauh-jauh sudah datang ke sini."Pinta Alea.
Sebenar nya Erwin kesal dan marah tapi menginggatkan istrinya itu sedang sakit dan dia tidak ingin melihat istrinya sedih,maka dia pun mengizinkan mereka masuk.
"Ya,sudah suruh mereka masuk.Dan periksa semua bawaan mereka."Perintah nya.
"Mas,jangan berlebihan begitu ah,sampai di periksa segala?emang nya mereka *******."
"Bapak dan ibu di izinkan untuk masuk,tapi bapak sama ibu harus kami periksa dulu sebelumnya.Karena peraturannya begitu siapa pun yang masuk harus diperiksa tampa terkecuali."Kata salah satu dari petugas di sana
"Baiklah,silahkan periksa."Ujar Doni.
Setelah semua nya selesai Doni dan Widya pun masuk.Mereka pun mengucapkan salam dan Widya pun langsung memeluk Alea.Melihat itu pun Erwin sangat marah karena dia tidak ingin orang lain menyentuh istrinya.Karena dia belum percaya sepenuhnya dengan Widya.
"Maaf ya!.Jaga jarak dengan istri saya!."Kata Erwin pedas.
"Win,tolong lah .Kami kesini mau melihat Alea bukan menyakiti nya.Percaya lah!."Jelas Doni.
"Ya,Win tolong izin kan kami melihat Alea.Kami peduli,kami sayang Alea,kami prihatin dengan Alea."Tak henti-hentinya Doni meyakini sahabat nya itu.
"Apa lagi aku,aku suaminya.Aku ingin menjaga istriku dari kejahatan semua orang,karena semua orang tidak bisa aku percayai lagi!."
"Win,jangan kau pukul ratakan semua orang.Sehingga kau akan kehilangan orang-orang yang kau sayangi."
"Mas....sudahlah mereka kan punya niat baik untuk datang kesini."Kata Alea lembut.
Mendengar istrinya berbicara seperti itu,Erwin pun diam dan kembali duduk di sofa lagi.Sedangkan Alea sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Widya,mereka pun bercerita tentang apa pun.Dan Widya pun menceritakan perihal rencana pernikahannya dengan Doni.Tak terasa hari pun mulai sore,dan mereka berdua berpamitan pulang.
****************
Ketika malam beranjak,hari pun sudah mulai gelap,semua orang siap-siap untuk melakukan ibadah tak terkecuali Alea dan Erwin.Entah mengapa malam itu Alea kepingin makan nasi goreng dan dia memintak Erwin membelikan nya,karena hanya Erwin yang mengerti akan selera istrinya itu.
Erwin pun segera memenuhi permintaan istrinya,dan dia pergi keluar untuk membeli nasi goreng kesukaan Alea.Tapi sebelum dia pergi Erwin menitipkan Alea dengan aparat yang di sewanya untuk menjaga Alea.
Tampa mereka sadari ada bahaya yang mengintai mereka.mereka pun sudah siap-siap untuk menjalankan sebuah rencana .
"Bosss...siap bergerak."Perintah nya melalui panggilan hp.
"Siappp."
Tampak seorang perawat berjalan menuju kamar Alea.Dengan santai nya dia masuk untuk mengecek kondisi nyonya besar di dalam kamar itu,perawat itu menutupi wajah nya dengan masker dan hampir seluruh muka nya tertutup hanya kelihatan mata nya saja.
"Maaf mbak,perawat baru ya?tanya Alea."Rama.
Tampa menjawab perawat itu pun hanya mengangguk kepala nya saja.Dengan sibuk nya dia menyiapkan alat-alat medis untuk memeriksa kondisi Alea.
Dengan pasrah Alea membiarkan perawat itu menjalankan tugas nya,tak sedikit pun dia berburuk sangka dengan perawat itu.
Dan rangkaian terakhir dari pemeriksaan itu dia menyuntikan cairan ke dalam botol infus nya.Setelah itu dia pun dia pergi begitu saja tampa mengucapkan sepatah kata pun.
**********************
Dengan penuh kebahagiaan Erwin sangat bersemangat untuk membeli istrinya itu nasi goreng kesukaannya,karena dia sangat senang melihat progres kesehatan istrinya yang sedang mengandung itu.
Tak lama perawat itu pergi,datanglah perawat yang lain,curigalah para penjaga disana.
"Bukan nya tadi ibu Alea sudah di periksa?."Tanya salah satu dari mereka.
"Ya."Jawab teman nya.
Dan perawat itu pun menjerit seketika itu juga waktu dia melihat pasien nya kejang-kejang dan mulut nya mengeluarkan busa.Tak pelak lagi semua polisi yang bertugas di situ pun berhamburan menghampiri sumber teriakan tersebut.
Semua nya terkejut melihat kondisi Alea seperti itu,dan mereka pun segera memangil dokter.
Semua yang berjaga malam itu pun di rundung kecemasan karena mereka takut dengan Erwin.Semua orang sudah tahu siapa Erwin,kalau dia marah semua nya akan berakhir dan jabatan mereka jadi taruhan nya.
Setelah mendapatkan penanganan dokter kondisi Alea pun sedikit membaik,untung saja cepat di ketahui kalau terlambat sedikit saja.Bayi di dalam perutnya akan kena imbas nya,semua jadi khawatir dengan kemarahan Erwin.Baik para dokter maupun para polisi yang berjaga di kamar istrinya itu.
Pelan tapi pasti Erwin melangkah menuju kamar istrinya,dan dia pun merasa heran.Kenapa?di depan kamar istrinya terlihat ramai ada komandan polisi yang datang dan semua dokter di rumah sakit itu pun berkumpul di sana.Dan dia pun mempercepat langkah nya.
"Ada apa ini?kenapa?ribut disini!."Tanya Erwin.
Salah satu dari dokter itu pun menjelaskan kepada nya,tentang apa yang terjadi kepada istrinya.
Dengan penuh emosi Erwin pun mengepal jari jemarinya,dan terjatuh lah semua yang ada di tangannya termasuk nasi goreng pesanan Alea.
"Kurang ajar!."
Dan semua kursi yang ada di situ dia banting semua,tampa merasa sakit sedikit pun dia pun memukul dinding dengan kedua tangan nya.Semua orang yang ada di situ hanya diam dan tertuduk ketakutan,karena mereka tidak berani menghentikan amarah seorang Erwin suryo utama.
"Aku bayar kalian semua?,untuk menjaga istriku....!Kenapa?ini semua bisa terjadi!hah?."Tanya sambil memegang baju salah satu dari anggota polisi yang bertugas menjaga istrinya.
"Kalau terjadi sesuatu dengan Alea ku.Kalian akan ku habisi,paham!."Bentak nya kepada semua orang.
Sayup-sayup Alea mendengar suaminya marah-marah di luar.Dan dia pun meminta salah satu perawat untuk mengantarkan dirinya keluar,tapi melihat kemarahan suaminya.Para perawat pun ragu -ragu dan takut,dengan lembut Alea meminta kepada mereka agar mereka mengabulkan permintaannya itu.
Dengan mengunakan kursi roda Alea pun keluar dengan di dorong oleh salah satu perawat di ruangan itu.
"Mas...kenapa?harus marah kepada mereka?.Semua ini sudah takdir dari Allah,mas!."Alea pun mencoba meredam amarah suaminya itu.
Dengan berurai air mata Erwin pun memeluk tubuh istrinya yang terkulai lemah itu.
"Bagaimana?aku tidak marah,sayang!.Ketika kau di sakiti seperti ini?aku sudah pernah bilang,aku tidak takut kehilangan segalanya!.Tapi yang aku takuti kehilangan diri mu!.karena engkau begitu berharga bagiku."
"Sayang,kejadian ini adalah sebagai pelajaran untuk mu.Ketika kita tidak sepenuh nya percaya kepada Allah maka kita akan kehilangan sesuatu yang berarti bagi kita,mereka hanya manusia biasa yang tak luput dari kelalaian.Hanya Allah yang mampu menjaga segala sesuatu karena Dia tidak pernah lalai,jadi Alea mohon jangan marahi mereka,mas!."Pinta Alea sambil membelai kepala suaminya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Mendengar ucapan istrinya itu,hati Erwin pun melunak.Dengan eratnya dia memeluk istrinya itu,melihat drama yang terjadi di depan mereka .Semua orang pun ikut terharu dan terhanyut di dalam adegan romantis yang tercipta di antara sepasang suami istri itu.