I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Kau tetap cinta ku



Semangkin hari kondisi Alea membaik,dan keluarga Erwin pun bersepakat untuk membawa Alea kerumah mereka.


Sebenar nya Alea ingin pulang ke pesantren,karena disana dia masih bisa mengajar mengaji.


Tapi Erwin dan orang tua nya memaksa karena kalau di kota Alea akan mudah untuk proses penyembuhan mata nya.


Kalau tinggal di pesantren akan sulit ,karena pesantren terletak di sebuah desa,akan sulit untuk Alea bolak balik kerumah sakit untuk control mata nya.


Hari ini dimana Alea di izinkan dokter untuk pulang.


"Mas,Alea pulang ke pasantren saja ya?karena Alea tidak mau merepotkan keluarga mas."


"Sayang,kamu tidak merepotkan kami,ku mohon!jangan menolak, ini permintaan papa dan mama!."


"Tapi mas."


"Sayang,ngertilah!."


"Ya..iya..ok."


Hari itu hanya Erwin yang menjemput Alea,karena mama dan papa nya ada acara yang tidak bisa di tinggalin,sedangkan orang tua Alea sudah pulang ke pesantren,,karena mereka sudah lama meninggalkan pesantren,Melihat kondisi Alea sudah membaik ,mereka pun pulang, karena tanggung jawab mereka kepada santri -santri di sana juga penting.


"Mari sayang kita pulang."ajak Erwin.


Erwin pun menuntun tangan Alea.


"Ayo mas."


Setelah sampai Alea dan Erwin di sambut oleh para pelayan di rumah itu,bahkan Erwin sudah menyewa seorang perawat untuk merawat Alea.


Karena mereka belum menikah,jadi Erwin tidak leluasa untuk menyentuh Alea,jadi dia menyewa perawat untuk sementara.


"Sayang mari masuk ke kamar dan beristirahat lah!."


"Baik mas,terima kasih!."


Erwin pun memanggil pelayan.


"Bik."


"Ya tuan muda."


"Bibik tolong siapkan makanan untuk Alea ya!."


"Baik."


Setelah sampai di kamar Alea langsung berbaring di kasur karena kondisi nya belum stabil seratus persen.


"Sayang kamu istirahat dulu ya mas mau mandi dulu ke kamar ."


"Ya mas,jangan lupa mas juga istirahat!."


"Baik sayang."


Sesampai nya di kamar Erwin langsung mengambil hp nya untuk menelpon kedua orang tua nya Alea.


"Assalamualaikum paman."


"Walaikumsalam nak Erwin."


"Paman Alea sudah pulang kerumah,karena kondisinya sudah baik kata dokter!."


"Syukur Alhamdulillah kalau begitu nak,tapi paman agak khawatir Alea akan bosan kalau di rumah terus karena Alea tidak terbiasa seperti itu?."


"Paman tenang saja nanti Erwin akan ajak dia keluar dan jalan- jalan paman."


"Terima kasih nak kamu sudah menjaga Alea."


"Itu sudah tanggung jawab Erwin paman!."


"Paman, Erwin mau ngomong sesuatu sama paman."


"Apa nak?"


"Paman izinkan Erwin menikahi Alea?."


"Tapi nak kamu kan tahu kondisi dia saat ini!."


"Justru itu paman biar Erwin leluasa merawat dia,kalau sudah halal tidak ada lagi penghalang bagi kita untuk bersama-sama!."


"Nak,paman hanya bisa merestui nya saja,keputusan nya paman serahkan kepada Alea !."


"Ya paman terima kasih,nanti saya coba sampaikan pada nya tentang niat ku ini."


"Baiklah nak."


Setelah menutup telpon nya Erwin segera mandi.


Habis itu dia keluar kamar,dan dia menuju kamar kekasih nya itu.


"Sayang mari kita sholat dzuhur dulu,setelah itu kita makan siang bersama."Ajak Erwin.


"Ayo mas."Jawab Alea.


Karena Erwin belum halal bagi Alea,maka perawat Alea lah yang menuntun nya ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu.


Selesai sholat mereka pun makan siang bersama,pelayan pun sudah menyiapkan semua makanan untuk mereka berdua.


Sedang asik nya makan, kedua orang tua Erwin datang.


"Assalamualaikum."kata mama nya Erwin.


"Walaikumsalam ma!."


"Walaikum salam tante."Jawab Alea.


"Nak Alea kamu sudah pulang?tanya mama nya sambil memeluk calon menantu nya,syukurlah nak kamu sudah pulang,dan maaf tante sama om tidak bisa ikut menjemput kamu tadi!."


"Tidak apa- apa tante!terima kasih tante sudah mengizinkan Alea tinggal di sini."


"Ya nak kamu harus tinggal di sini dulu karena kamu masih dalam pemulihan..!"


"Win.."


"Ya pa.."


"Tadi papa ketemu teman papa,dia seorang dokter ahli mata,lalu papa ceritakan apa yang terjadi sama Alea,dan dia bilang coba saja bawa ke klinik nya,dia akan coba mengobati mata Alea."


"Benaran pa?kalau gitu besok aku dan Alea akan kesana papa kasih saja alamat nya."


"Ya nak nanti papa kasih alamat nya!."


"Sayang Ishaallah kamu ,akan sembuh sayang!."


"Amin"jawab Alea.


"Sus,tolong bawa Alea ke kamar dan pastiin dia tidur siang ."perintah Erwin kepada perawat nya Alea.


Setelah Alea masuk kamar,Erwin pun bicara sama kedua orang tua nya.


"Ma,pa,ada yang ingin Erwin sampaikan kepada mama dan papa."


"Ada apa nak ?"tanya ibu nya.


"Erwin mau mintak izin untuk segera menikahi Alea ..!"


"Apa nak ..?!"jawab mamanya terkejut.


"Ya ma,pa,Erwin serius!."


"Tapi nak,Alea kan masih sakit ,dalam kondisi nya seperti itu mana mungkin dia bisa jadi istri kamu?."


"Ma,justru itu!dengan kondisi dia seperti itu Erwin ingin merawat dia tampa ada lagi batasan yang menghalangi tanggung jawab Erwin ke pada nya."


"Apakah?nanti dia tidak akan berpikir,kalau kau menikahinya sekarang,itu karena atas dasar kasihan?."


"Inshaallah tidak ma!Alea adalah gadis yang bijaksana."


"Win,mama sama papa setuju kamu nikah sama dia ,tapi tidak sekarang dalam kondisi seperti ini nak,tunggu dia pulih lagi dan mata nya sembuh dulu."


"Ma,Erwin cinta dengan dia karena Allah ma,saat ini dia butuh dukungan Erwin ma,coba kalau seandainya mata nya tidak sembuh lagi seperti dulu lagi?jadi Erwin tidak akan menikahi nya ma!."


"Win maksud mama mu bukan begitu nak,kita tunggu dulu,apakah kamu sudah ngomong sama dia?"timpal papanya.


"Belum pa!cuma sama paman saja saya sudah cerita,dan paman merestui nya!."


"Nah coba kamu bicarakan dulu sama Alea,jika dia mau papa dan mama akan merestui itu nak!"


"Ya Win ,mama cuma mau menjaga perasaan Alea saja nak,contoh nya saja kalau tidak mama dan papa yang membujuk nya, dia tidak mau tinggal di rumah kita!."


"Terima kasih ma,pa,Erwin sangat mencintai nya,Erwin takut kehilangan dia!."


"Mama sama papa ,ngerti nak!."


"Ma,Pa Erwin permisi dulu ke kamar,Erwin mau istirahat juga,doa in Erwin semoga berhasil ngomong sama Alea nanti."


"Baik nak,susah kalau sudah bucin."kata mama nya sambil tersenyum..


"Apa ma,bucin?."tanya Erwin.


"Ya,hahaaah"


"Gaul juga ya mama ku ini,sudah tahu bucin segala!."


"Mama gitu lo."


********


Erwin pun istirahat di kamar nya.


Hari pun sudah sore,Erwin langsung saja mengajak Alea jalan -jalan di taman dekat rumah nya.


"Sayang kita duduk di sini saja ya!"ajak Erwin.


Erwin menuntun kekasih nya itu untuk duduk di sebuah bangku taman.


"Mas."


"Ya sayang ada apa?"


"Pasti taman ini indah ya...?"


"Ya sayang,banyak bunga yang bermekaran dan kumbang -kumbang berterbangan.kamu tunggu di sini dulu ya."


"Mas mau kemana?"


"Tunggu saja sebentar sayang."


Erwin pun memetik sekuntum bunga mawar yang sangat indah,untuk dia memberinya kepada Alea.


"Sayang ada yang ingin mas bicarakan sama kamu."


"Apa mas,mas mau ngomong apa?"tanya Alea penasaran.


"Will you marry me Alea?."Sambil dia memberi bunga ke tangan Alea..


Mendengar itu Alea terkejut.


"Apa mas,apa maksud nya?."


"Sayang aku ingin menikahi mu!."


"Alea memang mencintai mu mas,Alea juga ingin menikah dengan mu mas,tapi tidak sekarang mas,dengan kondisi ku saat ini,bagaimana aku akan menjadi istri yang baik buat mas ?kalau aku saja tidak bisa melakukan apa -apa tampa bantuan orang lain!"


"Alea ,mas ingin merawat mu tampa batasan aturan agam lagi, kalau kita sudah halal!mas ingin selalu menuntun mu disetiap saat dengan tangan mas sendiri,mas ingin selalu berada di dekat mu selalu, siang dan malam .Di kamar yang sama sayang!kumohon Alea menikah lah dengan ku!kedua orang tua kita sudah merestui kita untuk menikah,mas sudah bilang ke mereka sayang!."


"Mas,jangan buat Alea semangkin merasa lemah dengan keadaan Alea saat ini,nanti Alea tidak akan bisa mandiri dengan kekurangan Alea ini,karena tidak mungkin selama nya aku bergantung dengan orang lain,biarkan Alea mandiri mas?."


"Alea mas mohon ,karena mas sangat mencintai mu,sudah dua kali mas hampir kehilangan kamu,sekarang biarkan lah mas memiliki kamu untuk selamanya!."


"Mas,jika mas ingin menikah mas bisa pilih wanita yang lain yang lebih sempurna ,karena mas berhak mendapatkan yang lebih baik dari Alea!."


Mendengar itu Erwin pun sangat marah dan menitikkan air mata.


"Aleaaa ,kenapa kamu tega ngomong seperti itu,jadi selama ini kamu anggap apa cintaku pada mu?jadi kamu menganggap aku hanya main- main,jangan kau tolak dan buatku hancur Alea,jangan buat aku kembali ke dunia ku yang sebelum nya Alea!."


"Mas..."lirih Alea berkata.


"Dengan kondisi Alea saat ini apa mungkin Alea bisa jadi istri mu yang baik,?jadi menantu papa dan mama mu yang baik?kamu butuh pendamping yang bisa mengurusi mu, bukan yang merepotkan mu..!ku mohon biarkan aku pulang ke pesantren dan menjalani sisa hidupku disana."


"Alea, jika itu keputusan mu,baiklah!,tapi ingat satu hal,aku tidak akan menikah sampai kapan pun!."kata Erwin tegas.


"Mas jangan ngomong seperti itu,tidak baik!menikah itu perintah Allah!."


"Nah kalau begitu kenapa kamu tidak ingin menikah dengan ku dan melanggar perintah Allah!sedangkan kamu tahu hukum nya?."


"Mas tapi."


"Tidak ada tapi -tapi,sekarang jawab!kamu mau apa tidak menikah sengan ku?."


"Okey,baik lah mas!tapi Alea ingin menikah dipesantren!."


"Nah gitu dong sayang,apa pun syarat nya akan mas penuhi,terima kasih sayang."


Mereka pun pulang kerumah karena hari sudah mulai gelap.


Dengan perasaan bahagia Erwin menuntun calon istri nya itu, dengan hati- hati dia menuntun Alea, takut Alea tersandung.