I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Hidayah Untuk Widya



Alea bagaikan embun di pagi hari,yang mampu menyejukan hati semua orang.Terkadang dia rela menjadi lilin yang terbakar dan meleleh demi untuk menerangi hati semua orang.


Dia selalu menjadi yang terbaik untuk semua orang,untuk suaminya,kedua orang tua nya dan mertua nya.Walaupun dia harus terluka.


Karena itu lah dia di sayang semua orang,dia selalu memberi kenyamanan kepada semua orang yang mengenal diri nya.


***********


Pagi itu Widya berniat ingin bertemu dengan Alea,tapi dia tidak mau Erwin tahu,Kalau dirinya ingin menemui istrinya itu.


Tampa sepengetahuan Doni dan Erwin,Widya menelpon Alea.Dan mengajak ketemuan di sebuah cafe.


"Hi,Wid."Sapa Alea rama.


"Hi,Alea.Terima kasih kamu sudah mau datang,silahkan duduk."Widya menyambut Alea dengan rama.


"Ada apa Wid,kamu mengajak aku ketemuan disini?."


"Alea,sebelumnya aku mintak maaf,karena sudah menganggu kamu."


"Tidak Widya,kamu tidak menganggu kok!."


"Alea,bolehkah aku mintak sesuatu dari kamu?."


"Apa Wid?,kalau aku bisa bantu,aku akan membantu mu.Katakan saja."


"Alea,maukah kamu membimbingku?."


"Maksudnya?."Tanya Alea bingung.


"Ajari aku mengenal Tuhan,Alea."


"Widya,kamu sudah kenal kok dengan Tuhan mu,karena dia selalu ada di hati setiap orang.Cuma kita nya saja yang sering menjauh dari Nya."


"Aku butuh seseorang yang akan menuntun ku,untuk kembali kepada Nya.Aku yakin kamu orang yang tepat untuk itu,Alea."


"Baiklah Wid,mari kita sama-sama memperbaiki diri kita ya!."


"Alea,kamu memang wanita yang baik,terima kasih Tuhan engkau sudah mengirimkan salah satu bidadari surga dalam hidupku.Karena kebaikan hati wanita ini yang telah menamparkan bathin ku,Untuk kembali kepada Mu."gumam Widya dalam hati.


"Alea,aku ingin menjadi orang baik.Apakah aku pantas untuk itu?."


"Widya,semua orang di dunia ini pada dasarnya,adalah orang baik,terkadang ada yang tersesat.Itu wajar karena manusia tidak ada yang sempurna,tetapi kita tidak boleh lupa jalan untuk kembali."


"Alea,terima kasih ya kamu sudah mau menerima ku.Setelah apa yang aku lakukan terhadap mu dan bayi mu."kata Widya sambil berurai air mata.


"Aku sungguh sangat menyesal,Alea."


"Wid,sudah lah yang berlalu biarkan berlalu,semua itu sudah menjadi takdir Allah.Aku sudah ikhlas kok Wid,jangan di ingat lagi ya!."


Seketika itu Widya pun memeluk Alea,karena dia terharu mendengar perkataan Alea tersebut.


"Sudah Wid,jangan sedih lagi.Mari kita makan."kata Alea sambil menepuk bahu Widya.


"Alea,kamu memang pantas mendapatkan cinta dari semua orang!."


Lalu mereka pun makan,kini Widya pun sudah merasa lega karena sudah mencurahkan isi hati nya kepada Alea.


"Alea,aku sudah membeli banyak sekali,hijab.Aku ingin menutup aurat ku,mohon ajari aku ya.Alea."


"Alhamdulillah,Wid."ucap Alea senang.


"Tapi aku masih malu Alea,karena aku begitu menjalankan semua perintahnya.Ibadah ku belum begitu aku jalani sepenuh nya!."


"Wid,gini ya!aku berhijab bukan berarti aku pandai beragama,tapi aku menutup auratku.Karena itu kewajiban yang harus kita lakukan sebagai seorang muslimah,wid."


"Alea,besok aku mau mulai merubah penampilan ku,bantu aku ya."


"Ishallah Wid,semoga kamu selalu istiqomah ya."


"Amin."sahut Widya.


Karena keasikan ngobrol dan makan,kedua wanita itu tidak menyadari kalau ada dua orang laki-laki yang berjalan menuju mereka.


Mereka berdua pun kaget,dan serentak menoleh ke arah suara tersebut.


"Mas,kok ada di sini."kata Alea kaget melihat suami nya tiba-tiba ada di kafe itu.


"Sayang,jelasin!."


"Win,jangan marah kepada Alea,ini semua salah ku.Aku yang meminta dia datang ke sini."


"Untuk apa kamu mengajak istri saya ke sini?untuk kamu sakiti lagi,hah!."kata Erwin ketus.


"Mas,ku mohon jangan marah di sini,malu di lihat orang."kata Alea meredahkan amarah suami nya.


"Sayang apakah kamu lupa,dengan semua yang telah dia lakukan?."timpa suaminya.


"Mas,setiap orang pernah melakukan kesalahan,tapi setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah."


"Win,tenangkan diri mu.Apakah kamu tidak lihat penyesalan yang Widya rasakan?."kata Doni menimpali.


"Diam kamu Don,kamu tahukan apa yang sudah wanita ini lakukan terhadap anak dan istriku?."


"Win,maafkan aku,aku mohon."kata Widya sambil menanggis.


"Apakah air mata mu bisa membuat anak ku kembali?tidak Widya,kamu salah besar.Jika kamu menganggap aku akan memaafkan kamu."


"Astagfirullah mas,jangan ngomong seperti itu.Berarti mas belum mengikhlaskan anak kita?."


"Alea,sekarang juga ikut aku pulang!dan aku mintak sama kamu Widya,jangan pernah coba-coba ajak istri ku lagi,untuk bertemu."acam Erwin kepada Widya.


"Maaf ya,Wid.Aku pamit dulu,jaga diri kamu baik-baik."kata Alea lembut.


"Alea,maafin aku ya,gara-gara aku kamu jadi ribut kayak gini."


"Udah aku gak apa-apa kok,tenang saja!Don,aku titip Widya ya."


Doni pun mengangguk saja tampa mengeluarkan satu kata pun,hati nya sangat sedih melihat orang yang dia cintai itu,menanggis sedih.


Sedangkan sepasang suami istri itu pun sudah pulang,di perjalanan menuju pulang,Erwin pun kelihatan sangat marah sekali,mereka berdua pun saling diam satu sama lain.Erwin kecewa atas sikap istrinya itu yang pergi tampa izin untuk menemui wanita yang amat dia benci itu.


************


"Wid,kamu tidak apa-apa sayang?.tanya Doni kepada kekasihnya itu.


"Iya,"jawab Widya singkat.


"Sayang,kuatkan hati mu."


Dengan penuh kelembutan,Doni memeluk Widya dengan penuh kehangatan.


"Sayang apakah aku memang tidak berhak mendapat kan ampunan?."


"Sayang,bersabarlah.Kita sama-sama berdoa agar hati Erwin bisa berubah."


"Don,aku memang jahat,aku tidak pantas kamu cintai."kata Widya.


"Sayang,dengarin aku!aku mencintai mu,hati ku memilih kamu tampa syarat.Jadi ku mohon jangan bicara seperti itu lagi."


"Don,aku semangkin bersalah dengan Alea,gara-gara aku dia di marahi oleh suaminya."


"Wid,Alea wanita yang baik,Allah akan menjaga dia.Kamu gak usah khawatir ya!."


Dengan penuh kelembutan Doni pun berhasil menenangkan hati kekasih nya itu,mereka pun pergi ke sebuah tempat yang indah.Di situ hati Widya pun sudah mulai tenang,mereka memadu kasih hinggah malam pun menjelang.


"Mas Doni,terima kasih ya untuk hari ini."


"Ya sayang,aku akan bahagia jika melihat kamu bahagia.Jadi jangan bersedih lagi ya.!"


Malam itu pun berlalu dengan ending penuh kebahagian,buat Widya dan Doni.Tapi tidak sebaliknya,untuk Alea dan Erwin.Mereka saling acuh di ranjang,dengan berbagai cara Alea berusaha untuk mintak maaf dan ingin berbaikan dengan suaminya itu,tapi Erwin masih tetap bertahan dengan ego nya itu.


Ketika kita mendambakan sesuatu yang baik,maka hendak lah kita memantaskan diri kita untuk mendapatkan itu.Dan janganlah menyibukan diri mu dengan apa yang telah menjadi urusan tuhan mu.