I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Cinta dalam diam



Pagi itu nampak sebuah mobil mewah sedang memasuki gerbang pesantren.


Setelah mobil itu berhenti di depan rumah ustad Syaiful rahman,turun lah laki -laki setegah baya dan di susul oleh istrinya yang cantik dan anggun,dengan berwibawa nya dia menuju sahabat nya yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka.


"Assalamualaikum Sur."sapa sahabatnya.


"Walaikumusalam Syaif."jawab nya penuh kegembiraan.


Lalu mereka berpelukan,ya mereka adalah orang tua nya Erwin.


"Ayo mari silahkan masuk Sur."


Mereka pun duduk di sebuah ruangan yang nyaman dan bersih.


"Erwin nya mana ?"


"Dia lagi beres -beres di kamar nya Sur,sebentar lagi ke sini.!"


Ketika sedang asik -asik nya ngobrol,Alea datang dengan membawa air minum dan makanan untuk tamu abi nya itu.


Setelah dia meletak kan semua nya di atas meja,lalu dia mempersilahkan tamu nya untuk mencicipi makanan nya.


"Silahkan om,tante.!"kata Alea dengan sopan.


"Oh ya sur,kenalkan ini putri kami,nama nya Alea.!"


"Ohhhh,anak mu cantik bangat Syaif!nak, Alea terima kasih ya selama ini kamu telah merubah Erwin menjadi orang yang lebih baik."


"Sama- sama om,tapi mas Erwin juga hebat om dia mau belajar, jadi dia bisa berubah seperti itu."


Sedang asiknya mereka berbincang-bincang,Erwin muncul dari pintu dengan membawah tas ransel nya.


Melihat Erwin datang mama nya histeris dan langsung memeluk anak nya itu,karena dia sangat rindu dengan anak nya itu,dia pun langsung menanggis.


"Nak mama kangen kamu.!"


"Erwin juga ma."


"Sepi bangat rumah kita selama kamu disini."


"Kalau kamu sudah siap nak,kita langsung pulang saja kerena kita harus mengejar waktu agar tidak kemalaman datang ke kota."kata papanya.


Erwin pun pamit kepada paman nya,dengan wajah yang lesu dan sedih dia harus meninggal kan pesantren ini dan cinta nya di sini.


"Paman,Bibik,Alea,terima kasih selama ini kalian sudah menerima aku dan telah mengajarkan ku banyak hal,!terutama kamu Alea,kamu sudah dengan sabar membimbing ku selama ini,jaga diri kamu baik- baik ya."


"Ya mas,mas juga jaga hati dan tetaplah selalu istiqomah jika di kota nanti."


"Inshaallah Alea,sekarang mas pamit dulu ya."


"Ya mas hati- hati di jalan."


Ada perasaan sedih dan kehilangan yang di rasakan oleh Alea ketika Erwin pamit dengan nya,begitu pula Erwin baru kali ini dia merasa sakit mencintai dalam diam,selama ini dia selalu mudah mendapat kan wanita yang dia ingin kan,tapi dengan Alea dia sangat sulit untuk menyatakan cinta nya,Alea memang wanita istimewa.


Dalam hati Erwin berkata,sambil melangkah menuju mobil nya.


"Seperti Tuhan menciptakan senja,lalu dia letakkan di langit yang tinggi,agar kita memahami bahwa sesuatu yang indah itu hanya bisa kita kagumi dan tak harus kita miliki."


Seperti itu lah cinta nya pada Alea,gadis itu sebentar lagi akan menjadi milik orang,dan diri nya akan selalu hanya bisa mengagumi nya tampa harus memiliki.


Setelah masuk mobil,dan mobil nya pun berlahan-lahan melaju meninggal kan pesantren.


Dengan wajah sedih Erwin pun terus saja memandangi Alea yang masih berdiri di depan rumah nya,sambil melambaikan tangan kepada nya.


Dalam hati dia berkata.


"Mas Erwin kenapa aku sedih ketika engkau pergi,?pasti Alea akan merindui kejahilan mu saat kita belajar dulu."


Seakan -akan mereka punya perasaan yang sama,Erwin pun bekata dalam hati nya.


"Alea,mas sedih harus meninggal kan kamu,tapi kalau tidak pergi mas akan lebih sakit dan hancur lagi melihat kamu dengan laki -laki itu,aku takut aku tidak bisa menjaga hati yang telah kau tata selama ini dengan susah payah,aku janji Alea !aku akan jaga hati ini,kerena hati ku telah hijrah dengan cinta mu,selamat tinggal Alea...!"


Setiba nya di kota Erwin langsung ke kamar nya untuk melaksanakan sholat,melihat itu kedua orang tua nya sangat bahagia.


Ketika makan malam bersama ,papa nya bilang ke Erwin,kerna dia melihat ada perasaan cinta yang Erwin sembunyikan untuk anak sahabat nya itu.


"Win,papa lihat kamu sedih bangat meninggalkan pesantren itu tadi...?apa sedih kerena harus berpisah dengan Alea?kalau kamu suka papa bisa saja melamar nya untuk kamu."


"Tidak pa.!"


"Kenapa?"


"Kerna dia sudah di lamar orang.!"


"Ohh gitu ya,apa kerena itu kamu memutuskan untuk pulang...?"


"Mungkin pa,Erwin juga tidak tahu pa."


"Tapi yang jelas besok Erwin akan mulai kuliah lagi pa,Erwin akan menyelesai kan nya dan wisuda tahun ini.!"


"Bagus nak semoga kamu sukses nak."


***********


Alea duduk termenung di kamar nya,dia sedih kerena kepergian Erwin,rasa nya hilang gairah hidup nya.


Tok..tok..tok..pintu kamar Alea ada yang mengeketuknya.


"Ini ummi nak.!"


"Ada apa mi.?"


"Kamu sudah siap nak,?tamu nya sudah datang,kamu di tunggu abi di ruang tamu nak."


"Ya mi,Alea akan segera keluar."


"Baik nak."


Alea pun keluar kamar dan menuju ruang tamu,dia lihat di ruang tamu sudah ada seorang pemuda tampan bersama keluarga nya yang sedang menunggu diri nya.


"Assalamualaikum,"sapa Alea dengan sopan.


"Waalaikumsalam,"jawab mereka yang ada di ruang tamu.


"Duduk sini nak,"kata abi nya.


"Baik bi."


"Nak,keluarga om Burhan ke sini ingin menyakan tentang lamaran mereka yang kemaren,apakah kamu bersedia nak?"


"Sebelum nya Alea mintak maaf kepada om,tante dan mas Farel, kerna Alea sudah melaku kan sholat istikharoh tapi hati ini belum mantap untuk menikah saat ini,sekali lagi maaf kan Alea ,kerena Alea yakin Allah punya rencana lain terhadap aku dan mas Farel.!?"


"Ya sudah kalau itu keputusan kamu dek Alea,mas tidak bisa memaksa!"jawab Farel dengan agak sedikit kecewa.


"Maaf pak Burhan berarti anak kita tidak berjodoh,semoga nak Farel dapat jodoh baik."ujar pak Syaif bijaksana.


"Ya ustad,kita tidak bisa memaksakan kehendak terhadap takdir Allah swt."kata Burhan.


Alea pun legah setelah mengutarakan isi hati nya kepada keluarga Farel,hati nya dan pikiran nya hanya ada sosok Erwin yang selalu hadir di setiap saat.


********


Pagi - pagi sekali Erwin pergi ke masjid untuk sholat subuh berjamaah di masjid.


Setelah itu dia siap -siap untuk pergi ke kampus.


Sesampai di kampus Erwin otomatis bertemu dengan sahabat -sahabat nya.


"Hey don ,bukan nya itu Erwin.?"


"mana....?iya ya itu mobil nya dia."


Mereka pun segera menghampiri Erwin.


"Erwinnnn,lo kemana saja selama ini?"tanya salah satu dari mereka.


"Ehh kalian apa kabar.?"jawab Erwin lembut


mereka pun saling pandang satu sama lain.


"Dalam hati mereka" kok Erwin sekarang bedah ya?tidak seperti biasa nya."


"lo kemana saja selama ini Win..?"tanya mereka penasaran.


"Gue tidak kemana- mana,cuma pergi ke sebuah tempat saja bro."


"Gara -gara lo menghilang kami semua repot kerna di teror oleh pacar -pacar lo..!"


"Hehehe,kalau kalian mau, ambil saja satu-satu."


"Win kami kangen lo..!"


"Kangen gue, apa kangen duit gue...?"


"Hehehe,mereka pun ketawa,iya kedua dua nya."


"Huh dasar cowok matre kalian pada.!"kata Erwin sambil tertawa.


"Ayo kita masuk kelas,"ajak Erwin.


"Tumben bukan nya dulu lo sering ngajakin kita bolos Win.?"


"Itu dulu bro,sekarang gue udah tua!malu ,kalau sampai rambut beruban masih jadi mahasiswa di sini.!"hehehe.


Mereka pun tertawa bersama sambil berjalan menuju kelas.


Saat tiba di depan kelas,ada seorang cewek yang berlari kepada Erwin ,karena orang yang di tunggu- tunggu nya selama ini telah datang.


"Babyyyyyy.."panggilnya dengan manja.


Jessica pun langsung ingin memeluk Erwin,dengan sigap Erwin menepis dan menolak pelukan Jessica.


Sontak orang -orang di keliling mereka kaget dengan sikap Erwin yang berbanding 180 derajat sebelum dia menghilang dulu.


"Win kok lo kayak gitu,?"tanya Jessica kesal dan malu dengan penolakan Erwin.


"Maaf Jess,kita bukan muhrim,kita tidak boleh bersentuhan..!"


"Whaattt,Win kanapa lo berubah kayak gini...?"ujar salah satu dari sahabat nya.


"Kita kan orang islam Don kita harus menjalan kan apa yang Tuhan perintahkan!"katanya sambil dia melangkah menuju kelas.


Semua orang di situ pun kaget dan heran dengan perubahan diri nya itu,tak terkecuali Jessica yang syok dengan perubahan kekasih nya itu.