
Hari ini adalah hari terakhir liburan Alea dan Erwin di pesantren.Mereka pun berpamitan untuk pulang,selama perjalanan Alea pun tidur di pelukan suami nya itu,karena dia merasa kelelahan di perjalanan.
"Sayang,kita makan dulu ya?", ajak Erwin kepada istrinya.
"Ya,mas.Alea sudah lapar!".Jawab Alea.
Dan mereka pun beristirahat makan dan sholat di sebuah restoran,setelah istirahat dan mereka pun sudah merasa cukup istirahatnya,kemudian mereka melanjutkan perjalanan kembali.
********************
Sedangkan bagi Doni ini adalah hari yang sangat membahagiakan,karena hari ini adalah pertemuan keluarga nya dan keluarga calon istrinya,Widya.
Hari ini dia membawa keluarga nya untuk melamar kekasih yang di
cintai oleh nya itu.Perasaan cemas pun melanda hati nya,karena dia takut pihak keluarga Widya akan menolak lamarannya.
Sedangkan Widya sangat sibuk berhias di kamar mempersiap kan diri,berdandan dengan cantik untuk bertemu dengan calon suaminya berserta keluarga besar nya.Tidak hanya Doni,Widya pun dilanda oleh rasa cemas dan grogi.Maklum lah karena ini hal pertama yang dia rasakan dalam hidup Widya maupun Doni.
**************
Jam menunjuk pukul 14:000,Alea dan Erwin pun telah sampai di rumah mereka.Sampainya di rumah mereka langsung istirahat di kamar .
"Sayang,kamu istirahat lah dulu!,kamu pasti capek?".
"Ya,mas.Tapi aku mau mandi dulu,karena rasanya sangat gerah sekali".
"Ya sayang!,mas mau ke ruangan kerja dulu,Mau memeriksa email -email dari kantor."
"Mas,tidak istirahat dulu?,mas tidak capek?,baru datang sudah mau kerja!".
"Tidak sayang,sebentar saja!,siapa tahu ada hal penting?".
"Ya sudah mas,tapi habis itu langsung istirahat ya?".
"Siap,boss!".Jawab Erwin kepada istrinya itu.
Ketika dia memeriksa pekerjaan nya di kantor,tampa sengaja dia melihat postingan sahabat nya Doni di media sosial miliknya.Erwin melihat acara lamaran antara sahabat nya dengan wanita yang sangat dia benci itu.
Ada rasa marah dan kecewa yang berkecambuk di hati nya itu.Tapi dia tidak boleh egois terhadap sahabat nya,dia berhak menentukan jalan hidup nya.Erwin tidak mungkin bisa membenci Doni karena kesalahan Widya.
Karena melihat itu,mood Erwin untuk bekerja pun hilang seketika,dan dia pun langsung mereba diri nya di atas meja kerja nya dan langsung tertidur karena kepayahan.
Karena lama menunggu suaminya tak kunjung datang,Alea pun berinisiatif untuk menyusul Erwin.Pas dia sampai di ruang kerja suaminya,Alea melihat suaminya sedang tertidur di meja kerja.Dia pun berniat ingin membangunkan suaminya itu dan mengajak nya pindah ke kamar mereka,tapi melihat suaminya sangat pulas sekali Alea pun mengurungkan niat nya itu,dan dia membiarkan Erwin tertidur di sana.
Ketika Alea ingin merapikan meja dan laptop suaminya,tampa sengaja dia melihat potoh-potoh Doni dan Widya yang sedang melangsungkan acara tunangan.
"Syukur,Alhamdulillah ya Allah.Akhir nya kalian berjodoh!".Ucap Alea dalam hati.
Rasa nya ingin sekali Alea mengucapkan selamat kepada mereka secara langsung,tapi menginggat suaminya melarang dia untuk berhubungan dengan Widya.Jadi dia urungkan niat nya itu,karena patuh kepada suami itu prioritas nya sebagai istri.
Setelah membereskan berkas-berkas suaminya,Alea pun merebah kan badannya di sofa.Dan dia pun tertidur di atas sofa itu sampai terlelap.Karena mereka berdua sangat kelelahan karena habis dari perjalanan jauh tak terasa mereka sudah berjam-jam tidur di ruangan itu.
****************
Satu persatu tamu undangan beranjak pergi dari sebuah gedung dimana tempat acara tunangan Doni dan Widya di gelar.
Tampak terlihat rona kebahagiaan di wajah mereka berdua,tidak lagi ada perasaan cemas dan grogi di hati masing-masing.Karena semua nya sudah jelas, kedua belah pihak keluarga sudah setujuh dan telah menetapkan tanggal dan hari pernikahan untuk mereka berdua.
"Sayang,apakah kamu bahagia?,untuk hari ini?".Tanya Doni kepada tunangannya itu.
"Tentu saja,sayang.Ini adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup ku,bisa bersanding dengan kamu,orang yang sangat aku cintai.!"Jawab Widya sambil tersipu malu.
Mendengar jawaban Widya,Doni pun sangat bahagia,Dan rasanya dia tidak sabar lagi untuk hidup bersama dalam satu rumah dengan kekasihnya itu.
Tapi kebahagiaannya itu kurang lengkap ketika dia ingat sikap dingin sahabatnya terhadap hubungan nya dengan Widya,tapi apa yang harus dia lakukan karena dia sangat sulit untuk memilih di antara cinta dan sahabatnya.
"Maafkan aku,win.Karena aku tidak mengundang mu!,karena aku tidak bisa meninggalkan rasa cinta ku untuk sebuah ego mu itu,kau memang sahabat terbaik ku tapi Widya adalah hidup dan mati ku.Semoga Allah membuka pintu maaf mu untuk aku dan Widya,amin!."ucap Doni dalam hati.
"Tidak ada sayang,aku cuma memikirkan masa depan kita nanti setelah menikah."Jawab nya berbohong.
"Ohhh,,ini minuman kamu."Kata Widya sambil menyodorkan secangkir orange jus.
"Terima kasih sayang,mas cuma membayang kan nanti kalau kita sudah punya anak pasti lucu ya?".
"Ya lucu kayak,kamu mas?".
"Kalau perempuan cantik kayak kamu,sayang."
"Kalau laki-laki,mirip kamu,mas."kata Widya menimpali calon suaminya itu.
***************
Setelah tidur berjam-jam,Erwin pun terbangun .Dan dia pun melihat istrinya tertidur di atas sofa,Dan Erwin pun menghampiri istrinya itu.Tapi dia pun tidak tega untuk membangunkan nya.
"Sayang,kamu cantik sekaliI kalau sedang tidur begini,beruntungnya aku bisa menjadi suami mu,dan maafkan aku jika aku belum menjadi suami yang baik dan sempurna untuk mu.Tapi asal kau tahu cinta ku untuk mu tidak akan pernah pudar,karena kehadiran mu telah merubah diriku menjadi seorang Erwin yang sekarang.Maafkan aku jika aku selalu egois dalam hubungan ini dan bahkan sering terlihat over protektif terhadap diri mu,tapi yakinlah semua yang kulakukan karena aku takut kehilangan mu,sayang!".Katanya dalam hati sambil mencium kening istrinya itu.
Melihat istrinya sangat lelap tidurnya,Erwin pun berinisiatif untuk mengendong Alea dan memindahkan nya untuk tidur di kamar.
Setiap pasang mata pelayan di rumah itu menjadi baper,karena melihat keromantisan tuan dan nyonya mereka.Dengan penuh hati-hati Erwin membawa istrinya itu,karena dia takut istrinya terbangun.
**************
Pagi yang cerah,secerah hati Doni pagi itu.Dengan langkah yang optimis dia berangkat ke kantor dengan mobil nya yang melaju dengan kencang,karena takut terlambat menjemput calon istrinya untuk berangkat kerja barang.
Setelah mengantar Widya dia pun langsung ke kantor nya,dan sampailah dia di parkiran kantor dan memarkir mobilnya,lalu dia turun tampa dia sadari ada sebuah mobil mewah yang baru datang dan berada persis di samping mobil miliknya.Setelah mobil itu berhenti keluarlah seorang boss besar nan gagah dari mobil itu,bertapa terkejutnya Doni yang keluar itu adalah sahabat nya,Erwin.
Doni pun terkejut,dan dia pun segera menghampiri sahabatnya itu.
"Win,hei apa kabar?".sapanya.
"Kabar baik".Jawab nya datar.
"Win,maaf kemarin..."belum selesai Doni bicara sudah di potong oleh Erwin.
"Ohhh,soal acara tunagan lho?,tidak apa-apa!.Walaupun lho undang, gue dan Alea tidak akan datang!".Jawab nya tegas.
"Win,dengarkan penjelasan ku dulu?"
"Apa yang perlu lho jelaskan?,itu urusan lho.Gue tidak ada hak untuk ikut campur!"
"Ya,tapi aku tidak mau karena pernikahan ku,hubungan kita menjadi dingin seperti ini,aku harap kau dan Alea datang di pernikahan ku nanti,aku ingin sahabat ku hadir untuk menyaksikan hari penting dalam hidupku".
"Jika kau menganggap aku sahabat mu,jangan paksakan keinginan mu itu,terhadap diriku. Karena engkau tidak akan paham apa yang aku rasakan ketika melihat wanita itu.!"
"Win,tapi....".
"Sudah lah,persahabatan kita tidak akan merubah segala yang telah terjadi dan tercipta antara aku,kau dan widya,paham.!".
"Win,jika kau tidak bisa?,Alea bisa kan?".
"Tidak,Don.semua yang aku lakukan untuk kebaikan dia,bukan untuk diri ku!,apalagi Alea sedang hamil sekarang,apakah kau bisa menjamin keselamatan nya?".
"Sekarang aku baru sadar,bertapa kau sangat egois,Win."
"Terserah Don,apa pun penilaian mu terhadap diriku,sebagai laki-laki dan seorang suami aku harus punya sikap dan ketegasan dalam hidupku dan keluarga ku".Tegas Erwin sambil meninggalkan sahabatnya itu sendirian di parkiran.
Dengan rasa sedih Doni pun melangkah masuk ke dalam kantor nya.Bertapa sedih hatinya karena dia mendapat kan kekerasan hati seorang sahabat yang begitu dia sayangi itu.
Persahabatan,cinta,dan ujian yang begitu berat menghantam jiwa dan bathinnya,dia mencoba untuk tegar menghadapi semuanya,sejati nya Doni tidak ingin memilih di antara keduanya,karena persahabatan dan cinta bukan sebuah pilihan,kedua nya harus berjalan beriringan di hati.
"Semoga,hati mu terbuka Win?setelah melihat kuat nya cinta kami berdua!".Amin.Pinta nya dalam hati.