
Nama nya juga wanita hamil,ingin selalu di manja dan di sayang,begitu pula dengan Alea ,dia sama seperti wanita hamil lain nya.
Pada sore itu Alea masuk ruang kerja suaminya,karena dia sangat ingin bermanja kepada suami nya itu,tapi karena Erwin sedang sibuk,Erwin tidak terlalu menghiraukan istri nya dia pun tidak sadar kalau istrinya masuk ke ruangan itu.
"Mas,sedang sibuk ya..?"
Erwin pun tidak menjawab pertanyaan istrinya,entah dia tidak dengar atau pura -pura tidak dengar.
"Massss,Alea di sini lho...!!!"
"Apa sih,mas sedang sibuk dan pusing kayak gini malah kamu ganggu mas...!"
"Ohh jadi Alea ganggu kamu mass????"
Alea pun menjawab dengan sedikit kesal.
"Baiklah Alea akan pergi jika Alea tidak berarti dan tidak penting di banding pekerjaan kamu."
"Alea mengertilah jangan seperti anak- anak....!"
"Ya mas Alea ngerti kok....!"
Dengan menyekah air mata nya yang mengalir tidak bisa dia tahan lagi,sambil berlari keluar ruangan dia pun pergi.
Karena pekerjaan nya belum selesai,Erwin pun tidak mengejar istri nya karena dia pikir Alea akan pergi ke kamar mereka.
Hidup berumah tangga itu tidak selalu akan adem ayem terus, terkadang kerikil -kerikil kecil akan ada di setiap rumah tangga siapa saja.
Begitu pula dengan Alea dan Erwin ,mereka hanyalah manusia biasa ,terkadang ada masalah kecil yang harus mereka hadapi.
Kehamilan membuat sikap Alea berubah karena bawaan bayi yang ada di perut nya,dia sering kali ingin di perhatiin dan di manja,sedangkan Erwin dengan keterbatasan nya sebagai manusia biasa,dia tidak selalu bisa ada buat Alea apalagi pekerjaan nya sebagai pemilik perusahaan menuntut dia untuk totalitas,di sini lah terjadi nya kesalah pahaman.
Dengan beruraian air mata Alea terus melangkah menelusuri jalan yang sebenar nya dia tidak hafal kemana arah nya,Alea pun tidak perduli,rasa sakit hati nya itu membuat dia terus berjalan tampa arah dan tujuan.
Hampir dua jam Erwin pokus dengan pekerjaan nya di depan laptop,dia pun ingin sekali menemui istri nya di kamar,karena dia pikir Alea tidur di kamar.
Sambil membuka pintu Erwin memanggil istri nya.
"Sayang....kamu....lagi apa?"
Dia melihat di tempat tidur mereka,tapi dia tidak mendapati istri nya disana,lalu dia membuka kamar mandi,tapi tidak ada juga.
"Sayang kamu dimana?"
Tidak ada jawaban juga,Erwin pun bergegas keluar kamar dan menanyakan kepada pelayan di rumah nya.
"Bik lihat nyonya tidak?"
"Tidak tuan....!"
"Mama mana bik?"
"Nyonya besar sedang keluar tuan,katanya mau membesuk teman nya di rumah sakit.."
Dengan panik nya Erwin mencari Alea di seluruh ruangan di rumah nya,dia pun berlari menuju taman belakang rumah nya,tapi Alea tidak dia temukan juga.
Dia pun segera menuju ke pos satpam dan bertanya kepada satpam .
"Pak ,lihat nyonya tidak...?"
"Lihat tuan, tadi nyonya Alea pergi keluar sambil berlari dan menanggis."
"Apa????kenapa tidak kalian cegah atau telpon saya....?"
"Maaf tuan ,saya pikir tuan tahu akan itu...!"
Dengan merasa bersalah dan khawatir Erwin pun mengambil kunci mobil nya dan segera pergi dengan mobil nya itu.
"*S*ayang kamu dimana?kamu kan belum paham dengan daerah ini..?maafin mas sayang,mas menyesal telah mengacuhkan kamu tadi.....!"ucap Erwin dalam hati.
Sadar bahwa dia sudah terlalu jauh berjalan Alea pun binggung ,dia tidak tahu jalan menuju pulang.
"Ya tuhan,dimana ini,bagaimana ?aku tidak bisa pulang aku lupa jalan nya,mana aku tidak bawa hp dan dompet,"kata nya lirih.
Karena merasa kelelahan Alea pun memutuskan untuk duduk di sebuah bangku di pinggir yang di sediakan oleh pemerintah setempat untuk orang -orang bersantai.
Dengan sedikit lemas dia sandarkan kepala nya di senderan bangku itu,lalu dia bepikir kenapa dia akhir- akhir ini sering baper.
"Apa yang terjadi dengan diri ku ya tuhan?seharus nya aku tidak bersikap seperti ini kepada mas Erwin...seharusnya aku sebagai istri nya ,mendukung nya bukan nya malah membuat dia khawatir seperti ini,mungkin sekarang dia lagi pusing mencari aku...!"kata Alea dalam hati.
"Maafkan aku mas,mana aku tidak bawa hp lagi...!"
Erwin pun terus terusan menghubungi ponsel Alea,tapi tidak di angkat -angkat.
"Angkat dong sayang,mas mohon....!"
"Jangan buat mas khawatir,kamu kemana?dimana kamu sekarang?"
Erwin pun sudah hampir tiga jam berkeliling mencari istri nya tapi belum bertemu juga.
Hari pun sudah beranjak sore,Erwin dan Alea pun belum juga bertemu ,dengan susah payah Alea berjalan terus mencari jalan pulang,tadi waktu sholat ashar dia sempat istirahat sebentar di masjid.
Sehabis membesuk teman nya di rumah sakit,mamanya pergi ke kantor suaminya.
Jadi mereka pun pulang bersama sama.
Sampai nya di rumah,mama nya merasa sepi sedangkan dia tahu Erwin dan Alea ada di rumah saja hari ini.
Lalu dia memanggil salah satu pelayan di rumah nya.
"Bik.."
"Ada apa nyonya besar...?"
"Erwin dan Alea mana?kok sepi."
"Anu...nya..."
"Ada apa bik???"
"Tadi nyonya dan tuan berantam jadi nyonya Alea pergi dari rumah,sekarang tuan Erwin sedang mencari nya.
"Apa bik,tanya papa nya....?"
"Ma,telepon Erwin sekarang....!"
Mamanya langsung saja menelpon Erwin.
"Halo ma...!"
"Win apa yang sedang terjadi nak...?"
Erwin pun menjelaskan semua apa yang telah terjadi diantara mereka berdua.
"Nak,kenapa?kamu biarkan dia pergi,dia kan tidak tahu jalan, nanti dia tersesat....!"
"Ma,Erwin pun tidak menyangka kalau dia nekad pergi seperti ini...!"
Ma,sini papa mau ngomong sam Erwin.
"Win kamu di mana sekarang?"
"Lagi di jalan kota pa..!"
"Kamu cari Alea sampai dapat,kalau dia tidak ketemu kamu jangan pulang...!"
"Baik pa."
"Dia kan lagi hamil besar,papa khawatir terjadi sesuatu dengan nya,kabari papa kalau ada perkembangannya...!"
"Baik pa..."
Agak sedikit berlari Alea berjalan karena dia merasa ada orang yang mengikuti nya.
Hari pun mulai gelap,dan cuaca hari ini akan turun hujan,dan gerimis pun mulai turun Alea sudah sangat letih karena berjalan terus tampa makan dan minum.
Erwin pun berhenti di sebuah masjid untuk sholat dan berdoa kepada tuhan untuk keselamatan istri nya itu.
Semangkin Alea mempercepat langkah nya,ke dua orang yang dari tadi mengikutinya itu pun semangkin cepat juga mengejar nya.
Sehingga Alea pun terjatuh karena kelelahan.
"Hahhahahah kedua orang itu pun tertawa dan sudah mengepung Alea.
"Kalian siapa?dan mau apa?"
"Tidak perlu kau tahu siapa kami,sekarang juga mari ikut kami."
"Jangan ,jangannnn sentuh saya,apa kalian tidak lihat kalau saya sedang hamil besar seperti ini...?"
"Tentu saja kami lihat,kami akan menculik mu,dan akan mengambil anak mu dan kami jual.
Dalam hati Alea terus berdoa dan berzikir kepada tuhan agar tuhan menolong nya.
"Cepat ikut kami,jangan biarkan kami berbuat kasar kepada mu dan menyeret paksa diri mu.
"Lebih baik saya mati dari pada ikut kalian.
Alea pun berusaha untuk berlari dari mereka,tapi apalah daya tubuh nya sangat lemah dan munggil di depan kedua preman tersebut.
Dengan kuatnya mereka mencengkram tangan Alea,dan menarik nya pergi.
Dengan tenaga yang tersisa ,Alea pun berusah untuk membrontak dan menjerit mintak tolong.
"Tolong...tolong...tolong.!"
Terdengar samar- samar suara mintak tolong,Erwin pun terkejut karena dia sedang membenamkan muka nya di stir mobil.
Lalu dia mengangkat kepala nya untuk mencari sumber suara itu,dan dia pun turun dari mobil,di jalan sepi dan gelap itu dia melihat dua orang memaksa seorang wanita untuk ikut dengan mereka.
Seperti nya dia kenal dengan hijab yang di pakai Alea.
"Alea..."kata Erwin terkejut pas dia sudah mengenal siapa wanita itu.
"Hentikan..!!!"
"Siapa kamu ,jangan sok jadi pahlawan..."
Mendengar teriakan laki -laki yang baru datang itu alea pun menoleh kearah laki- laki tersebut.
"Mass...."huk...huk...Alea pun menanggis...!"
Dengan sigap nya Erwin pun berkelahi dengan kedua preman tersebut.
Tak pelak lagi ke dua nya tepental ke pinggir jalan,melihat itu Alea pun langsung memeluk suami nya itu.
"Sayang maafin mas ya...!'
"Mas Alea yang salah karena sudah pergi dari rumah tampa seizin kamu.!"
"Tapi mas juga salah karena telah mengacuhkan mu tadi...!"
"Mass, Alea takut...!"
"Kamu tidak apa -apa sayang?"
"Tidak mas...!'
"Sayang berjanjilah untuk tidak melakukan ini lagi ,karena bukan saja keselamatan kamu yang berbahaya tapi calon anak kita juga akan berbahaya sayang...!"
Dengan eratnya Alea memeluk suaminya itu,seketika itu juga hujan deras pun turun."
"Sayang mari kita pulang..."
"Nanti saja mas,Alea mau menikmati air hujan ini bersama mu,dekap aku dengan erat mas,Alea ingin bersama mu malam ini diantara butiran air hujan yang sejuk ini.!"
Dengan badan nya yang kekar Erwin memeluk istri nya itu,dia pun terlena dan terbawa oleh suasan hujan malam itu.
"Dulu Alea sering mandi air hujan mas,ada keberkahan di dalam nya ,yang bisa membuat hati kita menjadi tentram."
"Jika dengan air hujan ini membuat kamu bahagia nikmatilah sayang.."
Mereka berdua pun sangat menikmati hujan di malam itu.
Bagi Alea ,hujan adalah waktu,dimana doa yang mengkristal menuju langit.