I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Liburan



Setelah pulih Alea pulang kerumah,sampai nya di rumah dia langsung ke kuburan anak nya.


"Nak,mama datang..!"kata nya dengan lirih.


"Mama sayang kamu..!mama ikhlas kamu pergi meninggalkan mama,tampa melihat kamu?!"


Tampa bicara apa pun Erwin menemani istrinya itu,di hati nya dia merasa sedih melihat kondisi istrinya seperti itu.


"Widya..!aku tidak menyangka kamu sekejam itu?!"kata Erwin dalam hati.


"Sayang,yuk kita masuk kerumah sekarang,karena kamu harus istirahat..!"ajak Erwin.


Tampa menjawab Alea mengikuti suaminya untuk masuk ke dalam rumah.


"Alea kamu harus makan nak...!"kata mama mertuanya.


"Ya ma."


"Ya nak,kamu harus minum obat..!"


Mereka pun makan bersama,sambil makan mereka pun berbincang-bincang.


"Sayang kalau kamu sudah pulih nanti kita liburan ya?"


"Ya,itu bagus win!biar Alea bisa sedikit melupakan kejadian ini!"


"Rencana nya aku mengajak dia pergi ke sebuah pulau ma..!"


"Terserah kalian nak,yang penting kalian bahagia."


"Ya ma..."


*****************


Dengan bahagia nya Widya mendengar berita kalau anak Erwin dan Alea sudah meninggal.


"Rasain lo.!"hahahahah"dia pun tertawa puas.


"Dulu gue menanggis di tinggalin lo,sekarang lo menanggis kehilangan anak lo..!"


Ketika dia sedang tertawa,lalu dia di kagetkan dengan suara pintu di tendang.


Brakkkkkk.....!


Dokter itu pun langsung kaget dan menoleh ke arah pintu.


"Win...!"


"Kurang ajar!kenapa kau melakukan itu terhadap anak dan istriku...?"


"Oh jadi dia sudah ngadu kepada mu..?"


"Kenapa?kau sekejam itu wid..!"


"Karena itu hukuman yang harus kau dapat win..!"


"Widya kalau bukan kebaikan istriku,hari ini mungkin kau tidak akan bisa bebas dari ku..!"


"Semoga Allah memberi mu hidayah Widya!jika ingin di cintai kamu harus memiliki hati yang baik widya,berubah lah!"


"Aku bengini karena kamu sudah menghancurkan hidupku win..!"


"Jangan jadi kan itu alasan wid,untuk kamu berbuat kejahatan,karena itu akan menghancurkan hidup mu!"


Lalu Erwin pun keluar dari ruangan itu,sedangkan Widya menanggis karena dia merasa terhina di mata orang yang dia cintai itu.


***************


Hari itu Alea dan Erwin pergi untuk liburan ke sebuah pulau,mereka sibuk menyiapkan keperluan yang akan mereka bawa,kali ini mereka memutuskan akan pergi hanya berdua saja,karena Erwin ingin menghabiskan waktu bersama istrinya hanya berdua.


Dengan di antar sopir mereka berangkat menuju bandara.


Sekitar beberapa jam mereka terbang dengan pesawat dan akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan.


Lalu mereka menginap di sebuah vila yang telah di sewahkan oleh Erwin.


"Selamat datang sayang,aku harap kamu bahagia dan senang selama kita liburan di sini."


"Terima kasih mas,Alea sangat bersyukur bisa liburan bersama mu ke sini.."


"Nikmatilah suasana nya sayang...!"


"Mas indah sekali ya tempatnya."


"Ya sayang,apakah kamu menyukainya?


"Tentu mas,aku suka bangat,subhanallah!"


"sayang kita mulai ya...!?"kata nya bebisik di telinga istrinya.


"Mulai apa mas?"jawab Alea penasaran.


"Mulai membuat anak lagi.."kata Erwin sambil tersenyum mengoda istri nya.


"Apaan si mas...?"kata Alea malu.


Seketika itu juga pipi nya Alea memerah.


"Sayang kamu sudah lapar belum?"


"Belum mas! nanti saja kita makan,karena aku masih mau duduk di sini..!"


*****************


Semangkin dia punya niat jahat,hati nya semangkin tidak tenang,dia pun gelisa karena selalu terbayang - bayang dengan perbuatan nya terhadap Alea.


Dia pun selalu minum - minum di club malam,pada malam itu dokter Widya sedang mabuk berat,dengan berjalan sempoyongan dia bejalan menuju mobil nya.


Ketika dia hampir jatuh,ada sesorang yang menolong nya.


"Widya,kamu tidak apa - apa?"


"Kamu mabuk ya?"


"Kamu jangan sok jadi pahlawan deh..!minggir jangan dekat gue,gue bisa sendiri!"


Setelah dia itu dia jatuh tak sadarkan diri,dan pemuda itu pun langsung menangkap tubuh nya agar tidak jatuh ke tanah.


"Widya..!"


Dengan cepat dia merangkul tubuh dokter itu masuk ke dalam mobil nya.


************


Pagi yang sangat indah ketika matahari mulai terbit,dia menyuguhkan sinar yang sangat terang,seterang hati ke dua sejoli yang sedang di mabuk cinta.


Bak penganti baru mereka selalu berpelukan sambil meminum teh di balkon,sambil menikmati panorama alam di pagi itu.


Erwin dan Alea pun benar-benar menghabiskan waktu liburan mereka dengan penuh kebahagiaan.


Mereka pun seakan-akan lupa dengan permasalahan yang telah menimpa mereka.


Sekarang yang ada hanya lah kebahagiaan dan ketenangan.


"Sayang,terima kasih untuk yang semalam..!"kata Erwin kepada istrinya.


"Ya imam ku,itu kewajiban aku sebagai istrimu..!"


"Aku sangat cinta dan sayang sama kamu makmumku..!"


"Tetaplah jadi imam terbaik ku mas,baik di dunia mau pun di akhir nanti,Amin!"


"Ya sayang,aku juga berharap kaulah bidadari surga ku...?!"


"Mas aku ingin selalu bersama mu,walaupun nanti aku mati dan terlahir kembali ,aku akan tetap memilih mu sebagai suami ku."


"Mas pun begitu sayang!mas juga bisa merasakan kasih sayang Nya,ketika Dia mengirimkan kamu untuk ku,kau adalah jodoh dari surga sayang..!"


Dengan penuh kasih sayang,Erwin memeluk istrinya dan mencium kening nya dengan mesra.


Bagi Alea dan Erwin cinta adalah anugrah di antara mereka,dengan ikatan cinta mereka bisa bersatu dan menyatu walaupun pada awal nya mereka mempunyai latar belakang kehidupan yang berbedah.


Dengan kesungguhan Erwin belajar untuk menyeimbangi Alea sehingga dia bisa setara dengan istrinya itu.


****************


Pagi itu widya membuka mata nya,dia pun merasa agak sedikit pusing.


"Aku dimana?"dia bingung ketika dia mendapati diri nya di kamar yang asing bagi nya.


Tak lama rasa bingung nya itu terjawab ketika seorang laki - laki yang tak asing lagi bagi nya masuk ke kamar itu.


"Kamu sudah bangun?"


"doni..!!!?"


"Ya semalam kamu mabuk,dan saya melihat kamu di parkiran..!"


"Terima kasih don!kamu sudah menolong aku semalam.."


"Ya sama-sama"


"Sekarang kamu serapan dulu ya!"


"Terima kasih don.."


"Wid,kamu kenapa?jadi berubah begini...!tidak seperti Widya yang aku kenal dulu?"


"Don aku hancur semejak Erwin meninggalkan aku dulu..!"


"Wid,terimalah kenyataan karena kamu berhak bahagia,masih banyak laki - laki yang mau sama kamu!tinggal kamu membuka hati untuk orang lain,lupa kan Erwin dia bukan jodoh mu..!"


"Aku sangat mencintai dia Don..!kamu tahu itu kan?"


"Wid,berusaha lah buka hati kamu untuk orang lain nanti dengan sendirinya kamu akan melupakan dia.."


"Sudah ku coba Don,tapi aku tidak bisa...!"


"Wid,kamu bisa kok!asal kamu mau.!"


"Don hidup ku sudah hancur sekarang!"


"Tidak Wid,belum terlambat,cobalah untuk kembali menjadi seorang Widya yang dulu aku kenal..!"


"Don,sekali lagi terima kasih kamu masih mau berteman dan menolong ku..!"


"sama - sama Widya,sekarang kamu mandi ya,aku antarkan kamu pulang..!"


Pagi itu Widya dan Doni pun kembali lagi berteman dengan baik setelah mereka putus komunikasi semejak hubungan nya dengan Erwin kandas.