
Erwin dan Alea pun siap -siap untuk pulang kerumah setelah selama dua minggu liburan di sebuah pulau.
"Sayang,apakah kamu sudah siap untuk pulang?"
"Ya mas,sudah siap semua nya.!"
Lalu mereka pun berangkat menuju bandara,dengan melewati lautan dan akhirnya mereka sampai ke bandara dan langsung terbang.
Di pesawat mereka selalu romantis dengan berpelukan erat Alea,seakan - akan dunia ini milik mereka berdua.
************
"Wid,hari ini Alea dan Erwin pulang!apakah kamu mantap untuk mintak maaf kepada mereka.?"
"Benar Don,aku sudah banyak salah pada mereka,terutama sama Alea!tapi aku malu dan takut,nanti Alea tidak mau memaafkan ku..?!"
"Widya,dia adalah orang baik!tidak mungkin dia tidak memaafkan mu,percayalah.!"
"Kamu temanin aku ya Don."
"Ya kamu tenang saja,niat baik akan selalu baik wid.!"
"Terima kasih Don."ucap Widya kepada sahabatnya itu.
Doni dan Widya pun turun dari mobil dan melangkah menuju kantor masing-masing.
Semenjak malam itu,mereka berdua pun semangkin dekat,ada rasa kenyamanan di antar mereka berdua.
Dan tidak menutup kemungkinan kalau nantinya,ada cinta diantara kedua insan itu.
***************
Setelah menempuh perjalanan empat jam,kedua sepasang suami istri itu pun tiba di bandara,dengan di jemput sopir pribadi nya Alea dan Erwin pulang menuju ke rumah.
"Alhamdulillah mas,akhirnya kita sudah pulang."
"Ya sayang."
"Alea kangen suasana rumah mas,kangen mama,kangen sama papa,pokok nya semua deh..!"
"Mas juga sayang."
Dan sampailah mereka di rumah,di rumah mama nya dengan senang hari menyambut kedatangan anak menantu nya.
"Assalamualikum ma,apa kabar ma?Alea kangen bangat sama mama.!"
"Walaikumsalam nak,sama! mama juga kangen kalian."
"Ma,Alea banyak bawa oleh-oleh buat mama."
"Waw,terima kasih nak.!"
"Ma,papa kemana.?"tanya Erwin.
"Papa mu belum pulang nak.!"
"Ma,kami ke kamar dulu ya,"
"Ya nak,istirahatlah dulu."
**********
Pagi pun menjelang,Erwin sudah siap-siap untuk pergi ke kantor,pagi itu karena kecapean Alea tidak memasak untuk suaminya.
Dengan mesra nya Alea dan Erwin turun dari kamar nya menuju meja makan,di meja makan sudah ada mama dan papa nya menunggu mereka berdua.
"Selamat pagi ma,pa!sapa Alea.
"Pagi nak,ayo kita sarapan!."Ajak mertuanya itu.
"Ya ma,maafin Alea ma,karena telat bangun dan tidak menyiapkan sarapan untuk kita."
"Tidak Apa-apa nak,pelayan di rumah ini sudah ada untuk masak buat kita.!."
Ketika sedang sarapan hp Erwin pun berbunyi,lalu dia melihat nya dan ternyata dari sahabat nya Doni.
"Hallo Don,ada apa?."
""Hallo Win,apa kabar?"
"Kabar baik Don!."
"Win,hari ini rencana nya kita ada meeting bersama seseorang dari luar kota!."
"Jam berapa Don?."
"Sekitar jam lima sore,ehh tapi jangan lupa ajak Alea ya."
"Lo kok,kenapa harus ajak istriku apa hubungannya?."
"Itu permitaan klien kita,kata nya istrinya juga ikut!."
"Maafin gue Win,gue terpaksa berbohong!."kata Doni dalam hati.
"Ohh,baiklah kalau begitu,nanti gue tanya dulu sama Alea,dia mau apa tidak,karena di masih kecapean pulang dari liburan kemarin!."
"Semoga saja dia mau,soalnya kehadiran dia sangatlah penting!."
"Ya,gue tanya dulu ya,kalau dia tidak mau!gue tidak mau memaksa nya!."
"Baiklah,sampai ketemu di kantor nanti,ehhh jangan lupa oleh-oleh nya ya?."
"Huh dasar matre lo!."
Mereka pun mengakhiri sambungan nya telpon nya.
"Dari siapa mas?."
"Dari Doni sayang!."
"Ohhhh,pasti dia mintak oleh -oleh?."
"Hahaha,Ya sayang emang dasar matre dia itu!sayang sore nanti mas ada meeting dengan klien dari luar kota,dia memintak mas untuk mengajak kamu,katanya dia juga bawa istrinya,kamu mau ikut gak?."
"Apa itu penting mas?."
"Katakan penting juga tidak,tapi kalau dia dan istrinya senang,akan berpengaruh dengan kontrak kerja perusahaan kita!."
"Kalau begitu,Alea mau ikut mas!."
"Kalau begitu kamu siap-siap ya,nanti sore mas jemput!."
"Baiklah mas!."
*************
Tidak lama dia menunggu,suaminya sudah datang menjemput nya.
"Sayang,kamu sudah siap?."tanya Erwin.
"Ya mas!."
"Wow,kamu cantik bangat sayang!."pujinya kepada istrinya itu.
"Akh,mas bisa saja!."
"Sudah akh!cepat mandi sana,ntar!luntur make up ku!."ledek Alea kepada suaminya itu.
Erwin pun tertawa mendengar perkataan istrinya itu.
Dan Erwin pun cepat-cepat mandi,karena dia takut istrinya menunggu lama.
**********
Sedangkan di sebuah cafe terlihat sepasang sahabat,sudah duduk di sebuah meja mereka hanya memesan jus.
"Don,gue takut!kenapa aku jadi gugup seperti. ini?."ujar Widya membuka obrolan.
"Kenapa harus takut Wid?tenang saja mereka itu orang baik!."
"Tapi Don,aku takut mereka tidak mau memaafkan ku?."
"Sudah,kamu harus berani!soal di maafkan atau tidak itu urusan belakangan,yang penting kamu mintak maaf saja dulu,ok!."
Sedangkan di luar,sebuah mobil mewah sudah memasuki area parkiran cafe itu.
Lalu turun lah sepasang suami istri dari mobil tersebut.
Ya,mereka adalah Alea dan Erwin!dengan bergandengan tangan pasangan serasi itu memasuki ruangan dan mata mereka mencari keberadaan sahabat nya Doni.
Dan mereka pun sudah melihat Doni,tapi mereka belum melihat wajah wanita yang bersama Doni itu.
"Mas,apa itu pacar Doni?."
"Sejak kapan jomlo sejati itu punya pacar!."hehehe"kata Erwin sambil tertawa.
"Jangan bercanda dong mas!."
Tapi bertapa terkejutnya,Erwin dan Alea ketika sudah melihat orang bersama Doni tersebut.
"Don,apa-apaan ini?."tanya Erwin kepada sahabatnya itu.
"Win,tunggu dulu!aku jelasin dulu!."
"Sayang,ayo kita pulang!."ajak Erwin kepada istri nya.
"Win,ku mohon dengarin aku dulu,!"Doni pun menghadang langkah Erwin.
"Lo kenal gue sudah lama Don,lo tahu kan kalau gue paling tidak senang di bohongi!.'
"Ya Win tapi,dia benar-benar mau mintak maaf dan menyesal dengan perbuatan nya,apakah dia tidak berhak hijrah menjadi lebih baik lagi?."
"Alea,tolong beri dia kesempatan."pintak Doni ke Alea.
"Mas,kita duduk dulu ya,kata Alea membujuk suaminya itu.
"Sayang,kamu lupa ya!apa yang sudah dia lakukan kepada mu dan anak kita?."kata Erwin emosi.
"Ya mas,tapi kita harus benar-benar ikhlas,Allah saja maha pemaaf apalagi kita hanya sekedar mahluk ciptaan nya!."
"Tapi sayang!."
"Mas,yuk kita duduk dulu!kita dengarkan dulu apa mau nya dia."
Melihat istrinya yang tulus itu,Erwin pun luluh juga akhirnya.
"Sayang kau memang malaikat!."kata Erwin melihat istrinya sesabar itu.
Lalu Erwin dan Alea pun duduk,dengan dinginnya Erwin tidak mau melihat wajah Dokter itu.
"Alea,maafin aku!yang sudah melakukan kekerasan kepada mu kemaren,sehingga kamu harus kehilangan anak mu!sunggu aku menyesali itu semua itu,maukah?kamu memaafkan aku,Alea?."dengan berurai air mata Widya memohon maaf kepada Alea dan Erwin.
"Apa kamu pikir penyesalan dan maaf kami akan memgembalikan bayi kami?."kata Erwin penuh dengan kemarahan.
"Mas."Alea pun memberi isyarat melalui matanya,agar suaminya itu bisa menahan emosi.
"Sudah lah Wid,kami sudah memaafkan kamu dengan ikhlas,yang penting sekarang kamu benar-benar mau berubah,dan bertaubat!."
"Terima kasih banyak Alea,kamu memang wanita yang baik,tolong ajari aku tentang islam,karena aku buta tentang ajaran agama."
"Boleh Wid,kapan pun aku siap berbagi ilmu dengan mu.!"
"Terima kasih Alea kamu sudah mau duduk dan bicara di sini!."kata Doni.
"Lo cinta ya Don sama dia?kok segitu nya lo bela dan membantu dia!."kata Erwin kesal.
"Maafin gue Win,dia sahabat ku juga,jadi wajar aku membantu nya,ketika dia tersesat!."
"Lo pilih gue atau pilih dia?teganya lo sudah membohongi gue!."
"Win,please dong!."
"Gue benci lo!."
"Lihat istri lo,dengan bijak nya dia berpikir,dia mau memaafkan Widya,padahal dia yang korbannya!."
"Lo tahu siapa dia?dia itu istri gue,jika dia di sakiti,aku juga sakit!kalau lo sudah punya istri nanti lo baru bisa merasakan nya."
"Ya Win,kamu beruntung punya istri seperti dia!cantik,baik hati,dan bijaksana!."
"Sayang,yuk kita pulang!mas gerah di sini."
"Ya sudah Wid,Don kami pamit dulu.!"kata Alea kepada mereka.
"Ya Alea,terima kasih banyak ya,kamu sudah mau memaafkan aku.!"
"Ya,sama-sama Wid!."
"Yuk sayang,cepat!"kata Erwin agak sedikit kesal.
Kejadian malam itu,membuat Widya bertambah ingin berubah,sikap Alea yang lemah lembut itu menyentuh lubuk hati nya yang paling dalam,penyesalan yang amat memukul batinnya.
"Ternyata aku sudah membuat kesalahan yang sangat besar,wajar saja Erwin marah kepadaku,Alea kamu memang pantas mendapatkan cinta dari semua orang!."
Balas dendam itu akan menghancurkan hidup kita,keikhlasan dan ketulusan itu lah yang akan membawa kita pada kemenangan hakiki.