
Setelah Alea bersedia untuk menikah dengan Erwin,meraka pun berangkat ke pesantren,setiba nya di pesantren mereka di sambut oleh para guru dan santri di depan gerbang,melihat kondisi ustadzah mereka seperti itu para santri wanita pun berlarian untuk memeluk ustadzah yang sangat mereka cintai itu,mereka semua menanggis antara haru dan rindu.
"Anak- anak ku semua,apa kabar kalian semua?."
"Baik ustadzah jawab mereka serentak!."
Ada salah satu santriwati senior menanyakan keadaan Alea.
"Ustadzah kami turut perihatin atas musibah yang ustazah alami saat ini,doa kami semoga ustadzah cepat sembuh dan tabah menghadapi ini semua!."
"Amin,terima kasih anak- anak ku semua."
Setelah temu kangen dengan anak didik nya,Alea pun langsung di tuntun oleh Erwin dan perawat nya menuju rumah.
Disana mereka di sambut ibu- ibu yang sedang memasak untuk acara akad nikah mereka nanti,seperti itu lah suasana desa tempat Alea tinggal,mereka lebih suka gotong royong memasak untuk acara apa pun.
"Alea sayang apa kabar mu nak? kenapa kamu sampai kayak gini?"tanya salah satu bibik nya.
"Ini musibah, sebagai ujian untuk Alea bik!."
"Sabar ya sayang,semoga cepat sembuh ya!."
"Amin ,terima kasih bik!."
Melihat kedatangan Alea, ummi nya pun langsung memeluk anak nya, sambil menanggis.
"Mi jangan menanggis ah,nanti Alea ikut nanggis lo!."Alea mencoba menegarkan umminya.
Alea pun memeluk abi nya,sedangkan Erwin segera mencium kedua tangan calon mertua nya itu.
"Ya sudah sekarang kalian istirahat dulu di kamar ,pasti kalian sangat capek sekali!."suruh abinya.
"Baik paman."
"Oh yah Win kapan papa mu kesini?."
"Besok paman, pagi -pagi mereka berangkat!."
"Oh baik lah kalau begitu."
Ke esokan hari nya,acara yang sakral itu pun tiba,dengan gagah nya mempelai laki- laki mengunakan jas berwarna putih hasil rancangan desainer ternama ibu kota,sedangkan mempelai wanita nya mengunakan kebaya putih dengan memakai hijab berwarna putih pula,alea sangat terlihat sangat cantik.
"Wah kamu cantik bangat nak!."
"Terima kasih mi,coba ya Alea bisa lihat ,pasti Alea senang sekali."
"Ya nak,yang sabar ya!nanti kita potohin biar nanti kalau kamu sudah bisa melihat lagi kamu akan bisa lihat di album potoh-potohnya ,tadi nak Erwin sudah menyewa potografer.!"
"Mi,apa orang tua mas Erwin sudah datang..?"tanya Alea.
"Ya nak,mereka lagi ganti baju dan siap- siap.!"
"Mi,apa mas Erwinnya sudah siap juga?"
"Ya nak..."
*****
Acara pun akan segera di mulai,penghulu,wali dan para saksi sudah siap,begitu pula dengan mempelai laki- laki nya dengan sedikit grogi dia sudah duduk di depan calon mertua nya.
Ijab kabul pun akan segera di mulai,dengan satu tarikan nafas Erwin berhasil mengucapkan ijab kabul,dan para saksi pun mengatakan "Saaah"dan seketika itu pula Erwin dan Alea sudah sah menjadi suami istri.
"Alhamdulillah" ujar mama dan papa nya Erwin hampir barengan.
Dan Alea pun di minta untuk keluar,dengan anggun nya Alea melangkah keluar kamar dengan di tuntun oleh perawat nya.
"Subhanallah istri ku cantik banget,terima kasih ya Allah,"kata Erwin dalam hati.
Lalu Alea pun duduk di samping Erwin,kemudian dia mencium tangan suami nya, Setelah Erwin memasangkan cincin di jari manis nya,dan sebalik nya,Alea memasang cincin di jari Erwin kemudian di tutup oleh ciuman di kening Alea.
"Sayang terima kasih kamu sudah bersedia menikah dengan ku,aku sangat bahagia sayang...!"
"Alea juga mas...!"
Acara pun sudah selesai para tamu undangan pun sudah pulang kerumah masing- masing.
"Sayang kita sholat berjamaah yuk."
"Ya sayang tapi Alea pengen mandi dulu,karena masih banyak sisa make up tadi...!"
"Ya sayang mari mas bantu."
"Tidak usah mas,Alea bisa kok...!"
"Jangan malu -malu lagi sayang ,sekarang mas sudah halal bagi mu...!"
"Ya, tapi kan Alea masih malu mas...!"
"Ya sudah kalau kamu malu mas tunggu di luar..."
Selesai sholat mereka pun keluar kamar untuk jalan -jalan sore.
"Kalian mau kemana nak...?"tanya papa nya yang sedang ngobrol dengan abinya Alea.
"Mau jalan- jalan ke taman pa,Alea sudah kangen kata nya mau kesana."
"Oh ya sudah, hati -hati nak..!"
"Mari pa,abi,kami ke sana dulu..!"
"Ya nak"
Sedangkan mama sama ummi lagi sibuk di dapur mereka masak buat makan malam nanti,maklum lah di rumah Alea tidak ada pembantu seperti di rumah Erwin,jadi segala keperluan rumah tangga selalu di kerjakan oleh ummi nya sendiri dan di bantu oleh Alea tentunya,karena itu lah Alea jadi pintar masak.
*************
Taman itu ,dimana Alea dan Erwin untuk pertama kali nya mereka jatuh cinta, dan Erwin mulai bersikap manis kepada Alea,yang semula dia benci tapi berubah menjadi cinta karena mendengar suara merdu nya Alea mengaji.
"Sayang kalau mas mengingat cara tuhan mempertemukan kita untuk pertama kali nya,mas ketawa sendiri karena menurut mas lucu sekali.."
"Hehehe waktu itu mas sangat marah sama Alea...!"
"Ya coba kalau ada tanda di kening mu bahwa kamu adalah jodoh ku,pasti aku langsung peluk kamu dengan erat dan akan aku bawa pulang seketika itu juga...!tapi tuhan menyuruh kita untuk melewati proses yang panjang dulu baru kita di persatu kan..?Alea dengan proses yang panjang ini lah yang membuat aku semangkin mencintai mu..!"
"Kebutaan aku juga mas bagian dari rencana tuhan untuk menguji seberapa besar cinta mas terhadap Alea..?terima kasih mas...!"
"Betul sayang Alhamdulillah,apa pun yang terjadi aku akan tetap mencintai mu alea alfathunissa...!"
"Karena cinta sejati itu ,akan tetap bisa mencintai kekurangan pasangan nya masing-masing.!"
"Mata mu memang buta sayang,tapi cinta ku sudah memberi mata baru di hati mu...!"
"Sekarang Alea tahu betapa romantis nya suami Alea ini,karena yang Alea tahu dia adalah anak manja yang suka marah- marah dan memaki orang kalau tidak menurut kehendak nya....!dan juga satu lagi Alea hampir lupa playboy kelas satu,hehehehe"
"Sekarang kamu sudah pintar ngelawak ya.!"kata Erwin sambil mencubit hidung Alea dan dia pun mencium kening Alea.
"Mas ini adalah ciuman pertama Alea.!"
"Ya sayang mas tahu,kamu tidak perna di cium laki -laki mana pun kecuali abi.!"
"Abi adalah cinta pertama ku mas.!"
"Dan mas cinta kedua kamu ya.?"sambil dia mencium kedua bibir istrinya itu.
"Mas"Alea pun tersipu malu."
"Bibir itu sekarang milik mas jadi mas tidak perlu izin kamu lagi, untuk menyentuh nya..."hehehe"
"Ikhh ini mah tetap bibir nya Alea mas.!"
"Sayang nanti malam mas boleh mintak lebih tidak?"
"Kok bertanya,?kata nya sudah milik mas semua.!kata nya tidak perlu mintak izin lagi..?"
"Ohh iya mas lupa..!"hehehe.
Karena hari sudah mulai gelap mereka pun pulang kerumah.
Dengan senyum bahagia mereka berdua saling gengam dan bergandeng tangan untuk menyonsong kehidupan baru menuju keluarga yang Sakina,Mawadah,Warohmah.