I Love My Ustadzah

I Love My Ustadzah
Prahara Undangan



Tak lama mengadakan acara lamaran Doni dan Widya akan segera melangsungkan pesta pernikahan.Karena waktu nya sangat singkat maka persiapan pestanya di laku kan secara meraton.


Doni pun mengambil cuti dari kantor nya,agar supaya dia punya waktu untuk mengurus segala nya.Sebenar nya mereka sudah menyewa sebuah event organizer untuk mengurus segalanya,tapi mereka masih harus mengurus siapa-siapa yang akan mereka undang.


Hari ini Doni dan Widya sudah kelihatan sibuk ,mereka sedang mengecek list nama -nama yang akan mereka undang.


"Mas,bagaimana?dengan Erwin dan


Alea?."Tanya Widya karena dia tidak melihat nama Erwin dan Alea di list nama-nama orang yang akan mereka undang.


"Sayang,aku belum memutuskan untuk mengundang mereka,walaupun nantinya aku undang mereka.Aku akan mengundang nya secara langsung".


"Aku sangat mengharapkan kedatangan mereka,di hari pernikahan kita,mas."


"Mas,juga begitu.Sayang!"


"Tapi,kita lihat nanti sayang,mas akan coba bicara dengan Erwin dan Alea lagi".Kata Doni untuk menenangkan hati calon istrinya itu.


"Baiklah,mas.Semoga mereka bersedia datang ya?.Amin."


******************


Tampa terburu-buru Erwin berjalan menuju mobil nya,Dia akan segera pulang untuk menjemput istrinya.Karena hari ini adalah jadwal untuk cek kehamilan Alea.


Sampainya di rumah Erwin di sambut oleh Alea.


"Sayang,kamu sudah siap?."


"Ya,mas.Sudah dari tadi".


"Kalau begitu,kita berangkat sekarang."


"Apa?,mas tidak mau makan atau minum kopi dulu?".Tanya Alea kepada suaminya.


"Tidak sayang,aku tidak lapar karena tidak sabar lagi untuk melihat hasil dari perkembangan dari calon bayi kita".


"Ya sudah,yuk kita berangkat!",ajak Alea.


Dengan sangat pelan Erwin pun membawa mobil nya menuju rumah sakit.Sesampainya di sana mereka sudah di tunggu oleh sejumlah perawat karena Erwin sudah berjanji dengan dokter spesialis kandungan.Dan kebetulan dokter itu adalah teman nya sendiri.


Di ruangan tampak seorang dokter tampan yang dengan senyuman manisnya menyambut kedatangan Alea dan Erwin.


"Selamat datang,Win".Ucap dokter itu sambil mer


menjabat tangan dengan Erwin.


"Farhan,kenalkan ini istriku,Alea."


"Ohya,selamat datang Alea."


"Terima kasih,dok."


"Sayang,dia adalah dokter Farhan.Dia sahabat aku dulu,kami pernah satu sekolah waktu di SMA."Jelas Erwin kepada Alea.


"Gimana?dok,dulu dia nakal tidak?"Tanya Alea,Penuh selidik.


"Lumayan juga,aku ingat dulu Erwin suka bolos sekolah".Sambil tertawa dokter Farhan menceritakan semua kelakuan dari sahabatnya itu.


"Ohhh,jadi begitu ya,Mas?".


Kata Alea sambil melihat ke arah suaminya.


"Sudah...sudah,kapan mulai nya ini?".Timpal Erwin karena bete mendengar doktor Farhan membongkar semua aib nya dulu.


"Tidak apa-apa mas!,aku ingin tahu cerita mas dulu?".


"Farhan cepat periksa bayi ku,aku sudah sangat penasaran ni!."


"Oke,mari Alea kita mulai pemeriksaannya."Ajak dokter Farhan.


Dokter Farhan pun menyuruh perawatnya untuk menyiapkan segala keperluan nya.dan nampak di layar bayi mungil yang belum begitu jelas tapi Alea dan Erwin bisa mendengar detak jantung dari bayi mereka tersebut.


Dokter Farhan pun menjelaskan bahwa bayi mereka sehat dan tidak kurang apa pun,detak jantung nya normal.


Erwin pun meneteskan air mata saat dia mendengar detak jantung dari anak nya yang berdetak normal,begitu pula dengan Alea dia tak bisa untuk menahan air matanya untuk tidak keluar.


"Terima kasih,ya Allah. Untuk karunia mu ini,kau hadirkan bayi mungil di dalam rahim ku,sebagai alasan suamiku untuk bahagia karena kehadiran nya.Setelah dulu dia pernah kehilangan.Dan untuk para pejuang dua garis di luar sana,aku harap kalian bisa bersabar untuk menanti kehadiran sang buah hati."Gumam Alea dalam hati .


Dengan sangat bahagia Erwin pun memeluk dan mencium kening istrinya itu.Sambil berkata.


"Terima kasih,sayang.Untuk semuanya."Bisik Erwin di telingga istrinya itu.


"Ya,mas."balas Alea.


Melihat adegan itu dokter Farhan pun menjadi baper,dan rasanya ingin cepat-cepat nikah juga,maklum lah dokter Farhan kan jomlo akut.


"Ehem....Tidak lihat ada aku di sini?."Kata nya sambil membereskan alat-alat medisnya.


"Maaf Han, aku lupa ada yang jomblo di sini.Saking bahagianya aku melihat calon bayi ku."Kata Erwin.


"Ya,tapi aku baper lihat kalian?."


"Maka nya,nikah!,biar lho tahu rasa nya."ledek Erwin kepada sahabat nya itu.


"Kau beruntung,win.Sudah punya istri yang tidak hanya cantik,tapi sholeha juga!."


"Alhamdulillah,Han.Itu semua anugrah dari Allah."


Sambil menunggu Alea dari kamar kecil Erwin pun berbincang - bincang dengan sahabat lama nya itu.


Dan Farhan pun bercerita tentang undangan pernikahan Doni sahabat mereka.


"Win,aku kaget lo ?dengar Doni menikah dengan Widya,mantan kau dulu?."


"Udalah Han,jangan sebut nama itu lagi,gue nyesal dulu pernah kenal dengan wanita jahat itu."Kata Erwin ber api-api karena emosi menginggat kejadian itu lagi.


"Ada apa?Win."Tanya Farhan.


"Panjang Han ceritanya."


"Pasti ini masalah besar?ku lihat dari sorot mata mu penuh amarah.Tidak mau cerita dengan sahabat mu ini?."


Karena melihat keingintahuan sahabatnya itu, Erwin pun menceritakan semua kejadian yang terjadi dengan istrinya dulu.Karena di sekap oleh Widya,Alea harus kehilangan calon bayi mereka.


"Jahat sekali ya,kasian sekali istri kamu.Win."


"Ya Han,itu yang membuatku terpukul karena masa lalu ku dia jadi korbannya,padahal dia tidak tahu apa -apa."


"Kemaren aku ketemu Doni,dia mengundang ku kerumah."Aku pun terkejut kalau dia menikahnya dengan Widya.


"Aku,belum bisa memaafkan.Widya Han!."


"Gue bisa ngerti itu,win.Bagaimana?dengan istri mu,Win?"


"Itu lah Alea,Han.Dia selalu memaafkan orang yang sudah jahat kepada nya,aku tidak terima dong!dengan sikap nya terhadap Widya,seolah -olah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.Jadi kami sering ribut karena berbeda prinsif."


"Win,mulia sekali ya.Istri mu?.Kamu harus benar -benar menjaga nya jangan sampai kau kehilangan dia karena ego mu itu,aku tahu bangat bagaimana watak mu itu."kata Farhan mengingatkan Erwin sahabatnya.


"Ya,Win.Tapi istri mu itu orang yang baik dan polos jadi dia selalu menganggap semua orang baik."


Kedatangan Alea dari kamar mandi,menghentikan obrolan ke dua sahabat itu.


"Mas."


"Ya sayang,kamu sudah selesai ya"."


Alea pun mengangguk kan kepalanya.


"Kalau begitu mari kita pulang,sayang.Ajak Erwin kepada istrinya itu.


Mereka pun berpamitan kepada dokter Farhan.


"Han,terima kasih ya!".


"Ya,sama-sama,jaga istri dan calon bayi mu.Jangan sampai istri mu kelelahan!."


"Tuh,dengarin sayang!apa kata dokter!."


"Ya..iya,Sayang.Maaf!".Jawab Alea.


Setelah berpamitan Erwin dan Alea pun segera pulang karena Alea harus banyak istirahat di rumah.


****************


Setelah mengantar istrinya pulang,Erwin pun langsung kembali ke kantor karena banyak pekerjaan yang menumpuk yang sedang menunggunya di kantor.


Tak lama Alea masuk ke dalam rumah dan akan masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat,dari arah bawah tampak salah satu dari pelayan dirumah nya berlarian kecil menuju ke arah dirinya.


"Maaf nyonya menganggu."


"Ada apa bik?."


"Ada tamu di bawah,mau ketemu sama nyonya dan tuan."


"Siapa bik?"


"Tidak tahu nya,tapi sudah saya suruh masuk."


"Ya,tidak apa-apa,bilangin tunggu sebentar.Aku segera ke bawah,tolong bibik buatkan minum buat nya dulu,ya!."


"Baik,nya."


Tak lama menunggu tuan rumah pun akhirnya turun untuk menemui tamu nya .


"Kamu ,Don.Ada apa kamu kesini?,mas Erwin baru saja pergi ke kantor lagi."


"Oh,tadi kata asistennya dia pulang,jadi aku kesini!."


"Ya,barusan saja dia pergi!."


"Tidak apa-apa ,Alea.sengaja aku kesini mau bertemu dengan kau dan Erwin,aku mau mengundang kalian untuk datang ke pernikahan kami nantinya."


"Sebenarnya aku ingin sekali datang,Don.Tapi aku tidak bisa karena kau tahu sendiri,mas Erwin akan melarang ku."


"Alea,aku mohon.Bujuk dia untuk datang?."pintanya.


"Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa,Don.Tapi aku akan coba!."


Dengan sangat keras Erwin menbanting pintu rumah,sehinggah Doni dan Alea pun terkejut.


"Apa yang kau lakukan di rumah ku,Don?."


"Tidak,Win.Aku hanya ingin bertemu dengan mu dan Alea,aku ingin mengundang mu untuk datang ke pernikahan kami."Jelas Doni ke sahabat nya itu.


"Kau kan sudah tahu,itu mustahil bagi ku untuk datang.Kenapa kau masih nekat ke sini?."


"Mas,sudah.Dia kan cuma...."


"Diam,Sayang.Dan ku minta kamu,Masuk kamar sekarang!."


Mendengar perintah suaminya itu,Alea pun segera pergi menuju kamarnya yang ada di lantai dua rumahnya.


"Dan kau,Don.Segera tingalkan rumah ini!."


"Win,dengar kan aku dulu...?."


"Tidak ada yang perlu di dengar kan lagi,Don.Tahu kan pintu keluar?".


Dengan langkah gontai Doni pun melangkah keluar dari rumah sahabat nya itu,yang mana dulu dia bebas keluar masuk rumah itu seperti rumah nya sendiri.Sekarang rumah itu sudah asing baginya.Rasa sakit menyeruak di dalam hati Doni melihat sahabatnya bersikap seperti itu.


Setelah Doni pergi,Erwin pun menemui istrinya di kamar.


"Mas, Doni sudah pulang?jangan seperti itu.Kasihan Doninya,walau bagaimana pun dia sahabat baik mu,Mas."


"Sayang,asal kamu tahu ya!,mas.Tidak suka kamu menerima tamu laki-laki kalau aku sedang tidak ada dirumah,kamu sudah tahu kan?agama pun melarang itu!."


"Ya mas,maafin aku ya?."


"Tapi,tadi aku tidak berdua saja di rumah?"


"Ya,aku tahu tapi aku tidak suka."


"Untung saja,mang udin sopir kamu telpon."


"Ohhhh,jadi mang udin.Mata-mata kamu di rumah ini?."


"Ya,kenapa?kamu keberatan?.'


"Tidak,Mas.Mau seluruh dinding di rumah ini mas buat mata-mata?,aku tidak keberatan karena aku tidak akan berhianat mas."


"Wajar dong?,aku harus tahu keadaan istriku setiap saat walau pun aku tidak ada di samping nya?."


"Ya,mas.Terima kasih sayang,Untuk semua nya,cinta mu,perhatian mu,walaupun agak sedikit over.Tapi aku menyukainya."hehehe.


"Mas lakukan itu semua untuk kamu,sayang."


"Ya,aku tahu itu.Mas.Sekarang kamu bisa pergi,karena istri mu ini sudah aman kan?."


"Tidak!."


""Lo,kenapa?."


"Aku ingin menghabiskan waktu ku bersama mu hari ini,aku sudah kehilangan mood untuk kerja gara-gara Doni."


"Baiklah,sayang aku akan memanjakan mu hari ini,dengan masakanku,hehehe."


"Jangan sampai buat ku marah ya?."Ucap Erwin sambil memeluk istrinya itu dengan erat.


Dengan rasa bahagia Alea pun membalas pelukan suaminya dengan erat walaupun terkadang dia binggung dengan sikap suaminya yang super duper manja itu,maklum lah anak tunggal.


Alea terkadang harus mengalah dan bersikap bijaksana ketika menghadapi sikap suaminya itu,yang selalu ingin menang sendiri.Dengan kedewasaan nya,Alea mampu membimbing suaminya ke jalan yang benar.Sebagaimana kehidupan Erwin sebelum dia bertemu dengan Alea,hura-hura,pesta,gota ganti pacar.Dan lain-lain.Tapi ketika dia bertemu dengan Alea kehidupannya berubah 180 derat berubah sampai saat ini.


Alea bagaikan pelita di dalam gelapnya kehidupan Erwin yang dulu.