First Seesight

First Seesight
chapter 8



Pukul 04.00 alarm alami ku terpasang otomatis, bangunlah aku.


Kumpulin nyawa meregangkan otot yang kaku, setelah itu aku masuk kamar mandi bersihkan diri(mandi), terbiasa mandi pagi sebelum sholat subuh.


Keluar kamar mandi adzan subuh berkumandang, aku buru mengganti bajuku dengan koko dan sarung.


Setelah melaksanakan dua rakaat fajar dan subuh kuakhiri dengan dzikir dan doa.


Saat melihat Aji yang belum bangun, aku buru membangunkannya.


"Aji…… bangun… subuh Ji. "


" Hemmm……," jawabnya (matanya merem melek lagi nyadarin diri kali😁)


Saat Aji bangun dan masuk kamar mandi, aku mengganti koko dan sarung ku dengan kaos pas bodi dan training niatku jogging pagi, sudah jadi rutinitas ku.


Aji keluar kamar mandi, aku masih menunggu sambil bersandar pada head bed dia mau ikut jogging apa nggak.


Melihat Aji selesai sholat akupun bertanya.


"Mau jogging ga Ji"


"Ya bentar ganti baju aku"


"Sarapan nanti siapa yang masak bro"


"Tenang nanti ada yang masak disini ato kamu mau cari makan diluar mungkin. "


"Boleh lah apa kata nanti aja deh"


"Udah? Kuylah! "


"Yook lah"


Saat keluar kamar menuju ruang tamu aku melihat teman-temanku sudah kumpul.


"Mau ikut joging semua nih ceritanya? "


(mereka menoleh saat Aji bertanya)


"Okey, boleh deh kita ikut semua, " jawab Rio mewakili semua karena yang lain hanya merespon dengan anggukan saja.


"Apa ga terlalu berkabut kalau jam segini dah mau keluar? " tanya teman Alena(Ika)


"Ga kayaknya, pake masker aja biar ga terlalu dingin saat nanti hirup udaranya, jawab Aji yang ditanggapi anggukan semuanya.


"Minum dulu tuh susu jahe nya biar anget perutnya, kata Alena


"Dapat darimana? tanyaku


"Tadi yang tukang bersihin villa dateng ngasih ini biar anget katanya soalnya suasana luar dingin, jawab Alena lagi


Setelah kami semua menyeruput susu jahe hangat yang dibuat tadi kami keluar melakukan aktifitas pagi itu.


Saat jogging kami semua menikmati alam sekitar yang masih asri ini.


Banyak yang kami lakukan ada yang menhirup udaranya dengan melentangkan tangan, ada yang melakukan pemanasan sedang aku, Aji, Rio dan Eza berlari kecil tanpa henti karena mungkin kami terbiasa fisik setiap harinya ditempat berbeda.


Karena memang kami berbeda profesi, aku dokter muda yang masuk akmil jadi terbiasa setiap hari fisik terlatih, Aji sama dia ambil kedokteran tapi rajin ngegym, Rio arsitek yang suka ngegym juga tapi di rumahnya, dan Eza guru olahraga di sekolah menengah pertama yang memang suka olaraga apa saja yang dilakukan untuk fisik.


Karena memang kami terbiasa berolahraga maka tidak sedikitpun dari kami yang kepayahan tapi malah kalau tidak bergerak malah bisa sakit semua badan ini.


Ketika perjalanan pulang kami bertemu beberapa gerombolan muda mudi yang mungkin melakukan olahraga pagi.


Saat mendekat aku melihat ada pemuda yang aku kenal kemarin sore saat keliling melihat sekitar villa itu.


"Hay…bro, apa kabar? " ketemu lagi kita, katanya saat mendekat dengannya yang ku ketahui namanya "Adam" dan saat melihat sebelahnya aku kaget ternyata ada Ayu sepupuku.


"Loh Bang Bi," ucapnya kaget


"Kok disini, "kataku lagi


(kalau temenku yang lain hanya diam dbelakangku saat melihat interaksiku dengan beberapa orang didepanku ini)


"Lagi KKN nya disini bang. " jawab Ayu lagi


"Kok kenal?" tanya Adam


"Bang Bian ini sepupuku anak adik mamaku, " jawab Ayu lagi


Yang diangguki Adam dan satu temannya aku ga tahu namanya.


"Eh ya kenalin nih teman-temanku yang KKN disini, ada Reksa, Sultan, Kiara dan aku Adam dan yah yang ini paling kenal juga Ayu, kata Adam menerangkan.


Aku dan teman-temanku menyalami mereka satu persatu. Saat tak sengaja menyalami gadis yang bernama Kiara ini aku merasa tubuhku tersetrum dan membuat jantungku jedag jedug tak beraturan entah kenapa pompa jantungku tak baik seperti ini, aneh.


Kulihat dia berbeda dengan wanita yang kukenal sebelumnya, sepertinya lembut, cerdas, berwibawa dan bijak kurasa yah memang cantik senyumnya juga manis.


Beberapa menit kami mengobrol aku melirik gadis itu yang hanya senyum(aduh senyumnya melted maak ga kuat akunya🤭) saat itu juga aku mendengar suaranya menegur teman-temannya yang mengibrol dengan kami.


"Udah jam 06.20 nih balik yukk, nanti sambung lagi ngobrolnya. "


Yang diangguki teman-temannya dan segera berpamitan, kami semua berpisah lawan arah, aku dan teman-temanku ke villa, dan mereka ke tempat mereka menginap.


Nggak sadar saat sepanjang jalan aku tersenyum sendiri mengingat senyum gadis itu. This is my 𝘍𝘪𝘳𝘴𝘵 𝘚𝘦𝘦𝘴𝘪𝘨𝘩𝘵 with someone. Yang bikin aku berbeda banget dengan perasaan ini baru kali ini aku seperti ini.


Dan tak sadar perjalanan ke villa ini seperti cepat sekali karena di selingi dengan malamunkan gadis itu.


Yang ternyata membuat teman-temanku yang menemaniku jadi penuh tanya di benaknya (Kenapa Bian nih senyum-senyum sendiri sepanjang jalan tadi, kesambet kali ya, ruqiyah aja Bian biar sembuh itu😁)


(sebenarnya lagi aku tersenyum menyambut ramah para penduduk lokal itu yang menyapa jadi aku balas dengan senyuman, karena 𝘚𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘪𝘵𝘶 Ibadah yah kan.


Dan kalau para wanita teman-temanku sudah putar balik daritadi karena ada yang ga kuat dingin katanya jadi terpaksa balik lah mereka.


Sampai teras aku menyapa pada teman-temanku wanita dengan salam dan senyum.


"𝙰𝚜𝚜𝚊𝚕𝚊𝚖𝚞'𝚊𝚕𝚊𝚒𝚔𝚞𝚖


"𝚆𝚊𝚊𝚕𝚊𝚒𝚔𝚞𝚖𝚜𝚊𝚕𝚊𝚖"


"𝙺𝚎𝚗𝚊𝚙𝚊 𝚝𝚞𝚑 𝙱𝚒𝚊𝚗, " 𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝙰𝚕𝚎𝚗𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚙𝚘 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚊𝚔𝚞 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝𝚒 𝚒𝚊 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎 𝚔𝚊𝚖𝚊𝚛.


"𝙺𝚎𝚝𝚎𝚖𝚞 𝚋𝚒𝚍𝚊𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚢𝚞𝚛𝚐𝚊," 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚁𝚒𝚘 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚎𝚔𝚎𝚑 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝙰𝚕𝚎𝚗𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚛𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚑𝚒𝚗𝚢𝚊.


Saat setelah mand𝚒 dikamar mandi aku keluar kamar dan melihat semua sedang menikmati sarapannya.


Memang tadi aku dipanggil untuk makan terlebih dahulu tapi aku sudah dikamar mandi membersihkan diri jadi aku menyuruh mereka terlebih dahulu.


Selesai sarapan aku meninggalkan ruang itu dan berjalan kearah belakang rumah yang menurutku adem sambil berchat dengan Ayu sepupuku itu.


(me)


Assalamu'alaikum, dek


lagi apa


(Ayu)


Waalaikumsalam


Balai desa, lagi perkenalan


Kenapa?


Ada dimana?


Dah sarapan belum?


Kalau belum aku laporin bunda loh.


(Me)


Atu atu kenapa nanyanya neng, loading nih


Ya salam🤦‍♀️


Ga ada, say hello aja


Di teras belakang villa


Sudah barusan


Suka banget ngadu nih anak


Noh gua jawab atu atu tuh sukanya lapor nih


(Ayu)


Aku tahu Abang ada maunya nih


Kayak ga tau kebiasaannya nih


Aku sama Alisa tahu kelakuan abang yang kayak gini nih


(me)


😁😁😁


tau ajah


(Ayu)


Hhhhmmmm🤪


(Me)


Boleh kenalan sama temenmu tadi ga


(Ayu)


nah kan…nahkan…


bilangin tante nih


kenalan dirik


(me)


Yah bocah tolongin ngapa sih


(Ayu)


ogah


secara playboy cap sendal jepit


kenapa ga usaha sendiri sih


ih malu maluin marga aja


(me)


yuuk


(Ayu)


mau mana bang😜


😁


Aku nenghela nafas panjang saat melihat jawaban chat dari Ayu aku merasa frustasi dengan ini.


Selama ini aku tidak se-memaksa ini pada orang lain untuk mewujudkan apa yang ku mau.


(Ayu)


Bang, bukan aku ga mau nuruti apa mau abang


aku tahu abang ga pernah kayak gini


maksa banget


Aku ga sedekat itu sama dia bang


Canggung akunya


Aku melihat lagi chat yang barusan ku baca.


(me)


Oke lah


thanks


nanti ku call lagi yah


(Gimana nih diwujudkan ga ya sama Ayu buat kenalan sama Si " 𝙵𝚒𝚛𝚜𝚝 𝚂𝚎𝚎𝚜𝚒𝚐𝚑𝚝" nya Si Bian)


…to be continued…


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Yang penasaran first seesight yang lain


Ditunggu vote, like, comment nya yah


mau lanjut next story yah


Thanks for your attention to my story, love you all readers!!