
Dan ternyata tamu tak diundang datangnya kaya jaelangkung, batin Alisha adik Bian. Bukan orang yang diharapkan tapi orang yang akan membuat badmood ku berubah anjlok.
Awalnya aku bersemangat banget karena mendengar calon kakak ipar ku akan datang karena sudah lama dia tak datang saat tahu infonya lagi hectic pekerjaannya dengan alasan akhir bulan plus akhir tahun untuk tutup buku pembukuan karena dia bekerja dibagian keuangan kantornya.
"Assalamu'alaikum, Alisha" salam Alena
"Waalaikumsalam, mbak!" jawab Alisha dengan sedikit senyum sambil memegang pintu yang tak seluruhnya terbuka karena tertahan oleh tangan Alisha.
"Tumben, ada apa mbak? "tanya Alisha
"Kalau mau cari bang Bian, dia ga ada dirumah lagi tugas ga tahu dimana," pernyataan mustahil. keluar dari mulut Alisha karena ga mungkin saat tugas keluarga ga tahu dia ditugaskan kemana soalnya sebelum berangkat pasti minta ijin dulu, pamit sama keluarga itu kebiasaan bang Bian selalu mengutamakan keluarga.
"Eh, ng-ga gitu. Aku kesini cuma silaturahmi aja," jawabnya sedikit gugup diawal tampangnya ga bisa bohong emang kentara buat cari informasi dan Alisha tanggapi dengan senyum tak ikhlas.
Sebelum sempat menjawab lagi pernyataan Alena lagi Alisha mendengar pertanyaan dari belakang, mungkin mereka mengira lama banget buat buka pintu aja ga tahu aja lagi malas dan mau intrograsi salah satu makhluk pengganggu ini.
FYI, sebelum pergi setelah pulang tugas bang Bian cerita pada Alisha tentang kegelisahan bang Bian dengan kak Kiara yang komunikasinya gak baik-baik aja dengan capar(calon ipar). Itu terjadi setelah mereka berempat ke gap kak Kiara dan kak Dilla di mall dan melihat keakraban bang Aji dan mantannya serta bang Bian dengan Alena yang suka glendotin cowok yang ada didekatnya, emang ga tau diri emang si Alena udah tahu sahabatnya ini udah ada pasangan tapi tetep aja berlaku seperti itu ga bisa merubah diri dan jaga jarak.
Untungnya caparku orangnya ga bar-bar terlalu kalem dan selalu memendam apapun sendiri.
Dia selalu bilang "Tabayyun" cara kita terhindar dari rasa sakit yang berlebihan dan jauh dari sikap menduga-duga karena bisa merugikan diri sendiri, sebegitu sabarnya capar Alisha ini, beruntunglah abangnya bisa mendapatkan seorang Kak Kiara.
Setelah mendengar cerita dan sedikit tahu tentang kerenggangan anak lelakinya dengan calon mantu potensialnya itu, Maka dari itu mama berinisiatif buat membujuk kak Kiara supaya mau kerumah ini, yah intinya buat abang ganteng Alisha balik ke rumah dan ga galau lagi.
Karena setelah pulang dari tugas, bersih-bersih dan langsung menyambar kunci mobil dan pergi. Untung petugas villa keluarga menghubungi kami kalau Bang Bian ada di sana. Kami lega dan membiarkan abang untuk bisa menenangkan diri nya disana.
"Siapa yang datang, cha?" tanya suara itu yang tak lain mama Alisha dan Alisha menoleh ke belakang memastikan memang benar suara mamanya bukan Kakak sulungnya karena ada sedikit kesamaan pada suara dan cara bicaranya.
"Ini mbak Alena, ma" jawab Alisha dan memperlebar pintunya.
" Oh Alena yah? Suruh masuk sayang, masak tamunya suruh berdiri depan pintu." ucap mama lagi.
Setelah membuka pintu Alisha masuk tanpa mempedulikan mama dan Alena yang sedang ngobrol, memang akrab karena memang suka kerumah saat SMA dulu karna teman sekolah abang Bian.
Pernah mengutarakan perasaan nya ke Abang tapi ditolak karena memang abang ga punya perasaan apapun pada Alena saat itu sampai sekarang apalagi sekarang ada hati yang harus dia jaga, meski sebentar pertemuan mereka yang tak terduga hingga menjadi hubungan spesial hingga saat ini.
Tapi yang bikin kesel bukan sama bang Bian aja seperti itu ternyata ditolak Abang, eh malah pindah ke bang Aji ya ga mau lah bang Aji secara dia udah ada kekasih yang memang sangat dijaga saat itu tapi ga tahu setelah beberapa tahun Alisha dengar cerita sudah putus karena kekasihnya mengejar Cita-cita nya sekolah disign ke luar negeri karena memang bang Aji menganut sekte tak kuat LDR jadi mereka putus dengan baik-baik, bang Aji tak mau ambil resiko katanya dan saat itu juga dia sedang menjalankan pendidikan Dokternya yang sudah menjadi cita-citanya sejak kanak-kanak dan dia ingin mewujudkannya tanpa pengaruh kedua orang tuanya yang memang bukan orang main-main juga di bidang bisnis seperti papa Alisha juga.
Tak berapa lama mama Bian kembali ke ruang makan dan sudah ada suami, 2 putrinya beserta menantnya dan juga para cucunya yang akan menikmati sarapan saat itu.
Saat makan memang terjadi sedikit obrolan kecil antar mereka agar tak canggung dan mengakrabkan diri meski seharusnya begitu untuk menghangatkan hubungan antar keluarga,
Dari bahasan kecil antara mertua dan menantu, cerita para cucu yang diselingi dengan sedikit canda karena saat sarapan memang keluarga ini jarang makan berat takut kadar darah mereka meningkat dan berakibat mengantuk.
"Kiara jadi datang kan mam?" tanya kepala keluarga ini tak lain Papa Bian.
"Jadi, mungkin bentar lagi datang. " jawab sang istri.
Tak lama suara bell rumah berbunyi, mungkin orang yang ditunggu sudah sampai.
"Itu mungkin mah, aku yang buka deh, " ucap Alisa semangat yang membuat lainnya yang mendengar mengangguk dan menggelengksn kepala saat melihat tingkah bungsu rumah ini.
Sampai depan pintu Alisha membuka dengan semangat dan memang benar orang yang ditunggu yang datang.
"Assalamu'alaikum, Alisha"
"Waalaikumsalam, mbak" jawabnya sumringah
"Apa kabar mbak? iiihh,, kangen banget aku mbak, " sambil memeluk Kiara
"Baik Alhamdulillah, dek" tak kalah erat memeluknya.
Setelah melepas rindu mereka, Alisha mempersilahkan masuk Kiara.
Alisha membawa Kiara masuk hingga ruang makan yang masih ada mama dan kakak perempuannya sedangkan papanya masuk ke kamar untuk bersiap akan pergi memenuhi janji dengan teman bisnisnya karena weekend mereka akan menghabiskan waktu untuk sekedar refresing menyegarkan otak mereka.
"Assalamu'alaikum,ma,, mbak" ucap Kiara
"Waalaikumsalam salam nak, " jawab mama Bian, menyambut Kiara memeluk dan cipika cipiki begitu juga dengan kakak perempuan Bian menyambutnya serta.
"Jadi kangen, lama banget ga jumpa Ki, lagi sibuk yah? " ucap Artika
"Iya nih, maaf mbak jadi sok sibuk nih"tersenyum canggung
"Ya tahu lah Ki, namanya juga kerja diperusahaan orang harus ada etos kerja lah,,, hehehe. Udah pengalaman soalnya. its okey. " tersenyum meyakinkan.
"Sarapan dulu nak" suruh mama syafina.
"Iya mah, Terima kasih, " ucapku dan menikmati sarapan.
"Nikmati yah, kami temani habis itu mama mau ngomong sama Kiara intinya minta tolong sama kamu, " lanjut mama syafina yang Kiara angguki pasrah apa yang akan di obrolkan nanti.
Empat perempuan di meja makan ini sesekali mengobrol kecil dan Kiara hanya menyimak obrolan itu sambil menikmati sarapan yang disediakan tuan rumah.
Disinilah sekarang ruang keluarga setelah sarapan dan tak berapa lama Papa Bian berpamitan setelah menyapa Kiara.
Setelah menceritakan dan memberi tahu apa yang terjadi dan Mama Bian meminta tolong untuk menghampiri Bian yang katanya pergi setelah pulang dari tugas. Dan keluarga ini merasa janggal atas perlakuan anak tengah mereka yang untuk sekian kali bertindak seperti ini.
"Bisa kan nak bantu mama? bukan mama mengada-ada tentang ini. Saat mama tahu Bian memulai hubungan dengan seorang wanita, mama menerima dan senang, keluarga kami bukan orang yang pemilih dengan siapapun asal jelas asal usulnya tanpa melihat kaya atau miskin orang itu karena dihadapan Tuhan kita itu sama, jadi percayalah kami bukan pemilih dan menerima kamu dalam keluarga ini apa adanya, jangan ragukan itu yah, " ucap mana Bian panjang lebar sambil memegang kedua tanganku meyakinkan.
Kiara tidak bisa berkata apapun hanya menimpali pertanyaan dan menjelaskan salah paham saja karena Kiara merasa memang masalah nya tidak sampai sepelik ini sampai buat dokter tentara itu galau seperti ini.
Terharu rasanya Kiara sampai ada calon pendamping dan keluarga nya yang sangat peduli dan menerima tanpa ada syarat apapun bila melanjutkan hubungannya dengan sang kekasih.
Karena sang mama dan keluarga ingin kebahagiaan semua anaknya.
🌼🌼🌼
Maaf yang sebesar2nya karna ga selalu update sesuai dengan waktu sebab masih harus meyakinkan diri saat lanjut kan cerita takut tak sesuai dengan tiap babnya. Maaf karna masih amatir🙏
Selamat membaca para readers!
Love you All❤😘