First Seesight

First Seesight
chapter 11



Hai readers, selamat membaca storyku ini yah, semoga menikmati. Maaf baru up lagi,,, masih cari inspirasi ๐Ÿคญ,,, Stay here readers!!


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Tak terasa tugas ku sebagai mahasiswa KKN telah selesai dan sekarang aku ada di kampus sedang menyerahkan laporan evaluasi kerjaku selama KKN berlangsung, laporan pribadiku sesuai jurusan kuliah dan laporan kelompok saat KKN.


2 minggu kami telah kembali dari tempat KKN dan 1 minggu sebelumnya kami ber-8 sibuk dengan laporan masing-masing yang deadline karena diserahkan seminggu setelah kembali dari tempat KKN.


Setelah laporan kuserahkan pada dosen maka saat ini aku menikmati masa libur ku meski hanya weekend๐Ÿคญ, beginilah nasib mahasiswa tingkat akhir. Karena setelah ini aku harus check ulang SKS ku terpenuhi atau harus ulang karna mungkin nilainya kurang dari target mudah-mudahan tidak ada, jadi mau siapkan ujiannya dan lanjut buat Tugas Akhir semoga lancar( jadi curhat yah ๐Ÿ˜).


Saat ini aku bersiap akan pulkam karena selama KKN dan kembali dari KKN aku belum pulang meski kangenku hanya diobati oleh vidio call atau telpon saja.


Kalau ditanya hubunganku dengan Bian setelah pertemuan kami saat itu yah lancar meski hanya lewat gadget aja. Saat masih disana aku sering diajak keluar walau hanya sekedar makan malam atau jalan-jalan sambil ngobrol ringan aja, tentang keluarga terutama.


Dan saat ini gadgetku bergetar tanda ada panggilan masuk yah tahu lah siapa.


Alby ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ


Saat tahu siapa yang mennghubungiku ide jahil ku muncul.


"Assalamu'alaikum" sapa Bian


"waalaikumsalam, jawab salamku


Maaf siapa yah, kita kenalkah?ucap jahilku sambil menahan tertawa ku.


"Ki, jangan main-main deh, aku tutup nih. " jawabnya kesel


"Loh siapa yah? Saya Ara bukan Ki, salah sambung nih," godaku lagi


"Ayolah sayang, aku kangen nih, ucapnya agak dongkol mungkin aku goda.


Emang udah hampir seminggu ini dia ga kasih kabar mungkin lagi sibuk latihan atau apa aku ga paham belum aku tanyain juga.


Dan kalau sudah mode ngomong 'sayang' yang aku ga terlalu suka denger bahasa romantis gitu, 'geli' dengernya๐Ÿคญ, aku harus peka sebab kode seperti itu dia ngerasa frustasi dan kesel mungkin.


"Atu,,, tu,,, tu,,, ayang mbeb aku merajuk nih, godaku sambil begidik geli sendiri dengar godaan ku. Sesaat aku mendengar suara terkekeh nya Bian diseberang sana mungkin dengar gombalan ku.


"Tumben nih, ucap Bian meyakinkan diri mendengar gombalan ku dan aku ikut terkekeh juga


"Apa kabar, Mas? tanyaku


(Aku merubah panggilan ku sebab rasanya kok gak pas gitu secara aku kan wong Jowo yah kuubah lah dari Abang jadi Mas๐Ÿคญ)


"Baik dan gak baik nih. jawabnya dan ku dengar helaan nafas beratnya


"Kenapa?"


"Butuh imboost nih, kangen banget pengen ketemu tapi gak bisa, lagi ga bisa libur juga.


Lagi banyak latihan buat tugas nanti"


(Seminggu kemarin sebelum lost contact seminggu ini dia dah bilang ga bisa hubungi aku sebab latihan buat tugas nanti, biasakan tugas negara secara kan abdi negara juga. Memang bukan prajurit yang secara langsung pegang senjata tapi tugas dia juga sensitif kan meski hanya bagian pengobatan tapi setidaknya bisa pegang senjata buat pelindung diri. )


"Yah jangan dipaksa dong, bisa vidcall kan?


"Iya sih. Ki,,,,, "


"Hemmm"


"Lagi apa sekarang?


"Besok weekend, libur,,,, mau pulang juga sih. Dah lama ga pulang pengen ketemu ibu"


"Enak ya yang mau kangen-kangenan tapi ga bisa kangen-kangenan sama aku. "


"Hihihihi,,,, kayak anak kecil aja, kemarin-kemarin ga gini lo kayaknya"


"Kan dah beda status sayang,,,, hihihi."


"Dih,,,, lebay banget"


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


"Naik apa nanti pulang?"


"Naik angkot Mas"


"Jam berapa emang berangkatnya? sendirikah?"


"Agak sore kayaknya Mas, ga sendiri rencana sama Dilla juga tapi anaknya masih keluar sama Reksa tahu ngapain. "


(Soal hubungan Reksa-Dilla sama dengan ku dan Bian ga ada pacaran tapi kami punya komitmen buat jalin hubungan 'TTM kali yah istilahnya๐Ÿ˜')


"Iiih ga mau, aku kucel belum mandi(tolak ku malu juga belum mandi)


"Ayolah sayang, kangen nih. Ga ada libur juga buat ketemu kamu, syukur-syukur kalo komandan ku kasih libur kalo nggak yah lama ketemunya kita. "mohon Bian padaku.


"Berapa lama disana?"


"Enam bulan kayaknya, 2minggu dari sekarang berangkatnya. Yaaaank,,, boleh yah?"


Aku hanya cekikikan dengar permohonannya yang terdengar seperti anak kecil yang mau mainan, belum kujawab panggilan dah pindah ke vidcall.


Saat itu terlihat wajah lelah Bian yang menurutku masih terlihat manis di mataku, mata elang syarat akan ketegasan, alis lebat, hidung mancung siapa yang ga terpesona melihatnya meski kulitnya agak lebih gelap dari petama aku jumpa dengan dia. Terlalu banyak kena matahari mungkin tapi seksi๐Ÿ˜.


"Hai! " sapanya


"Ha,,, Hai juga," jawabku gugup saat kulihat senyum manisnya


Tak terasa 1 jam lamanya kami ngobrol via vidcall dan itu terasa singkat buat kami tapi terasa kangen terobati juga. Obrolan ku dan Bian agak terganggu oleh hadirnya Dilla yang mulai merecoki kami berdua yang gencar menggodaku hingga Bian memutus panggilan nya karena dipanggil oleh komandannya.


Dan rencanaku dan Dilla pulang terealisasi kan segera kami berangkat saat waktu pukul 04.00 sore takut terlalu malam di jalan.


Obrolanku dan Dilla saat perjalan pulang tidak jauh-jauh dari kegiatan Kami sehari-hari dan saat itu juga Dilla ingat kejadian tadi saat aku ditemukan sedang ngobrol asik dengan Bian meski pembahasan kami random dan menurutku ngelantur kemana- mana meski begitu entah kenapa aku suka.


Dan saat ini Dilla berusaha menggodaku.


"Ciiee,,, yang udah kangen-kangenan sama ayang mbeb, " goda Dilla padaku saat di perjalanan tapi aku jawab cuek saja.


"Apa sih, ga jelas,,, kayak yang ngomong nggak aja. Darimana lo tadi, incharge sama Reksa yah? mentang-mentang mau pisahan orang cuma 3 hari nanti juga ketemu lagi, lebay lo" (yang tak kusadari diangkot itu dah banyak penumpang yang naik dan mereka secara tidak langsung melihat obrolan ga penting kami juga,,, saat sadar aku hanya nyengir malu dan menganggukkan kepala hormat pada penumpang angkot lainnya)


Pertanyaan ku ga dijawab sama Dilla tapi dia langsung membungkam mulutku dengan tangannya dan memelototiku kode agar aku diam, aku hanya menimpali nya dengan kekehan saja.


Saat tangan Dilla lepas, kami langsung diam karena takut kabisingan yang kami lakukan mengganggu penumpang lainnya diangkot itu.


Saat itu juga Aku melihat keadaan diluar angkot melalui jendela dan ternyata Dilla sama denganku.


Kami pulang bersama karena rumah kami berdekatan jeda beberapa rumah saja.


Saat hampir maghrib aku sampai rumah dan Dilla sudah turun lebih dulu dariku.


Untungnya rumahku ga jauh dari jalan saat turun angkot hanya terhalang oleh satu rumah sedang Dilla tepat di pinggir jalan agak masuk karena pekarangan Dilla agak luas.


Saat sudah depan pintu aku ucap salam pada penghuni rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam", jawab penghuni rumah yaitu ibuku sambil buka pintu dan ibuku terkejut tak menyangka kedatangan ku.


Memang aku jarang sekali pulang mengingat kesibukan mahasiswa tingkat akhir.


"Loh nduk, awakmu muleh toh tak pikir ora biso muleh neh, " kaget ibuku saat melihatku didepan pintu menyuruhku masuk terlebih dahulu.


"Pulanglah bu, kangen sama ibu, " ucapku sambil menyalami tangan keriputnya yang tidak halus lagi karena kerja kerasnya dan aku memeluknya erat dan tak sadar bulir bening menetes dipipiku.


Sedikit lebay sih tapi emang kangenku hampir 5 bulan aku ga bertemu muka dan menyentuh ibuku. Karena kesibukanku yang hampir full seminggu kujalani kuliahku . Itu juga karena ibuku melarang pulang kalau gak libur agak panjang takut aku kelelahan katanya.


Dan sekarang disinilah, rumah terhangat bagiku karena ada keluarga ku disini.


Saat setelah membersihkan diri dan memenuhi kewajibanku sebagai muslim aku keluar dari kamarku yang dah lama tak ku tempati menuju ruang makan, karena tadi sudah dipesankan ibu untuk langsung ke meja makan setelah sholat.


Saat disana aku tak melihat adikku dari aku datang sampai sekarang.


"Agil mana bu"


"Tak suruh belanja dan sekalian mau ke mesjid tadi", jawab ibu sambil mengambilkan ku makanan yang sudah ibu masak tadi.


Aku hanya mengangguk menjawabnya, sebab aku takut ilerku jatuh ngeliat makanan rumahan yang menurutku spesial secara aku kan anak kost yang harus hemat dalam urusan perut saat dirumah begini aku begitu dimanjakan.


Aku kangen makanan rumahan buatan ibu yang menurutku sangat lezat, dikost aku jarang masak dan lebih suka beli diwarung sekitar kost lebih praktis menurutku walau masak ku bisa dihitung sih.


Saat menyuap dengan tenang aku dikejutkan dengan kedatangan adikku yang saking nikmatnya makan aku tak mendengar salamnya.


โ€ฆto be continuedโ€ฆ


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Salam sayang buat kalian readers, maaf up ku terlalu lama.


semoga cerita dibab ini tidak membosankan, maaf juga banyak TYPO di cerita ini


ditunggu VOTE, LIKE, COMMENT nya yah,,,


Thanks readers, love you all!!