First Seesight

First Seesight
chapter 28



"Maas"


"Abaaang"


"Astaghfirullah hal adzim"


"Allahu Akbar"


Sebutan itu terurai dari mulut kami berempat, terkejut karena kejadian didepan kami yang membuat Aji mengerem mendadak.


Memang malang tak dapat diraih karena semua sudah ketentuan Tuhan sang Pencipta Alam Semesta ini.


Apalah daya manusia hanya dapat pasrah atas ketentuannya karena maut, jodoh, rejeki kita telah ditulis Tuhan di Lauhul Mahfudz.


Seperti saat ini kejadian didepan kami membuat kaget dan tak percaya karena seperti hanya sekejap mata saja itu semua terjadi.


Aji mula beranjak dari kursi drivernya dan segera keluar melihat keadaan dan selanjutnya Bian, aku tahu dan sadar karena jiwa dokternya yang sudah mendarah daging mungkin, yang ingin menolong orang yang menjadi korban kecelakaan saat ini.


"Dilla,, kamu kenapa sih, ayo keluar, " ajakku saat melihat Dilla yang diam sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Aduuuh,,, Ki dahlah sana kalo lo mau liat, aku ga tahan liat itu Ki, depan mata lagi, " ujar Dilla yang masih dengan sikapnya tadi.


Karena rasa iba dan penasaran aku juga ikut turun dan mungkin bisa membantu sedikit, tak menghiraukan Dilla saat ini bukan tak peduli tapi ada yang lebih membutuhkan saat ini.


Sampai disana suasana tegang karena sepeda motor yang menyalip mobil kami tadi tersenggol pickup dari jalur berlawanan, sopir pickup nya sih baik-baik aja dan untungnya mau berhenti dan masih peduli.


Tapi yang dikhawatirkan sekarang adalah pengguna motor sepasang suami istri yang memprihatinkan seperti nya agak parah sih. Dan celakanya lagi si istri sedang hamil dan terjatuh dari motor itu dan terseret beberapa meter.


Saat ini Bian sedang berada pada korban lekaki yang seperti nya dalam keadaan setengah sadar dan Aji yang memeriksa keadaan wanita hamil itu yang tak jauh beda dengan lelaki itu.


"Yank, kok turun?" tanya Bian saat sadar ada yang mendekat dan menoleh ternyata aku yang mendekat.


"I'm okey mas, ada yang bisa dibantu kah?" tanyaku meski ada rasa gugup yang menggelayut


"Bi, bojomu tatak ora kwi, kon ngadoh ae lek ra tatak, " ucap Aji seperti ga yakin kalau aku biasa aja meski ada rasa gugup.


(Bi, istrimu berani ga itu, suruh pergi aja kali ga berani*translate* gini nih temenan yah kalo dah punya pasangan tanpa perlu nikah dah disebut bojo ato istri🤦‍♀️moga aja jodoh dan ga jaga jodoh orang aja yah😁)


"Ada yang bisa aku bantu ga? "(rada sok iya gitu meski badan rodo nggreweli (gemetar coz shock)🤭)


"Udah balik ke mobil aja kamunya, yank!"


suruh Bian.


"Eh gapapa tah? Dah call ambulance tah? "(pertanyaan sok iyes kan yah😁🤦‍♀️sebenarnya gugup bingitz)


"Udah yank, ke handle semua kok. "


Setelah itu aku langsung balik kanan pergi ke mobil, antara lega, gugup,,, aduuh campur aduk pokoknya kan baru juga lihat kejadian kayak gitu, kalau dua jantan depan tuh kan dah biasa secara mereka kan dokter (lebay ga sih🤭).


Sampai mobil aku langsung menghempas tubuhku ke dudukan jok belakang samping dan menghela nafas panjang Dilla yang terlonjak kaget atas ulahku.


"Kiara,,, bikin jantungan aja kamu nih, teriak Dilla, aku hanya menyengir tak berdosa.


"Maaf,, hehehe. Sengaja,, wlee, " ucapku sewot.


"Eh gimana tadi disana, kok kamu cepet baliknya. "


"Duuh, Dil. Jangan nanya dulu deh, tadi gua sih sok berani tapi sampai sana duh kok nggreweli aku Dil. "


"Makanya jangan sok, "sambil noyor kepalaku tanpa dosa.


"Astaghfirullah hal adzim, kunyuk! bar bar amat sih tuh hasta," sewot ku sambil cemberut.


"Hahaha,,, lihat mulut lo gemez gue pingin kuncir tuh mulut" ucap Dilla masih tergelak membuatku kesal dan setelahnya kutimpuk dia pakai tas kecilku.


Untuk beberapa menit kedepan kami tak bersuara sedikit kesel tapi aku tahu Dilla suka bercanda dan sekarang masih sedikit ku dengar kikikan tertawanya.


Sambil melotot aku berkata, "bisa diem nggak?"


Dilla yang masih menyengir dan menaikkan jari telunjuk dan tengahnya sambil berkata, "peace!"


Tak berapa lama Bian dan Aji masuk dan tanpa ragu menoleh kebelakang melihat ada sesuatu yang aneh mungkin buat mereka.


"Kalian kenapa? tumben sepi?"ucap Aji sambil mengerutksn dahinya bertanta-tanya.


Aku memutar bola mataku sambil melengos tanda jengah dan ekspresi Dilla yang tersenyum segaris itu yang membuat dia lelaki itu curiga pasti ada something kan.


"Udah selesaikan urusannya tadi, dahlah quickly go away, " ketusku


"Kok tumben gitu, lagi PMS yah. "ucap Aji lagi dan Bian sedikit hapal saat attitude ku seperti ini pasti ada happend something wrong denganku jadi dia hanya diam tanpa tanya lagi dan menghadap ke depan dan menyuruh Aji menjalankan mobilnya.


Sedang Dilla mah dia bomat dengan kondisi ini karena dia tahu kalau aku sedang badmood setelah kejadian yang membuat shock kami berempat tadi.


🌼🌼🌼


Sudah 15 menit lalu aku, Bian dan Aji sampai dirumah setelah menurunkan Dilla terlebih dulu kerumahnya.


Ga hanya oertemanan, persaudaraan pun kadang ada perselisihan tapi harus bisa menahan emosi agar tidak memperbesar masalah itu dan mengedepankan perdamaian saja.


Saat ini aku dan keluargaku ditambah Bian dan Aji sedang berada di halaman belakang rumah yang asri saat dilihat juga terasa adem, memang rumahku sederhana dan tak terlalu luas tapi area belakang masih bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan lapangan untuk sekedar olahraga aku dan adikku.


"Eh, lapangan nganggur tuh, olahraga bentar boleh lah, nostalgia gitu kangen main basket nih. Mau ga gil? ucap Aji saat kami sedang ngobrol dan ibuku sudah masuk.


"Wah ga imbang nih bang, kalian pasti jago nih, " ucap adikku setelah mengiyakan dan terbentuk team dengan suit. Karena 2 team beda gender salah satunya, aku dan agil dalam satu team sedang Bian dan Aji satu teamnya lagi.


"Udah deh dek semangat kita pasti bisa, "ucapku beri semangat pada adikku sambil mengepalkan tangan keatas, aku yakin Agil hanya ragu dengan ini karena mungkin dia merasa ga PD secara lawannya mantan atlit yang pernah aku dengar.


Tapi aku berusaha PD agar semangat dan bisa melawan mereka (kenapa jadi lebay sih orang cuma main ga tanding beneran kok🤦‍♀️hadeeh Kiara lebaaay😁)


Setelah 5 menit berlalu hasil angka beda tipis antara 2 team ini karena sebenarnya aku ga sebodoh itu kalau cuma main basket karena emang salah satu hobiku, kalau cuma istilah slamdung dan masukkan bola dengan nilai 3 angka mah terbiasa terlatih secara aku ikut team basket saat SMA dan menang juara antar sekolah dan sekarang saat main aku dipasangkan dengan adikku sendiri yang sudah beberapa kali ikut turnamen dan menang yah jadi bisa imbangi team eks atlit nasional kali yah (😂😂sombong dikit ga papa ya readers namanya juga halu😁😁)


Setelah 30 menit bermain kami kedatangan sepasang saudara dirumahku siapa lagi kalau bukan bang Reno sama Dilla dan saat itu juga ada tambahan pemain saat seru-serunya kami bermain biar imbang jadi bang Reno ikut teamku dan Agil sedangkan Dilla ikut team Bian dan Aji, jangan ditanya Dilla juga sama denganku karena dia satu team denganku saat sekolah jadi ga ada yang main abal-abal saat ini meski bukan bermain secara resmi.


Untung saat dirumah aku dan Dilla selalu pakai baju casual, training dan kaos jadi ga akan ada drama saling pinjam pakaian.


Saat satu jam permainan basket itu yang dimenangkan oleh teamku dengan nilai tipis dan akhir permainan ada hukuman untuk yang kalah gendong yang menang.


Dan tanpa aba-aba Bian sudah membopongku aka brydel style dan mengelilingi lapangan basket sebanyak 2 putaran.


Tak kalah juga dengan Aji yang langsung membopong Dilla sampai ia terkaget, berontak sambil teriak menyuruh diturunkan.


"Eh,, eh,, apaan ini turunin ga?" sungut Dilla.


"Diem dulu, entar jatuh lo, bentar lagi udahan ini, " tegur Aji atas tingkah Dilla.


"Iih,, kamu tuh berani-beraninya gendong aku kayak gini ada abang aku itu, " ucap Dilla tak Terima dengan kelakuan Aji.


"Udah diem dulu napa nikmati dulu kek, tenaga aku mau abis ini, " ucap Aji sambil ngos-ngosan menahan BB Dilla dan menahan agar tidak jatuh.


Setelahnya Dilla pasrah tak berontak lagi dan menikmatinya. Dan sampai selesai hukuman itu Aji lansung berlutut dan menurunkan Dilla dengan masih tersengal-sengal dan akhirnya nelentangkan tubuhnya untuk meredakan nafas kelelahan nya.


Kami berempat melihat tingkah Aji dan Dilla tertawa terbahak-bahak, tingkah childhis menang tapi ada tempatnya dan beda dengan Dilla yang memanyunkan bibirnya kesal mungkin sambil duduk klesotan di pinggir lapangan.


"Kenapa tuh bibir dimajuin, ngode nih mau dicipok, " goda Aji


"Aji,, sparing yok sama Aku, " ucap Bang Reno dengar ucapan ubsurd Aji sambil melotot sedang Aji hanya terkekeh geli dan kami hanya terkikik dengan ucapan Reno dan kelakuan Aji.


"Halalin dulu baru bayangin yang lain, "tambah bang Reno.


"Boleh, kapan aku bisa kerumah kamu Ren, " ucap Aji entah serius ato gurau saja.


"Tunggu aku halalin cewekku dulu atau bareng sekalian, " tantang Bang Reno.


"Iidiih ogah yah, aku punya impian sendiri buat perayaan masa depan aku yah, cibir Aji dan Reno hanya mencebik mendengar kata Aji.


"Dah cepetan dikasih lampu hijau tuh dari wali kedua, " ucap Bian menambahi


"Wali kedua siapa, wali utama aja aku belum kenal? " tanya Aji bingung dengan ungkapan Bian.


Semua yang ada disana tergelak akan kebingungan Aji yang menurut mereka lagi Roaming otaknya. Dilla menahan tawanya melihat kejahilan mereka kepada Aji.


"Otak lo stuck ya Ji, masa ga sambung sih, loading nih masih, " tambah Bian masih terdengar kekehan lainnya.


"Dah,, dahlah loading nya ga nanggung tuh Bang Aji, " sela Dilla saat melihat wajah Aji yang masih kebingungan.


"Mau halalin cewek gini amat yah, masih loading aja sih, gimana mau deketin kalau masih belum minta ijin sama cinta pertama ku sama cinta kedua ku, " tambah Dilla.


"Nah lho makin bingung kan, " ucapku pada Aji yang terdiam mungkin hampir connect yang tadi lagi loading mungkin kelelahan karena oksigen ke otaknya berkurang🤭.


"Bentar,, bentar deh " ucap Aji meyakinkan diri.


"Eh, mantanmu banyak banget Dilla, tapi ngapain minta ijin sama mantan kamu, " polos Aji


"Ya salam, bang Aji, mantan apa coba, kirain dah connect eh masih loading🤦‍♀️, " kesel Dilla


"Lah bukan itu, dodol, "ucap Bian menambahi.


"Ehhmmmm,,, lenguh Aji mencerna lagi dan selanjutnya mencengir menandai connect nya.


"Dah connect kan apa yang kita bahas", ucap Bian


"Eh ya, cinta pertama-kedua, wali pertama-kedua, waaah,,, hehehe!gumam Aji yang selanjutnya bikin kami semua terkaget saking semangatnya.


Dan akhirnya perbincangan kami semua berhenti saat kami sadar kalau belum beribadah.


Dan lagi rencana sore ini aku dan Dilla akan bertolak ke Surabaya untuk melakukan tugas kami sebagai karyawan perusahaan Export Import.


Dengan ini aku sadar bahagia itu sederhana hanya bisa berkumpul keluarga dan sahabat dekat, bercanda, berkeluh kesah itu saja membuat kebahagiaan tiada tara.


🌼🌼🌼


Tungguin lanjutan story Kiara and Bian yah, Doakan lancar updatenya yah, thanks atas attensi anda para readers,, Love you all😘❤