
๐ฝ๐๐๐ฃ
Setelah mengantar Aji ke depan untuk berpamitan pulang pada keluargaku, aku sengaja naik kembali ke kamar.
Saat akan masuk, mama menegurku.
"Bang makan malam dulu barengan ini mumpung formasi lengkap ini" ucap ibuku
"Nanti aja ma, aku masih kenyang abis makan di kafe tadi, " jawabku bohong sebenarnya belum makan cuma minum aja.
"Nanti aja ma kalau kerasa laper, " tambahku yang diangguki mama.
Selanjutnya aku masuk bilikku dan masih pakai baju koko dan sarung, aku langsung melempar tubuhku diatas kasur dengan posisi telentang sambil melihat langit-langit kamarku.
"Kiara,,,, "ucapku lirih saat mengingatnya sekarang ini.
Untuk menenangkan diri di kamarku ini aku menyalakan player musicku lewat bluetooth gadgetku aku memilih lagu dan terpilih lagu
๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข-๐๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ข & ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ค๐ฌ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐ฆ.
๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข
๐๐ช๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ
๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด'๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ
๐๐ช๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ, ๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด'๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ
๐๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฎ๐ถ
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ
๐ต๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข
๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข
๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ,
๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ถ, ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ
๐ฐ๐ฉ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ,,,,
๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข,,,,, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข,,,,
Kudengarkan lagu band itu sampai lirik terakhir sambil menutup mata, aku meresapi isi lirik lagu itu.
Kenapa isi liriknya seperti membaca apa yang kurasakan saat ini pada sosok dia "Kiara"?
Aku menghela nafas panjang saat lagu itu berakhir dan berganti lagu lain dalam dengar ku.
Pada saat itu juga sosok seseorang yang telah melahirkan ku masuk kamarku dan mendekat ke ranjang ku, aku duduk dan memeluk pinggang mamaku saat berada disampingku.
"Kenapa? tumben Abang kayak ga semangat gitu. Padahal tiap pergi atau pulang tugas selalu semangat kalau udah ada dirumah.
Lagi broken heart yah? tanya mamaku sambil mengusap kepalaku.
Semanja itu aku pada perempuan cinta pertama ku ini meski umurku sudah mau kepala tiga memang selalu seperti ini sikapku.
Entah nanti kalau sudah ada cinta kedua ku mungkin berubah tapi cintaku takkan berubah sama mamaku ini.
"Nggak papa mah, cuma capek aja, " elakku sambil menikmati elusan mama dikepalaku, serasa ringan beban ini saat dimanja mama seperti ini.
Biarlah orang berkata aku anak mama tapi emang kenyataan nya seperti itulah aku saat dirumah.
"Ga gitu Bang, ga biasanya. Belum mau ceritakah? tanya mamaku lagi.
Detik itu juga Alisya adik bungsuku masuk dan menyerobot masuk bilikku dan mengadu sesuatu.
"Lagi galau tuh mah, diambekin ceweknya,,, hehehe, " ucap adikku, aku mendelik tak terima sedangkan mama mengerutkan dahinya kurang paham.
"Sok tahu kamu dek, jawabku tak Terima.
Setelah mendengar itu wajah mamaku berubah pada mode kepo.
"Ga percaya, perlu bukti nih aku dah punya buktinya, habis dapet info dari orang terpercaya dan jadi stalker seseorang yang buat Abang galau kayak gini, ucap adikku panjang lebar sambil menaikturunkan alisnya menggodaku.
Aku hanya pasrah menanggapi, ga bisa menolak bukti karena aku tahu sifat adikku yang kalau sudah mode jadi tukang stalking dan kepo bisa jadi detektif dadakan nih anak.
Aku menghela nafas panjang dan menelungkupkan badan dan menutup kepalaku dengan bantal setelah berkata, " Sak karepmu lah dek, sebahagia kamulah. "
Saat itu adik dan mamaku langsung tergelak bersama melihat tingkahku yang seperti pencuri yang ketahuan pemiliknya kalau mau mencuri๐
"Kalau mama sih seneng banget kalau Abang dah punya pendamping, jadi mama dah ga susah cari atau jodohin,,, hihihi.
Mama cuma pesan jangan salah pilih, mama ga minta menantu kaya tapi solehah, baik, sayang keluarga, peduli kalau cantik, bisa masak atau dia kerja itu mah bonus buat kamu Bang, satu lagi jaga diri sebelum halal, " itu wejangan mama setiap kali mendengar saat anaknya dekat dengan seseorang.
Aku langsung memeluk erat mama setelah dia berkata itu yang diikuti adikku dan kami saling berpelukan.
Kami sekeluarga memang saling terbuka dan itu membuat kami semua tidak memiliki suatu rahasia, tapi ada hal tertentu yang sangat pribadi itu kami rahasiakan.
Keluarga ku demokratis mereka memberi kami anak-anaknya kebebasan tapi berbatas dan kami anak-anaknya harus tahu apa yang baik dan tidak baik itu.
Hidup memang memberi pengalaman dan pelajaran dan kita harus menjalankannya sesuai dengan kemampuan kita.
"Mau cerita ga Bang, " kata mama lagi saat pelukan kami terurai, aku melirik adikku dan dia mengangguk menyetujui.
Sebelum cerita aku menghela nafas panjang dan mengalir lah cerita itu dari pertemuan pertama ku dengan Kiara, bagaimana aku menjalaninya saat aku bertugas di daerah, tentang keluarga Kiara, bagaimana sikapnya dan semua aku ceritakan pada mama dan adikku tanpa ada yang aku tutupi dan juga aku cerita tentang apa yang membuat aku seperti saat ini.
Setelah cerita terakhir malah mama dan adikku tertawa terpingkal karena galau ku ini disebabkan Kiara yang lagi mood swing๐คญ.
"Itu baru PMS Bang, belum ngerasain dia kalau punya istri terus hamil muda,,, wkwkwk, ujian tlah tiba,,,, hahaha, " ledek adikku yang tambah diangguki mamaku yang juga belum berhenti menertawakan ku. Memang klop 2 orang tersayang ku ini.
Aku hanya bisa diam, pasang wajah datar tak menanggapinya males bakal panjang urusannya.
Akhirnya terbebas juga dari pembulian mama dan adikku setelah kamarku diketok papa dari luar karena berisik katanya sebab dah malam ganggu tetangga tapi ga seperti itu juga karena rumahku ini agak jauh dari rumah tetangga.
Memang cuma kode buat mama sama adikku yang sudah mode jahil dan papa tahu kalau gak ada yang menengahi sampai pagi ga tidur-tidur mereka ini. (ga gitu juga sih๐คญ)
Karena sifat mama dan adikku ini sebelas-duabelas lah, klop pokoknya kalau buat memojokkan aku yang akhirnya pasrah mereka bully.
Sebelum keluar kamar mengingatkan aku buat makan dulu sebelum tidur dan aku hanya mengiyakan tapi yang sebenarnya malas buat makan, entahlah nanti cari makan buat ganjel perut aja.
...****************...
Esok paginya setelah sholat subuh kegiatan rutin ku jogging atau ga ya treadmill dirumah.
Saat di meja makan setelah bersih-bersih kami mulai makan pagi.
"Gimana planning hari ini, sudah ada titik terang akan ada tindakan apa untuk kelanjutan tentang hubungan anda, " ucap adikku mulai menggodaku sambil menaik turunkan alisnya.
"Apa sih dek, masih pagi mulai deh, " ucapku tak terima dengan tetap mengendalikan diri dengan wajah yang sedatar-datarnya.
Beda dengan papa, kakakku, kakak iparku yang kebingungan dengan ucapan Alisya, sedangkan mama senyum sambil menggigit bibir bawahnya menahan tawa yang akan meledak.
Adikku cekikikan melihat wajahku yang seperti menahan sesuatu.
"Sudah dihubungi belum, awas aja ngambeknya lama,,,, hihihi, " tambah mama.
"Kenapa? kata papa
"Oh,,, " hanya itu yang keluar dari mulut papa.
Ya Tuhan Mama dah cerita sama Papa maka bakal ada tambah wejangan dan ketegasan nih dari Papa.
Tapi ga apalah itu buat kebaikan aku juga kan.
"Ini kenapa sih, cuma aku gitu yang ga tahu, " kata Kak Tika
Yang selanjutnya dijawab oleh adikku dengan semangat sebelum aku membuka mulut untuk berkata ternyata adikku menyerobot.
"Mbak Tika yang cantik, yang punya senyuman manis, Bang Bian itu,,, hihihi, " ucap Alisya menjeda menggoda Kakakku.
"Ga usah jahil deh pake ngrayu lagi, basi tahu ga, " sewot Kakakku.
"Iiih mau tahu gak?" goda Alisya lagi
"Apa sih dek ga jelas banget, ga usah buat ulah, " ucap kakakku tambah kesel dan para 3 pria eh 4 sama bocil hanya pendengar dalam drama itu.
"Abang tuh dah punya cewek mbak, "jelas Alisya yang membuat Kakak tertuaku melongo dan berucap,"Serius Bang, Alhamdulillah ga jadi belok adikku. "
Aku kaget omongan kakakku yang ga ada filter itu.
"Astaghfirullah, omongannya Mbak aku gak gitu yah, mentang-mentang aku ga pernah bawa cewek, aku cuma jaga diri yah mbak, ucapku tak terima.
Papa, kakak ipar, mama dan adikku terkekeh mendengar ucapanku yang bela diri dan kakakku,,,,
"hihihihi,,,, Maaf aku pikir,,,, "katanya sambil menyengir memperlihatkan gigi rapinya.
"Cantik nggak, " katanya lagi
"Ya cantiklah kalau ga mana mau Bang Bian,,, hehehe, " sambung adikku
"Cantik itu relatif Mbak yang penting ada getar didada, " kataku dengan pasang mode datar ku.
"Ciiieee, bahasanya berubah yah kalo udah fall in love yah, " ledek adikku
"Dah,,, dah jangan ganggu Abang lagi, ucap papa tegas
Fix pagi penuh dengan kejahilan dan godaan serta drama๐คฆโโ๏ธ.
Aku beranjak pergi ke kamarku niatku buat cek HPku yang sedang ku charge tadi subuh.
Setelah kulihat tak ada notifikasi yang kuharapkan, notifikasi hanya dari grup kesatuan ku, dan dari temanku yang lain.
Dari seseorang yang kuharapkan zonk, saat kulihat jam online menunjukkan 5 menit yang lalu dan sekarang offline lagi.
Selanjutnya kulihat status WAnya tertulis "๐๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ค๐ต ๐ท๐ช๐ต๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ" dengan ada foto Kiara yang sedang tertidur menutupi seluruh badan kecuali hidung dan matanya, aku tersenyum geli melihat tingkahnya.
Setelah itu aku menghubunginya langsung lewat panggilan WA.
Tuuuut,,,, tuuuuut,,,, tuuuuuut
Setelah 3 panggilan baru Kiara angkat.
"Hallo, Assalamu'alaikum,,,, siapa nih?" ucap Kiara dengan suara serak seperti baru bangun tidur.
"Waalaikumsalam, kok masih tidur jam segini, Kenapa?" tanyaku kaget dengar suaranya
"Tumben belum bangun, what's wrong with you ? Area you okey? tanyaku lagi
Terdengar helaan nafas panjang di seberang sana.
"Maaf Mas lagi ga enak badan kayaknya sama PMS jadi males mau ngapain juga badan kayak habis digebukin. "
"Mau aku beliin obat, biasanya apa nanti aku kesana deh sambil jengukin kamu sama kangen masakan ibu (sebenernya lagi modus๐). "
"Ah, ga usah Mas nanti ngrepotin, bentar lagi baik-baik aja kok kalau habis istirahat.
Kalau mau kesini ya kesini aja kali."
"Dah ga boleh nolak, chat aku kalau butuh apa nanti aku beliin, okey.
Ini aku mau siap-siap dulu terus langsung OTW kesana, yah sayang. "
"Sak karepmu lah Mas, aku males debat. "
"Emang pacar cantik ku yang penurut, makin sayang deh. "
"Heleh emboh lah, gombal terus, kapan lek pacaran karo awakmu. "
Kiara memprotes apa yang ku katakan dan aku hanya tersenyum meski tak terlihat.
"Gek enggal mangkat selak siang iki. "
"Lah sopo saiki seng ngebet, kan karepku lah gek kapan mangkat. "
Setelah debat itu Kiara merasa jengkel mungkin setelah terdengar helaan nafas panjang Kiara menutup panggilan itu sepihak dan tersenyum itu yang kulakukan saat merasakan kejengkelan Kiara padaku.
Dan berikutnya aku berdiri untuk bersiap pergi ke rumah Kiara.
Saat keluar kamar aku mendapati keluarga ku berkumpul disana dan melihat ku sudah rapi untuk pergi ada pertanyaan dari mereka.
"Mau kemana kok dah rapi. "
"Apotik mah. " Siapa yang sakit Bang"
"Obat lancar haid tuh apa ya mbak", tanyaku pada kakakku tanpa menjawab tanya mamaku (kayak anak durhaka ga sopan banget).
"Kalau mbak sih biasanya buat sendiri kunyit, asam, jahe sama air anget, tapi sekarang ada yang kemasan praktis bisa lansung , siapa yang sakit Bang Bian?"
"Kiara mbak, nama. Ini aku mau kesana. "
"Naik apa bang? tanya adikku
"Motor kayaknya lebih cepat, " jawabku yang diangguki adikku.
Dan yang lain hanya jadi pendengar terbaik.
"Boleh ikut ga? sekalian kenalan juga, "
Setelah kupikir-pikir aku perbolehkan daripada diam.
โฆto be continuedโฆ
,๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Akhirnya sampai disini juga, readers yang terhormat jangan lupa VOTE, LIKE, COMMENT nya.
Thanks buat readers yang memberi Like pada Novel ku ini.
Maaf kalau critaku ini ga sesuai harapan dan membosankan serta banyak typo,
Harap maklumnya yah.
Love you All readers !!! ๐๐