
Merindu itu berat ternyata bener kata Dilan🤭kalau Rindu itu berat,,,
...**************...
Saat ini aku berada di sebuah kafe buat basahin tenggorokan yang kering ini.
Aku baru saja pulang dari Surabaya untuk menindaklanjuti perekrutan yang diajukan salah satu perusahaan ekspor import yang akan memperkerjakan mahasiswa yang telah terekrut di perusahaan tersebut.
Tak mudah masuk di perusahaan itu karena sebelumnya ada banyak calon yang mengikuti test seleksi itu.
Dan syukurnya aku dan Dilla mendapatkan kesempatan yang notabene banyak mahasiswa di kampusku yang mengharapkannya.
Rezeki emang ga kemana.
Harus aku syukuri setelah sidang skripsi selesai, keberangkatan ku ke Surabaya ga sendirian masih ditemani sobat lekatku Faradilla, memang teman kesayangan ku.
Sebenarnya ga cuma kita berdua yang masuk diperusahaan itu ada banyak mahasiswa lain yang lolos test itu tapi kami tidak terlalu kenal hanya tahu saja dan kami ga mau ambil resiko yang membuat ribet jadi cari amanlah kami ini.
Saat di Surabaya ada banyak kemudahan yang aku dan Dilla dapat, ga usah cari penginapan untuk 4 hari kami tinggal karena ada relasi Bang Reno disana dan mau direpotkan dengan urusan kami.
(ada untungnya juga tapi canggung🤭)
Dia baik namanya Bang Bone seorang Polantas di Surabaya ini, tinggal sendiri sementara ini karena istri nya diungsikan kerumah mertuanya, mau melahirkan katanya.
Saking baiknya sampai aku dan Dilla diantar jemput karena sungkan nya sampai Dilla pernah bilang.
"Bang ga usah diantar jemput kenapa sih, kami bisa naik taxi, grab atau ojol ga papa Bang. "
Dan jawaban Bang Bone membuat kami tersentuh mendengarnya.
"Kalian ini adik dari sahabat karibku Reno dan dengan tak sengaja aku sudah anggap kalian tuh adik aku sendiri sebab aku anak tunggal dan pingin punya saudara, istriku pun tak keberatan kalian disini tinggal bersamaku. Dan sebagai Kakak aku tak tega kalian pergi kemana-mana berdua saja dan lagi kalian tuh baru saja tinggal disini.
Intinya kalian belum tahu dan hapal tempat disini.
"Lagian tempat perusahaan kalian tak jauh dari tempatku kerja daripada keluarin uang transport mending buat kulineran, iya gak, "itu ucapan dan penjelasan Bang Bone yang membuat kami saling berpandangan dan tersenyum.
"Kalian berapa lama disini, " tanya Bang Bone.
Bang Bone nih kalau ngomong santai tapi tegas emang pembawaannya mungkin dan jangan lupa dengan logat timurnya yang kental itu.
"Cuma 4 hari aja Bang. Mau interview sama registrasi data pribadi aja sih terus tunggu panggilan lagi tapi pulang aja nanti infonya via email katanya, " terang Dilla menjawab.
"Apalagi cuma 4 hari ga sampai setahun, setahun pun kami senang karena rumah ini rame ga kayak sekarang sepi ditinggal ratunya,,, hehehe, " ucap Bang Bone lagi.
"Ya ga gitu juga lah Bang, kalo kita dah kerja ya otomatis kita cari tempat lain aja, " ucapku menolaknya.
"Rumah ini besar, kamar pun ada 5 jadi kalaupun cuma nampung kalian ga terlalu sesak lah masih longgar malah, dan satu lagi istri dan ibuku senang kalau tambah yang menemani mereka, " tambah Bang Bone meyakinkan kami.
Aku dan Dilla menghela nafas frustasi yang akhirnya mengalah.
"Dah lah lihat nanti aja, belum pasti juga kalau kita ditempatkan disini, kalau memang disini dan ga di cabang lain kita pertimbangkan permintaan Bang Bone nanti, " ucap Dilla mewakili pemikiran ku karena memang itu yang ada dipikiranku saat ini.
Akhirnya selesai sudah sedikit perdebatan kami dengan Bang Beno tentang tempat tinggal kami nanti kalau benar kerja dan ditempatkan di kota ini.
Setelah menunggu panggilan dari perusahaan selesai interview itu akhirnya aku dan Dilla fix kerja di perusahaan cabang Surabaya ini.
Mungkin ini yang dinamakan jodoh pertemanan sampai kerja pun kami disandingkan.
Karena memang perekrutan perusahaan ini mengambil di banyak jurusan di kampusku mulai dari psikolog, ekonomi, akunting dan masih banyak lagi.
Dan Alhamdulillah aku termasuk didalamnya. Diperusahaan ini aku dan Dilla beda Divisi, aku di divisi keuangan secara lulusan akuntansi yang boleh dibilang tak boleh diragukan dalam profesi nya🤭(lebay ga sih, ga sombong juga yah), dan Dilla berada di divisi Operasional.
Beda ruang kantor, beda urusan serta tanggung jawab.
Dan ternyata gaji yang diberikan ga tanggung-tanggung meski gaji pokok UMR tapi tunjangan dan bonusnya gak mengecewakan secara perusahaan taraf internasional.
Perusahaan yang bergerak dibidang ekspor import barang dan real estate.
Waw,, aku takjub banget dan bersyukur mungkin dari kerjaku ini aku bisa membahagiakan ibuku dan bisa membiayai kuliah adikku, itu harapan terbesarku. Karena aku tahu Tuhan Tak Pernah Tidur jadi rezeki, jodoh maut sudah ada di catatan buku manusia itu sendiri dan takkan tertukar.
...****************...
Dilla tadi pamit ke toilet dan mau sholat memang kafe ini menyediakan musholla juga dan karena aku dalam periode maka disinilah aku diposisi PW , menunggu di kursi pojok pinggir jendela yang menurut ku tempat ternyaman.
Sambil menunggu minuman yang ku pesan aku sedang menyibukkan diri menscrolling isi gadgetku, menghilangkan kejenuhan dan beruntungnya aku kafe ini menyediakan free wi-fi.
Saat memainkan gadgetku aku mendengar pintu kafe terbuka mungkin ada pelanggan masuk, masih sore jadi tidak terlalu ramai tapi juga ga sepi.
"Disini juga, ga nyangka ketemu disini, " kata Aji menyapaku, aku menanggapi hanya dengan tersenyum canggung.
Reflek aku menaruh gadgetku.
Ga baikkan kalau ada orang yang menyapa kita masih sibuk dengan gadget kita.
"Apa kabar bang Aji, " ucapku sambil menyalaminya.
"Baik, sendirian?"
"Nggak kok Bang, sama Dilla lagi di musholla dianya. "
"Ohh,,, "ucapnya sambil mengangguk
"Udah pesen"
"Udah Bang lagi nunggu"
"Bang Aji sama siapa kesini?"
"Eh,,, iya sama Bian di belakang masih nganter Alena beli sesuatu ke minimarket depan. "
Aku kaget mendengar penjelasan Aji karena sudah 2 hari ini aku ga berkabar dengan Bian dan ga tahu juga kapan dia balik dari tugas. Dia belum menghubungi ku sebelumnya.
Kami duduk diantara meja berhadapan.
Kami berhenti dari obrolan kami saat ada kehadiran pelayan yang memberikan pesanan minuman ku, ice lemon tea untukku dan strawberry milkshake untuk Dilla dan cemilan kentang crunchy dan coklat lava.
Beberapa menit kemudian Dilla datang dan mengetahui aku bersama seseorang.
Saat mendekat baru dia tahu kalau Mas Aji dan mereka bersalaman menanyakan kabar dan lain-lain yang akhirnya kami terlibat obrolan santai.
"Loh Ki emang Bian ga kasih kabar kamu kalau dia udah pulang tugas 3 hari lalu malah, " tanya Aji padaku dan kujawab dengan gelengan kepala sambil tersenyum miris.
"Wah parah Bian, masa cewek nya ga dikabari, " tambah Aji
Aku dan Dilla hanya bisa diam tanpa respon dan saling pandang saling mengangkat bahu dan sama-sama tersenyum miris.
"Mungkin lagi sibuk dianya atau masih istirahat habis tugas kali Bang, " ucapku sambil menenangkan diri dan ga mau pikiran negatif mempengaruhi ku.
Saat itu juga aku mendengar pintu kafe terbuka dan tak ayal ternyata orang yang kami bicarakan masuk.
Bian dan seorang wanita yang menggandeng lengan Bian tanpa risih saat itu aku melihat mereka saling tertawa bersama entah ngobrolin apa sampai seasyik itu.
Dan tak sengaja tatapanku bersirobok dengan tatapannya. Saat itu juga aku memutus tatapanku dengannya.
Berusaha menetralkan gemuruh dada ini(cemburukah ini🤷♀️) dan saat itu juga aku berusaha memfokuskan diri pada makanan dan minuman didepanku.
Seperti merasa terkejut juga dengan keadaan ini Mas Bian mempercepat langkahnya menuju kursi ku yang disini sudah ada Dilla dan Aji serta masih saja lengannya digandeng oleh wanita itu.
Setelah agak dekat aku baru ingat kalau dia perempuan yang ikut di villa tempat ku KKN dulu.
Saat mataku bersitatap dengan perempuan itu dia tersenyum sinis dan seperti mengejekku tapi aku cuek saja.
Aku ga peduli entah apa yang akan terjadi selanjutnya dengan hubunganku dan Bian.
Dan apakah hubungan perempuan itu dengan Bian aku ga tahu dan ga mau tahu, mungkin saat ini aku masih terlalu capek tenaga dan fikiranku.
Aku masih ingin mengistirahatkan nya agar jauh dari depresi nantinya karena menanggung cemburu (🤭 karena cinta dan benci itu beda tipis hingga terjadi adanya rasa cembokur,,, hehehe)
Semoga tidak seperti yang ada difikiranku, ada timbul bibit orang ketiga di hubunganku.
...****************...
…to be continued…
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Bagaimana kelanjutannya nanti aku akan up date lagi.
Jangan lupa VOTE, LIKE, COMMENT nya yah para readers ditunggu😘
Maaf masih belajar, semoga ceritaku tak membosankan dan maaf banyak typo serta tulisanku ini tak seperti ekspektasi anda (maaf masih amatir🤭)
Terima kasih atas apresiasi anda love you readers😘😘!!!