
Hati-hati penyakit orang yang sedang melanda saat terjadi kesalahpahaman sengaja atau tak sengaja, 'cemburu' adalah dampak kecil bagi seseorang yang berhubungan dan terjadi kesalahpahaman.
...****************...
𝘽𝙞𝙖𝙣
Aku tak menyangka bertemu dengan dia yang sudah mengisi separuh hatiku disini.
Sebenarnya aku ingin beri kejutan padanya tapi nyatanya malah aku yang diberi kejutan saat aku melihat ada Kiara ada di kafe ini dengan Dilla duduk bersama dengan Aji sahabatku.
Aku memang sengaja tak mengabarinya saat aku sudah pulang bertugas karena memang aku sibuk dengan legalitas kepindahan ku ke Surabaya dan keinginanku untuk istirahat setelah bertugas.
Aku juga diberi tahu Reno saat itu kalau Kiara dan Dilla masih ada di Surabaya untuk interview pekerjaannya.
Jadi fix hampir seminggu tak berkabar dan benar-benar lost contact 2 hari belakangan ini karena aku baru pulang juga dari jogja tempat kesatuan ku dan baru pulang ke Malang 3 hari lalu.
Sibukkah atau sok sibuk?
Tapi memang beneran sibuk karena pindah tugas, harus lapor ini dan itu setelah selesai baru aku pulang dan istirahat full ga keluar rumah sama sekali.
Baru hari ini dan itu juga dipaksa Aji dan Alena untuk keluar. Mereka tahu aku pulang dari postingan adikku yang memfoto ku saat ada didepan TV rumah dengan postingan tulisan "Rebahan ternyaman" saat itu posisi tidurku terlentang dengan tangan bersedekap didada.
Saat itu aku hanya memakai kaos tak berlengan dan celana olahraga.
Dan dari situ banyak komentar yang ada di handphone adikku atas apa yang diunggah nya.
Aku tahu itu saat kakakku memberitahuku atas perbuatan adikku, sedang adikku hanya menanggapi dengan kekehannya atas kejahilannya itu.
Emang adik durhaka tapi aku sangat sayang padanya secara adik Satu-satunya gitu loh😁.
...****************...
Merasa bersalah juga tapi dah terlambat, saat bersitatap tadi aku tahu ada sorot kekecewaan dimatanya.
Mata sendunya yang menatap seseorang orang yang ada disebelahku membuatku sadar. Begitu dekatnya aku dan Alena saat ini karena dia memegang lebganku yang sampai aku di hadapan Kiara masih belum melepasnya.
Saat itu juga aku berusaha melepasnya dengan tidak bermaksud menyinggung perasaan Alena.
"Bisa lepas dulu nggak peganganmu soalnya udah ga nyebrang lagi sekarang, " ucapku pada Alena yang segera melepasnya.
"Maaf, " ucap Alena tak nyaman dengan senyum canggung nya.
Memang tadi Alena meminta ijin untuk berpegangan pada lenganku saat akan menyeberang ke kafe ini setelah dari minimarket.
Aku menyetujui nya karena memang seperti itulah Alena gak sama siapapun pasti maunya gandeng orang disebelahnya.
Ga cuma padaku saja Aji pun begitu atau dengan teman yang lain suka ngglayut gitu orangnya, heran aku kok punya kebiasaan begitu. Aku aja belum bisa menggandeng Kiara eh malah ini cewek atuk nempel aja. Semoga ga ada drama salah paham nih,,, takut lah baru juga ketemu masa harus ngambekan,,,,, hhhmmm,,, nasib-nasib🤦♀️
"Sayang kok disini, udah lama? "tanyaku sambil tersenyum padanya tapi Kiara membalas dengan senyum kecut.
"Kan tempat umum Bian, siapa aja boleh kesini, ucap Aji menyela pertanyaanku pada Kiara.
Dilla dan Kiara terkekeh saat mendengar selaan dari Aji, aku melotot tajam pada Aji yang ditanggapi cengiran jahilnya.
Saat itu juga Dilla dan Kiara menyalami tanganku dan Alena yang masih ada disebelahku.
Setelah itu kami langsung duduk, karena kursi yang diduduki Kiara ada 2 kursi yang dbatasi oleh meja, jadi otomatis Aji, Dilla dan Alena pindah di kursi sebelah yang muat untuk mereka.
Masih dekat kalau misal disatukan bisa seperti satu tempat.
"Lagi istirahat Bang, basahin tenggorokan sambil nunggu jemputan Bang Reno sama sekalian cuci mata,,, hehehe," jawab Dilla yang kuharapkan jawaban dari Kiara tapi tak apa lah jadi tahu alasan mereka ada disini.
Aku menghela nafas pendek saat menatap wajah Kiara yang tak menanggapi pertanyaan ku berasa dicuekin ini mah.
"Mas kapan datengnya?, " tanya Kiara tanpa menatapku dan sedang asyik menikmati makanannya.
"Baru 3 hari yang lalu, "jawabku sambil menatapnya sedang Kiara hanya mengangguk saja dan tetap enggan menatapku.
"Sebegitu menariknya makananmu itu sampai-sampai kamu enggan menatapku saat aku bertanya, " ucapku agak kesal.
"Gak sopan banget diajak bicara malah nunduk terus yang diajak bicara tuh didepan bukan dibawah, " lanjut ku dan seketika membuat Kiara mendongak dan 3 orang yang berada dibangku sebelah itu menoleh padaku.
Aduh baru juga ketemu harus kangen-kangenan eh ini malah ga jelas antara ngambek, kesel atau apalah ini ga jelas banget yah.
Apa Kiara ga kangen sama aku yah, jangan-jangan,,,, ?
Saat tadi awal ketemu antara Alena dan Kiara menurutku keadaannya baik-baik aja.
Mereka saling mengulurkan tangan untuk sekedar bersalaman tak hanya pada Kiara dengan Dilla pun sama.
Saat denganku pun begitu tapi setelah itu saat kami semua mengobrol Kiara hanya diam mendengarkan dan sesekali menjawab saat ditimpali pertanyaan setelah itu diam lagi.
Selama kami mengobrol aku tak pernah lepas menatap wajah orang yang kurindu ini karena memang aku duduk berhadapan dengannya. Sesekali kami saling menatap tanpa kata dan saat itu juga Kiara langsung memutus tatapan kami dengan menoleh ke lain arah.
Ini kenapa sih, biasanya juga gak gini, apa ada yang salah denganku sampai-sampai aku dicuekin begini gunamku dalam hati.
Saat Dilla, Aji, dan Alena asyik dengan obrolan mereka, aku berusaha untuk meraih sebelah tangannya yang bebas.
"Kenapa kok diam aja dari tadi, sariawan yah? " tanyaku dengan sambil menggurauinya.
Aku tersenyum saat melihat Kiara memanyunkan bibirnya mendengar teguran ku mungkin.
"Kenapa? Bikin gemes tahu gak bibir dimanyun-manyunin gitu, kode pingin dicium itu yah, " ucapku menggodanya.
"Apa sih Mas? ucap Kiara sambil melepas genggaman kami.
"Sejak kapan jadi omes gini, dah pinter gombal belajar darimana, " ucapnya ketus.
"Sejak jumpa kita pertama ku langsung jatuh cinta, " ucapku sambil mendendang sepenggal lagu legendnya chrisye.
"Iiih, tau ah ga jelas banget kamu Mas, "sewot nya lagi sambil melengos mendengar nyanyian ku, aku terkekeh saat melihat ekspresinya yang menggemaskan menurutku.
Saat pertama jalan dengannya dulu aku hanya bisa melihat tingkah absurd nya bersama Ayu sepupuku dan Aji dan sekarang saat bertemu kembali dan melihat mode diam begini aku jadi serba salah.
"Mau apa? ucapnya menantang sambil melotot dan aku senyumi saja atas tingkahnya dan aku menjawab lirih saat wajahku ku dekat kan padanya, dan Kiara segera menjauh.
"Mau cium sama peluk kamu, " ucapku sambil tersenyum jahil dan membuat merona pipi Kiara dan saat itu juga langsung dilempar gulungan tissue bekas yang untungnya tak mengenai ku dan aku langsung tertawa mengejek senang sekali menggodanya.
Tanpa peluk dan ciumpun aku merasa bahagia saat melihat dia tersenyum, merona pipinya saat ku goda seperti saat ini.
Selang beberapa menit dari keterdiaman kami berdua sambil mendengar obrolan asyik 3 teman kami Kiara melihat jam yang ada di tangan kiri nya dan tangan kanannya tak lepas dari elusan dan genggamanku dan terkadang ku kecup sayang dan langsung dihadiahi sorotan tajam Kiara.
Ini moment langka buatku karena sudah sedikit berani buat sentuh perempuan selain keluagaku, bukan sok alim tapi aku hanya menjaga diri saja takut perempuan yang aku dekati tak berkenan disentuh.
Walau hanya menggenggam tangan saja untuk saat ini dan selanjutnya,,,, tunggu halal dulu lah, iya ga readers😁🤭.
"Dil, udah sampek mana bang Reno dah mau maghrib ini? tanya Kiara pada Dilla.
"Eh ya sampek lupa saking asyiknya ngobrol nih, kata Dilla sambil memeriksa gadgetnya.
"Kok cepet amat sih, nanti bareng aku aja, aku anterin deh, " ajakku
"Eh ga usah deh Bang, ini Bang Reno dah di daerah Dinoyo deh kayaknya, soalnya dia tadi dari Landung sari, sorry Bang nolak lain kali aja, " jawab Dilla seperti nya mewakili jawaban Kiara karena sudah diberi kode oleh Kiara tadi Dilla nya.
"Oh ya udah, aku anter depan atau sekalian aja kita pulang juga, " ucapku sambil melirik kedua temanku.
"Yuklah, go away, "ucap Aji yang diangguki oleh Alena karena sedang minum.
Selanjutnya kami semua pergi dari tempat itu tapi sebelumnya ada drama Kiara ga mau billnya aku yang bayar dan akhir drama itu aku yang menang dan membayar pesanan semua temanku, dengan kata lain aku yang mentraktir mereka semua.
Dan yang selanjutnya aku mendapati Kiara yang cemberut atas ulahku tadi.
Dah tua kok yo rebutan ae itu celetukan Aji.
Saat itu juga Kiara meninggalkanku keluar sendiri karena yang lain hanya terdiam melihat drama kami.
"Sabar yo Mas, bojomu lagi PMS kwi dadi moodswing, pean kan Dokter mesti weruh lah, " aku mengangguk mengerti setelah penjelasan Dilla dengan bahasa jawanya.
Sampai kami semua diluar sudah ada Reno disana sedang berbincang sambil tertawa riang entah apa yang mereka bahas.
"Hei, bro ada kamu juga toh, "ucap Reno setelah melihatku keluar kafe menghampiri Reno dan Kiara disana.
"Ga sengaja, eh ya ini kenalin temenku, Alena sama Aji." kami bertiga saling dengan Reno.
Lama sedikit ngobrol akhirnya Reno berpamitan sekaligus Dilla dan Kiara saat tepat bersalaman dengan Kiara aku menggenggam sedikit kuat karena tidak rela di tinggal sebenarnya masih pingin bersama.
Sebenarnya pingin peluk tapi sungkan sama yang lain akhirnya hanya bisa mengacak rambut dikepala Kiara yang direspon dengan delikan oleh Kiara karena sudah mengacak rambutnya, aku bales hanya tersenyum.
"Nanti aku hubungi lagi yah, " ucapku sambil menatap sendu Kiara.
"Hhhhmmm," hanya dijawab dengan gumaman.
Rasanya ga rela sebab rindu ini masih sangat kuat enggan melepas kepergiannya tapi toh nanti aku agendakan.
Kami bertiga masuk mobil Aji setelah mobil Reno pergi meninggalkan parkiran kafe.
Saat duduk dijok samping kemudi karna memang Aji drivernya, aku menghela nafas panjang karena mengingat kejadian tadi di kafe.
"Kayaknya tadi tuh Kiara cemburu sama kesal sama kamu deh Bian, " ucap Aji saat mobil mulai bergerak menghilangkan keheningan.
"Hhhmmmm, jawabku malas sambil menutup mata menghilangkan penat.
"Cemburu sama siapa coba?, tanya Alena tanpa merasa bersalah.
"Yo awakmu lah nduk, lagian ngapain kamu nempel-nempel gitu udah tahu ada ceweknya Bian, " jawab Aji sewot
"Sengaja,,, hehehe, " jawab Alena dengan cengiran nya
"Dasar cah gemblung kowe, " tambah Aji dengan gemas untung lagi nyetir kalo nggak dah amburadul tuh kepala Alena diuyel Aji.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka ini, sedekat itulah kami.
Dua sahabatku memang sudah tahu kalau aku PDKT sama Kiara dan berkomitmen, aku cerita sama mereka.
Awalnya Alena ga Terima tapi karena aku beri pengertian dan ketegasan akhirnya dia mau mengerti.
"Terus kesel sama Bian kenapa Ji?" tanya Alena lanjut
"Si Abang Cool satu ini nih dah lama ga contact Kiara dan dia kaget sebab baru tahu kalo Bian dah pulang 3 hari lalu, " jelas Aji pada Alena yang pura-pura kaget.
"Wah parah tuh, bakal ngambek lama tuh, " goda Alena padaku sok serius.
"Dah lah jangan diperpanjang mumet aku, biar apa kata nanti deh, ucapku menutup perdebatan kecil ini.
Selang beberapa menit aku dah sampai rumah setelah kami mengantar Alena kerumahnya, kami berdua melanjutkan perjalanan kebut agar tak tertinggal waktu maghrib.
Sampai rumahku Aji mampir untuk sholat saja setelah itu dia berpamitan karena besok harus masuk kerja pagi sebab sebagai residen Aji membantu Dokter senior untuk operasi esok pagi.
Aji sekarang sedang menjalani praktek kuliah spesialis nya, sebenarnya aku juga bisa tapi karena masuk militer jadi kutunda mungkin nantilah setelah mapan di RS tempat tugasku aku akan daftar spesialis.
...****************...
…to be continued…
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Happy reading, readers!!!
Maaf baru up, ditunggu VOTE, LIKE, COMMENT nya yah.
Maaf kalau isi cerita ini tidak sesuai karena aku kurang mengerti soal militer dan kedokteran serta latar tempatnya juga, jadi mohon maklum karena semua ini hanya cerita fiksiku saja.
Terima kasih atas atensinya, love you all readers😘❤!!