First Seesight

First Seesight
chapter 6



๐˜ฝ๐™„๐™”๐˜ผ๐™‰


๐“ญ๐“ฒ๐“ป๐“พ๐“ถ๐“ช๐“ฑ


"Selamat pagi" ucapku


"Pagi, jawab semua keluargaku karena datang ku pas weekend jadi kami formasi lengkap.


Aku ๐“๐“ต๐“ซ๐“ฒ๐”‚๐“ช๐“ท๐“ผ๐”‚๐“ช๐“ฑ ๐“š๐“ช๐“ถ๐“ฒ๐“ต, ayahku ๐“๐“ฒ๐“ญ๐“ช๐“ท ๐“š๐“ช๐“ถ๐“ฒ๐“ต, ibuku ๐“ข๐”‚๐“ช๐“ฏ๐“ฒ๐“ท๐“ช, kakakku ๐“๐“ป๐“ฝ๐“ฒ๐“ด๐“ช ๐“ก๐“ช๐“ฑ๐“ช๐”‚๐“พ, kakak iparku ๐“ก๐“ฎ๐“ฐ๐“ช๐“ท ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ท๐“ญ๐“ป๐“ช, keponakanku ๐“๐“ต๐“ฒ๐“ช๐“ท๐“ญ๐“ป๐“ช ๐“๐“ต-๐“—๐“ฒ๐“ด๐“ช๐“ถ, adik bungsuku ๐“๐“ต๐“ฒ๐“ผ๐“ฑ๐“ช ๐“ก๐“ช๐“ฑ๐“ถ๐“ช.


Aku anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga jadi harus bisa melindungi keluagaku sendiri sebelum nanti melindungi keluarga kecilku.


Umur kakakku dan aku terpaut 4 tahun sedangkan dengan adikku aku terpaut 10 tahun jauh memang tapi ta apalah ga jadi anak bungsu๐Ÿคญ.


Kakakku seorang fashion designer dan punya butik sendiri yang sudah berdiri selama 5 tahun terakhir ini di jakarta karena dia ikut suaminya yang bekerja di salah satu perusahaan otomotif terbesar di kota itu sebagai seorang direktur pemasaran, adikku masih pelajar sekolah menengah atas, sedangkan keponakanku masih satu dan belum lama ini sudah masuk TK.


Dan aku seorang dokter muda yang ga sengaja ikut test AKMIL diterima pendidikan dan sekarang sudah masuk kesatuan yang bertugas di Yogyakarta.


Skip disini perkenalanku!!!


next storyโ€ฆโ€ฆโ€ฆ


"Libur berapa hari? tanya ayahku saat aku mau menyuapkan makan


"Sebenarnya ga libur pa, minta cuti akunya,,, ambil jatah tahunan lah, jawabku sambil menyuap lagi.


" Mau liburan kemana, ga dirumah aja kan๐Ÿ˜?, tanya kakakku dengan nada meledek ku


Itu kebiasaan saat sudah dirumah pasti rebahan kalo nggak ngajak adikku atau keponakan kalau pas dirumahku jalan-jalan keliling kota kelahiranku ini.


"Yo ojo neng omah ae, angkrem Kapan oleh jodho lek ngono kwi carane, sahut ibuku.


" Ya ngga gitu juga ma, nanti jodohku pasti datang atas ijin Allah ma, jawabku tanpa semangat. Yang direspon hanya cebikan dari ibu dan kakakku yang lain hanya tersenyum mendengarnya.


Duh kalau udah mode ngomong jodoh aku angkat tangan deh, berkali kali aku dijodohkan oleh mama tapi ya gitu ga ada yang bikin akunya jedag jedug terus kaya ke hipnotis gitu. Belum ketemu jodoh kata temanku.


Setelah makan aku, kakak iparku, papa dan keponakanku kumpul di halaman belakang rumah, yah meski cuman ngobrol random.


Rumah orangtuaku ini tidak terlalu besar tapi bisa menampung keluarga besar papa dan mamaku. Rumah ini seperti rumah jaman belanda hanya punya lantai satu, peninggalan dari uyut papaku.


Sedangkan para perempuan rumah ini lagi sibuk dalam rumah entah apa yang mereka lakukan. Kadang juga setelah bersih-bersih dapur pasti buat cemilan atau apalah ga jelas juga akunya. Mungkin nanti kalau sudah punya istri pasti aku tahu apa yang biasa wanita lakukan.


Kapan itu aku ga tahu semoga Allah memberi ku jodoh yang baik dan solehah buatku, sial kasta dan harta aku tidak terlalu memikirkan.


Sebenarnya aku hanya menginginkan wanita yang setia, cerdas, berhati lembut, cantik bonus lah itu, mau bekerja keras tapi manusia tidak ada yang sempurna banyak kekurangan dan kehilafan yang memang qadar ullah.


Melihat jam menunjukkan pukul 09.00 pagi bosen rasanya dirumah pengen keluar tapi ga ada tempat yang mau disambangi.


Tadi saat dihalaman belakang aku berpamitan untuk masuk ke kamar dulu, setelah beberapa menit rebahan ngerasa bosen aku berfikir mending jalan-jalan keluar.


"Mau kemana Bang, " tanya adikku saat berpapasan diruang tamu.


"Windows shopping kayaknya๐Ÿ˜. "


"Tumben." aku hanya mengedikkan bahu.


"Kenapa? Mau ikut? "


"Boleh."


"Kuy lah. "


"Iiih , bahasamu Bang. Siapa yang ajarin," sewot adikku


"Jadi ikut nggak? "


"Bentar aku ambil tas kecilku dulu,,, Naik apa Bang?"tanya adikku lagi setelah dari kamarnya


"Otto opo honda ?"


(mobil atau sepeda motor )


"Honda koyoe penak. "


" Cuss lah! " bahasamu dek yang ditegur hanya nyengir ga jelas.


Baru beberapa langkah menuju pintu keluar kakakku keluar sambil jalan kearah kami.


"Mau kemana"


"Jalan mbak. "


"Lah yo ngono ojo angkrem neng omah ae yen liburan. "


Aku yang mendengar itu hanya tersenyum.


"Wes pamit ibu toh? "


"Sudah, kompak kami.


" Yo wes gek enggal-enggal( cepat-cepat) kono selak awan. "


" Ya mbak, assalamu'alaikum"


Saat mau naik sepeda sport yang akan kendarai sebelumnya aku menyerahkan helm pada adikku, mengutamakan keselamatan.


"Kita mau kemana ini Bang rencananya? "


"Ehhmโ€ฆ kerumah Bude mungkin ada Ayu bisa diajak main dia sambil ajak tunangannya. "


"Ayu kayaknya belum pulang Bang, KKN dianya ke kota Lumajang, tapi kayaknya di desanya gitu.


"Oh gitu ya udah kita jalan dulu baru dipikirin nanti sambil cari cemilan di caffe. "


"Okey, kata adikku semangat. "


Selama perjalanan kami hanya terdiam, aku konsen dengan kemudiku entah adikku ngapain di belakang saat ku lirik spion ternyata dia menikmati jalan yang agak macet di weekend ini sambil kepalanya tengak tengok kiri kanan.


Kalau ga denganku adikku ga pernah jalan pakai sepeda motor, saat sekolah saja dia naik angkot atau nebeng papa saat mau ke toko sparepart dan bengkelnya.


Papaku seorang pegawai swasta tadinya tapi dia mau berwirausaha jadi ikut pensiun dini, jadi pesangon dan sedikit tabungannya untuk usaha.


Mamaku ibu rumah tangga yang bekerja dirumah buka catering, yang tadinya di rumah sekarang buka warung yang tidak jauh dari rumah untuk usaha catteringnya yang sedikit lebih maju dengan memiliki 5 karyawan. Yang modalnya diberikan Papaku dan sampai sekarang Alhamdulillah masih bisa untuk menyambung hidup keluarga.


Saat sampai kafe aku memarkirkan sepedaku, setelah itu kami masuk mencari tempat duduk yang kamu inginkan.


Suasana katanya didisain memang untuk kawula muda berkumpul.


Setelah duduk ditempat yang kami inginkan pelayan datang menyodorkan menu pada kami.


"Mau pesen apa dek? "tanyaku pada adikku yang masih sibuk selfi dan chat temannya mungkin.


"Samain aja Bang, selera kita kan sama, jawabnya aku menganggukkan kepala saja atas jawabannya.


Memang selera kami hampir sama yang membedakan adalah pedas dan tidak. Adikku kalau bukan karena lambungnya bermasalah pasti ngamuk dia makan sambal๐Ÿ˜(lebay ga sih).


"Macaroni cheese 1, brownis 1, lemon grassnya 2, ucapku pada pelayan itu.


Orang yang tidak tahu pasti menganggapku pacar adikku karena postur adikku yang tinggi semampai dan seperti anak remaja ke arah dewasa. Tinggiku 186cm sedangkan adikku 170cm (saat ini masih kelas X SMA semoga tidak tambah tinggi lagi itu harapku๐Ÿคญ) gen dari papaku sedang kakakku hanya punya tinggi 160cm, tinggi juga sebenarnya.


"Suruh samain kok beda. "


"Nanti bisa icip-icip kitanya. "


"Idiiih abang pelit ih"


"Mending pelit dari pada mubadzir makanannya. " adikku hanya mengangguk-angukkan kepalanya saja mendengar ucapanku.


"Kita mau kemana nih Bang. "


" Kalau ga ada tujuannya mending pulang ya Bang habis ini. "


" Masih juga jam berapa dah mau pulang dek, tumben, " adikku hanya bergerak bahu.


"okey kerumah temen Abang mau ga, kerumah Aji mau ga? "


"Boleh deh๐Ÿ‘. "


Setelah pesanan kami datang saat itu kami berhenti kan obrolan kami dan memakan makanan yang kami pesan.


"Enak nih Bang, " akunya hanya mengangguk tanda setuju apa yang diucapkan adikku.


"Kita pesen buat temen Abang ya, buat oleh-oleh, masa ga bawa tentengan sih.


Kami beranjak setelah menyelesaikan makan dan akan mengambil pesanan Black Forest dan cheese cake ksmi buat oleh-oleh.


Kami berdua segera pergi kerumah Aji temanku yang ternyata tidak jauh dari kafe yang kami datangi.


Rumah Aji hanya 15 menit dari kafe dan masuk gang sedikit.


Sampai dirumah Aji aku dan adikku sedikit kaget akan keberadaan seorang gadis yang aku kenal, "๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜“๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ช"


"๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข"


"๐˜‰๐˜ช๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ"


Ucap kami bersamaan.


โ€ฆ to be continuedโ€ฆ


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


(Angkrem translate ga kemana mana hanya diam ditempat seperti ayam mengeram telur)


Aku up lagi readers, jangan lupa


vote


like


comment


untuk story fiksiku ini, maaf kalo ceritanya ga sesuai ekspektasi, aku masih belajar nih readersโœŒ๐Ÿ™ Thanks for your attention!!