
Saat masih dikamar jam menunjukkan pukul 16.30, karna sudah sholat di masjid tadi saat pulang ngiteri desa jadi masih bisa leyeh-leyeh buat ngembaliin tenaga. Obrolan santai aku dan Dilla saat masih dikamar.
"Nanti mau masak apa nih ki"
(Ka…ki…ka…ki dipikir aki-aki apah, kebiasaan mah Dilla nih. )
Dilla menoleh padaku saat aku mengedikkan bahu.
"Seadanya aja dulu tadikan dikasih sayur sama lauk kayaknya, lagian kita juga dah belanja bumbu sama sembako kan tadi pas jalan.
Dilla tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Liat nanti aja deh, habis maghrib kita keluar". aku mengangguk menjawabnya.
Setelah melaksanakan kewajiban ibadah ku, aku dan dilla keluar kamar buat menjalankan rencana masak tadi.
Saat diluar kamar aku melihat Sultan dan Adam di ruang tengah sedang utak atik HP.
Eh aku baru inget ( tepuk jidat) belum kabarin ibu dari tadi selain lowbat juga pas keburu jalan tadi.
Nanti ajalah dulu, habis masak , makan malam baru pegang HP sambil santai nanti gumamku dalam hati.
Sampai di dapur kami sudah bertempur dengan alat masak dirumah ini, untungnya alatnya bersih dan lengkap jadi ga bingung lagi pas mau masak.
Kami semua bersyukur karena dirumah ini sudah lengkap seperti rumah berpenghuni lainnya mungkin memang sudah dipersiapkan.
Hampir setengah perjalanan memasak (aku, Dilla) kadang mengobrol saat memasak sambil kadang ada tawa antara kami entah apa yang kita bahas random aja gitu.
Ayu dan Izza menghampiri kami, mau bantu mungkin atau hanya saya hello aja gitu🤭.
"Kita berdua bisa bantu apa nih"
"Apa yah" (aku)
"Siapin piring aja kali ya sama minum" (Dilla)
"Eh sekalian makanan yang udah matang juga ditata, kita lesehan aja ya, meja ga cukup kayaknya", ucap Dilla lagi
"Okey suster👍👍".(ayu, izza)
" Monggo poro sederek kakung makanan sudah siap di santap sampun kuciwa nggeh soal rasa mergo sing madak sanes chef hotel bintang lima".(Dilla)
Mendengar ucapan Dilla yang campur-campur dan keras seperti toa masjid kami hanya bisa tersenyum dan geleng kepala atas prilakunya.
Dilla nih orangnya ceria ga bisa diam, aktif dan usil juga. Setelah kejadian tadi antara Reksa dan Dilla masih dalam mode silent, ga ada suara-suara sumbang yang terdengar terlihat aman buat sementara 😁.
Tapi biasanya ga akan lama juga.
Beda dengan diriku dulu aku pendiam tapi setelah kumpul dengan beberapa temanku yang rada absurd ini aku jadi rada ketularan tapi ga parah sih.
Aku kumat kayak gitu saat suasana tegang dan nervous.
Masakan makan malam saat ini sih sederhana tapi masih memenuhi gizi sih. Aku dan Dilla memasak bahan tadi yang diberi B. Ratmi yang porsinya agak banyak masih sisa bahannya mungkin bisa untuk masak pagi atau siang.
Aku bilang kalau madak makan pagi jangan terlalu berat karena bikin ngantuk sebab insulin kita tinggi.
Setelah makan malam yang kadang diselingi obrolan ringan dan sedikit senda gurau para lelaki membersihkan semua kekacauan setelah makan itu.
Gantian katanya tadi perempuan yang massk maka yang membersihkan bagian lelaki, perhatian juga mereka, sadar diri juga sih🤭.
Saat para lelaki bersih-hersih aku langsung membuka HP ku yang tadi dicharge karna lowbat.
Saat kubuka langsung terdengar suara ramai notifikasi chat dan lainnya terdengar.
triing… ting…triiing…ting…
"Wah ramai sekali, " ucapku sambil terkekeh geli
Temanku yang lain juga terkaget karna mendengar banyak suara itu.
" Baru juga 4 jam mati udah kaya gitu apalagi 24 jam meledak kali tuh HP ki", kata Ayu.
Aku hanya bisa terkekeh mendengar ucapannya.
Diantara panggilan itu banyak panggilan tak terjawab dari ibuku, orang yang telah melahirkanku dan tidak putusnya berjuang demi kebahagiaan keluarganya setelah ayahku meninggal saat aku kelas X SMA dan adikku kelas VII SMP.
Ibuku berjualan nasi pecel, soto dan rawon didepan rumah, alhamdulillah rejeki tak kemana, laris juga dagangan ibu.
Karena ayahku bukanlah seorang pensiunan hanya seorang ojol yang hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari kami.
Dan untungnya aku dan adikku sekolah dengan mendapatkan beasiswa jadi bisa meringankan perekonomian kami sekeluarga.
Sejak ayah meninggal aku juga bisa Sedikit- sedikit membantu ibu dengan berjualan online dengan sahabatku Ningrum sejak SMA sampai sekarang, alhamdulillah Allah tidak tidur sehingga kami bisa mencukupi kehidupan kami sekeluarga tanpa merepotkan orang lain. Itu sedikit cerita tentangku.
Saat ini aku langsung menelpon ibuku.
"Assalamu'alaikum, bu"
"Waalaikumsalam cah ayu, sudah sampai toh? "
"Enggeh bu, ngapunten KIARA baru telpon ibu soalnya HP nya lowbat baru selesai di charge ini bu. "
" Yo wes rapopo mbak, ibu lego krungu suaramu ket mau kwatir ibu. "
"Enggeh ngapunten bu. "
"Yo wes lek ngono ibu arep sholat isya terus arep turu, ibu wes ngantuk Ki, Assalamualaikum! "
"Oh, Enggeh bu. Waalaikumsalam, Mengke lek mboten sibuk kulo telpon jenengan meleh bu. "
Setelah menutup telpon aku melihat teman-temanku sudah berkumpul diruang tengah ini rencananya kami akan brifing jadwal piket masak da keperluan kami yang harus di penuhi serta program-program yang akan kami ambil di desa ini saat KKN berlangsung.
Karna mahasiswa yang selalu dituntut untuk me musyawarahkan sesuatu hingga mencapai mufakat sehingga brifing ini tidak menjadi alot dan segera mencapai kemufakatan.
Kesimpulannya kami akan menjalankan program atas proyek yang kami rencanakan sebelumnya sesuai bidang jurusan yang kami enyam di kampus.
Karena kondisi yang sudah larut kami semua masuk kekamar masing-masing tapi sebelum tidur kami juga tidak lupa menjalankan ibadah kami.
Karena jangan kebutuhan dunia saja yang kita penuhi kebutuhan akhirat pun harus kita jaga seperti itu ucapan seorang ustadz saat aku mengikuti kajian saat di kampus.
Saat sholat tadi aku tidak sadar kalau Dilla sedang keluar kamar.
Dan pada saat kamar terbuka dan muncul Dilla, aku mengernyitkan dahiku karena heran melihat mukanya cemberut.
" Dari mana lo? "
"Dari luar. "
"Ngapain? …Boker lo? …nyesel dikelurin sampek muka ditekuk gitu," candaku.
"Si Alan lo"
" Lah, gua KIARA bukan Akan, " godaku buat Dilla makin kesel padaku.
" Reksa tuh, gua dicuekin…marah kali ya sebab tadi"
" Augh……ayo lo Reksa marah tuh, lo sih. "
"Biasanya ga gitu Ki. "
"Ya begini berarti. "
" Ih KIARA, nyebelin banget sih lo. "
"Temen ga ada akhlak emang lo. " umpat nya lagi tambah sebel langsung merebahkan diri.
Aku hanya tersenyum geli melihat tingkah nya sambil merebahkan diri juga karena lelah fisik ku.
"Nanti juga baik lagi Dil, pasti ga lama. "
" Hhhmmm, gumamnya. Jangan lama-lama lagi, aku kesepian tak ada yang gua ledekin.
Aku menutup mulutku mendengar perkataan Dilla entah ada hubungan apa dengan mereka walaupun tidak dipungkiri hubungan mereka yang seperti Tom Jerry itu.
"Ya udahlah besok aja diperbaiki sekarang tidur ngantuk nih, " ucapku lagi mengakhiri karna malam makin larut dan besok harus bangun pagi untuk lanjut kegiatan lagi.
Setelah berdoa tak terasa dah sampai ke pulau kapuk.
...****************...
…to be continued…
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hai readers, happy reading.
Maaf ceritanya belum masuk ke inti judulnya, sabar yah masih dalam masa perkenalan, jangan bosan buat baca karyaku ini.
I need your vote, like and comment.
Thanks for your attention, love you all!!
muaaachhh!!