
𝘽𝙞𝙖𝙣
Hampir 6 bulan aku sudah melaksanakan tugas sebagai seorang abdi negara, sebagai tenaga medis dalam kesatuan aku memang tidak turut angkat senjata dalam pengamanan namun bagianku juga sangat vital karena tugasku mengobati para tentara lainnya yang bertugas kala mereka sakit atau terluka.
Sudah seminggu ini aku belum menghubungi Kiara karena kesibukanku disini dengan adanya pengobatan gratis untuk masyarakat tempatku bertugas.
Dua hari sebelumnya aku juga dapat surat perintah dari kepala tenaga medis bahwa setelah tugasku ini aku akan ditugaskan di Rumah Sakit Tentara yang ada di Surabaya.
Karena sudah tugas siap ga siap aku harus bersiap dan bersedia karena bagi tentara tugas adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan tanpa penolakan.
Di waktu senggang ini aku berniat untuk hubungi tambatan hatiku yang sudah seminggu ini aku anggurin😁.
Sekarang aku masih berusaha mendial nomor Kiara dan setelah 4 kali dial baru Kiara mengangkatnya.
"Hallo, Assalamu'alaikum, sayank, " salamku ucapkan kalau sudah mode ucap 'sayank' Kiara sudah mengerti kode ku itu.
Itu berarti aku sangat,,,,,, 🤭. (maaf kalau agak lebay yah😁)
"Waalaikumsalam, Mas. Maaf yah 10menit lagi aku hubungi, aku ada diruang Dosen nih. " ucap Kiara sambil sedikit berbisik.
"Oh okey, biar nanti aku yang hubungi kamu, maaf aku ganggu sayank, " ujarku lagi menjawab.
"Hhemm, it's okey, "jawabnya dan langsung menutup telpon sepihak.
Aku menghela nafas panjang karena harus nunggu lagi.
Saat terdiam nya aku ini, lamunanku membawaku waktu dimana pertama kali aku bertemu dengannya.
Sampai seseorang menepuk pundakku dan aku segera tersadar.
"Kok ngelamun lagi kepikiran apa? kesambet nanti kau sapa yang tanggung jawab, hee, " ucap Bara Dantonku yang kubalas dengan sedikit terkekeh geli karena ketahuan.
"Maaf, Dan! Saya sedang tidak fokus, "jawab ku tegas ala tentara gitu.
"It's okey, masih istirahat kan tapi jangan kelamaan, ga baik buat otakmu, " ucap Bara lagi.
Aku dan Bara memang dekat karena dia menganggapku adik tingkat serasa adik sendiri karena dia pernah kehilangan adiknya yang meninggal karena kecelakaan tunggal saat pulang sekolah dan saat melihatku dia merasa ada sedikit kesamaan sifat dan sikapku serta tampilan ku yang menurutnya menyerupai dengan adiknya.
Maka saat bertemu denganku, aku merasa kaget saat dia memandangku agak berkaca-kaca dan segera memelukku erat.
Dan dari saat itu aku dekat dengannya, kalau diluar tugas kami bersikap biasa tapi saat dilapangan kami profesional kerja.
"Kenapa? Ada yang dipikirin yah?, " tanya Bara
"Ga juga Bang, " jawabku tertawa malu sambil menggaruk tengkuk ku yang tak gatal.
"Ya sudah kalau belum mau cerita, aku tinggal dulu, jangan ngelamun lagi, kesambet tau rasa kau, " ucap bang Bara padaku yang hanya kuangguki kepala saja.
Saat melihat layar HP ku aku melihat ada panggilan dari Kiara, segera ku reject dan ku hubungi lagi. Sekian detik kemudian Kiara mengangkat panggilan ku.
Disini aku hanya bisa melakukan panggilan aja ga bisa buat video call karena jaringan nya yang kurang baik.
"Assalamu'alaikum, Mas. "
"Waalaikumsalam, Ki. Apa kabar sayank? Kangeeen. "
Ku dengar Kiara terkekeh mendengar keluhanku.
"Siapa suruh ga ada kabar, " ucapnya sedikit sewot, giliran aku yang terkekeh geli mendengar nya.
"Lagi dimana"
"Lagi dikantin sama temen-temen, laper habis perang tadi, ucap Kiara sambil tertawa mendengar ucapannya sendiri.
"Gimana dah selesai yang bikin pusing?
Kapan sidang ujian skripsinya?" tanyaku panjang.
"Atu-atulah Mas tanyanya kayak orang dikejar rentenir aja," jawabnya agak kesel, aku tertawa medengar jawabannya.
Kami berdua mengobrol santai, random juga sih obrolannya. Karena istirahat ku agak lama jadi ku manfaat kan waktu ini dengan melampiaskan rindu yang bergejolak dihati ini yang kutahan seminggu ini pada tambatan hatiku.
Hubungan ku dan Kiara telah menemui titik terang sejak 5 bulan yang lalu saat Kiara memoerjelas hubungan ini.
Dia bilang, 'Aku mau serius Mas ga mau main-main dalam menjalani hubungan, kalau memang Mas cuma main-main dan ga serius mending sampai sini aja hubungan kita dan jangan sering hubungin aku, jangan suka baperin cewek dan PHPin cewek'.
Itu sepenggal ultimatum nya seperti ada yang salah seharusnya aku yang lebih dulu meyakinkan dia tapi ini apa bikin geli.
Saat ungkapan itu terlontar dari mulut manisnya aku tegas menjawab dan mengatakan dari awal bahwa aku serius menjalani hubungan ini dan aku tulus menyayanginya tapi karna terkendala oleh tugasku sebagai seorang abdi negara yang harus aku jalani maka beginilah sekarang masih dalam hubungan jarak jauh (LDR) sekarang.
Yang ternyata buat hati dan pikiran semrawut tapi bagaimana lagi sudah jadi tanggung jawab aku juga.
Mungkin nanti saat aku ditugaskan di Rumah Sakit mungkin lebih fleksibel sebab bisa sedikit leluasa untuk mengatur waktu bertemu gak seperti sekarang aku yang sedang bertugas untuk membantu menjaga para penjaga kedaulatan dan keamanan negara ini.
"Mas kapan balik?"
"Kenapa? Udah ga tahan kangennya yah?, " tanyaku sambil terkekeh saat mendengar ucapanku sendiri.
"Idiiih mana ada. Eh tapi,,,,, " ucap Kiara menjeda.
"Tapi ga boong,,, hihihi. Kangen juga sih. "
(aku tersenyum saat mendengar ucapan polosnya itu)
"Kita emang sama-sama kangen tapi tahan dulu yah sayank. Kalau aku pulang mau jemput ga sekalian liburan gitu. " pintaku pada Kiara, kalau terwujud Alhamdulillah ga juga sadar diri akunya,,, jauhkan.
"Mana ada libur-libur lagi sih Mas, ngadi-ngadi nih orang, " ucapnya kesal
"Sebenarnya mau sih Mas tapi gimana lagi habis sidang nih aku harus ke Surabaya buat interview kerjaanku. "lanjutnya
"Ya kali aja sayank, habis sidang dah longgar. Eh kamu masukin CV ke perusahaan di Surabaya yah kok baru kasih tahu sih. "
"Kan baru tadi dipanggil Dosen yang ngurusin perekrutan ku ini Mas, jadi baru kasih tahu kamu sekarang. "
"Oh,,, gitu, kalau baru jadi aku yang pertama kamu kasih tahu nih, duh senengnya dikasih surprise ini. "
"Hhhemmm"
"Ki, kamu masih makan siang yah, dari tadi kita ngobrol jadi ga enakkan makanmu nanti. "
"Telat kamunya Mas nanyaknya orang dah tadi tandas nya, piring sama gelasnya dah diambil pelayannya,,,, hihihihi. "
"Kok cepet banget"
"Hehehe,,, biasa Mas dah biasa cara makan wong deso seng koyo kuli kwi,,,, langsung libas sat set gitu loh🤭.
"Halah,,,gayamu"
"Loh emang selama ini aku pernah jaim soal cara makanku kah."
Memang yang aku tahu saat waktu makan pas sedang vidio call atau lihat secara nyata Kiara memang biasa aja dalam perilakunya.
Meski ga sebar-bar itu makannya tapi kalau dinilai dari cara makan seorang perempuan Kiara itu type cewek yang makan cepat dan ga jaim juga. Karena memang semua sudah terbiasa seperti itu mungkin.
Aku sih biasa aja ga keberatan juga dengan perilakunya itu malah aku salut karena apa adanya Kiara. Itu mengapa dari awal bertemu aku sangat tertarik dan penasaran atas kehidupan yang ia jalani selama ini.
"Kok rusuh banget Ki, ada apa? tanyaku saat ku dengar suara grusah grusuh diseberang sana.
"Biasa Mas kayak ga tahu aja kalo biang rusuh dateng mesti kayak lindu, "ujarnya dan aku tahu gimana ekspresi nya sekarang saat diganggu sahabatnya itu.
"Eh,, bentar dulu yah Mas aku mau pisahin Duo Rusuh lagi sedikit ribut sama junior cowok nih, mau ditutup juga ga papa tapi kalau mau denger penyebab keributan mereka kamu bisa dengerin Mas,,, hehehe, " ucap Kiara saat kudengar suara decitan kursi yang bergeser dan suara gaduh diseberang.
Kiara menyuruhku menutup panggilannya tapi aku penasaran apa yang diributkan sahabat Kiara yang kutahu salah satunya adalah sepupuku itu.
"Astaghfirullah, kalian apa-apaan sih mau jadi jagoan kampus, kalian tuh cewek tahu. " tegur Kiara entah pada siapa.
"Ya nggak gitu Ki, ini masalah martabat wanita yang dilecehkan, aku ga trima ya secara itu udah asusila. " ucap Dilla sahabat Kiara yang agak absurd tapi dia baik
"Emang kenapa sih, kok sampai asusila segala. "
"Ini nih masa di toilet cewek mereka bertiga pasang kamera, untung aku belum ngapa-ngapain, " terang Ayu yang kudengar karena belum ku matikan panggilan ku pada Kiara.
"Udah panggil keamanan aja jangan main hakim sendiri. " ucap Kiara dan saat ini yang kudengar disana sangat ramai karena khawatir aku menyuruh menarik Dilla dan Ayu untuk pergi dari sana.
Emang ga dimana-mana perbuatan asusila itu pasti terjadi makan pentingnya setiap orang punya alat atau cara untuk melindungi diri dari hal itu.
Saat kutanya tadi ternyata Dilla dan Ayu menghajar mereka sampai babak belur, emang para perempuan tangguh mereka ini.
Karena yang aku tahu mereka bertiga ini punya ahli bela diri masing-masing, salut aku mendengarnya.
Sedikit lega dan kekhawatiran ku tak berkepanjangan saat aku jauh karena mereka punya benteng diri dari skill bela diri mereka dan orang-orang sekitar mereka yang siap menjaga mereka.
Beberapa jam yang lalu aku sudah menutup panggilan ku dengan Kiara, saat ini aku sedang membantu para medis di tempat tugasku.
Memang benar menunggu dan merindu itu sama beratnya menurutku.
Menunggu menyelesaikan tugas dan merindu keluarga dan tambatan hati nan jauh disana.
...****************...
…to be continued…
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hai update lagi nih "First Seesight"
Maaf lama update nya sebab lagi nunggu si kecil yang lagi ga enak badan nih
Maaf juga banyak typo
Semoga cerita bab ini gak membosankan para readers yah
Selamat membaca, jangan lupa VOTE, LIKE, COMMENT nya yah.
Terima kasih para readers, love you all !!!