
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga. " ucap Kiara
Belum mau langsung turun masih menyamankan diri sambil meregangkan tubuh melenturkan otot-otot kaku yang dari tadi tegang diperjalanan meski kendali sudah pindah tangan sama yang empunya mobil.
Merasa menikmati sebelum turun dan masih membuka seatbelt nya Kiara menarik tangan Bian dengan dalih memeriksa kondisi Bian, Kiara mengalihkan dengan menggenggam dan mengucapkan Terima kasih karena sudah mau jalan bersama meski tujuannya adalah menjemput sang pangeran hati sih, hehehe.
"Makasih sayang, " ucap Kiara sampai Bian mengerutkan dahinya kaget atas apa yang dilakukan Kiara saat ini.
"Buat apa?"
"Jalan-jalannya, sayank, " ketus Kiara dan langsung turun berlalu dari mobil Bian yang masih cengo karna mendengar jawaban ketus sang pujaan hati.
Ga jelas emang mereka, yang cewek ngomel karena mau romantis jadi ambyar dengan tak pekanya sang cowok.
Si cowok ga peka dan merasa aneh dan bingung karna tanpa aba-aba diketuai sang cewek😁😁.
Nih ayankku kenapa? kok jadi berubah tadi baik-baik aja. PMS kali ya, gumam Bian sendiri sambil menggaruk tengkuknya bingung sendiri.
"Sabar,,, sabar! orang sabar banyak yang antri,,, hehehe, " gumam Bian lagi sambil cengengesan ga jelas.
(Eeh Awas aja kau ya! ucapan you kedenger Kiara, mau di tinggal lagi😁😁
Aduh Bian kesurupan dimana kok nakutin sih, apa obatnya telat lagi yah, ga ada hujan ga ada petir cengengesan 😁😁, Udah bener-bener dah disamperin bidadari hatinya.
Sorry outhornya gumamin Bian ga jelas, hehehe)
☘️☘️☘️☘️☘️
Sampai depan pintu utama Kiara tak langsung masuk tapi masih menunggu Bian yang baru keluar dari mobil.
"Kok belum masuk? " tanya Bian
"Yah nunggu kamulah, dikira nanti masih marahan lagi, "Kiara menggandeng lengan Bian dengan ekspresi wajah yang membuat gemas Bian, Bian terkekeh melihatnya.
"Kamu tuh gemesin deh, pingin gigit tau ga, " Kiara melotot mendengar ucapan Bian, Bian tergelak.
"Idiiih," mencibir tingkah Bian
"Ini mau berdiri sini aja ato masuk, kalo aku diajak begini sih seneng seneng aja apalagi sambil jalan bareng, " goda Bian sambil menaik turunkan alisnya.
Kiara mengerutkan keningnya dan berkata "Ga jelas banget kamu Mas . " Kiara melepas gandengannya di lengan Bian dan cepat melangkah ke pintu utama rumah Bian.
Bian terkekeh melihat tingkah Kiara karena godaannya berhasil membuat salah tingkah dan Bian mengikuti langkah Kiara yang akan masuk kedalam rumah.
"Salting niyee, " bisik Bian di telinga Kiara saat Kiara akan membuka knop pintu.
Kiara yang mendengar hanya bisa melotot kan matanya pada Bian hingga Bian tergelak.
"Ga ada yah, salting,,, salting kamu tuh mulai. jailnya, " Bian tambah tergelak dan saat itu pintu tlah dibuka oleh Kiara.
"Assalamu'alaikum, " ucap Bian dan Kiara hampir bersamaan dengan Bian yang menahan tawa karna kelakuannya pada Kiara.
"waalaikumsalam, " mereka serempak yang kebetulan sedang berkumpul setelah makan malam bersama berada diruang keluarga.
"Ini nih yang dari tadi ditunggu, kirain nginep mbak, " ucap Alisha si bungsu yang selalu care pada siapapun dirumah sambil mendekat dan memeluk Kiara dan bian bergantian.
"Kangen tau aku bang, " ucap Alisha saat memeluk Bian, Bian reflek mengelus kepala dan mengecup. sekilas puncak kepala Alisha.
Sedangkan Kiara menyalami semua anggota keluarga yang ada sekarang, calon mertua, calon kakak ipar serta keponakan yang menggemaskan menurut Kiara.
Karena Kiara sangat menyukai anak kecil jadi semua sepupu atau anak sepupu. Bian saat berkumpul pasti mencari keberadaan Kiara.
Dengan sifat lemah lembut attitude dan perkataannya membuat semua yang dekat dengan Kiara merasa nyaman dan hangat.
Kalau menurut mama Bian, Kiara tuh spek bidadari surganya Bian meski kadang ada tingkah laku Kiara seperti anak-anak yang manja, sedikit absurd, kadang juga ada emosi tapi bisa dikendalikan dengan kelembutan nya.
Tapi semua itu member warna karna Kiara juga manusia biasa yang banyak salah dan khilaf.
"Alhamdulillah anak ganang mama satu-satunya dah pulang, udah sehatkah? " tanya mama Bian yang saat ini duduk bersebelahan dengan Kiara.
"Sehat lah sudah dibawain obat mujarab juga mana ada belum sembuh, "bukan Bian yang jawab tapi si bungsu yang saat ini sedang glendotan sama calon kakak iparnya.
Baru juga akan menjawab pertanyaan mamanya, sudah sedikit membuka mulutnya tapi disambar oleh adik bungsunya yang memang sedikit julid saat ini.
Bian hanya bisa menghela nafas panjang dan menjatuhkan punggungnya pada sandaran sofa sambil menutup matanya sejenak sebelum mendengarkan dan menjawab banyak pertanyaan dari keluarga nya nanti.
Beberapa menit berjalan setelah kedatangannya ke mansion itu sedikit mendengarkan obrolan dan menjawab saat ditanya dan juga sedikit cerita drama Bian yang pergi dan ajakan pulang Kiara.
Yang membuat banyak spekulasi dan ejekan dari para keluarganya dan sedikit ucapan yang membuat para keluarga menjadi terkekeh.
"Udah tua manja pula, " ucap kakak sulungnya yang hanya dicebiki oleh Bian.
"Belum mah," jawab Kiara yang diangguki pula Bian.
"Tapi aku ga biasa makan. malam sih mah, nanti pas laper aja nyemil buah aja. " lanjut Kiara "
"Ga tau Mas Bian mau makan malam ato nggak, aku mau ijin bersih bersih badan aja yah mah?, biar nanti aku yang temeni mas Bian makannya "
"Oh ya udah, biar nanti disiapin, tinggal diangetin aja kayaknya masakannya, "tanggap Mama Bian.
"Piye Bian? "
"Aku tak bersih bersih juga aja, " ucap Bian sambil ikut beranjak pergi ke kamarnya sementara Kiara masuk ke kamar Alisha karena si bungsu meminta.
"Yo wes lah. "
Akhirnya keduanya masuk kamar masing-masing namun tadi saat 2 langkah di anak tangga papa Bian ingin bicara padanya setelah lelaki itu selesai dengan urusan pribadinya sebelum malam bertambah larut.
Setelah 15 menit berjalan siap menyelesaikan urusan pribadinya Bian turun anak tangga menuju dapur ternyata disana sudah ada Kiara yang sedang sibuk di depan kompor lagi siap memasak.
"Masak apa yank?" tanya bian yang ternyata membuat terkejut si Kiara
"Astaghfirullah hal adzim, Mas iih bikin kaget aja kamu, " kejut Kiara untung dianya ga latah
"Lah, maaf yank lagi serius sampek kaget gitu kamunya, " merasa bersalah
" Kok bisa kaget gitu sih"
" Barusan ditinggal mbok, terus sepi lagi fokus ga denger langkah kaki kamu terus ada suara kan kaget jadinya, " terang Kiara
"hehehe maaf! , " ucap Bian sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya bentuk huruf V.
" lagi masak apa nih?" tanya Bian lagi
"Lagi pengen buat pasta, terus bahannya ada jadi buatlah sekarang. "
"Eehmm, koyoe maknyus kuwi. "
" Mas mau?"
"Boleh!" sambil mengangguk setuju
Setelah beberapa menit pasta yang dibuat Kiara sudah terhidang diatas meja, Bian yang sejak tadi menunggu sambil bermain game diHpnya merasakan harumnya masakan yang telah terhidang ia menyudahi dan segera menyantap setelah Kiara mempersilahkan memakannya.
"Smhaclek eaten, sweet heart! " ucap Kiara berbahasa belanda (maaf kalo tulisannya salah🤭)
Menyadari ungkapan itu Bian yang tadinya akan menyantap pastanya sedikit kaget dan akhirnya sadar dan menjawab.
"Dunken! honey " sambil tersenyum
Setelah menyelesaikan makan mereka tanpa suara karna sibuk dengan makanan mereka.
Selesai itu Kiara membersihkan bekas makan mereka, sebenarnya tadi Bian memaksa untuk membantu tapi Kiara tak mengijinkan dan menyuruh Bian untuk ke ruang kerja papanya karna tadi Bian sudah janji untuk mendatangi ruangan papanya entah apa yang akan dibahas papanya seperti sangat penting.
Setelah ijin dari Kiara, Bian pergi ke ruang kerja papanya itu.
"Yank, aku tinggal dulu ga papa kan? " mohon Bian
"Iya udah sana pasti ditungguin sama papa, udah mau larut juga biar cepet istirahat nya, kasian badan kalian butuh istirahat, " cerocos Kiara sambil berlalu ke westafel buat bersihkan tempat makan dan alat masak yang dipakai tadi dan niatnya setelah itu Kiara akan pergi ke kamar Alisha untuk istirahat karena memang kalau saat nginap dirumah Bian pasti tidur di tempat Alisha, tapi ga setiap kesana Kiara nginap yah ada waktu tersendiri dan saat kepepet juga baru mau menginap. Karena kalau pulang pun tak dijinkan oleh mama Bian, karna jauh juga rumah Kiara dari sana atau sudah kemaleman. Dan akhirnya mau tidak mau menginap juga atas ijin dari ibu Kiara yang harus dibujuk dan perijinan dari mama Bian.
Karna kalo orang Jawa perempuan yang belum sah jadi istri sebelum ijab kabul terucap pantang untuk menginap di tempat calon mertua atau calon suaminya ada kata "SARU" yang terucap disana.
(Ini author menganut adat istiadat yang selama ini tertanam dari keluarga yah, entah dengan anda pembaca sekalian, mohon dimaklumi karna apa yang diucap atau dikhawatirkan oleh orang tua kita itu harus kita hormati, bener tidak? 🤭semoga diterima pendapat author yah😁)
*****************************
(di ruang kerja papa Bian)
Setelah mengetuk pintu, mengucap salam dan diijinkan masuk oleh papa Bian, Bian duduk disofa sebelah sofa single yang diduduki papanya.
"Ada apa papa manggil Bian kesini? " tanya Bian to the point
"Papa mau tanya keseriusan kamu sama Kiara. "
"Aku serius pah sama hubungan ini, kalau memungkinkan semisal aku disuruh ngelamar Kiara hari ini pun aku siap pa, " semangat Bian
"Kalau kamu sudah punya niatan itu papa sudah tidak khawatir lagi tapi salut papa kamu semangat kayak gitu tapi ga sat set kecepatan gitu lah Bian, semua harus diplanning dengan baik juga biar ga malu-maluin keluarga gitu, "ucap papa Bian sambil terkekeh geli dengan apa yang diucapkan anaknya itu, menular senyum pada Bian juga.
(Ada ada aja yah Bian, semangat mah semangat tapi ga semua niatmu sekedip mata langsung terwujud, semua harus diperhitungkan bro😆😆kenapa ga tahan yah mas Bian, takut jauh jauh lagi sama mbak Kiara nya yah, Sabar bro😁😁)